powered by Google

Kuliner di Khao San Road, Bangkok

Rabu, 29 Februari 2012

Kuliner di Khao San Road, Bangkok

Bagi yang suka travelling, nama Khao San Road pasti sudah tidak asing lagi didengar. Kawasan ini dikenal sebagai pusatnya para backpacker dari berbagai penjuru dunia berkumpul.
Saya tiba di Bangkok Senin lalu sekitar jam 8 malam. Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Bangkok. Dari bandara Suvarnabhumi, saya langsung menuju hostel dengan taksi ke kawasan Hua Lampong, tempat saya menginap. Ongkos taksi dari bandara ke hostel sekitar 400 Bath (120 ribu), karena berempat jadi per orang cuma kena 30 ribuan.

Sesampainya di hostel, saya dan teman2 check-in terlebih dulu, menaruh barang di kamar, lalu keluyuran sembari cari makan. Tujuan pertama setibanya di Bangkok adalah Khao San Road tersebut. Dari Hua Lampong, kami ke Khao San Road dengan menaiki tuk-tuk.
Khao San Road sama seperti pasar malam lainnya. Di sini terdapat banyak cafe, resto, jajanan pasar, souvenir khas Bangkok, hotel-hotel bertarif miring, layanan pijat, hingga tato-tatoan. Di sini kita juga bisa menjumpai banyak travel agen yang menawarkan bermacam-macam paket tour ke berbagai tempat wisata.
Saya sendiri tak peduli dengan souvenir, tato atau paket wisatanya. Yang saya incar adalah makanan dan tempat yang menurut saya unik didatangi.. :) Tak lengkap rasanya kalau tidak melakukan dua hal itu..


Pad Thai
Perut yang sudah keroncongan akhirnya saya isi dengan mencicipi Pad Thai. Tersedia dengan pilihan telur, daging atau ayam. Kalau di Indonesia, Pad Thai ini sama dengan bihun goreng. Harganya cuma 30 Bath (9ribuan), bisa minta pedas juga lho.. Nyam nyam nyam… untuk harga segitu dan ukuran jajanan pasar, PadThai ini rasanya enak menurut saya, makannya sambil jalan menyusuri Khao San Road.


Ketan Mangga khas Thailand
Hampir di tiap jengkal Khao San Road kita bisa menjumpai penjaja makanan. Saya pun bertemu dengan Ketan Mangga khas Thailand yang terkenal itu. Ini adalah dessert khas Thailand, nama Thailand-nya “Khao Neow Ma-maung“. Lho? Makan ketan pake mangga??? Apa rasanya?
Rasanya enak, manis dan gurih!! Ketan yang gurih dipadukan dengan santan dan mangga yang manis ternyata menghasilkan rasa yang maknyuss di lidah (pinjem istilahnya Pak Bondan :D ). Harganya juga murah, cuma 25 Bath (7500-an). Tapi kalau di resto2 ketan mangga ini biasanya dijual lebih mahal, bisa dibandrol 70-150 Bath, tergantung makan di mana.
Kalau dilihat-lihat dan dirasa-rasa, sepertinya mudah membuat ketan mangga ini. Dalam bayangan saya, meski belum pernah buat, cara membuatnya mungkin tak jauh beda dengan membuat ketan yang biasanya saya makan dengan tambahan kelapa parut di atasnya. Bahannya hanya ketan putih, mangga dan santan. Smoga kapan-kapan ada waktu membuatnya dan di-share di blog :)


Sate dan Jagung Bakar
Lanjut, kemudian saya bertemu dengan sate ayam yang sudah dibumbui dan jagung bakar. Tak ada bedanya dengan di Indonesia, hanya saja sate di sini sudah dibumbui, lalu tinggal dibakar saja. Makannya tanpa bumbu kacang/kecap seperti yang lazim dijumpai di Indonesia.


Tom Yung Kung

Nahh, kalau yang satu ini pasti sudah sering dimakan para penikmat kuliner. Tom Yung Kung alias sup udang pedas. Kalau ke Thailand, jangan sampai terlewat mencicipi makanan ini. Dari segi rasa, Tom Yung Kung asli Thailand jauh lebih sedap dibanding yang pernah saya cicipi di Indonesia. Bumbunya lebih terasa, enak banget dan segerrr..
Oya, jangan lupa cicipi buah2 segar yang dijajakan di pinggir jalan. Ada semangka, pepaya Bangkok, nanas, durian asli Bangkok.. buahnya seger2 banget!! Saya bolak-balik beli pepaya semangka, tapi malah lupa memfotonya.. Ada juga ulat sutra yang digoreng, rasanya gurih. Sekian dulu ulasan kuliner malamnya.. Perut kenyang hatipun riang, berhubung sudah jam 12 malam saya pun balik ke hostel untuk beristirahat. Postingan selanjutnya saya akan sharing soal transportasi di Bangkok.

-dew-


Peta lokasi Khao San Road

View Larger Map

Peta: A (Grand Palace) ke B (Khao San Road).
Jarak sekitar 2,2 km



Baca juga :
Pengalaman Edwy di Bangkok
Pengalaman Gunawan Badarul Zaman di Thailand


Sumber : dewningrum.com

Read more...

Pengalaman Gunawan Badarul Zaman di Thailand

Saya pernah liburan ke bangkok sendirian tahun 1997, stop over dibangkok dari Belanda ke Indonesia sehabis belajar S2 di belanda selama satu tahun, acaranya satu hari dibangkok dan dua hari chiangmai dan dua hari berikutnya di Bangkok lagi, kebetulan di Bangkok ada teman yg kenalan di belanda, isteri polisi , selama di Bangkok dia jadi guide, makan malam di restoran terbesar didunia ?, krn pelayannya pakai sepatu roda ( bayangin luasnya ), makan siang di pinggir sungai besar bangkok,

di chiangmai beli paket makan malam yg dihibur oleh tarian2 thailand dengan penari2nya cuantik2, siangnya ikutan tour ke perbatasan dengan kamboja ? dimana diperlihatkan tanaman poppy , sumber dari narkotik ( heroin ? ), konon daerah itu dekat segitiga emas narkotik.

Gadis-Gadis Chiang Mai
Cita2 ikutan tour yg memperlihatkan hasil2 tanaman , bankok/Thailand terkenal dengan buah2an yg top markotop.



Salam,
Gunawan bz TI 78


--------------------




Uploaded by  on Feb 6, 2010
This years Chiang Mai Thailand Flower Festival Parade. Marching bands, beautiful decorated floats, beautiful girls, traditional costumes and music. First Saturday in Feb. every year.




Peta dari A (Bangkok) ke B (Chiang Mai)
Jarak sekitar 740 km. Waktu tempuh menggunakan mobil sekitar 12 jam.


View Larger Map

Read more...

Edwy EL'87 mengajak makan siang di Kedubes RI di Bangkok

Pengalaman Edwy di Bangkok



Selamat Pagi Bli Erik

Saya dulu assigment di Bangkok selama 1,5 tahun mas..
Dari rencana awalnya cuma 1bulan..kebayang ga tuh..

Selama itu kalau kangen masakan indonesia kami makan siang selepas jumatan di Kedubes RI di Bangkok...dibagian belakang kompleks.
Sekali pernah ketemu dengan mas Andriyono EL86 cuma say helo ga sempet ngobrol ...setahu saya dia juga sudah balik bekerja di jakarta.

Thailand (Bangkok) sdh spt kampung sendiri buat saya..banyak hal berkesan selama stay disana..saya banyak teman baik orang2 thailand..sekilas latar belakang budaya yang soft membuat kami tim dari Indonesia dan Thailand cepat sekali beradaptasi dan membaur...

Terakhir saya tugas lagi ke Bangkok sekitar tahun 2007 tapi untuk training 2hari..saya sempatkan ketemu dengan teman baik saya (rupanya sudah pindah kerja ke vendor lain)..kami jalan2 dan ngobrol2 sambil kuliner di sekitaran sukhumvit..

Jadi pengen eiuyy visit ke Bangkok lagi..kalau Bli Erik ada bikin program tour buat milis Senyum-ITB boleh tuh share2 infonya Bli..

Salam sukses ya..



Wassalam,
edwy- EL87


Baca juga :
Mohon Info di Bangkok
Kuliner di Khao San Road Bangkok
Pengalaman Gunawan Badarul Zaman di Thailand

---------------------------------------------------------

Lokasi Kedubes RI di Bangkok


View Larger Map

Peta dari A (Khao San Road) ke B (Kedubes RI di Bangkok)

Read more...

Proyek investasi "Ganesha Villa at Ubud"

Selasa, 28 Februari 2012

Proyek "Ganesha Villa at Ubud"
Proyek Kerjasama Investasi Villa di Ubud, Bali
Link
Sumber: Petualangan Erik

Link




Gambar-gambar di atas ini saya sertakan, untuk memberi ilustrasi atau bayangan seperti apa bentuk final dari "Ganesha Villa at Ubud" ini nantinya.
Ini bukan gambar yang sebenarnya.

Saat ini kami sedang menggodok konsep desainnya bekerjasama dengan Biro Arsitek yang sudah teruji, handal, dan mendapat penghargaan international.


Nama proyek :
Proyek ini diberi nama "Ganesha Villa at Ubud" sebagai nama awal sementara.
Nama ini akan dirubah jika proyek ini sudah dioperasikan pada tanggal 1 Juni 2013.

Investasi total senilai Rp. 12,5 milyar meliputi :
- Tanah berkontur 4.000 m2 dengan 50% untuk pemandangan sawah dan lembah
- Hotel/Villa dengan jumlah kamar 40 buah. Dibuat bertingkat 4 menurun ke lembah
- Restoran dan tempat spa untuk melayani tamu-tamu hotel
- Desain arsitektur yang kreatif dan sudah memenangkan berbagai penghargaan international
- Manajemen handal yang sudah terbukti mengelola villa berumur 1 tahun di Kuta, dengan tingkat hunian rata-rata 80% selama 1 tahun kemarin.

Jadi total investasi ialah Rp. 12,5 milyar.
Saya mengundang 4 investor dengan masing-masing senilai Rp. 2,5 milyar.LinkJika Anda berminat ikut investasi, mohon kirim email japri ke bantariksa@gmail.com


Perhitungan investasi :
Saya akan bekerjasama dengan manajemen profesional yang sudah teruji dan handal dalam mengelola operasional proyek ini.
Ada villa yang baru beroperasi 1 tahun di Kuta. Manajemen profesional ini telah membuat penjualan dengan tingkat hunian (occupancy) 80% selama 1 tahun kemarin.

Andai harga kamar ditetapkan sebesar minimal Rp. 1 juta per malam, maka
Penjualan kamar = 40 kamar x Rp. 1 juta = Rp. 40 juta per hari.
Penjualan kamar per bulan = Rp. 40 juta x 30 hari = Rp. 1,2 milyar per bulan.
Tingkat hunian (occupancy) 70% = 70% x Rp. 1,2 milyar = Rp. 840 juta
Keuntungan bersih 50% = 50% x Rp. 840 juta = Rp. 420 juta.
Ini belum termasuk pendapatan dari restoran dan spa.

ROI (Return on Invesment ) = Rp. 420 juta / Rp. 12,5 milyar = 3,4% per bulan.
BEP (Break Even Point / Balik Modal) = 100% / 3,4 % = 30 bulan = sekitar 3 tahun.


Jangka pelaksanaan :
- Pembangunan proyek ini dijadwalkan mulai 1 Juni 2012 dan mulai operasi 1 Juni 2013

Kekuatan, Karakteristik, dan Latar Belakang :
- Kekuatan desain arsitek yang kami pilih sudah teruji mendapat pengakuan dan penghargaan internasional
- Permintaan kamar villa dengan harga USD 250 per malam penuh/tinggi di Ubud.
Silahkan lihat contoh-contoh hotel yang saya lampirkan di bawah ini.
- Manajemen handal sebagai operator hotel ini.


Contoh hotel-hotel dengan harga kamar di atas USD 250 di Ubud :

1. Alila Ubud
Harga Alila Ubud di Booking.com
Review Alila Ubud di TripAdvisor

2. Samaya at Ubud
Harga Samaya di Booking.com
Review Samaya di TripAdvisor

3. Kayu Manis at Ubud
Harga Kayu Manis di Booking.com
Review Kayu Manis di TripAdvisor

Rata-rata permintaan villa atau boutique hotel di Ubud dengan harga kamar di atas USD 250 sedang tinggi di Ubud.


Penutup :
Demikian penjelasan permulaan untuk mengajak investasi di proyek ini.
Saya mengundang 4 investor dengan masing-masing senilai Rp. 2,5 milyar.LinkJika Anda berminat ikut investasi, mohon kirim email japri ke bantariksa@gmail.com



Sumber: Petualangan Erik


Read more...

Video: Solusi virus di tambak udang dari Sidrotun Naim, ilmuwan Indonesia asal Solo

Sidrotun Naim, Penerima penghargaan UNESCO 'Woman In Science" - Liputan Feature VOA



In Senyum-ITB@yahoogroups.com, muhammad arif wrote:



Sekedar sharing copy paste dr FB nya mbak Sidrotun Naim Bio 97?
Menarik kalau bisa diaplikasikan di tambak udang di tanah air kita nantinya...


http://vimeo.com/36843301

brmams86

---------------

Keterangan video :

Sidrotun Naim, ilmuwan Indonesia asal Solo, menerima penghargaan 'Woman in Science" dari UNESCO. Peneliti ini mendalami ilmu penyakit udang di Departemen Ilmu Hewan dan Mikrobiologi, University of Arizona, AS. Salah satu solusi dalam penelitian Naim adalah menggabungkan ikan tilapia dengan udang dalam satu tambak untuk saling memberi manfaat mengatasi virus yang mengakibatkan penyakit udang. Ikuti liputan Tim Feature VOA berikut ini.

Read more...

Prof. Dr. Hasanuddin Z. Abidin mengirim lagu Always

From: "H.Z Abidin"
Date: Thu, 15 Dec 2011 15:14:11 +0700
Subject: [Senyum-ITB] Merinding .. Always from BJ





Saat saya sedang kerja di PC saya, suara Bon Jovi dengan “always” nya
yang terdengar dari speaker PC saya, membuat saya merinding dan
membangkitkan sejumlah refleksi tentang kehidupan anak manusia.

Kehidupan ini memang penuh suka-duka.

Semoga Allah swt mencurahkan kebahagian pada kita semua. 

Amin.




Salam,
Hasan, EL78/GD79

---------
"Always"

This romeo is bleeding
But you can't see his blood
It's nothing but some feelings
That this old dog kicked up

It's been raining since you left me
Now I'm drowning in the flood
You see I've always been a fighter
But without you I give up

Now I can't sing a love song
Like the way it's meant to be
Well, I guess I'm not that good anymore
But baby, that's just me

And I will love you, baby - Always
And I'll be there forever and a day - Always
I'll be there till the stars don't shine
Till the heavens burst and
The words don't rhyme
And I know when I die, you'll be on my mind
And I'll love you - Always

Now your pictures that you left behind
Are just memories of a different life
Some that made us laugh, some that made us cry
One that made you have to say goodbye
What I'd give to run my fingers through your hair
To touch your lips, to hold you near
When you say your prayers try to understand
I've made mistakes, I'm just a man

When he holds you close, when he pulls you near
When he says the words you've been needing to hear
I'll wish I was him 'cause those words are mine
To say to you till the end of time

Yeah, I will love you baby - Always
And I'll be there forever and a day - Always

If you told me to cry for you
I could
If you told me to die for you
I would
Take a look at my face
There's no price I won't pay
To say these words to you

Well, there ain't no luck
In these loaded dice
But baby if you give me just one more try
We can pack up our old dreams
And our old lives
We'll find a place where the sun still shines

And I will love you, baby - Always
And I'll be there forever and a day - Always
I'll be there till the stars don't shine
Till the heavens burst and
The words don't rhyme
And I know when I die, you'll be on my mind
And I'll love you - Always


===========================
Prof. Dr. Hasanuddin Z. Abidin

Wakil Rektor Bidang Komunikasi,
Kemitraan dan Alumni (WRKMA)
Institut Teknologi Bandung
Jl. Tamansari no. 64, Bandung 40132
Telp/Fax: 022-2500935
E-mail : wrkma@pusat.itb.ac.id
Website : http:///www.itb.ac.id
===========================

Read more...

Karunia Mu - Puisi Esthi TB

Senin, 27 Februari 2012

From: esthitb@gmail.com
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Mon, 27 Feb 2012 10:34:54
Subject: [Senyum-ITB] Karunia Mu - Puisi Esthi TB


Karunia Mu
Puisi Esthi TB


Hari ini aku pulang agak sore
Kaca kaca pencakar langit berpendar perak
Kabut tipis agak bandal menghampirinya
Satu lagi hari kulampaui
Noktah noktah tanya kembali terisi satu demi satu
Belum menjanjikan hasil namun selangkah maju
Ada sajian soal baru
Namun adrenalin kembali terpacu
Langkah langkah kecilku
Adalah karuniaMu
Karena semua ada di denyut nadiku
Bekal bekal untuk bahagia
Lengkap ada di sini
Di denyut jantungku
Dalam hela nafasku
Diantara jaringan dan simpul prosesorku
Dalam jalinan syaraf dan ototku
Ini adalah Karunia Mu
Tiada lepas kusyukuri NikmatMu
Apa lagi yang akan kuminta
Semua telah Kau berikan
Waktu dan kesempatan
Semua tergantung padaku
Apakah ku mau
Memanfaatkan sisa waktu
Dengan segenap kemampuanku



Grand Indonesia,
27 Februari 2012
Esthi Tunggul Bhirawati
www.esthi-t-bhirawati.blogspot.com
www.facebook.com/esthi.bhirawati

Read more...

Saryani Asmayawati

Saryani Asmayawati

Cranfield University
Department of Air Transport

Current activities

Teaching, research and training course development

Background

Saryani Asmayawati holds a Bachelor’s degree in Aeronautical Engineering from Institut Teknologi Bandung, Indonesia. After graduating in 2000, she worked as Air Safety Investigator at the Indonesian National Transportation Safety Committee. She has participated in numerous aviation accident/incident investigations and contributed to the development of the Committee. During this time, she worked alongside investigators from the US NTSB, UK AAIB, French BEA and the Singaporean AAIB.

She achieved her MSc in Human Factors and Safety Assessment in Aeronautics from Cranfield University with “Course Director’s Award for Best Student Performance”. Whilst working for the NTSC, she was also a guest lecturer in Human Factors at the Faculty of Mechanical and Aerospace Engineering in Institut Teknologi Bandung. She also lectured on Human Factors in Accident Investigation for the flight surgeon’s training at the Indonesian Air Force.

In November 2004, Saryani moved to England and worked as a Consultant Engineer in a Safety/Aeronautical Engineering research company. During this period, she carried out various high-profile research projects on fire and cabin safety/survivability and accident analysis for the US Federal Aviation Administration, UK Civil Aviation Authority, Transport Canada and European Aviation Safety Committee. She was also heavily involved in several Regulatory Impact Assessments for EASA. She was the project manager in a research carried out for EASA on the evaluation of CS-25 cabin safety requirements and in a research for UK CAA on firefighting training for cabin crew.

Read more...

Biodiversity dan Studi Kekayaan Botani Indonesia

From: Suhono Harso Supangkat
Date: Mon, 27 Feb 2012 12:28:04
Subject: Biodiversity [Re: CSR - Studi Kekayaan Botani Indonesia]


Salam,

Diskusi masalah botani atau biotek, sangat menarik.
Kebetulan ITB sedang mempersiapkan proposal pengembangan Multidisiplin Biodiversity (Bio-Nano-Info).
Hal ini karena ada ajakan Jepang, berkaitan dg salah satu program MPA (Metropolitan Priority Access).
Ada usulan membangun New Research Academic Cluster(NRAC) di ITB Bekasi, IPB Dermaga dan Pusppitek Serpong.
Setelah otomotif dan elektronik, Jepang di Ina akan memasuki Biodiversity. Semoga Indonesia tidak begitu saja dimanfaatkan kekayaannya dan marketnya oleh Jepang.
Di NRAC selain pusat riset diharapkan dibangun Inkubator bisnis dan pendukungnya.
Untuk pengembangan itu kami ITB akan selenggarakan FGD multidisiplin inovasi Biodiversitas dengan mengajak Industri.

Jika pengurus berkenan akan kita coba kermakan antara LPIK ITB dg kegiatan pengurus IA ITB di bidang ISI dan minat.

Selain internal ITB akan diundang industri terkait:
- Biofarma
- Kalbefarma
- Indofood
- Kimiafarma
- Indofarma
- Pabrik jamu (Jago, antangin ?)
- Unilever
- Perhutani
- PTP
- siapa lagi ya yg sebaiknya diundang?

Sedang cari database industri Biotek dll
Demikian semoga Biodiversity Indonesia maju.


Salam
Suhono

Read more...

Senjata Buatan PINDAD

From: Betti Alisjahbana
Date: Mon, 27 Feb 2012 03:22:29






Rekan-rekan Alumni,

Seusai memberikan pelatihan kepemimpinan, selain mencoba panser, saya juga mencoba senjata buatan Pindad. SS1 desainnya FN Belgia dan dipasarkan di Afrika, Sementara SS2 murni desain Pindad dan digunakan oleh TNI.

Di bawah ini foto saya ketika mencoba menembak. Ternyata cukup akurat lho. Cuma kalau pakai pistol masih meleset euy. Mesti lebih banyak latihan ;-)


Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana - AR79



Baca juga :
Panser Buatan Pindad

Read more...

Panser Buatan Pindad

From: Betti Alisjahbana
Date: Mon, 27 Feb 2012 03:09:17







Rekan-rekan Alumni,

Melanjutkan diskusi tentang keberpihakan terhadap produk dalam negeri. Pagi ini saya memberikan pelatihan kepemimpinan di PT PINDAD dan sesudahnya sempat mencoba mengendarai Panser mereka, wah kereen lho. Panser ini dipakai di batalion kav seluruh Indonesia, di 2 batalion infantri mekanis, dan di UNIFIL Libanon Selatan. Sedang finalisasi expor ke Malaysia. Saat ini sudah delivery 161 panser, kedepan sudah LOI 100 panser lagi sampai dengan 2014.
Dirut Pindad adalah Adik Soedarsono MS 79

Terlampir adalah foto saya di atas panser ;-)



Salam hangat penuh semangat
Betti-AR79



Baca juga :

Senjata Buatan PINDAD

Read more...

The Jakarta Post : RI engineer wins aviation safety award

From: "H.Z Abidin" <hzabidin@gd.itb.ac.id>
To:
Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] FW: Selamat buat FTMD dan IA Prodi FTMD



RI engineer wins aviation safety award
Novan Iman Santosa and Rabby Pramudatama, The Jakarta Post, Jakarta | Sat, 02/25/2012 8:47 AM





An Indonesian aeronautical engineer, Saryani “Yani” Asmayawati, was among the members of a team from Cranfield University who were recognized by British Queen Elizabeth II for work in aviation safety.

Yani is an alumni of the Bandung Institute of Technology (ITB)’s aeronautics department, where she began her studies in 1994 and graduated in 2000.

The good news was spread by her cousin, Bambang Harimurti, the senior editor of Tempo news magazine, who is also an alumni of ITB. Bambang exchanged email regarding the news while celebrating with Yani’s academic mentor, Oetarjo Diran.

The email was published on a blog at ITB alumni Senyum-ITB.blogspot.com (Portal Senyum-ITB) on Thursday, with Bambang identifying her as Asmayani Tjokronegoro and crediting her as being part of a team designing an aviation safety planning system now considered to be the best in the UK.

Cranfield was named among 18 universities and three additional education institutions in the UK to win the highly prestigious Queen’s Anniversary Prize for Higher Education. The prizes were awarded during a lunch hosted by the Queen at Buckingham Palace.

The university was awarded the honor for its “world-leading work in aviation safety through research and training in air accident investigation”.

The work has been carried out by the Safety and Accident Investigation Center, where Yani currently works as a lecturer at Cranfield’s air transportation department.

The prize is a biennial award program within the UK’s national honors system. It is the UK’s most prestigious form of national recognition, open to a UK academic or vocational institution, Cranfield said in a statement.

A lecturer at ITB’s aeronautics department, Hisar Manongam Pasaribu, told The Jakarta Post that Yani worked on the National Transportation Safety Committee (KNKT) as an air safety investigator after earning her bachelor’s degree in aeronautics before continuing her studies at Cranfield University in the UK.

“Her interest was indeed in aviation safety during her studies at ITB,” he told the Post over the phone from Bandung.

“It was further strengthened when she worked at KNKT under the supervision of Dr. Oetarjo.”

Hisar said Yani was provided exposure to the knowledge of various leading players in the aviation sector during her time at KNKT.

“When I ran an aviation safety course, I invited her to be co-lecturer,” he said. “She focused more human factors, as many accidents are caused by human error.”

He said despite the rather dismal condition of Indonesian air safety, it was such a tremendously proud achievement — that an Indonesian women could reach such lofty engineering achievements in promoting air safety.

Cranfield’s website revealed that Yani earned her MSc in Human Factors and Safety Assessment in Aeronautics, recieving the “Course Director’s Most Outstanding Student” award.

Yani worked for KNKT from January 2000 to October 2004 before she moved to England as a senior consulting engineer at RGW Cherry and Associates Ltd until October 2009. She carried out various high-profile research projects studying in-flight fires, cabin safety/survivability and accident analysis with the US Federal Aviation Administration, the UK Civil Aviation Authority, Transport Canada and the European Aviation Safety Committee.

She has since taken a lecturing position at Cranfield University.

Tertiani ZB Simanjuntak contributed to the article


Baca juga :
Yani (Asmayani Tjokronegoro) MS94 mendapat penghargaan di Inggris


Read more...

Manfaat daun Simbukan

Minggu, 26 Februari 2012

Manfaat daun Simbukan

Daun simbukan atau Paederia tomentosa sangat di kenal dengan aromanya yang cukup tidak sedap dan merupakan daun yang di gunakan untuk membantu bagi mereka yang kembung atau susah kentut. Dalam pengobatan di sebutkan bahwa daun simbukan mempunyai sifat mendinginkan dan membersihkan darah, selain itu juga dapat berfungsi sebagai penghilang rasa sakit, penambah nafsu makan, antibiotik, antiradang dan juga obat batuk.
Dalam pemanfaatannya terdapat beberapa kashiat yang bisa kita dapat dari daun simbukan ini, berikut beberapa resep dan manfaat dari daun simbukan untuk kesehatan :
  • Mengobati Kejang
Caranya : Tumbuk 15 - 60 gr daun simbukan segar hingga menjadi seperti bubur, tambahkan 1 cangkir air matang dan 1 sendok teh garam. Aduk sampai rata kemudian peras dan minum sebelum makan.

  • Mengatasi Nyeri Pada Luka
Caranya : Giling hingga halus batang dan daun segar secukupnya dan tempelkan pada tempat yang terasa nyeri.
  • Mengobati Rematik
Caranya : Ambil seluruh bagian tanaman sebanyak 15 - 60 g, kemudian rebus dengan air secukupnya, saring dan minum airnya.
  • Melancarkan Kencing
Caranya : Rebus seluruh bagian tanaman sebanyak 15 - 60 g dengan air secukupnya, saring dan minum airnya.
  • Mengobati Masuk Angin
Caranya : Kukus 25 lembar daun simbukan dan gunakan sebagai lalapan, untuk obat luarnya layukan daun simbukan di atas api dan tempelkan pada perut.
  • Mengobati Maag
Caranya : Tumbuk 1 genggam daun simbukan, kemudian peras airnya dan minum 1 kali sehari sebanyak 1/4 cangkir.
  • Mengobati Disentri
Caranya : Tumbuk sampai halus 15 - 60 g daun simbukan, tambahkan 1 cangkir air matang dan 1 sendok teh garam. saring dan minum airnya sebelum makan.
  • Mengobati Cacar
Caranya : tumbuk daun simbukan secukupnya hingga halus, tambahkan sedikit air dan garam, kemudian balutkan pada bagian cacar.

Read more...

Daun Simbukan antara Kenyataan dan Pepatah

Pada 24 Februari 2012 23:10, Bambang Winarto <bambangw@abcjkt.co.id> menulis:


Dulu waku saya kecil di Surabaya sebelum pindah ke Malang, waktu SD ada yang namanya daun simbukan. Daun ini biarpun bentuknya seperti daun biasa, seperti daun pohon kacang tanah, tapi baunya "maaf" seperti kentut kalau malah tidak lebih bau daripada kentut. Saya tidak tahu apakah ini keberuntungan atau kesialan bagi orang Surabaya. Soalnya daun ini tidak memberi manfaat apa2 tapi baunya yang menusuk hidung membuat pohon semak ini dijauhi orang. Tapi entah gimana caranya daun ini waktu itu kok selalu ada saja ketika si busuk ini diperlukan. Untuk apa? Untuk mengganggu orang lain.

Yang saya ingat waktu itu teman2 SD saya yang berandal, pernah satu atau dua kali memasang daun ini di bangku guru kami. Padahal guru kami itu sesungguhnya orang yang baik, jadi entah alasan apa teman2 itu memasang daun itu untuk mem-bully si guru. Kebayang kan apa yang terjadi ketika si guru masuk kelas ? Setelah duduk beberapa saat beliau mulai mencium bau busuk itu, dan akhirnya menemukan sumber baunya, soalnya gak kayak kentut, bau busuknya ini gak hilang2. Akhir cerita kami sekelas dihukum oleh Kepala Sekolah, gak boleh pulang, harus menulis permintaan maaf seratus kali kepada Bu Guru yang baik itu.

Nah dirumah , masih kaitan dengan daun ini, saya cerita kepada tetangga yang namanya Pakde Wiryo. Lalu si Pakde memberi nasehat, sebuah pepatah tentang daun simbukan itu, begini bunyinya : Dadi manungsa iku aja kaya godong simbukan, rupane wae godong, tapi kelakuane kaya kentut.......

Semoga jadi perenungan malam ini. Saya pamit ya.


Salam, BW/EL74


---------------------------------
Komentar Saifuddien Sjaaf :

Cak Bambang,
bicara tentang daun simbukan [godong simbukan], konon katanya didaerah tertentu daun ini dibuat bothok [selayaknya botok dari bahan daun atau sayuran lain], dan katanya karena diluar saja sudah menghasilkan bau, khasiatnya untuk membuat perut jadi longgar dengan keluarnya berbagai gas. Entahlah, mungkin ada teman lain yang lebih tahu.

Kalau untuk kenakalan anak-anak kepada guru, di Gresik ada tanaman merambat juga, yang buahnya seperti golongan petai, tetapi berbulu dan bulunya ini sangat gatal sekali. Namanya RAWE [entahlah apa ini yang kemudian menjadi semboyan "rawe-rawe rantas, malang-malang putung" atau bukan]. Di Surabaya, setidaknya di wilayah sekitar Tembok Kuburan dan Pasarturi, tanaman ini tidak ada. Temanku yang agak sewot dengan seorang guru di ST Pawiyatan, meletakkan bulu rawe ini di meja gurunya. Kasihan ya. Anak-anak dulu nakalnya ya seperti itu.

Kalau biji-bijian yang bisa menimbulkan banyak gas dalam perut, ada namanya kedawung. Setelah disangrai, enak juga dimakan seperti makan kacang koro. Tapi jangan dimakan setelah buka puasa, nanti waktu shalat terawih akan bolak balik wudhu.

He he, gara-gara simbukan, jadi mengenang masa muda dulu


Salam

Saifuddien Sjaaf

Read more...

Carito nyata Urang Awak di Bandung

Sabtu, 25 Februari 2012

From: "Santri-91" 
To: <Senyum-ITB@yahoogroups.com>
Subject: [Senyum-ITB] Kepada urang awak sekalian, moga menghibur


Karya nyata malam minggu ini :D . Ubek sutres dunsanak sadonyo.
Berikut adolah carito nyata, percakapan bahasa indonesia seorang urang minang di perantauan
dengan warga setempat, nama pelaku dan lokasi kejadian dirahasiokan. ;)

1. "Bu, kalo "Kura-Kura" nya dimana?" tanya seorang urang awak kepada ibu
kos-nya. Si ibu kos kaget dan heran. "Kura-kura kok di kamar?" tanya si ibu kos
bingung. Setelah dijelaskan, maksudnya adalah Gembok. :))
*Karena di minang, "Gembok" itu disebut "Kuro-Kuro" alias Kura-kura kalo dipaksa
jd Indonesia. Hehehe

2. "Bik, nanti beli kerupuknya yang "Berderuk" ya," pesan seorang urang awak ke
si bibik yg mau ke pasar. Si bibik bingung maksudnya apa. Setelah dijelaskan,
maksudnya "Garing" alias Crunchy
*kalo makanan yg Garing/Crunchy di minang disebut "Badaruak". Kalo diterjemahkan
paksa jadi "Berderuk" Ahaaay haha

3. "Bik, mahal sekali itu belanjanya,"protes seorang minang ke si bibik yg baru
pulang dari pasar. "Ada bibik "Harga" belanja tadi?"tanya sang urang minang. Si
bibik bingung sekali, apa maksudnya. Setelah dijelaskan sedemikian rupa,
akhirnya si bibik mengerti, maksudnya "Ditawar".
*kalo menawar barang itu di minang dipake kata "Di Ago" yang kalo dipaksa
dijadikan bahasa Indonesia jadi "Diharga". "Tawar" ="Ago", dan kalo bahasa
Indonesia jadi Harga. :)) memang bikin fresh deh cerita2x nyata ini.

Selamat malam minggu teman2x. Jangan tertawa terlalu terpingkal2x, nanti
"Menjabir" air liur teman2x sekalian nanti.


Macam "Koncat" saja tertawa sambil meloncat2x begitu :p :p

Sy ;)

Read more...

Mohon Info di Bangkok

From: joko windarto
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Mohon Info di Bangkok


Yth Teman2 Alumni ITB,

Mohon informasi mungkin ada rekan2 yang pernah atau sering ke Bangkok, kira2 kalau dari Bandara di Bangkok ke pusat Kota atau sekitar " Centara Grand and Bangkok Convention Centre " kira kira kalau pakai bis atau train bagaimana ? Kalau misal sampai di bandara jam 8 malam , demi keamanana apakah sebaiknya naik Taxi atau bagaimana ? Mohon info behubung saya baru sekali ini besok mau ke Bangkok dalam acara ikut conference dan kebetulan sayaperginya sendiri sehingga sangat bermanfaat info dari teman2 tentang perjalanan ke Bangkok.



Terima Kasih
Joko Windarto/ El 82
--------------

A=Bangkok Airport B=Sofitel Centara Grand and Bangkok Convention Centre
Jarak=35 km Waktu tempuh = sekitar 40 menit lewat tol


View Larger Map



Baca juga :

Kuliner di Khao San Road Bangkok
Pengalaman Edwy di Bangkok
Pengalaman Gunawan Badarul Zaman di Thailand

Read more...

Anggota baru: Dadang Purnama TL85 di Adelaide

Anggota baru: Dadang Purnama TL85 di Adelaide





Nama (Name) : Dadang Purnama
Nama panggilan (Nickname) : Dadang

Jurusan di ITB : Teknik Lingkungan
Jenjang S1 / S2 / S3 : S1
Angkatan Tahun : 1985

Personal Web/URL/Blog : http://
Foto / Alamat Facebook : http://www.facebook.com/DPurnama
Rekaman Video / Film : http://www.youtube.com/

Profesi (Profession) : Ex PNS
Keahlian (Expertise) : Env auditing, AMDAL


Kota Adelaide, South Australia

Alamat Rumah (Home Adr) : 4 Gray St. Plympton
Kota/Negara (City/Country): Adelaide, S Australia
Perusahaan (Company) : URS
Alamat Kantor (Office Adr): 70 Light Garden
Kota/Negara (City/Country): Adelaide, S Australia
Company Web/URL : http://urs.com.au


Pantai Glenelg, Adelaide

Tempat/Tanggal Lahir (Place/Date of Birth) : Bandung, Mei 1967
Umur (Age) : 44
Hobby/Life Style : networking

Ceritakan 1 pengalaman berkesan semasa di kampus ITB : Ditangkepin karena ikut ospek. Gak bisa ikut demo Rudini, karena harus kerja praktek
Ceritakan juga 1 pengalaman berkesan sesudah berkarir : pengalaman gak pernah kosong gak dapet kerja, alhamdulillah isi terus walau resign dari PNS. Dunia di luar lebih luas.
Interest (ketertarikan, aspirasi, minat) join : ingin update temen2 ITB, ingin tau alumni ITB udah nyampe mana, dan ingin tau deberapa solid sih alumni ITB...

Peta :
A = Rumah
B = Pantai Glenelg
Jarak = sekitar 6 km, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit


View Larger Map



View Larger Map

Pemandangan di Adelphi Terrace, Pantai Glenelg memakai Google Street View.
Silahkan diputar-putar tombol di bagian kiri atas foto untuk melihat pemandangan di sekelilingnya.

 

Read more...

Betti Alisjahbana AR79 mengirim lagu berirama bossas

Jumat, 24 Februari 2012

2010/10/12 99Venus Team wrote :


Oh ternyata Dubes Ari suka nge-bossas.

Kalau begitu, Betti kirim lagu berirama bossas Fly Me to The Moon ya.
Dinyanyikan oleh penyanyi yang bersuara merdu seperti suara Dubes Ari loh. Siapa hayo ?

Sering diputar menemani Betti waktu ngelembur tengah malam mengerjakan tugas-tugas gambar waktu kuliah di Arsitektur dulu.


Untuk melihat videonya, silahkan mainkan rekaman berikut :



Fly me to the moon
And let me play among the stars
Let me see what spring is like
On a-Jupiter and Mars






Salam nge-bossas penuh semangatsss,

;-))
Betti Alisjahbana dan 99Venus Team






Baca juga:
- Betti mau menjajaki karir sebagai penyanyi OSD HMT-ITB



----- Original Message -----
Sent: Tuesday, October 12, 2010 8:10 AM
Subject: [ITB-Club] Mbak Betti / Quiz: Apakah Dubes Ari & ITB-Club juga suka jazz ?

Jazz, Bossa, ogut suka.
Tapi jarang kunyanyikan dipanggung. Kecuali pas suasana tenang, saat jam makan, saat pagi2 ngawali acara kayak pas tanding tenis di hotel hilton dulu, saat pesta kawinan, dan saat2 ogut kehabisan stok lagu, hehehe. Saat sudah nggak ada yang mau nyanyi lagi, hahaha. Katanya cocok dgn suaraku yang melo :).

Mbak Betti memang jago nyanyi. Makanya waktu ogut jadi ketua panitia ITB Bowling Open di MAG, kusediain band, karena ada rencana mbak Betti mau hadir, ikut tanding bowling, nyanyi dan kampanye pilketum. Sayang bentrok dgn acara luar kota. Tapi kirim tim suksesnya dgn seragam kaos "ToGetHer"-nya. Tim sukses paling meriah saat itu. Kandidat yang hadir Mas Hengki, yang satu lane dengan saya. Ada pemain bowling bagus yang jago nyanyi juga saat itu, Benny si76.
Kalo nyanyi lagunya Engelberth, wouwww asoy geboy.

Kita tunggu live-nya mbak Betty nyanyi lagu Fly to the Moon didepan khalayak milis ITB Club.
Tariikkkk manngggg.



:-)
Sengkyu-@ri lurah ms76.

Read more...

Menunggu Ms Yani dan Mr @Richard Ge'er di Istana Buckingham

Menunggu Ms Yani dan Mr @Richard Ge'er di Istana Buckingham




Jika nanti Mr @Richard Ge'er ikut makan siang dengan kami dan Ms. Yani di Istana Buckingham, jangan lupa bawain kami oleh-oleh Serabi Notosuman.

Aku lampirkan fotoku di Istana Buckingham.




Salam dari Istana Buckingham,

;-))
Kate Middleton dan 99Venus Team





Baca juga :
Yani (Asmayani Tjokronegoro) MS94 mendapat penghargaan di Inggris

Read more...

Serabi : Pancake Versi Indonesia

Serabi : Pancake Versi Indonesia


Siapa tak kenal serabi, pancake versi Indonesia ini sudah menjadi idola sejak diciptakan tahun 1923 silam. Tak hanya anak-anak, kakek nenek dan orang dewasa pun menikmati panganan berasa gurih dan legit ini. Berasal dari Kampung Notosuman di Solo, serabi mulanya dibuat dari tepung beras, santan dan gula pasir.

Nama Serabi Notosuman sengaja dipilih agar semua penikmatnya tahu serabi mulanya berasal dari Kampung Notosuman. Dengan penggemar yang semakin banyak, Serabi Notosuman juga beradaptasi menjadi serabi yang lebih modern dengan berbagai modifikasi. Serabi pun mengalami beberapa perubahan seiring berkembangnya jaman.

Pertama, rasanya menjadi beragam, mulai dari keju, strawberi, nangka, pandan, kacang hingga susu. Kedua, serabi tak hanya dapat dimasak menggunakan arang tapi mulai menggunakan kompor gas. Serabi pun bahkan mulai di-franchise-kan.

Asal Muasal Serabi

Serabi awalnya dibuat dari tepung beras, pandan, vanilla, gula, santan kelapa dan garam tanpa bahan pengawet. Istimewanya, tepung beras ditumbuk secara tadisional agar rasa gurihnya tetap terjaga. Selain dari bahan bakunya, serabi juga memiliki ciri khas dari cara dan proses memasaknya

Serabi dimasak menggunakan semacam cobek kecil yang terbuat dari tanah liat, dan dimasak dengan menggunakan kayu bakar. Cara ini dipilih karena rasa serabi sehingga terasa lebih gurih. Jika dimasak dengan semacam wajan kecil dari alumunium misalnya, rasanya akan berbeda, dan tidak memiliki kekhasan tersendiri.


Serabi dimasak dengan arang akan membuat bagian bawah serabi sedikit gosong dan crispy. Berbeda dengan bila dimasak menggunakan kompor gas yang akan membuat serabi lebih lembek. Tak hanya menjadi pelengkap hidangan dan makanan kecil tapi juga sebagai ikon pariwisata. Banyak turis mancanegara dan lokal yang menyukai makanan asli Jawa Tengah ini. Makanan yang ada hampir seabad ini menjadi budaya yang wajib dilestarikan dan dibudidayakan.



Melestarikan budaya rasanya tak pernah selezat ini.

Read more...

Yani (Asmayani Tjokronegoro) MS94 mendapat penghargaan di Inggris

Kamis, 23 Februari 2012

Yani (Asmayani Tjokronegoro) MS94 mendapat penghargaan di Inggris



Istana Buckingham


Sistem perencanaan keselamatan penerbangan Yani (Asmayani Tjokronegoro) MS94 mendapat penghargaan di Inggris.
Yani akan mendapat anugerah dari Ratu Elizabeth dalam sebuah jamuan makan siang di istana Buckingham, Inggris, pada tanggal tanggal 24 Februari 2012 menurut email dari Bambang Harymurti EL76, Tempo, di bawah.


Bandara Heatrow

Baca juga :
Menunggu Ms Yani dan Mr @Richard Ge'er di Istana Buckingham
The Jakarta Post : RI engineer wins aviation safety award
Saryani Asmayawati

--------
From: Oetarjo Diran
To: alumnas-OOT@yahoogroups.com; iapitb@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, 22 February 2012, 16:49
Subject: [iapitb] Fw: Yani


kita masih ada harapan dalam suasana dan keadaan yang sangat dirasakan orang mencekam.

yani adalah salah satu mahasiswa terbaik lulusan jurusan teknik penerbangan institut teknologi bandung.
reputasinya dalam bidang keselamatan transportasi is worldwide.

do not despair, we shall overcome.

thanks yani,

o.diran



--- On Wed, 2/22/12, bambang@tempo.co.id wrote:

From: bambang@tempo.co.id
Subject: Yani
To: "Prof.Dr Oetarjo Diran"
Date: Wednesday, February 22, 2012, 8:37 AM

Prof Oetarjo Diran Ythn

Saya ingin menginformasikan saja bahwa mantan anak buah dan murid bapak yang bernama sdri Ir. Asmayani Tjokronegoro Msc akan mendapat anugerah dari Ratu Elizabeth tanggal 24 nanti dalam sebuah jamuan makan siang di istana Buckingham, Inggris.

Yani, yang kebetulan adalah sepupu saya, bersama tim nya telah menyusun sebuah sistem perencanaan keselamatan penerbangan yang dianggap paling baik di Inggris.

Saya kira ini buah dari bimbingan bapak juga.


Hormat saya,
Bambang Harymurti

Read more...

Anggota baru: Budi mau berbagi pengalaman mendesain jembatan Palu

DATA PRIBADI
Tak kenal maka tak sayang



Lampiran foto terkini (Foto attachment) ? [ ] Ada dong :-) [ ] Tidak


Nama (Name) : Encep Rahmat Budi R
Nama panggilan (Nickname) : Budi

Jurusan di ITB : Teknik Civil
Jenjang S1 / S2 / S3 : S1

Angkatan Tahun : 1992
Personal Web/URL/Blog : http://

Foto / Alamat Facebook : http://www.facebook.com/
Rekaman Video / Film : http://www.youtube.com/

Profesi (Profession) : Structural Engineer
Keahlian (Expertise) : Konsultan Civil – Structure

Alamat Rumah (Home Adr) : Jl. Citamiang 19
Kota/Negara (City/Country): Bandung/Indonesia
Perusahaan (Company) : Petrofac-IKPT
Alamat Kantor (Office Adr): Jl. Supomo 42 Tebet Jaksel
Kota/Negara (City/Country): Jakarta/Indonesia
Company Web/URL : http://

Tempat/Tanggal Lahir (Place/Date of Birth) : Garut/ 4 Juli 1973
Umur (Age) : 39

Hobby/Life Style : Baca, ngoprek

Ceritakan 1 pengalaman berkesan semasa di kampus ITB :
Pengalaman kampus:
Saat TA saya diberi tugas oleh dosen pak Iswandi untuk membuat program
komputer yang bisa akuisisi data dari mesin dataloger ke computer
user. Pertimbangannya saat itu penelitian selalu memakan waktu saat
akuisisi manual by hand dari print-print dataloger ke computer
peneliti.

Saya tidak tahu kenapa pembimbing memberi tugas ini yang kalo dilihat
dari substansinya agak jauh dari sipil, bobotnya justru malah di
pemogramannya.

Namun kebetulan saya juga penyuka pemograman saat itu, so aku terima
tantangan. Alhamdulillah jadi juga programnya dan sekarang saya senang
banget program saya dapat dimanfaatkan oleh teman-teman S1/S2/S3 di
laboratorium PAU-ITB juga Lab struktur.

Terima kasih Bapak2/Ibu2 Dosen yang telah membimbing kami sehingga
saya bisa seperti sekarang ini.


Pengalaman Karir:

Karir harus bisa dinikmati sebagai Anugrah dan amanah. Setiap
pengalaman dalam karir selalu menarik saya, dimana semua itu adalah

Bagian dari aktualisasi diri saya. Pengalaman mendesain jembatan palu
yang system Pelengkung Network Arc Bridge sewaktu di LAPI-ITB itu
merupakan bagian totalitas karir saya yang sangat berkesan buat saya
pribadi. Seni, science dan akurasi sangat diperlukan di sini.



Interest joint :
Menjalin pertemanan dan kangen dengan kabar2 dari kampus.

Read more...

PLTU Berbahan Bakar Sampah

From: "dudysetiabudhi@yahoo.co.id"
To: sinergi-ia-itb@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, February 22, 2012 3:39 PM
Subject: Re: [sinergi-ia-itb] Salam jumpa


Mbak Betty,
Di TPA Bantargebang telah terpasang dan beroperasi power plant dari sampah (sumber energy terbarukan) sebesar 10 MW.
Bagi rekan2 alumni yang ingin tahu lebih jelas silahkan kontak saya di dudysetiabudhi@yahoo.co.id.

Dudy. TP'75

Read more...

Video: Indonesia negara industri. Jayalah Indonesiaku !

Rabu, 22 Februari 2012

From: buntoro MAK - 1
To: senyum-itb
Sent: Thursday, February 23, 2012 6:55 AM
Subject: [Senyum-ITB] Jayalah Indonesiaku: MAK inspiring Indonesia





Rekan2 ysh,

Setelah sebelas tahun berjuang, satu "Ibu Industri" Indonesia sedang hamil tua.
Bersiap melahirkan anak2nya yang akan memberi warna bagi "Indonesia negara industri".

Jayalah Indonesiaku !!!


Salam entrepreneur

http://buntoro-mak-one.blogspot.com/
This blog will really inspire You....

Best Regards
buntoro

Read more...

Melihat Stalagtit dan Stalagmit di Gua Meramec

Hallo Senyum ITB

Saya Supriadi EL ITB 74 mau mencoba sharing beberapa tulisan berupa real story,
artikel management, dan juga buku yang boleh didownload gratis (Menjawab
tantangan reformasi birokrasi; kepemimpinan transformasional dan organisasi
lateral) yang baru saya tarik dari Gramedia karena sedang disusun edisi 2 nya

Silakan bagi yang senggang untuk membuka blog saya: sttplnsupriadi.blogspot.com

Ini salah satu contoh artikel pendek yang saya tulis 5 tahun yang lalu di Saint
Louis, Missouri, USA


Stalagmit dan Stalaktit





Awal musim gugur 2006, saya "balimau," istilah orang Minang untuk berkunjung ke
tempat wisata untuk mengagumi kebesaran ciptaan Tuhan sehari menjelang
dimulainya puasa, ke gua Meramec sekitar 1 jam perjalanan dari Saint Louis,
Missouri, kota tempat saya belajar.


Peta lokasi Gua Meramec


View Larger Map


Peta: Dari A = Saint Louis, Missouri  ke  B = Gua Meramec
Jarak = 63, 2 mi. Waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit



Meramec cavern merupakan salah satu tempat favorit saya karena selalu ada kekaguman baru yang saya dapat dari dalam gua Meramec yang sejuk sepanjang tahun itu.
Begitu keluar dari Highway 44, kita sudah dibuai dengan indahnya pohon Cypress dan Oak yang mulai dipoles warna musim gugur disela-sela satu dua rumah penduduk yang asri ditengah kebun merekayang luas.
Memasuki gerbang Meramec, mata kita mulai dimanjakan oleh rindangnya
pepohonan ditepi sungai tempat berkanu ria di musim panas. Dari luar tidak
tampak ada yang istimewa kecuali tulisan "Tempat Persembunyian Jesse James",
perampok bank terkenal abad yang lalu. Dengan dibimbing ranger, kita memasuki
gua untuk menikmati keindahan dan ilmu alam serta filsafat yang diberikan oleh
sang Pencipta.

Diawali dengan balirung berkapasitas 3000 orang berdinding karang yang lebih
keras dari beton, kita dapat merasakan sejuknya udara gua sambil mengikuti
irama ayunan pendulum baja yang bergerak mengikuti arah perputaran bumi.
Pelajaran pertama yang dicontohkan sang gua adalah konsistensi; sang gua
selalu menyajikan suhu yang sama sepanjang tahun tidak terpengaruh dengan
gerahnya lingkungan di musim panas maupun bekunya udara di musim dingin.

Pelajaran kedua adalah Meramec tidak pilih kasih kepada manusia yang memerlukan
perlindungannya. Seabad yang lalu dia memberikan tempat untuk seorang bandit
mantan serdadu, Jesse James, dan kawan-kawannya. Sang ranger menunjuk ke arah
suara air terjun dibalik kegelapan sebagai tempat mereka dulu bersembunyi.
Selanjutnya kita melihat patung "Lassie", anjing penolong, yang menunjukkan
bahwa film yang sangat terkenal di masa kanak-kanak dulu pernah dibuat disitu.

Menyusuri lorong gua yang konon panjangnya lebih dari 30 km, sang ranger
tiba-tiba mematikan lampu sejenak; gelap sempurna...... ketika dinyalakan
kembali , mata kita dimanjakan oleh suatu dekorasi alami yang menakjubkan;
ribuan stalaktit atau endapan kalsium berbagai bentuk tergantung indah
berpasangan dengan stalagmite yang berdiri gagah. Ada pasangan yang sudah lama
menyatu dan mulai membesar, dan banyak stalaktit yang masih terpisah dari yang
baru tumbuh sampai yang sudah mencapai beberapa inci." Rasa sedih mulai saya
rasakan ketika melihat banyak sekali stalaktit dan stalagmite yang dirusak untuk
memenuhi nafsu keisengan ataupun keserakahan "manusia". Padahal kata sang
ranger, untuk bisa membentuk stalaktit dan stalagmit Meramec sebesar telor puyuh
saja dibutuhkan waktu sekitar 50 tahun.

Stalaktit dan stalagmite mengajarkan saya bagaimana mereka istiqomah
untuk tetap menjalankan sunattullah membangun karang dari tetesan air. Semua
konsisten dengan tugasnya, yang kalsium memberi warna putih, yang jodium merah,
dan yang besi abu-abu kecoklatan dan secara bersamaan mereka menyajikan
keindahan. Mereka tidak "mutung" walaupun hasil karya mereka selama berjuta
tahun bukannya dipuji tapi malah dirusak oleh segelintir nafsu makhluk lain yang
dilayaninya, "manusia". Setelah dipatahkan mereka mulai lagi dengan tetesan air
pertama, konsisten dengan perintah alam. Stalaktit dan stalagmit tidak pernah
membenci atau mendendam kepada sang perusak karena mereka yakin bahwa sang
Pencipta tentunya juga menciptakan
makhluk lain yang suatu saat akan melindungi amal baik mereka. Seperti sang
ranger yang setiap hari bertegur sapa sambil merawat mereka, seperti pemerintah
Missouri yang saat ini memberi mereka kaca pelindung dan aturan denda yang
sangat keras bagi pengunjung yang menyentuh mereka.

Dalam lorong berikutnya kita juga melihat sungai kecil yang saya beri nama
cermin kepalsuan, terlihat sangat dalam dan jernih, tapi kenyataannya dangkal
dan berlumpur. Diakhir perjalanan, kita menyaksikan suatu pentas yang dihiasi
ratusan tirai stalaktit-stalagmit yang terjuntai indah dan katanya tertinggi di
dunia, suatu simbol kemenangan para penjaga kebenaran.

Kita memang bukan stalaktit atau stalagmit, kita boleh sombong karena diberikan
kebebasan untuk berpikir dan berbuat apa saja termasuk merusak. Tapi untuk
menjadi orang yang istiqomah kita perlu belajar dari stalaktit dan stalagmit.
Walaupun banyak tangan jahil yang merusak, tapi dalam beramal baik kita tidak
boleh putus asa. Kita tahu bahwa amalan kita baru dirasakan dalam jangka panjang
bahkan mungkin tidak di dunia ini sedangkan untuk merusak hanya dibutuhkan waktu
sekejap bahkan cukup dengan satu kata fitnah. Sebagai contoh yang saya lihat
sendiri, hanya untuk menyembuhkan seorang gadis cilik Mawarni, korban gempa dari
Nias yang kebetulan diobati di St. Louis dibutuhkan waktu berbulan-bulan, dan
keterlibatan kapal induk Amerika yang menjemputnya, dan tim dokter terbaik di
Children Hospital, dan pengorbanan sang voluntir Kathy dan kawan-kawan lainnya.
Sebaliknya, untuk menghancurkan serta membunuh ribuan orang di Ambon, Poso,
Palestina, di New York, di Bali, di Sepanyol, di Inggris, dan di Bali lagi,
hanya dibutuhkan waktu sekejap. Tapi seperti stalaktit dan stalakmit, amalan
kita tidak boleh dicemari oleh dendam dan dengki kepada sang perusak, karena
sang Pencipta akan menunjuk makhluknya yang akan melindungi ciptaannya, mungkin
juga kita. Tergantung pilihan kita sendiri, apakah kita akan mengikuti teladan
si kembar stalaktit-stalagmit atau bersombong ria bersama tangan-tangan
jahil………….

Saint Louis, Musim gugur 2005
Yadi S. Legino

Read more...

Anggota baru: Wong Sen Men mau komunikasi dengan komunitas alumnus ITB

=====================================================================
*** Senyum-ITB ***
- Kerjasama merajut Prestasi Dunia -
Interaksi akrab Masyarakat dan Alumni ITB
Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama
http://www.yahoogroups.com/group/Senyum-ITB

Managed by: Senyum-ITB & 99Venus International (www.99Venus.net)

Subscribe : Senyum-ITB-subscribe@yahoogroups.com
Unsubscribe (if you must) : Senyum-ITB-unsubscribe@yahoogroups.com
=====================================================================


Hai Teman,

Ini adalah Form Pendaftaran untuk Alumni ITB.
Jika Anda bukan Alumni ITB, mohon jangan isi form ini.
Tapi mohon isi Form Pendaftaran untuk Non Alumni ITB (Masyarakat).

Ini adalah email balasan otomatis.
Dalam waktu 1 (satu) hari, tolong isi form di bawah sebagai respon
dari keinginan Anda bergabung di milis Senyum-ITB.
Jika tidak diisi komplit, maka sangat berat untuk menyetujui
keanggotaan Anda di milis Senyum-ITB karena kadang-kadang ada yang suka iseng mendaftar.
Mohon maklum dan terima kasih :-)



DATA PRIBADI
Tak kenal maka tak sayang

Lampiran foto terkini (Foto attachment) ? [ ] Ada dong :-) [ ] Tidak





Nama (Name) : Wong Sen Men
Nama panggilan (Nickname) : Wong

Jurusan di ITB : Arsitektur
Jenjang S1 / S2 / S3 : S1
Angkatan Tahun : 1970

Personal Web/URL/Blog : http://
Foto / Alamat Facebook : http://www.facebook.com/
Rekaman Video / Film : http://www.youtube.com/

Profesi (Profession) : Arsitek
Keahlian (Expertise) : Disain

Alamat Rumah (Home Adr) : Jl. Bangka Raya 45a, Kemang
Kota/Negara (City/Country): Jakarta Selatan 12730
Perusahaan (Company) : Studio Arnusa
Alamat Kantor (Office Adr): Jl. Bangka Raya 45a, Kemang
Kota/Negara (City/Country): Jakarta Selatan 12730
Company Web/URL : http://

Tempat/Tanggal Lahir (Place/Date of Birth) : Garut/25 Agustus 1951
Umur (Age) : 60thn
Hobby/Life Style : Fotografi
Ceritakan 1 pengalaman berkesan semasa di kampus ITB : Pertemanan
Ceritakan juga 1 pengalaman berkesan sesudah berkarir : Bangga sebagai alumnus ITB
Interest (ketertarikan, aspirasi, minat) join dengan Senyum-ITB : Komunikasi dengan komunitas alumnus ITB



REFERENSI

Bagaimana Anda tahu milis Senyum-ITB ?
[ ] Search Engine (Google, Yahoo, dll)
[ v ] Yahoo Groups page
[ ] Teman. Nama/email :
[ ] Lain-lain. Tolong sebutkan :

Terima kasih banyak sudah mengisi form !



===================================================================
Ajak kolega dan teman-teman lain bergabung,
tolong minta mereka email ke Senyum-ITB-subscribe@yahoogroups.com
===================================================================

Read more...

Anggota baru: Niko di Selangor, Malaysia

Selasa, 21 Februari 2012

DATA PRIBADI
Tak kenal maka tak sayang

Lampiran foto terkini (Foto attachment) ? [ ] Ada dong :-) [ x] Tidak
Note: file foto lebih kecil dari 150 KB

Nama (Name) : Niko Ramadhan Adi Nugroho
Nama panggilan (Nickname) : Niko

Jurusan di ITB : PN 00 (NIM: 13600017)
Jenjang S1 / S2 / S3 : S1
Angkatan Tahun : 2000

Personal Web/URL/Blog : http://
Foto / Alamat Facebook : http://www.facebook.com/niko.ramadhan
Rekaman Video / Film : http://www.youtube.com/

Profesi (Profession) : Professional Project, Freelance Project, Occasional Researcher
Keahlian (Expertise) : Oil & Gas Deepwater Subsea System, Transportation Technology

Alamat Rumah (Home Adr) : 1-11-16 Desaminium Rimba, Persiaran Desaminium, 43300 Seri Kembangan, Selangor
Kota/Negara (City/Country): Malaysia
Perusahaan (Company) : Nexus Deepwater Engineering, Inc
Alamat Kantor (Office Adr): Level 36 Menara Citibank, 165 Jalan Ampang, 54100 Kuala Lumpur
Kota/Negara (City/Country): Malaysia
Company Web/URL : http://www.nexusdeepwater.com

Tempat/Tanggal Lahir (Place/Date of Birth) : Bandung
Umur (Age) : 28
Hobby/Life Style : Bicycling, Automotive, Futsal, Badminton, RC Helicopter, Photography, Travelling

Ceritakan 1 pengalaman berkesan semasa di kampus ITB : "diinterogasi" donna dan Mr. x (satu lagi lupa namanya) malam2 di sunken court, yang ternyata intel polisi. ternyata waktu itu saya salah satu target mereka..

Ceritakan juga 1 pengalaman berkesan sesudah berkarir : site visit ke pedalaman sumatra pakai boat kecil selama 10 jam menembus hujan deras dan hutan belantara. Indonesia itu kaya raya tapi semuanya dijual ke negara lain..

Interest (ketertarikan, aspirasi, minat) join : ingin punya komunitas, sudah hampir 3 tahun tapi jarang bisa kumpul dengan teman2 Indonesia, terutama teman ITB. ingin kumpul2 kalau ada event olahraga atau sillaturahmi.



Peta dari rumah ke kantor
Jarak sekitar 17 km, dengan waktu tempuh sekitar 25 menit.

View Larger Map

Read more...

Temu muka Sum dengan IA-ITB Bali

Senin, 20 Februari 2012

Temu muka Sum dengan IA-ITB Bali
Posted on 27 September 2011




Tambahan info:

Mas Sumaryanto.manggung di Bali Kamis ini (22 September 2011) utk menjelaskan programnya.
Mangga mampir kalau sdg di Bali


Salam kompax,
Erik (Sumber: milis Senyum ITB, posting B. Antariksa, 20 September 2011)

Read more...

Ichwan Ramli TA76 mau berbisnis distribusi heavy duty dump truck

--- In Senyum-ITB@yahoogroups.com, Ichwan Ramli wrote:
Re: Kontak person dan cara urus laik jalan dan tanda pendaftaran type dump truck heavy duty


Dear rekan2 alumni,

Kami berencana berbisnis distribusi heavy duty dump truck, kapasitas 60 - 80 ton khususnya untuk industri pertambangan.

Adakah rekan2 alumni yang tahu proses pendaftaran Agen Pemegang Merk, Tanda pendaftaran type, dan uji laik jalan untuk kendaraan tsb berikut kontak person alumni ITB yg menangani masalah tsb?

Salam
Ichwan TA76

Read more...

Strategi mencari kerja di USA ala komunitas India

Jumat, 17 Februari 2012

From: Administrasi
To: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Sent: Sunday, December 19, 2010 10:28 PM
Subject: [Senyum-ITB] Strategi mencari kerja di USA ala komunitas India


Posted by: irsal.imran
Fri Dec 17, 2010 1:40 pm (PST)


Sedikit cerita mengenai orang2 India, krn saya dulu kuliah di jurusan sipil yg 80 persen mahasiswanya adalah India, sehingga sempat merasa jadi orang India:). Walaupun di hampir semua pelajaran mereka lebih banyak bertanya pelajaran ke saya dari pada saya nanya ke mereka, umumnya mereka bisa mendapatkan pekerjaan dalam waktu yg sangat singkat (hanya 1-2 bulan).

Setelah tamat saya sempat mencari kerjaan kemana-mana dan jadi pengangguran lebih dari 6 bulan. Selain karena kondisi amrik yg pada saat itu masih dlm resesi awal tahun 90-an, juga masih membawa gaya Indonesia dlm mencari pekerjaan, yaitu ngirim resume dan menunggu:).

Akhirnya setelah hampir nyerah dan uang cuman tinggal beberapa ratus perak (sudah hampir rencana minta bokap buat ngirim tiket pesawat), salah satu teman India yg dulunya sering saya bantu dlm ngerjain tugas, dll., ngajak saya utk menginap di apartemennya di Houston, dan nggak perlu khawatir ttg biaya hidup.

Teman saya ini sewa apartemen 2 kamar dimana satu kamar dipakai buat dia, istrinya serta 2 anaknya yg masih kecil, dan kamar satunya lagi kemudian saya pakai berdua dg teman kuliah juga yg baru tamat dan sedang nyari kerja. Dari situ saya udah kagum demi temannya dia rela bersempit2an dg keluarganya.

Di sana saya di ajak ke beberapa India lain yg sudah kerja, dan apartemen mereka penuh dg India2 yg sedang nyari kerja yg datang dari segala penjuru amerika. Mereka yg sudah punya kerja, walaupun single, menyewa apartemen 2 kamar yg besar, sehingga bisa menampung India2 lain yg umumnya belum dikenal utk sama2 tinggal di sana.

Hari pertama tinggal di rumah teman, saya disodorkan list nama serta nomor telepon manager2 perusahaan2 konsultan sipil di Houston. Teman saya bilang hanya mengirim resume tidak ada gunanya krn mereka menerima puluhan resume sehari dan bisa2 langsung dibuang ke tong sampah:). Saya disuruh menelpon satu2 manager2 yg ada dilist.

Dengan memaksakan diri saya coba telepon di list yg paling atas, dan dijawab...kita lagi nggak perlu karyawan baru..dan saya cuman bisa bilang ok...dan menutup telepon. Teman India saya geleng2 kepala mendengar cerita saya, dan dia mulai mengajarkan bagaimana menghadapi penolakan. Saya diajarkan utk mengatakan bahwa saya tertarik dg perusahaan anda, dan ingin mengetahui lebih lanjut ttg perusahaan tsb. Kalau dia bilang dia nggak punya waktu, tanyakan dimana dia makan siang dan ajak makan siang bareng sambil ngomong ttg bisnis.

Akhirnya saya praktekan ajaran India tsb...dan benar urutan komunikasinya kurang lebih sama dg yg disimulasikan oleh si India. Kemudian si manager bilang dia akan telepon saya. Ternyata benar..besoknya saya diundang langsung ke kantornya dan dapat kerja hanya hitungan 1-2 minggu di perusahaan konsultan yg termasuk multinasional. Dari situ saya mengerti bagaimana India2 bisa sukses walaupun berada dimana saja.



salam,

-Irsal


------------------------------------

Peta: Houston, TX


View Larger Map

Read more...

Petualangan Betti Alisjahbana AR79 di Pulau Komodo

Petualangan di Pulau Komodo
Kamis, 07 Agustus 2008



Beberapa minggu yang lalu kami sekeluarga beserta keluarga Marita dan Marga ( kakak Mario) dan dua teman keluarga berkewarganaan Amerika, melakukan petualangan di Pulau Komodo yang memberikan pengalaman baru. Seluruhnya ada 21 orang di rombongan kami. Berikut ini adalah sedikit ceritanya.

Perjalanan kami ke Pulau Komodo dimulai dengan penerbangan dari Denpasar ke Labuan Bajo, kota pelabuhan di barat pulau Flores. Penerbangan menggunakan pesawat Fokker 50 itu memakan waktu 1 jam 20 menit. Rupanya mayoritas penumpang nya adalah orang asing. Kami seharusnya hanya membawa barang-barang secukupnya saja, akan tetapi kareana sebelum itu kami berlibur di Bali, maka barang bawaan kami pun cukup banyak. Untuk meyakinkan bahwa pesawat kami tidak melampau beban yang diijinkan, maka masing-masing penumpang ditimbang bersama dengan barang bawaannya. Pengalaman ditimbang di timbangan barang ini cukup unik dan menggelikan juga. Rasanya kami seperti barang yang hendak di jual saja.

Pesawat kami mendarat pada tengah hari. Saya sungguh kecewa ketika menyadari bahwa tidak ada sinyal XL disana, sementara Telkomsel dan Indosat bisa beroperasi dengan baik. Dengan ketergantungan yang sangat tinggi pada handphone selama ini, hidup tanpa handphone terasa sangat tidak nyaman. Labuan Bajo adalah kota pelabuhan berpenduduk 12000 orang, kebanyakan adalah nelayan. Rumah-rumah disana tampak sederhana dari bahan kombinasi bata/batako dan kayu dengan atap seng. Pendapatan utama didapat dari hasil laut, hasil perkebunan (kopi, macademia, pisang), turisme dan pertambangan.

Dengan mengendarai bis kami menuju pelabuhan untuk naik ke kapal laut dari kayu. Kapal kayu sederhana yang kami tumpangi dilengkapi dengan kamar tidur diruang bawah dan ruang duduk di dek atas. Kapal ini disewa khusus untuk rombongan kami. Tanpa buang waktu kami langsung berlayar menuju pulau Rinca. Perjalanan ke pulau Rinca dari Labuan Bajo makan waktu sekitar 2 jam. Kami menikmati makan siang sambil menikmati pemandangan laut nan biru yang indah dan sejuknya hembusan angin.



Air laut di sana terlihat sangat jernih dengan ikan-ikan berwarna-warni yang tampak jelas dari atas. Dikiri kanan tampak bukit-bukit yang dari jauh tampak hijau di bagian bawah namun tandus di puncaknya, mengigatkan saya pada kepala orang botak..ha..ha..ha.





Pulau Komodo dan pulau-pulau disekitarnya ditetapkan sebagai Taman Nasional di tahun 1980. Taman seluas sekitar 2000 kilometer persegi ini di tahun 1996 di nyatakan sebagai “world Nature Heritage Site” oleh UNESCO dan karenanya sangat dilindungi.

Sekitar jam 2 siang kami berlabuh di loh (teluk) buaya di Pulau Rinca. Dari sana kami mulai trekking. Sekitar 15 menit jalan kaki dari loh buaya kami sampai ke ranger station. Bangunan-bangunan di sana dibuat dari kayu dengan desain panggung. Desain seperti ini ditujukan untuk menghindari komodo naik ke atas bangunan. Ada 3 komodo kecil merayap di seputar ranger station. Dibimbing oleh ranger kami mulai berjalan mendaki bukit, baru beberapa menit kami mendaki bukit, ada komodo yang sangat besar menghampiri kami. Kami diminta untuk naik ke bukit dengan tenang. Rupanya komodo besar itu terus mengejar kami mendaki bukit. Saya berdiri dibarisan paling belakang dekat sekali dengan komodo besar itu, karena saya ingin mendapatkan foto jarak dekat.Anak saya Nadia dan Aslan tampak sangat kuatir melihat ibunya begitu dekat dan tampak dikejar oleh komodo. Beberapa foto jarak dekat sempat saya ambil sebelum segera bergegas naik ke bukit. Akhirnya komodo berhenti juga mengikuti kami dan berbelok kesamping. Wuih lega rasanya. Sungguh pengalaman dikejar komodo yang sangat menegangkan.



Komodo besar yang kami lihat panjangnya sekitar 2-3 meter, beratnya konon bisa sampai 150 kilogram. Komodo biasanya makan bangkai. Mereka juga berburu mangsa seperti kerbau, rusa dan burung yang ada disekitarnya. Ketika mengigit komodo mengeluarkan bakteri yang perlahan tapi pasti mematikan mangsanya. Komodo biasa nya kawin dibulan Mei-Agustus dan bertelur di bulan September. Sekitar 20 telur yang dihasilkan di tanam di sarang burung megapodes yang telah ditinggalkan. Makan waktu antara tujuh sampai delapan bulan sebelum telur itu menetas di bulan April. Makan waktu tiga sampai lima tahun sebelum komodo menginjak dewasa. Mereka bisa hidup sampai 50 tahun. Ada 2700 populasi Komodo di Pulau Rinca, Pulau Padar dan Pulau Komodo.

Pemandangan di bukit-bukit pulau Rinca kearah laut terlihat sangat indah. Bukit-bukitnya sendiri tampak gersang. Perjalanan melalui perbukitan itu cukup menyenangkan sekaligus menegangkan karena kami harus selalu awas akan kemungkinan datangnya komodo sewaktu-waktu. Kami disarankan untuk selalu berjalan di dalam kelompok yang di jaga oleh ranger di depan dan di paling belakang.

Sekitar jam enam sore kami kembali ke kapal kami. Perjalanan di perbukitan itu cukup membuat kami lelah dan lapar. Malam itu kami bermalam di kapal. Beberapa orang dari rombongan kami berenang di laut. Berenang di laut di sinari bulan purnama tampak sangat menyenangkan, namun demikian saya merasa terlalu malas untuk berenang tanpa fasilitas mandi yang memadai di kapal itu. Makan malam di buka dengan sup sosis dan kembang kol yang terasa sangat nikmat, mungkin karena perut yang sangat lapar. Malam itu kami habiskan dengan ngobrol ngalor ngidul sebelum akhirnya tertidur pulas.

Pagi hari kami bangun disambut dengan sarapan nasi goreng dan ikan goreng segar hasil pancingan Joost kakak ipar saya malam sebelumnya. Ikan goreng segar itu terasa sangat nikmat, apalagi saya dapat bagian yang penuh telur. Pagi itu kapal kami berangkat menuju pulau Komodo. Pelayaran dari pulau Rinca ke pulau Komodo makan waktu sekitar 2 jam. Kami merapat di Loh Liang dan memulai trekking di pulau Komodo itu. Tidak seperti di Pulau Rinca dimana kami bertemu dengan delapan komodo sepanjang trekking, di pulau Komodo kami tidak bertemu dengan seekor Komodo pun. Mereka rupanya sedang sibuk kawin sehingga menjauh dari jalan trekking kami. Di pulau Komodo kami melihat berbagai jenis burung termasuk kakak tua dan elang yang terbang dengan sangat gagahnya. Kami juga melalui berbagai jenis pohon-pohon yang dilindungi dan di beri nama dengan teliti. Berbagai binatang hutan seperti kerbau, rusa, monyet, babi hutan kami temui di sana. Kami diminta berjalan dengan tidak berisik agar tidak menggangu binatang-binatang itu. Kami trekking disana selama sekitar 4 jam.

Setelah puas jalan-jalan di taman nasional Komodo, kami kembali ke kapal dan berlayar ke pantai merah. Kapal kami berhenti beberapa ratus meter dari pantai merah. Disana kami berenang dan ber snorkeling menikmati taman laut dan ikan-ikan yang berwarna warni. Perairan disekitar pulau Komodo dikenal sebagai salah satu kehidupan laut yang paling beragam di dunia. Ada sekitar 1000 spesies ikan dan 250 jenis karang merah disana. Taman laut di sana tidak terlalu istimewa dalam pengamatan saya, namun jenis dan jumlah ikannya sungguh sangat kaya dan mengagumkan. Kami berenang cukup lama di sana menikmati indahnya ikan yang berwarna warni. Ombak di sana cukup keras sehingga kami harus cukup berhati-hati berenang agar tidak berbawa arus terlalu jauh. Oya, pantai merah dinamai begitu karena pasirnya yang berwarna kemerahan. Acara renang ditutup dengan makan siang di kapal dalam perjalanan kembali ke Labuan Bajo.

Di Labuan Bajo, bis kami sudah menanti untuk membawa kami ke Gua Batu Cermin. Gua Batu Cermin dipenuhi dengan stalagmite dan stalactite. Didalam nya terdapat berbagai fosil. Gua ini dipercaya sebagai tempat bertapa orang animisme dimasa lampau. Kami tidak lama disana karena badan yang sudah terasa sangat lelah dan berkeringat. Pada saat itu yang kami inginkan adalah cepat sampai ke tempat penginapan agar kami dapat segera mandi. Losmen Chez Felix tempat kami menginap di Labuan Bajo adalah Losmen yang sangat sederhana tapi bersih dan memiliki pemandangan yang luar biasa indahnya. Para petugas di sana sunguh sangat ramah dan kekeluargaan. Mandi dengan gayung dari bak mandi terasa sangat menyegarkan. Sungguh nikmat bisa mandi setelah 2 hari dan satu malam dikapal. Sehabis mandi dan istirahat sejenak kami makan malam dan langsung tidur nyenyak.

Keesokan harinya kami bangun cukup pagi untuk menikmasti pemandangan ke laut yang sangat indah dari ruang makan terbuka di losmen. Makan pagi pancake dengan sirup madu terasa sangat nikmat dinikmati sambil melihat pemandanan ke laut. Saya sempat membeli beberapa kalung mutiara yang ditawarkan dengan harga sangat murah di sana untuk oleh-oleh sambil membantu perekonomian setempat. Membeli barang dari penduduk yang sangat ramah sungguh menyenangkan. Sekitar jam 8 pagi kami berangkat ke Airport untuk kembali ke Denpasar. Petualangan singkat kami di Pulau Komodo merupakan pengalaman baru yang lagi-lagi menyadarkan kami betapa beragamnya potensi parawisata di Indonesia ini. Sayang kurang tergarap.














Sumber: betti-alisjahbana.blogspot.com


Baca juga :
Yayung TI77 dan Erik EL86 Mengajak Berlayar Dengan Phinisi Ria
Windriyo MA95 mengajak ke Pantai Kita, di sebelah utara Pulau Sumba
Cerita BJ Habibie saat mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia
Komodo: The Last Living Dinosaur on Earth

Read more...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP