powered by Google

Kenangan Pak WA (Wiranto Arismunandar) naik Mercy Haji biru classic n' original

Rabu, 28 Agustus 2013

From: "mang kaby"
Date: Wed, 28 Aug 2013 11:39:37 +0000
Subject: Re: [Senyum-ITB] WA


Yg Mamang inget tentang Pak WA mah Mercy Haji biru classic n' original...
Warnanya mirip Vespa biru tua...
Dipake keliling ITB kayaknya tahun 70-an ato 80-an awal...
Lampunya yang lonjong ke atas sebelum Mercy Tiger.

Dalam hati Mamang waktu waaaah ini orang punya selera juga nih.
Sesama penggemar mobil tua n' classic. Adakah yg nyimpen fotonya?

Kalau yang lain-2nya ngak tahu secara tidak lama kayaknya waktu itu Rektor diganti Pak Liliek :).

nuhuuuuns,
mang kabayan

-----------

Mercedes Benz Tiger Club East Java Goes to Sarangan 

 




From: Sangriyadi Setio
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com

Date: Wed, 28 Aug 2013 04:26:13 -0700 (PDT)
Subject: [Senyum-ITB] WA

 
Dear all,
Menurut definisi, Motor Gede adalah motor yang berukuran 600 cc ke atas. Saya tidak pernah melihat pak Wiranto Arismunandar (WA) mempunyai motor dengan ukuran seperti itu. Dulu yang pernah saya tahu, motor Honda WA hanya berukuran 250-an cc.
Jika mengenal pak Wiranto, saya kira sangat sulit membayangkan jika WA bisa mengendarai motor gede seukuran seperti yang biasa kita lihat di jalan-jalan.
Sebagi rektor/kepala sekolah ITB yang saban tahun terjadi DO mahasiswa, maka sangat sulit bagi WA dan bagi siapapun rektornya untuk tidak menandatangani SK DO. DO mahasiswa ITB tidak ditentukan oleh rektor seorang diri tetapi merupakan keputusan kolektif badan akademik di ITB.
Walaupun demikian, pada masa aktifnya menjadi rektor, banyak mahasiswa dan mungkin alumni yang tidak tahu jika WA adalah rektor ITB yang mempunyai program internal Zero Drop Out yang kemudian banyak disalahmengertikan oleh dosen2 dan pejabat2 ITB dan kemudian diplesetkan menjadi Cuci Gudang.
Selama menjadi dosen dan rektor ITB, sesungguhnya WA banyak sekali membina, membantu, menyemangati dan mendorong prestasi akademik maupun non-akademik mahasiswa2 dan unit-unit kegiatan mahasiswa ITB. Saya tidak pernah melihat ada dosen dan pejabat ITB seramah dan sebaik WA.
Pembangunan kampus ITB dan area Sabuga seperti sekarang ini adalah prestasi dan perjuangan WA yang tidak kenal lelah selagi WA menjadi rektor ITB.
Tidak seperti pejabat2 sekarang yang suka bedol desa membawa teman2 sekantor atau sekampung menjadi pengawal2nya di kantor barunya, WA ketika menjadi rektor ITB tidak pernah membawa teman2nya untuk menjadi wakil2 dan pembantu2nya.
Saat ini jabatan WA adalah Profesor Emiritus dan Rektor Emiritus ITB. WA tentu sangat antusias dan cemas menanti hari ulang tahunnya yang ke-80 nanti. Berbagai kegiatan dan kerjakeras WA menanti acara ulangtahunnya tentu sangat mempengaruhi kualitas kesehatannya, sampai akhirnya WA mengalami strok seperti saat ini.
Kami banyak berterimakasih pada WA atas sumbangsihnya pada kemajuan ITB, bangsa, dan negara seperti saat ini.

Salam,
SaS
_____

On Monday, August 26, 2013, Widodo wrote:

Setahu saya, yang hobi moge itu pak Wismoyo, adiknya pak Wiranto.
Kesan tulisan mas Chansyah, pak Wiranto punya moge, walau hanya
disebut "keliaran di kampus pakai moge". Pak Wiranto itu orangnya
enak diajak ngobrol, walau oleh mahasiswa seperti saya. Masih punya
juga buku "motor bakar" tulisan pak Wiranto.

Widodo SW
EL-91

Read more...

Majalah 1000guru Vol 1 No. 4 (Edisi ke-29)

Senin, 26 Agustus 2013

From: Satria Zulkarnaen 
Date: Mon, 26 Aug 2013 22:10:16 +0200
Subject: [Senyum-ITB] Fwd: Fw: [TERBIT] Majalah 1000guru Vol 1 No. 4 (Edisi ke-29)



(Mohon maaf jika pesan ini melintasi berbagai milis...)

Majalah 1000guru kembali terbit! Edisi ke-29!
(Penomoran baru: Vol. 01 No. 04 dengan  ISSN 2338-1191)


Download di:
atau

Alhamdulillah, majalah 1000guru dapat kembali hadir ke hadapan para pembaca. Pada edisi ini tim redaksi memuat 8 artikel dari 8 bidang berbeda. Sekilas materi yang disajikan:

[Matematika] Teka-Teki Jembatan Konigsberg

[Fisika] Prinsip-Prinsip Fisika pada Sayap Pesawat Terbang

[Kimia] Obat Tradisional dan Metabolit Sekunder

[Biologi] Mengenal Beberapa Spesies Kepiting Beracun

[Teknologi] Teknologi Hidrida untuk Penyimpanan Gas Hidrogen

[Kesehatan] Mekanisme Tubuh dalam Menghadapi Cuaca Dingin

[SosBud] Seijin dan Shakaijin dalam Budaya Jepang

[Pendidikan] Mencerdaskan Bangsa, Memajukan Kebudayaan Nasional

Kritik dan saran sangat kami harapkan dari para pembaca untuk terus meningkatkan kualitas majalah ini. Silakan akses juga website 1000guru untuk menyimak kegiatan kami lainnya.

Mudah-mudahan majalah sederhana ini bisa terus bermanfaat bagi para pembaca, khususnya para siswa dan penggiat pendidikan, sebagai bacaan alternatif di tengah keringnya bacaan-bacaan bermutu yang ringan dan populer.

--
Redaksi 1000guru

Read more...

Seri Manajemen: Lima Tanda Pemimpin Tak Kompeten

From: Wibi Bradford 
Date: Tue, 27 Aug 2013 01:48:57 +0100 (BST)
Subject: [Senyum-ITB] ..Pemimpin.....

 

Sharing tulisan lama, yang ide dasarnya dari email Prof. Hasan, untuk  menghangatkan suasana menjelang Pemilu 2014, dan Pemilu Rektor ITB ..(Kapan ya?)
Wibi
_______________

Pemimpin Tak Kompeten

MBA-ITB Busines Review Vol. 6 N0 2011
Lima Tanda Pemimpin Tak Kompeten

D. Wibisono

Dalam gonjang-ganjing nasional dengan hadirnya kasus Nazarudin, pemalsuan surat di Mahkamah Konsitusi sehingga orang yang tidak berhak jadi anggota legislatif bisa menggantikan posisi orang yang berhak, hiruk pikuk biaya pendidikan nasional mahal yang ditentukan oleh setiap sekolah dari jenjang SD sampai perguruan tinggi bukan oleh pemerintah, tampak tersirat adanya ‘ketidakberdayaan’ kepemimpinan dalam berbagai level kehidupan. Kepemimpinan sudah lama menjadi hot issue dan melahirkan berpuluh provider pelatihan untuk menghasilkan pemimpin yang andal. Namun sampai saat ini tak kunjung kita temui hasilnya, lebih-lebih di level nasional. Apa yang menjadi kendalanya? Pemimpin itu dilahirkan ataukan dilatih?

Pada dasarnya dalam diri manusia terdapat bakat kepemimpinan terpendam yang dapat digali potensinya. Yang jadi masalah adalah seberapa dalam bakat itu terpendam. Apakah bakat yang ada  begitu dalam seperti layaknya sumur di dasar samudra ataukah di permukaan yang tinggal diungkit saja? Hal kedua adalah pada saat digali, akankah bakat itu kemudian menjulang setinggi Himalaya atau hanya sebatas lereng Bojong Koneng. Artinya, seringkali orang yang potensi kepemimpinannya bagus di level manajerial namun tidak klop jika dipaksakan untuk diangkat menjadi direktur, orang yang levelnya kepala desa tidak akan bagus jika dipaksakan menjadi gubernur, orang yang levelnya ketua partai politik tidak akan bagus diangkat jadi presiden, orang yang levelnya menjadi ketua peneliti tidak akan bagus untuk menjadi rektor dan sebagainya. Dalam istilah saat ini, fenomena ini sering dimaknai sebagai ‘memahkotai diri sendiri’ dengan mahkota yang terlalu besar sehingga dapat dianalogikan seperti dalam cerita pewayangan ‘Petruk dadi Ratu’ atau dalam sarkasme peribahasa  Jawa sering disamakan dengan istilah ‘kere munggah bale’. Orang yang tidak kompeten memegang jabatan yang terlalu tinggi sehingga hasilnya kacau balau.

Dalam artikel Ten Signs of an Incompetent Leader, Chris Ortiz mengemukakan opininya yang menarik akan 10 tanda-tanda pemimpin yang tidak kompeten, yang dalam tulisan ini akan dikaji 5 bagian saja. Menurut Ortiz, pemimpin yang buruk adalah pemimpin yang fokus pada kepentingannya sendiri tidak pada kebutuhan profesional yang dibutuhkan oleh  level bawahnya. Biasanya pemimpin yang buruk ini mendapatkan kesulitan untuk mengembangkan organisasi karena mereka kurang memiliki kemampuan teknis manajerial untuk hal tersebut. Pemimpin adalah orang yang anda ikuti dan anda tahu akan kemana organisasi menuju. Jadi kepemimpinan adalah tentang aksi bukan sekedar status symbol atau batu loncatan untuk menggapai hal lain lebih tinggi. Masalahnya adalah bagaimana kita tahu bahwa kita sedang menghadapai individu yang merupakan oknum penunggang jabatan karena seringkali orang seperti ini tampak kelihatan begitu sibuk dalam organisasi dan dibutuhkan di mana-mana serta pandai memoles dirinya sehingga membuat banyak orang jatuh cinta kepadanya. Petunjuk singkat dari Chris Otiz untuk mengenalinya dikupas dalam alinea berikut..

Seorang pemimpin yang tidak kompeten akan:

1. Mendelegasikan pekerjaan daripada menyeimbangkannya.  Artinya semua bawahan langsungnya akan diberikan predikat ‘jenderal’ oleh yang bersangkutan, dalam arti bahwa pekerjaan harus diselesaikan oleh bawahannya itu, tidak perlu panduan, tidak perlu bertanya, tidak perlu arahan tapi jika terjadi kesalahan maka bawahan itulah yang harus menanggung akibatnya dengan menerima kemarahan dan konsekuensi pahit lainnya. Praktik semacam ini akan menimbulkan pekerjaan yang tidak seimbang, ada bagian sangat sibuk, sehingga perlu lembur yang tidak perlu dan ada bagian yang menganggur. Seorang pemimpin yang baik adalah orang yang memperhatikan kemampuan dan kompetensi orang yang bekerja di bawahnya dan menempatkan orang sesuai dengan keahliannya sambil memperkaya potensi setiap orang untuk lebih produktif. Dengan model kepemimpinan yang gagal semacam ini maka kompetensi tidak dilihat, penempatan dilakukan secara acak, detail tidak diperhatikan karena yang menjadi fokus adalah bagi habis pekerjaan kepada orang-orang dibawahnya. Ini sering diimplementasikan dalam susunan struktur organisasi 'pelangi', yang hanya mengakomodir kepentingan organisasi/ individu pendukungnya saja.

2. Cenderung menjawab persoalan menjadi jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’ dari pada mencoba mencari sebab dan menerangkannya lebih jauh. Ini adalah contoh pemimpin dalam krisis, yang tidak mampu berfikir jauh ke depan kecuali hanya beberapa jam ke depan saja. Pemimpin semacam ini cenderung melihat orang yang mencari penjelasan lebih detail, hanya menghabiskan waktu. Oleh karena itu, seringkali pemimpin semacam ini memiliki jawaban yang berbeda di dalam dan di luar ruangan, tergantung dari mood dan kepentingana sesaat yang dibawanya, karena memang pada dasarnya dia tidak memiliki set of argument yang kuat untuk menjelaskan issue yang sedang dihadapi.

3.Tidak memisahkan masalah personal dari masalah profesional yang dihadapi. Mereka cenderung membawa persoalan pribadi ke tempat kerja. Bekerja dengan pemimpin semacam ini bisa menjadi sangat dramatis. Di antaranya akan tercampur penggunaan fasilitas kantor untuk keperlun pribadi dan institusi, dan istri/ suaminya akan turut menjadi atasan bagi bawahannya saat ini yang boleh ikut memerintahkan untuk memenuhi keperluan yang tidak ada hubungannya dengan keperluan kantor. Mereka tidak mampu memisahkan ketidakseimbangan emosi saat memimpin. Mereka tidak akan memberikan perhatian dan arahan bagi anda untuk berhasil, Fokus dari pemimpin semacam ini adalah asal kepentingan pribadinya tidak terganggu. Alih-alih memperbaiki sistem penggajian dan penghargaan secara keseluruhan dalam organisasi, pemimpin semacam ini tidak akan peduli selama gajinya sendiri tidak terganggu atau bahkan naik. Atau yang lebih ektrim lagi adalah pemimpin semacam ini akan antusias memimpin orang-orang di sekitarnya untuk demo dan melakukan mosi tidak percaya jika gajinya dipotong, namun tidak akan peduli dengan gaji yang diterima orang lain.

4. Jika organisasi anda dalam masa krisis, maka selamat mengucapkan selamat tinggal pada inovasi dan kemajuan jika memiliki pemimpin semacam ini. Inovasi dan kemajuan ini juga harus diartikan secara benar, karena konsep yang berubah dengan cepat dan berkali-kali, bisa diartikan bahwa kita bukan inovatif dan kreatif tetapi sebaliknya kita tidak memilki konsep dan pendirian yang kuat. Perubahan yang terlalu sering dalam jangka waktu yang pendek akan mudah tersapu karena tidak dapat diimplementasikan secara solid. Pemimpin yang berorientasi pada aspek inovatif dan kreatif, punya karakter, di antaranya dengan senang hati memiliki bawahan yang lebih pandai yang mau berdebat dan diskusi atas berbagai ide dan konsep. Bukan pemimpin yang senang dengan kualifikasi bawahan yang jauh di bawahnya sehingga mudah disuruh-suruh dan mengikuti apa maunya sang pemimpin saja.

5. Tidak berdiri di belakang bawahan jika gagal. Orientasi pemimpin yang baik adalah tidak hanya menghukum kesalahan karena kegagalan bawahan dan hanya mengambil moment saat tampil dan dilihat banyak orang saja. Biasanya pemimpin gagal semacam ini akan cukup puas jika melihat anak buah harus berdiri dan membuat pengakuan kegagalanya dalam sebuah forum, tidak peduli betapa malunya anak buah tersebut dan berdiri di depan menyematkan tanda penghargaan ketika media masa meliput momen yang dirasanya akan mengangkat nama dan dirinya ke jaringan publikasi.
Jadi, who is a leader? A leader is one who, knows the way, shows the way and goes the way. Tapi hidup memang pilihan, apakah anda ingin menjadi seorang great leader atau menjadi free rider. Sejarah akan mencatat.



Read more...

Film Kenangan Pergolakan Mahasiswa 1978

Sabtu, 24 Agustus 2013

From: Sugeng Setyadi
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Sun, 25 Aug 2013 13:57:55

Subject: [Senyum-ITB] The Company you keep


Saudara2,
khususnya yg pernah mengalami peristiwa pergolakan mahasiswa 1978, tontonlah film The Company you keep yg dibintangi oleh Robert Redfort.
Ceritanya adalah aktivis anti perang vietnam yg melakukan perampokan dan dlm peristiwa tsb seorang satpam terbunuh. Polisi berusaha mengejar pelakunya, tapi Peristiwa itu baru terbongkar stlh 30 th kemudian. Dimana para pelakunya sdh pada gaek dan punya status sosial yg tinggi di masyarakat.
Film ini bercerita gimana Nick, si gaek itu menghindar dr kejaran polisi dan media, utk menemukan alibi yg bisa membebaskan dia. Dlm pelarian ini Nick ketemu dan dibantu jaringannya yg umumnya sdh gaek juga.
Hahaha, jadi ingat ketika nyelundupin temen2 yg diuber-uber Laksus/Bakin ke luar negeri.




-----

The Company You Keep




Published on Mar 26, 2013
For the full version go to http://cutt.us/6jLo

Release Date: April 5, 2013 (NY, LA)
Studio: Sony Pictures Classics
Director: Robert Redford
Screenwriter: Lem Dobbs
Starring: Shia LaBeouf, Robert Redford, Julie Christie, Richard Jenkins, Susan Sarandon, Stephen Root, Sam Elliott, Brendan Gleeson, Terrence Howard, Anna Kendrick, Jackie Evancho
Genre: Drama


Plot Summary: An adaptation of the Neil Gordon novel "The Company You Keep."
The novel was first published in 2003 and is officially described as follows:

When Jason Sinai, one of the last Vietnam-era fugitives still wanted on murder charges for a robbery gone wrong in 1974, encounters a young newspaper reporter in search of a story, he must abandon years of safe underground life for the dangerous life of the road -- traveling across American and deep into his past.
Set against the rise and fall of the radical anti-war group the Weather Underground, "The Company You Keep" is a sweeping American saga about sacrifice, the ecstatic righteousness of youth, and the tension between political ideals and family loyalties.
It is a vidid re-creation of lives lived underground -- of battle-scarred veterans, ideologues, profiteers, criminals and bystanders.


Read more...

Dukungan kegiatan Angkot Day oleh Riset Indie


http://abdoelnotes.files.wordpress.com/2011/12/angkot3.jpg 

http://igcomputer.com/wp-content/uploads/2011/03/aaa.jpg


From: Seterhen Akbar Suriadinata (Saska)
Date: Sat, 24 Aug 2013 17:17:45 +0800 (SGT)
Subject: [Senyum-ITB] Angkot Day oleh Riset Indie

 
Salam Alaikum teman2 alumni sekalian,

saya hendak berbagi dan meminta bantuan teman2 sekalian untuk mendukung kegiatan Angkot Day yang insyaAllah akan diadakan bulan depan dan dikerjakan oleh banyak alumni muda ITB yang berkolaborasi.
Beberapa di antaranya ada Muhammad Bijaksana Junerosano pendiri Greeneration Indonesia, Fikri Hadiansyah OSE02, Fajar Abadi Seni Patung 2003, Rifandy Priatna (Darto) Seni Lukis 2004, dan banyak relawan lainnya.

Saat ini kami sedang mencoba menggalang dana donasi untuk keberjalanan kegiatan dan relawan lapangan.
Untuk penggalangan dana secara patungan/crowdfunding kami mempunyai laman online di
http://wujudkan.com/projects/detail/190/Angkot-Day-Eksperimen-Sosial-Urban-Mobility-di-Bandung
Apabila teman2 bisa membantu akan sangat kami apresiasi sekali, baik berupa bantuan dana maupun tenaga. Paling tidak mungkin bisa bantu dengan sounding dan menyebarkan berita soal ini lewat milis.
Info lebih jelas bisa ke angkotday.info atau angkotday.tumblr.com 

terima kasih teman, berikut detil yang saya cuplik dari website wujudkan kami.

Seterhen Akbar Suriadinata (Saska)
--------------------

Tentang Angkot Day
Adalah hari di mana Angkot gratis, tertib, aman, nyaman dan tidak ngetem. Angkot Day merupakan bagian dari project penelitian Riset Indie yang mencoba mencari alternatif model bisnis industri angkot yang lebih sustainable agar angkot bisa kembali berjalan dengan baik sehingga mampu menjadi solusi masalah urban mobility kota Bandung. Pada event Angkot Day ini, Riset Indie akan melakukan pengumpulan data melalui kuesioner dan survey kualitatif lainnya untuk diolah agar dapat ditindaklanjuti lebih permanen. Selain itu, kegiatan angkot day ini juga bertujuan untuk menularkan ide bahwa saat manajemen angkot itu dijalankan dengan baik, ternyata mampu menjadi moda transportasi umum yang aman, nyaman serta tertib, dan bisa menjadi solusi alternatif kemacetan lalu lintas.

Tentang Macet dan Bandung
Saat ini berkendaraan umum di kota Bandung menjadi pilihan yang sulit. Betapa angkutan kota yang dulu menjadi moda utama kita ke mana-mana sudah sedemikian berubahnya sehingga kita enggan menggunakan angkot. Tentu bukan tanpa sebab kita enggan naik angkot. Ngetem, ugal-ugalan, mahal, tidak aman, dan tidak nyaman menjadi akar masalah yang mengurangi minat penumpang menggunakan angkot. Ditambah murahnya cicilan motor dan subsidi bensin yang masih terjangkau oleh dompet kita kelas menengah semakin membuat kita berpaling dari angkot dan memilih menggunakan kendaraan pribadi. Sayangnya pilihan pribadi yang sederhana ini berdampak tidak sederhana pada kondisi transportasi kota Bandung. 
Kota Bandung tidak bertambah luasnya sejak beberapa dekade terakhir, sedangkan jumlah penduduknya terus bertambah sampai dengan angka 2.700.000 jiwa pada tahun 2012. Pertambahan jumlah penduduk yang dibarengi dengan penggunaan kendaraan pribadi yang jumlahnya sampai 200.000 unit mobil dan 500.000 unit sepeda motor ini mengakibatkan kemacetan yang sangat! Belum ditambah fakta bahwa setiap minggunya pelancong yang datang ke Bandung mencapai jumlah 70.000 orang yang boleh jadi seperempatnya saja dari mereka membawa kendaraan pribadi!
Memperbaiki keadaan seolah sederhana, tinggal kurangi kendaraan pribadi dan kita dorong diri kita untuk menggunakan angkutan kota. Tapi dengan kondisi angkot seperti sekarang, siapa yang rela meninggalkan kenyamanan kendaraan pribadi untuk bayar mahal dan menunggu lama di angkot? Memperbaiki situasi bisa pula dengan membangun MRT ataupun monorail. Betul bahwa kota-kota besar modern memiliki infrastruktur MRT/monorail sebagai sarana transportasi utamanya. Tapi kapan kita bisa menikmati fasilitas itu? 5 tahun? 10 tahun lagi? Sedangkan weekend depan pun sudah pasti akan macet berat!
Saya merindukan Bandung yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Dimana penduduknya sejahtera dan memiliki ketenangan hati dalam berkeseharian. Saya merindukan kota Bandung yang aman untuk anak saya kelak, istri saya yang sedang hamil, dan ibu saya yang sudah tua untuk bepergian menggunakan angkutan umum. Kalau bukan kita sendiri yang berusaha mewujudkannya, sampai kapan kita hanya akan memaki kegelapan dan berpangku tangan? Sudah saatnya kita lakukan hal yang kita bisa untuk mencoba memperbaiki keadaan. Kita perlu bahu membahu, saling menguatkan dan mengingatkan untuk terus memperbaiki kota yang kita cintai ini. Kota Bandung yang menjadi saksi bahwa penduduknya begitu sayang padanya sehingga tidak rela Bandung menjadi berantakan.

- Seterhen Akbar, Riset Indie

"Bagiku Bandung bukan hanya masalah geografis, tapi juga urusan perasaan." - Quote by Pidi Baiq

Detail Kegiatan
  • Pre-Events: Konser Musik di Terminal Dago | Intervensi Urban (Performance Art) di ruang publik | Penyuluhan Supir Angkot 
  • Main Event: Angkot Day (trayek Kelapa-Dago)
  • Post Event: Pameran Seni “Kembali ke Masa Depan

 

Penggunaan Dana

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk "membajak" seluruh angkot trayek Kalapa-Dago yang berjumlah 200 unit, dari pukul 5 pagi sampai pukul 7 malam. Maksud kami "membajak" di sini adalah membiayai ongkos operasional mereka, sehingga para supir angkot ini bisa menyetir tertib tanpa mengkhawatirkan uang setoran satu hari tersebut. Masyarakat pun bisa merasakan transportasi publik yang mendekati ideal. Uang juga akan digunakan untuk konsumsi para relawan yang bertugas hari itu, sebanyak 300 orang.

 

Anggota Tim

Riset Indie: Seterhen Akbar | Amanda Mita | Shendi Abdi Maulana | Rhily Mahalia Zoro | Rendy Aditya
Produser Musik Terminal: Fikri Hadiansyah
Produser Intervensi Urban: Fajar Abadi
Produser Angkot Day: Erlangga Mahardhika
Produser Pameran Seni Rupa: Rifandy Priatna
Street team coordinator: Agam Hanafiah

 

Rencana Pelaksanaan proyek

Kegiatan ini akan dilaksanan pada bulan Agustus - September 2013.


Seterhen Akbar Suriadinata (Saska)

Read more...

Jangan Biarkan Dirimu Membusuk Rudi!

Jumat, 23 Agustus 2013

 
 
From: "Hasanuddin Z. Abidin"
Date: Fri, 23 Aug 2013 22:20:33 +0700
Subject: [Senyum-ITB] Fwd: Jangan Biarkan Dirimu Membusuk Rudi! | Republika Online
 


http://rri.co.id/Upload/Berita/Rudi_Rubiandini2.jpg


Jangan Biarkan Dirimu Membusuk Rudi!
Oleh Nasihin Masha

Status blackberry seorang kawan asal Tasikmalaya demikian luruh: Satu per Satu Putra Terbaik Tasik Berguguran. Arahnya jelas. Ini soal Rudi Rubiandini. Siapa yang lain? Ia menyebut Gumilar Rusliwa Somantri, mantan rektor Universitas Indonesia. Tulisan ini tak hendak mengulas soal Tasik, tapi soal Rudi yang tergilas pusaran mafia migas.

Sehari setelah Rudi ditangkap KPK, seorang mantan menteri ESDM menelepon. Tak bisa memperbaiki kondisi migas sendirian. Pasti tergilas. Godaannya terlalu dahsyat. ICW mencatat perputaran uang di sektor migas mencapai 1.000 miliar dolar AS per tahun.
Karena itu ICW menilai kasus yang menjerat Rudi tergolong recehan. Terlalu kecil dibandingkan perputaran uangnya. Pasti ada kasus yang jauh lebih besar lagi.

Selama ini Rudi dipersepsi sebagai figur yang sederhana. Mudik ke kampungnya saat lebaran cukup naik Avanza ataupun kereta api. Ia meraih gelar doktor di usia 29 tahun.
Gelar profesor diraih di usia 48 tahun. Latar belakangnya sebagai dosen teladan di ITB sangat membentuk persepsinya sebagai ‘orang baik’. Tapi itulah, seperti kata orang, hal itu hanya persepsi. Sesuatu yang bisa berbeda dengan perilakunya. Prestasi sebagai dosen teladan pun empat tahun lalu. Orang bisa berubah.

Apalagi, seorang pejabat senior pun mengaku tak berdaya dalam menentukan kelanjutan perizinan blok migas yang sudah habis. Freeport (AS) sudah mendapat izin untuk mengelola kembali pertambangan di Tembagapura. British Petroleum (Inggris) juga sudah mendapat izin  untuk mengelola lagi blok Tangguh. Chevron (AS) pun bakal mendapat perpanjangan lagi untuk mengelola blok Siak. Kini Total (Prancis) sedang menunggu izin untuk mengelola kembali blok Mahakam. Semuanya di masa pemerintahan SBY. Pejabat itu bercerita hanya beberapa orang saja yang bisa menentukan soal itu. Hanya “orang-orang besar” yang punya kuasa untuk itu.

KPK bahkan menyimpulkan ada kartel atau katakanlah mafia di sektor migas. Negara tak memiliki kedaulatan apapun. Rudi mestinya tak mau menjadi tumbal sendirian di pusaran kotor ini. Tanpa bermaksud mendahului proses persidangan, Rudi adalah seorang koruptor. Itulah yang sudah melekat di benak publik. Keluarganya pasti tersiksa. Kita berharap Rudi kembali ke jati dirinya saat dia masih muda dan menjadi dosen teladan. Ia harus bangkit mengembalikan marwah diri dan keluarganya. Ia harus kembali kepada tekadnya ketika pada 2010 ia ditarik ke Jakarta untuk membenahi sektor migas. Pasti sejak ia ditangkap, sejumlah sinyal dari pihak-pihak tertentu sudah mengalir ke diri dan keluarganya. Ujungnya agar ia bungkam.

Apakah Rudi memiliki cukup nyali dan idealisme untuk membongkar mafia migas? Hingga kini belum ada tanda-tandanya. Ada empat jenis koruptor yang ditangkap KPK. Pertama, koruptor yang mengakui perbuatannya dan menanggungnya sendiri. Kedua, koruptor yang membantah semua tuduhan terhadap dirinya. Ketiga, koruptor yang menuding ke lawan-lawan politiknya sambil berkolaborasi dengan pihak tertentu dengan jaminan perlindungan tertentu pula. Rekening hasil korupsinya yang triliunan pun tetap aman. Keempat, koruptor yang bekerja sama dengan KPK untuk membuka kasus korupsi yang ia ketahui. Inilah yang kemudian disebut sebagai justice collaborator. Contohnya adalah Agus Tjondro dari PDIP. Kita berharap Rudi bisa meniru Agus. Dialah pahlawan, seorang pejuang patriotik di saat di titik terendah.

Tentu untuk menjadi seorang Agus ada risikonya, salah satunya adalah pembunuhan. Kematian seorang pejabat di  ESDM beberapa waktu lalu, bahkan oleh sebagian pihak dispekulasikan bukan kematian biasa. Kita berharap Rudi bisa bangkit. Bahkan nilai patriotik Rudi akan berbeda dengan Agus. Karena sektor migas demikian tertutup. Untuk contoh saja, sesuai keterangan Bambang Widjojanto, setelah pemerintah menjalankan saran KPK di sektor produksi, negara berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp 153 triliun per tahun.

Rudi bisa membuka apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini. Rudi juga bisa membuka praktik kotor apa saja yang biasa berlaku di sektor migas. Apalagi, jika kita mengamati, sejumlah kasus korupsi yang memiliki daya tarik besar bisa terungkap karena ada friksi di wilayah itu. Amatan ini bukan hendak mengecilkan prestasi KPK, tapi kita harus jujur melihat fakta ini. Dimensinya bisa politik, persaingan pribadi, maupun persaingan bisnis.

Kita tak ingin KPK hanya menjadi tukang garuk punggung yang gatal karena ada debu di satu lubang pori-pori. Padahal tubuh Indonesia sudah terlalu lama dilumuri lumpur di sekujur tubuhnya. Jadilah pejuang, Rudi!



Redaktur : M Irwan Ariefyanto

Read more...

Insinyur Elektro melakukan Batik Process Engineering

From: "Eky S Pratomo-Tedjo"
Date: Sat, 24 Aug 2013 03:10:40 -0000
Subject: [Senyum-ITB] insinyur batik

  tukang insinyur elektro yang melakukan batik process engineering . . . . .






NET12 - Modifikasi Batik Berbahan Alami di Tangerang 

Published on Aug 15, 2013
Program buletin yang mengedepankan prinsip aktualitas, mengangkat berita hangat (spot news) dan berita menarik lainnya (news features).
Program ini akan memberikan informasi dan inspirasi. yang akan dikemas sesuai dengan sudut pandang perempuan.

Read more...

Anggota baru: Yakan berkarir di Toshiba, Jepang


Baca juga:
- Video: Dera FA'90 mengajak ke Lumajang



DATA PRIBADI
Tak kenal maka tak sayang

Lampiran foto terkini (Foto attachment) ?  [  ] Ada dong :-)     [ ○ ] Tidak

Nama (Name)               : Muhammad Fathi Yakan Musthofa
Nama panggilan (Nickname) : Yaka/Yakan

Jurusan di ITB            : Elektro-Telekomunikasi
Jenjang S1 / S2 / S3      : S1
Angkatan Tahun            : 2007

 Personal Web/URL/Blog     : http://
Foto / Alamat Facebook    : http://www.facebook.com/fathiyakan
Rekaman Video / Film      : http://www.youtube.com/
Profesi (Profession)      : Engineer
Keahlian (Expertise)      : Protection Relay

Alamat Rumah (Home Adr)   : Jl. Pinang no.2
Kota/Negara (City/Country): Lumajang/Indonesia
Perusahaan (Company)      : Toshiba
Alamat Kantor (Office Adr): Toshiba-cho, Fuchu-shi
Kota/Negara (City/Country): Tokyo/Japan
Company Web/URL           : http://toshiba.co.jp

Tempat/Tanggal Lahir (Place/Date of Birth) : Lumajang/06 Juli 1990
Umur (Age)       : 23
Hobby/Life Style : Futsal, baca buku
Ceritakan 1 pengalaman berkesan semasa di kampus ITB : bergabung di salah satu unit dewa di ITB yaitu ARC
Ceritakan juga 1 pengalaman berkesan sesudah berkarir : pressure selama kul di ITB sangat membantu dalam dunia kerja
Interest (ketertarikan, aspirasi, minat) join dengan Senyum-ITB : ingin memperoleh update informasi dan menambah teman



REFERENSI

Bagaimana Anda tahu milis Senyum-ITB ?
[  ] Search Engine (Google, Yahoo, dll)
[ ○] Yahoo Groups page
[ ○] Teman. Nama/email :
[  ] Lain-lain. Tolong sebutkan :



Regards,
Yakan EL07

-----------------



Published on Jun 8, 2013
Toshiba Corporation is a Japanese multinational engineering and electronics conglomerate corporation headquartered in Tokyo, Japan. Its products and services include information technology and communications equipment and systems, electronic components and materials, power systems, industrial and social infrastructure systems, household appliances, medical equipment, office equipment, lighting and logistics.

Toshiba was founded in 1939 as Tokyo Shibaura Electric K.K. through the merger of Shibaura Seisaku-sho (founded in 1875) and Tokyo Denki (founded in 1890). The company name was officially changed to Toshiba Corporation in 1978. Toshiba has made numerous corporate acquisitions during its history, including of Semp in 1977, of Westinghouse Electric Company in 2006, of Landis+Gyr in 2011, and of IBM's point-of-sale business in 2012.

Toshiba is organised into four main business groupings: the Digital Products Group, the Electronic Devices Group, the Home Appliances Group and the Social Infrastructure Group. In 2010, Toshiba was the world's fifth-largest personal computer vendor measured by revenues (after Hewlett-Packard, Dell, Acer and Lenovo). In the same year, it was also the world's fourth-largest manufacturer of semiconductors by revenues (after Intel Corporation, Samsung Electronics and Texas Instruments).

Toshiba is listed on the Tokyo Stock Exchange, where it is a constituent of the Nikkei 225 and TOPIX indices, the Osaka Securities Exchange, the Nagoya Stock Exchange and the London Stock Exchange.

History

1939 to 2000

Toshiba was founded in 1939 by the merger of Shibaura Seisakusho (Shibaura Engineering Works) and Tokyo Denki (Tokyo Electric). Shibaura Seisakusho had been founded as Tanaka Seisakusho by Tanaka Hisashige in 1875 as Japan's first manufacturer of telegraph equipment. In 1904, it was renamed Shibaura Seisakusho. Through the first decades of the 20th century Shibaura Seisakusho had become a major manufacturer of heavy electrical machinery as Japan modernized during the Meiji Era and became a world industrial power. Tokyo Denki was founded as Hakunetsusha in 1890 and had been Japan's first producer of incandescent electric lamps. It later diversified into the manufacture of other consumer products and in 1899 had been renamed Tokyo Denki. The merger of Shibaura and Tokyo Denki created a new company called Tokyo Shibaura Denki (Tokyo Shibaura Electric) (東京芝浦電気). It was soon nicknamed Toshiba, but it was not until 1978 that the company was officially renamed Toshiba Corporation.

The group expanded rapidly, driven by a combination of organic growth and by acquisitions, buying heavy engineering and primary industry firms in the 1940s and 1950s. Groups created include Toshiba Music Industries/Toshiba EMI (1960), Toshiba International Corporation (1970s) Toshiba Electrical Equipment (1974), Toshiba Chemical (1974), Toshiba Lighting and Technology (1989), Toshiba America Information Systems (1989) and Toshiba Carrier Corporation (1999).

Toshiba is responsible for a number of Japanese firsts, including radar (1942), the TAC digital computer (1954), transistor television and microwave oven (1959), color video phone (1971), Japanese word processor (1978), MRI system (1982), laptop personal computer (1986), NAND EEPROM (1991), DVD (1995), the Libretto sub-notebook personal computer (1996) and HD DVD (2005).

In 1977, Toshiba acquired the Brazilian company Semp (Sociedade Eletromercantil Paulista), subsequently forming Semp Toshiba through the combination of the two companies' South American operations.

In 1987, Tocibai Machine, a subsidiary of Toshiba, was accused of illegally selling CNC milling machines used to produce very quiet submarine propellers to the Soviet Union in violation of the CoCom agreement, an international embargo on certain countries to COMECON countries. The Toshiba-Kongsberg scandal involved a subsidiary of Toshiba and the Norwegian company Kongsberg Vaapenfabrikk. The incident strained

Read more...

Kuliah I-4 Online: Kiat menulis di jurnal internasional


From: Ahmad Syamil
Date: Thu, 22 Aug 2013 23:03:23 -0500
Subject: [Senyum-ITB] [OOT} Kuliah I-4 Online: Kiat menulis di jurnal internasional

 


Dengan hormat,

Ikutilah kuliah online Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional  (I-4)
Gratis.

Topik: Strategi riset dan publikasi internasional
Pembicara: Ahmad Syamil, Associate Professor, Arkansas State University, USA.
Moderator: Abdullah Abbas.
Hari/Tanggal : Minggu, 25 Agustus 2013 Jam: 08.00-10.00 WIB

LIve streaming nanti bisa dilihat di web site I-4 http://www.i-4indonesia.info/ dan didengarkan di Radio Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI)   http://radioppidunia.org/

Tidak perlu mendaftar terlebih dahulu.

Sampai bertemu.







Jabat erat,

Ahmad Syamil
Arkansas State University

http://www.astate.edu/college/business/images/faculty-staff/ahmad-syamil.jpg

Read more...

Telah Terbit: Buletin Materials Research Society Indonesia (MRS-ID) edisi perdana

Rabu, 21 Agustus 2013

Date: Tue, 20 Aug 2013 16:35:54 +0200
Subject: [Senyum-ITB] Telah Terbit: Buletin Materials Research Society Indonesia (MRS-ID) edisi perdana

 
Dear All,

Link download:

Himpunan Riset Material Indonesia/The Materials Research Society of Indonesia (HRMI/MRS-ID) dengan bangga meluncurkan buletin perdananya, yaitu MRS-Id Buletin. Buletin MRS-ID, berbahasa Indonesia, akan terbit tiga kali dalam setahun untuk menjadi sarana komunikasi efektif antara ilmuwan, perekayasa, mahasiswa, dan pembuat kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan riset material di Indonesia dan juga yang dilakukan ilmuwan Indonesia di luar negeri. 

Untuk edisi perdana ini menampilkan artikel review mengenai Field-Effect Transistor Berbasis Colloidal Nanocrystals. Selain itu, disajikan pula kilas riset dari beberapa temuan ilmuwan-ilmuwan riset material Indonesia yang diterbitkan pada jurnal-jurnal penting. Serta, ada juga tutorial simulasi material menggunakan Quantum Espresso. 

Salahsatu misi utama dari buletin MRS-ID adalah untuk membuat hasil karya peneliti di Indonesia dan peneliti Indonesia di luar negeri lebih dikenal, sehingga bisa menstimulus "Indonesia collaborations" dan "Indonesian cross-citations". Sebagai bentuk nyata, buletin MRS-ID menyediakan segmen kilas riset yang berisi "highlight" atas publikasi ilmiah terbaru ilmuwan Indonesia yang terbit di jurnal-jurnal internasional ternama, selain "highlight" atas beberapa topik hangat lainnya. 

Kami menunggu sumbangsih rekan-rekan sekalian untuk menulis artikel-artikel riset baik yang bersifat topical review, maupun highlights atas publikasinya terkait dengan riset material science untuk dimuat di MRS-Id Bulletin mendatang. Artikel bisa dikirimkan ke tim editor MRS-Id bulletin via ferry@fi.itb.ac.id, s.z.bisri@rug.nl, dan atau mrs.id.buletin@gmail.com.

Tim Editor MRS-Id Bulletin,

F. Iskandar, S. Z. Bisri, R. Mukti, M. Huda, H. T. Yudistira

Himpunan Riset Material Indonesia/The Materials Research Society of Indonesia (HRMI/MRS-Id)

Bergabunglah dengan LinkedIn Group kami di:  
http://www.linkedin.com/groups?home=&gid=4827419&trk=anet_ug_hm



========
Panduan Penulisan artikel Highlight/Kilas Riset di MRS-Id Bulletin
========
Artikel highlight/kilas riset berhubungan dengan artikel riset yang telah terbit di jurnal ilmiah internasional (peer-reviewed) yang terindeks di ISI Web of Science dengan impact factor >= 1,000. Artikel riset asli terbit tidak lebih dari tiga tahun sebelumnya. Penulis artikel highlight/kilas riset haruslah co-author dari artikel riset asli tersebut. 

Adapun bentuk manuscript "highlight" yang diharapkan berisi (lihat template di:http://mrs-id.org/files/template_highlight.pdf atau http://mrs-id.org/files/template_highlight.dotx ):
1. Judul baru (yang eye catching dan lebih menarik daripada judul papernya)
2. Nama penulis (satu orang yang menulis highlight-nya, karena belum tentu PI-nya)
3. Judul paper yang di-highlight (komplit dengan seluruh co-authors-nya, dengan format citation standard)
4. Afiliasi penulis paper tersebut. Penting terutama jika paper tersebut adalah hasil kolaborasi.
5. Isi "highlight" berupa ringkasan dari isi publikasi anda. Diharapkan penulis bisa keluar kemudian melihat kembali publikasinya dari sudut pandang pembaca yang memberikan narasi atas publikasi tersebut. Yang terpenting untuk dicantumkan adalah motivasi dari penelitian tersebut, hasilnya, beserta pernyataan atas impact dari publikasi tersebut. Isi "highlight" antara 200-500 kata.
6. Diharapkan penulis bisa mencantumkan satu atau dua buah gambar atau skema yang berkaitan dengan publikasi tersebut. Gambar bisa berasal langsung dari publikasi tersebut. Diharapkan penulis bisa menggunakan "author privilege" pada "copyright transfer" dalam mereproduksi gambar. Mengenai perizinan re-publikasi gambar, sangat dianjurkan untuk melakukan proses perizinannya. Jika ada kesulitan dalam hal ini, Tim Editor MRS-ID akan membantu penulis untuk mempelajari proses ini. Format gambar dapat berupa EPS, JPG, TIFF maupun PNG. Untuk JPG, TIFF dan PNG, resolusi minimal adalah 600 dpi.
7. Link ke abstract atau full paper tersebut di website jurnal-nya, serta link tambahan ke full papernya di repositori pribadi atau istitusi penulis. Penulis diharapkan bisa memanfaatkan salahsatu "author privilege" pada "copyright transfer" dimana penulis bisa menyimpan full paper publikasinya atau membuat repositori pada website pribadinya atau website institusinya.
Artikel "highlight" secara umum ditulis menggunakan bahasa Indonesia. Penggunaan istilah asing yang dibutuhkan sangat diperbolehkan. 
__._,_.___





Recent Activity:
***

Senyum-ITB wow! Ajak teman-teman bergabung :-)
Klik http://Senyum-ITB.blogspot.com/2013/07/30.html untuk join milis
Mudah kok! Manajemen email di milis Senyum-ITB ada di bawah. Dicoba deh :)


Anggota: 9.670                        Diperbarui: 3 Agustus 2013
==============================
==============================
                     *** Senyum-ITB ***
            - Kerjasama merajut Prestasi Dunia -
          Interaksi akrab Masyarakat dan Alumni ITB
   Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama
           Milis Senyum-ITB: http://yhoo.it/10uohvb
           Portal Senyum-ITB: http://bit.ly/Z1IVsp
        Facebook: Senyum-ITB      Twitter: Senyum-ITB

Managed by: Senyum-ITB & 99Venus International ( http://yhoo.it/fYDB7B )
============================================================


Mengatur mode terima email dengan ganti-ganti 3 cara terima berikut :
1. Senyum-ITB-normal@yahoogroups.com = email terima normal (individual emails)
2. Senyum-ITB-digest@yahoogroups.com = email terima ringkasan (daily digest)
3. Senyum-ITB-nomail@yahoogroups.com = cuti sementara / baca di web Senyum-ITB

Ganti email / Cara berlangganan :
1. Senyum-ITB-subscribe@yahoogroups.com = email berlangganan milis Senyum-ITB
Untuk ganti email, silahkan kirim dari alamat email baru Anda
2. Senyum-ITB-unsubscribe@yahoogroups.com = email berhenti dari milis Senyum-ITB
Untuk ganti email, silahkan kirim dari alamat email lama Anda

Read more...

Yu Sing AR-ITB, Pelopor Gerakan Arsitek Rumah Murah Indonesia. Dalam Sekejap Langsung Dapat 80 Klien

Senin, 19 Agustus 2013


Yu Sing, Pelopor Gerakan Arsitek Rumah Murah Indonesia
Dalam Sekejap Langsung Dapat 80 Klien

Kamis, 01 Agustus 2013 , 06:44:00


ARSITEK UNIK: Yu Sing di depan Studio Akanoma, kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. F-AHMAD BAIDHOWI/JAWA POS
ARSITEK UNIK: Yu Sing di depan Studio Akanoma, kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. F-AHMAD BAIDHOWI/JAWA POS


Arsitektur identik dengan kesan bangunan megah, mewah, dan mahal. Tapi, di tangan Yu Sing, rumah dengan desain arsitektur nan indah bisa dijangkau dengan harga yang murah.

AHMAD BAIDHOWI, Jakarta


NUANSA alam terasa begitu kental di ruangan 8 x 10 meter itu. Kayu dan bambu tampak mendominasi bagian atap, dinding, lantai, hingga perabotan di dalamnya. Letak jendela dan ventilasi yang apik seolah mempersilakan cahaya dari luar masuk menerangi ruangan tanpa harus menyalakan lampu. Begitu pula angin semilir yang menyelusup di celah-celah bilik bambu, menyejukkan ruangan tak ber-AC itu.

Di luar, dedaunan dan batang bambu menari dibelai angin. "Mestinya semua rumah bisa menghadirkan sensasi seperti ini," ujar Yu Sing saat ditemui Jawa Pos Rabu pekan lalu (24/7).

Itulah gambaran kantor Studio Akanoma yang dikelilingi kebun bambu. Letaknya agak terpencil. Dari jalan aspal di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, masih masuk sekitar 1,5 kilometer melalui jalan pedesaan. Lalu naik ke perbukitan.

Akanoma adalah singkatan dari Akar dan Anomali. Akar merujuk pada makna potensi alam dan persoalan mendasar yang dihadapi manusia. Anomali menggambarkan sosoknya yang tidak ingin larut dalam arus besar (mainstream) dunia arsitektur.

Di tempat itulah pria kelahiran Bandung, 5 Juli 1976, tersebut memupuk idealismenya sebagai seorang arsitek. Idealisme itu tumbuh dan berkembang, membuahkan berbagai program seperti Desain Rumah Murah dan Papan untuk Semua.

Yu Sing mengakui, setelah menimba ilmu arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lulus pada 1999, dirinya sempat menjadi bagian dari "arsitek biasa" yang memenuhi order klien tentang desain rumah atau bangunan yang diinginkan. Ketika itu, saat krisis moneter, profesi arsitek seakan meredup seiring dengan terpuruknya sektor properti.

"Saat itu banyak arsitek di-PHK developer (perusahaan pengembang properti, Red). Bersama seorang teman yang juga baru lulus kuliah, saya memutuskan untuk merintis usaha konsultan arsitek sendiri. Kantornya kami namai Genesis. Tapi, tidak lama setelah itu, teman saya kerja di Singapura. Sehingga saya sendirian mengurus Genesis yang menjadi cikal bakal Akanoma," kenangnya.

Pengalamannya mendesain rumah murah dimulai ketika dia membangun rumah sendiri pada 2004 di Cimahi, Bandung. Ketika itu suami Jane Tanggalung tersebut memimpikan rumah yang asyik untuk ditinggali, ramah lingkungan atau green building (hemat energi, hemat penggunaan bahan kimia seperti cat), serta memanfaatkan banyak unsur alam seperti kayu dan materi daur ulang semisal pecahan marmer maupun keramik bekas.

Melalui perenungan dan olah kreasi, terwujudlah rumah dua lantai dengan luas bangunan sekitar 100 meter persegi di atas lahan 136 meter persegi. Total biaya pembangunan rumah itu sekitar Rp 180 juta. Hasil yang memuaskan membuat orang tuanya juga ingin dibuatkan rumah dengan konsep yang sama. "Saat itu saya makin yakin, dengan memanfaatkan potensi dan bahan-bahan dari alam, rumah murah dengan desain menarik bisa diwujudkan," ucapnya.

Setelah itu, daya kreasi dan imajinasi Yu Sing terus mengeksplorasi desain-desain untuk rumah dengan biaya terjangkau alias rumah murah. Dia pun lantas menawarkan konsepnya kepada beberapa perusahaan pengembang dan calon klien. Namun, idenya yang di luar mainstream tersebut membuatnya tidak mudah diterima.

Mimpi Yu Sing awalnya sederhana: setiap tahun bisa membuat lima desain rumah murah untuk masyarakat dengan uang pas-pasan yang ingin membangun rumah. "Jika saya dianugerahi umur panjang, misalnya 20 tahun ke depan, setidaknya saya bisa membantu membuatkan seratus desain rumah murah. Paling tidak, itulah sumbangsih saya dalam memasyarakatkan arsitektur," ucapnya.

Ayah Arga Kaleb Prabhaswara tersebut mengakui, selama ini dunia arsitektur seolah dijauhkan dari masyarakat kurang mampu. Seolah arsitektur hanya dimonopoli orang-orang kaya yang ingin membangun rumah mewah dan bangunan megah.

Rupanya, kondisi itu memiliki efek yang tidak sepele. Karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah kelompok kelas menengah dan bawah yang tidak mampu menjangkau biaya jasa arsitektur, rumah-rumah mereka dibangun seadanya, tanpa desain arsitektur yang sehat dan enak dilihat. Akibatnya, wajah fisik sebuah kota atau suatu wilayah menjadi tidak sedap dipandang, menghadirkan suasana sumpek dan muram.

"Bayangkan kalau rumah-rumah itu dibangun dengan arsitektur dan perencanaan yang baik, tidak harus mahal, pasti wajah kota menjadi lebih tertata dan enak dilihat. Masyarakat yang tinggal di situ pun bisa bangga dengan rumahnya dan lebih peduli merawat lingkungannya," tutur dia.

Ide tersebut terus disuarakannya, baik di lingkungan para arsitek yang tergabung dalam Asosiasi Arsitek Indonesia (AIA) maupun perkumpulan lainnya. Namun, ide itu jadi perbincangan ramai setelah pada 2007 Yu Sing menulis opini di sebuah harian ibu kota. Opini tersebut berisi tentang pentingnya desain arsitektur bagi masyarakat kurang mampu. Dalam artikel itu, dia juga menyatakan kesediaannya untuk membantu mendesainkan rumah murah bagi siapa yang membutuhkan jasanya.

Undangannya langsung mendapatkan respons dari 80 orang yang ingin digambarkan arsitektur rumah murahnya. Kebanyakan calon pengantin atau keluarga muda yang ingin membangun rumah, namun dananya terbatas. Tapi, ada pula yang sudah memiliki rumah dan ingin merenovasinya.

Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, mulai Aceh, Pekanbaru, Jakarta, hingga Papua. Profesi mereka beragam. "Ada karyawan swasta, buruh, guru, PNS, dan polisi. Ada pula pekerja perkebunan karet di Sumatera yang untuk mengirim e-mail saja harus pergi jauh ke warnet dan meminta tolong penjaga warnet untuk membantunya mengirim e-mail," ceritanya sambil geleng-geleng kepala.

Dengan tekun Yu Sing membalas surat elektronik yang masuk itu satu per satu. Sebelum mendesain rumah, dia meminta beberapa data teknis. Misalnya luas tanah, luas bangunan yang diinginkan, serta posisi tanah (arah mata angin). Juga data nonteknis seperti jumlah keluarga, pekerjaan, hobi anggota keluarga, hingga adakah filosofi daerah yang ingin dimunculkan dalam desain rumahnya.

Begitu mendapatkan data, Yu Sing mulai bekerja. Hasil desain lantas di-e-mail balik ke para pengirim. Beberapa rumah akhirnya berdiri dengan desain arsitekturnya. Tapi, ada pula yang belum terwujud karena dananya belum cukup.

Puluhan desain itulah yang kemudian dituangkannya dalam buku Mimpi Rumah Murah. Dalam buku tersebut dia menukilkan delapan desain rumah dengan konsep yang berbeda-beda. Yakni Rumah Daur Ulang, Rumah Perpaduan Tradisi Lokal dan Masa Kini, Rumah Mimpi Buruk dan Mimpi Indah, Rumah Publik, Rumah Liburan, Rumah Cinta Segi Tiga (Hobi, Pekerjaan, dan Jalan Hidup), Rumah 700 Pohon, serta Rumah Desa.

Namun, pengalaman mendesain rumah murah itu ternyata kerap membawa konsekuensi di kemudian hari. Sebab, banyak masyarakat kurang mampu yang akhirnya kebingungan menyelesaikan rumahnya. Maka, selain membantu desain rumah murah, Yu Sing tidak jarang merogoh koceknya untuk membantu biaya pembangunan rumah kliennya. Dia pun menggandeng beberapa rekannya untuk menggalang dana dengan skema crowd funding, salah satunya melalui komunitas wujudkan.com.

"Salah satunya di Dago (Bandung), ada rumah yang sudah tua, mau roboh, kami desain ulang, lalu dibangun dengan dana Rp 27 juta," kisahnya.

Program filantropi semacam itu lantas berlanjut melalui aksi Papan untuk Semua. Bukan hanya itu, Yu Sing juga aktif dalam kegiatan Habitat for Humanity, sebuah lembaga nirlaba internasional yang membantu masyarakat kurang mampu untuk memiliki atau memperbaiki rumah dengan sistem menabung secara berkelompok. Di Indonesia lembaga ini mengusung slogan "Good Design for Everyone".

Ketika diundang sebagai pembicara di forum seminar atau diskusi kampus, Yu Sing juga selalu menyebarkan virus kepada para arsitek muda agar lebih peduli kepada masyarakat kurang mampu. Hasilnya, kini muncul arsitek-arsitek muda di beberapa kampus yang membentuk jaringan advokasi desain rumah murah di wilayah masing-masing.

Dengan perhatiannya yang begitu besar pada desain rumah murah, apakah usaha jasa konsultan Yu Sing meredup" Tidak juga. Saat ini, dengan dibantu empat staf di Studio Akanoma, Yu Sing bisa mendapatkan hingga 20 proyek desain dari klien-klien besar setiap tahun. "Kami hanya bisa bersyukur," ujar arsitek dengan karakter unik tersebut. (*/c9/ari)

Read more...

Rektor ITB: Ilmuwan yang selalu Tersenyum

Minggu, 18 Agustus 2013



Saintis yang Selalu Tersenyum

Kamis, 28 Maret 2013 12:55 wib
Iman Herdiana - Okezone






Rektor ITB Akhmaloka. (Foto: Iman Herdiana/Okezone)Rektor ITB Akhmaloka. (Foto: Iman Herdiana/Okezone)











BANDUNG -  Memimpin kampus teknik terbesar dan tertua di Indonesia tentu bukan pekerjaan mudah. Pasalnya, Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah salah satu institusi yang bertanggung jawab dalam pengembangan sains dan teknologi di Indonesia. Sementara di sisi lain, masyarakat berharap, ITB tetap memberikan pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau.

Meski demikian, beban berat itu tidak membuat Akhmaloka kewalahan. Baginya, beban dan tantangan itu bagian dari dinamika ITB sebagai pionir kampus teknik di Tanah Air. Mantan Dekan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini menganggap beban dan kesulitan yang dihadapi ITB sebagai dinamika.

"Saya tidak lihat itu kesulitan tapi dinamika," kata Akhmaloka, ketika berbincang dengan Okezone, di ruang kerjanya, Kampus ITB, Jalan Ganeca, Bandung, belum lama ini.

Saintis yang murah senyum ini bertutur, menjadi rektor ITB tentu jauh berbeda dengan saat dirinya menjadi dekan FMIPA ITB yang ruang lingkupnya relatif kecil. FMIPA hanya sepersepuluhnya dibanding seluruh ITB yang memiliki SDM lebih banyak berikut kompleksitas permasalahannya.

Namun, pria asli Cirebon itu bersyukur, pekerjaan sebagai rektor ITB tidak dijalaninya sendirian. Saat menjadi dekan, dia hanya dibantu dua orang wakil. Sedangkan sebagai rektor, dia kini memiliki lima wakil yang berkoordinasi dengan 12 pimpinan program studi (prodi) yang ada di ITB.

"Jadi kita bareng-bareng dalam sebuah tim, semua masalah diselesaikan bersama," katanya.

Sehari-hari, Akhmaloka luar biasa sibuk. Selain memimpin ITB dan menanggung beban berat karena berhadapan langsung dengan masyarakat, Akhmaloka juga menjabat Ketua Umum Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dia harus harus turut merumuskan kebijakan-kebijakan terkait SNMPTN. Selain itu, dia masih tetap mengajar mata kuliah molekular genetik untuk mahasiswa S-2. Ditambah lagi, Akhmaloka juga membimbing mahasiswa S-3 menulis disertasi.

"Mungkin ada 20 mahasiswa S-3 yang saya sudah bimbing lulus. Sekarang masih ada bimbingan sembilan orang lagi," ungkapnya.

Kesibukan itu tidak membuat Akhmaloka stres. Menurutnya, kesibukan seperti itu adalah sebuah keniscayaan. Tetapi, dia tetap menjalaninya dengan enjoy. "Kalau kita nikmati, ya enggak apa-apa, senikmat jadi wartawanlah," kelakarnya.

Bahkan, pria ramah ini mengaku, lebih banyak merasakan suka ketimbang duka selama menjadi rektor ITB. Akhmaloka berprinsip, apa pun pekerjaannya dan seberat apa pun beban yang harus dipikul akan bisa diatasi jika dengan niat ikhlas. Dengan rasa ikhlas, imbuhnya, beban seberat apa pun tak terasa sebagai beban.

"Saya bukanlah tipikal orang yang suka meratapi, saya lebih banyak tersenyum ketimbang menangis.Lepasin sajalah. Biasa, dinamika hidup kadang duka, kadang duka. Jadi rasanya is oke jadi rektor ITB,"  tambah penyuka novel sejarah itu.

Simak cerita pemimpin kampus dengan 1.100 dosen, 150 orang guru besar, dan puluhan ribu mahasiswa ini dalam seri wawancara khusus Okezone dengan Rektor ITB Akhmaloka mulai Senin, 1 April, mendatang. (rfa) 

Read more...

Profesor Diran membutuhkan darah golongan O

Said D. Jenie (kiri) dan Oetarjo Diran (kanan) pada acara rapat Ikatan Alumni Penerbangan

From: eko_pratomo2002
Date: Sun, 18 Aug 2013 15:48:24 -0700
Subject: [Senyum-ITB] Profesor Diran membutuhkan darah gol O

 
Sahabat sekalian, 

Semoga ada  di antara kita yang berkenan menjadi donor untuk membantu pengobatan prof Diran.

Tks & salam
Eko ms/pn82



-------- Original message --------

From: Hari Tjahjono
Date: 18/08/2013 03:07 (GMT-08:00)
Subject: [iapitb] Profesor Diran membutuhkan darah gol O


 
Rekan alumni ysh.,

Setelah seminggu lebih dirawat di RS karena stroke ternyata kondisi Profesor Diran (Teknik Penerbangan ITB) malah menurun, utamanya karena ada komplikasi penyakit gula. Hari ini Hb nya turun menjadi 6.7 padahal kondisi normal 12. Untuk itu Profesor Diran memerlukan donor darah golongan O sebanyak 5-7 kantung. Bagi alumni atau siapa saja yang memiliki golongan darah O dimohon kesediaannnya untuk mendonorkan darahnya, kalau bisa hari ini (Minggu, 18 Agustus 2013) atau paling lambat besok, Senin, 19 Agustus 2013.

Bagi yang ingin mendonorkan darahnya mohon menghubungi putri beliau: Katja Rachmiana, di nomor 08888450711.
Sebagai informasi, saat ini Prof. Diran dirawat di Gedung A, Kamar 507, RSCM.






Salam,
Hari

Read more...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP