powered by Google

Reportase Halal Bi Halal Alumni ITB, 28 Sept 2013 di Utrecht, Belanda

Senin, 30 September 2013

From: yopi arfiandi
Date: Tue, 1 Oct 2013 00:30:45 +0200
Subject: [Senyum-ITB] Reportase Halal Bi Halal Alumni ITB di Belanda, 28 Sept 2013 di Utrecht

 
Schiedam
30/09/2013
Salam Ganesha!!!!
Alhamdulillah....setelah tertunda beberapa lama akhirnya Alumni ITB di Belanda berkumpul dalam acara Halal Bi Halal di Utrecht. Sejak pukul 10.00 CET panitia mulai hadir di lokasi acara yang bertempat di gedung SGB (Stichting Generasi Baru) di Utrecht. 
Mas Eko Hardjanto (EL92), Saifudin (SI94), Raymond Frediansyah (TK94) dan teman-teman panitia yang lain sibuk melakukan berbagai persiapan. 


Kira-kira pukul 11.00 CET mulai banyak Alumni yang datang. Eindhoven grup yang dimotori Zulfan Adi Putra (TK00) dan Intan Kumalasari (SI00) sibuk melayani alumni yang melakukan registrasi. Ada sekitar 80 Alumni yang hadir terdiri dari berbagai angkatan dari mulai angkatan 1981 sampai 2009. Acara yang direncanakan dimulai pada pukul 11.30 CET ternyata harus molor sekitar 15 menit menunggu alumni yang belum hadir. Tepat pukul 11.45 CET, acara dibuka oleh duo MC yaitu Intan Ambari (TK95) dan Saputra (PN00) dilanjutkan kata sambutan oleh ketua panitia Yopi Arfiandi (SI96) disusul pemutaran film "Sejarah ITB". Seksi Dokumentasi Dudy Fredy (TK95) dan Meditya Wasesa (MS00) sibuk dengan handycam dan cameranya mengabadikan acara ini.

Sesi perkenalan yang diwakili oleh beberapa alumni dari berbagai kota seperti Eindhoven, Delft, Enschede dll menambah hangat suasana. Pak Tri Hartanto (MS81) sebagai Alumni paling senior yang hadir juga memberikan beberapa wejangannya.

Acara semakin menarik ketika sesi Sharing Pengalaman dari tiga orang alumni yaitu Ismail Fahmi (EL92) yang menamatkan PhD-nya di Groningen , sekarang bekerja di Amsterdam dan tahun depan merencanakan balik ke Indonesia, lalu ada Azzania Fibriani (BI96) seorang Ibu rumahtangga dan juga dosen Biologi ITB dan sedang melanjutkan studinya di Erasmus Universiteit Rotterdam dan Enang Noerman Fachjar (KI89) seorang expatriate di bidang food technology di Head Quarter of Danone di Belanda. Alumni cukup antusias mendengarkan pemaparan pengalaman dari ketiga Alumni dan dilanjutkan sesi tanya jawab. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab tuntas oleh ketiga alumni. Sesi ini ditutup dengan foto bareng semua alumni yang hadir.

Acara dilanjutkan dengan santap siang bersama dengan menu khas Indonesia dibarengi dengan temu ramah sesama alumni, sholat dll. Seksi Konsumsi Sri Rahma Dewi (KI96) dan Vidya Cundasari (TK96) dkk sibuk mengatur pembagian konsumsi. Ketika jam menunjukkan pukul 15.00 CET maka acara terakhir yaitu Concluding Remark dan evaluasi acara dipandu dengan santai oleh Yopi sebagai ketua panitia. Ada beberapa ide, saran dan masukan mengenai acara pada hari itu dan juga usul untuk acara-acara selanjutnya. Alumni yang hadir sepakat menunjuk Zulfan Adi Putra (TK00) sebagai ketua panitia untuk acara Alumni berikutnya berkat kegigihannya mengajak alumni ITB di Eindhoven yang datang sebagai kontingen terbesar. 
Acara ditutup dengan pembacaan doá yang dipimpin Mas Ismail Fahmi.
 

Read more...

Referensi Bandung: Menata Ulang Arsitektur London, Kota Tua yang Modern

Sabtu, 28 September 2013

London dengan sungai Thames yang terkenal

London adalah ibu kota Britania Raya (United Kindom of Great Britain) yang lebih dikenal sebagai Inggris. Kota ini kini telah menjadi kota kelas dunia yang merupakan pusat pemerintahan, hiburan, bisnis, dan fungsi-fungsi kota metropolitan lainnya. Sungai Thames yang membelah di sepanjang kota adalah saksi bisu dari perkembangan kota London hingga sekarang ini. Pemilihan topik London dalam review ini karena London begitu menarik menyimpan berbagai macam sejarah dalam perkembangan kotanya, bahkan sempat hancur kemudian dibangun lagi. London bukanlah kota modern, tetapi kota tua yang kemudian berubah menjadi modern.

Perkembangan kota London berawal pada saat bangsa Romawi tiba tahun 43 SM. Mereka membangun kota Londonium yang bertembok di pinggir sungai Thames serta membangun sebuah jembatan untuk menjadi gerbang kota. Setelah abad ke-5 bangsa Romawi meninggalkan kota sehingga London menjadi kota mati. Kemudian pada abad ke-9 kota dibangun kembali oleh Raja Alfred Agung. Pada tahun 1066 London diinvasi oleh William Sang Penakluk. Kemudian para penduduk kota London (Londoners) mengangkat ia menjadi Raja. Willian Sang Penakluk kemudian membangun menara-menara untuk pertahanan kota.

Kota London makmur berkat keberadaan sungainya yaitu sungai Thames. Perdagangan “mengalir” dari sungai ini yang kemudian menggerakkan roda perekonomian. Pedangang-pedagang melakukan aktivitasnya di sekitar sungai. Para penjabat juga membangun rumah-rumahnya di tepi sungai. Meningkatnya perdangan yang pesat kemudian menjadikan nama jalan-jalan di kota London sesuai nama dagangan yang dijual di sana misal Milk Street, Goldsmith Street, dll.

Suatu musibah terjadi di kota London yaitu wabah penyakit yang diakibatkan karena kota London yang sangat padat dan kumuh. Wabah tersebut menyerang pada tahun 1665 dan menyebabkan 100000 korban meninggal. Selang 1 tahun kemudian kebakaran hebat terjadi pada tahun 1666 yang kemudian dikenal sebagai Great Fire of London. Kebakaran tersebut telah menghanguskan sebagian besar kota London.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?p=239091061
Wilayah yang hancur akibat kebakaran besar 1666

Kedua bencana tersebut kemudian mengharuskan pemerintah membangun kembali kota London. Salah satu arsitek terkenal di Inggris yaitu Sir Christoper Rent mencoba mengajukan rancangan pembangunan kotanya yang merencanakan kota London yang lebih leluasa. Namun, rencana ini ditolak. Walaupun begitu, Rent masih tetap mempunyai kesempatan membangun London. Rancangannya yang masih berdiri hingga saat ini yaitu katedral terbesar di London, St. Paul.

Kota London terus berkembang melakukan pembangunan. Di antaranya Westminster yang berkembang menjadi pusat pemerintahan dan tempat tinggal Ratu Elizabeth. Kebakaran besar pada tahun 1666 secara tidak langsung memperluas wilayah kota London, sebab selain dibangun kembali, para pedagang yang rumahnya terbakar membangun pemukiman baru di bagian barat kota. Wilayah ini kemudian lebih dikenal dengan The West End. Sementara bagi kaum buruh dan masyarakat golongan menengah ke atas, mereka memilih untuk membangun pemukiman di The East End di ujung timur. Keberadaan Jembatan London yang terlalu padat (karena dahulu didirikan rumah susun di atas jembatan) juga dihancurkan dan digantikan dengan desain yang lebih baik. Kereta bawah tanah juga dibangun untuk mengantisipasi transportasi akibat padatnya penduduk.

sumber: http://deyeah.blogspot.com
London kini yang modern dengan landmarknya masa lalu, Big Ben,
berdampingan dengan landmark modern, London Eye

Perkembangan kota London terus berjalan hingga menjauhi sungai Thames. Bangunan modern juga telah banyak bermunculan dengan arsitektur yang menyesuaikan nilai historis kota. London berkembang maju, tetapi tidak melupakan sejarahnya.

Info lebih lanjut tentang kota London secara visual terangkum lengkap di VCD produksi Discover Channel yang berjudul We Built This City: London. Harganya IDR 79.000 bisa dibeli di toko film terdekat. Di sini dibahas lengkap semua tentang London dengan sejian visual yang sangat menarik. :)



sumber artikel: kolom kita (2009)

Read more...

Atiek TI'74 dan Ramli TA'82 mengajak ke Amerika Latin


Beautiful Caracas (Venezuela) 

---------------------

From: Nuriati Bouchet 
Date: Fri, 27 Sep 2013 18:27:39 +0200
Subject: Re: [Senyum-ITB] Mengembara ke Amerika Latin, 9/27/2013, 1:00 pm

 
Yah si abang, klo yg dilihat sekitar patagonia, deket2 atacama sih bang sakit mata. 
Cobalah ke utara, Bogota, Caracas  macam Bandung jaman dulu, nggak pakai 4 musim.  
Kalau nggak mau jauh antara Buenos Aires dan Cordoba juga lumayan hijau tuh. ...psss.

Ngomong2 lagi tengok tambang apa di antofagasta?.

Atiekdw

----------------


Peta: (A) Bogota, Columbia - (B) Caracas, Venezuela


View Larger Map

-----------------------
 
Le 27 sept. 2013 à 15:01, "ramli sihaloho" a écrit :


Jeleknya amerika latin ini, gurun semua.
Sakit mata dibuatnya karena hampir tdk ada yg hijau2.

Bagusnya, wanita2nya cantik2 tepatnya bahenol2.
Bagusnya lagi, mata segar melihat pemandangan pasangan2 yg berciuman ditempat terbuka, pinggir2 jalan dllsb. Mereka tak mau kalau ciuman ditempat tertutup.
Khususnya di santiago, rancagua, antofagasta dan copiapo.

Read more...

Halal Bi Halal Alumni ITB di Utrecht, Belanda, Sabtu 28 September 2013

Selasa, 24 September 2013

Boat trip through old Utrecht


Uploaded on May 10, 2010
A boat trip through the Singels and the old stone canal "the Oudegracht" of the old Bishop's town Utrecht. Join the ride on some calming tunes of BT

------------------
From: yopi arfiandi 
Date: Thu, 19 Sep 2013 22:42:59 +0200
Subject: [Senyum-ITB] Halal Bi Halal Alumni ITB di Belanda, 28 September 2013


Salam Ganesha !!

Mengundang teman-teman Alumni yang berdomisili di Belanda atau yang sedang berada di Belanda untuk hadir di acara :
Halal Bi Halal Alumni ITB di Belanda

Inline image 2

Atas nama panitia
Yopi
SI96

--------------------

Komentar:

Yopi,

Biasanya berapa sekitar berapa orang yang hadir?
Belum sempat baca lampiran pakai HP yg tulisannya kecil, ini di kota Amsterdam kah?

Selamat ber HBH ;-)



Salam kompax,
Erik


----------------------

Bang Erik,
Acaranya bukan di Amsterdam tapi di Utrecht
Oh ya itu ada typo....Lokasi acara di De Bazelstraat 31, 3555 CR Utrecht
Sengaja diadain di Utrecht yang letaknya ditengah2 Belanda supaya gampang terjangkau dari mana2.
Sampai tadi malam udah 42 orang alumni yang confirm akan hadir dari angkatan 1981 sampai 2009
Member di FB IA-ITB Belanda udah hampir 200 orang
Selama saya di Belanda justru belum pernah ada acara Halal Bi Halal Alumni ITB hehe......Jadi ini kumpul-kumpul perdana
Tapi biasanya kalo ada kegiatan masyarakat Indonesia di Belanda hampir selalu ketemu temen2 alumni ITB
Lu lagi lu lagi hehe.....
Ditunggu kehadiran Bang Erik nih :-)

Salam
Yopi
kuya96


Read more...

Atiek TI'74 tinggal di Croissy sur Seine, 18 km dari Paris


From: Nuriati Bouchet 
Date: Tue, 24 Sep 2013 07:44:58 +0200
Subject: Re: [Senyum-ITB] Halal Bi Halal Alumni ITB di Belanda, 28 September 2013


Pak Arif,

Sayang ya kok tlisipan. 
Dalam rangka apa ya. Saya malah mau pulkam 2 - 20 okt., tgl 21 baru sampai kembali. 
Mas Arif  sudah pergi lagi tgl 21 nya?. 

Saya tinggal di satu  kota kecil di tepi sungai Seine, Croissy sur Seine, dgn penduduk sekitar 10 ribu an. Letaknya sekitar 18 km an sebelah  barat kota Paris. 


Salam kenal,
Atiekdw

----------------------------

CROISSY SUR SEINE chemin des impressionnistes




Peta: (A) Croissy sur Seine - (B) Paris


---------------------


Le 24 sept. 2013 à 03:17, Arif Hariadi a écrit :

Dear Bu Atiek,

" Salam kenal " juga , maaf nih saya nimbrung. 
Boleh tau anda tinggal di Prapatan ciamis kota apa ? Apa Paris ??
karena saya kebetulan akan ada disana tgl 17 - 20 Oct, 2013 , barangkali
saya bisa ketemu utk kenalan .

Salam : Arif Hariadi
EL-68.

Read more...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP