powered by Google

Video: "Stay Hungry. Stay Foolish". Pidato Steve Jobs yang Inspiratif

Kamis, 30 Mei 2013

Baca juga:
- Foto: Ridwal Kamil membantu re-tweet artikel Senyum-ITB di Twitter






Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University: “Stay Hungry. Stay Foolish”


Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah.
Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda.
Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya.
Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.


Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.
Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.”
Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.

Saya beri Anda satu contoh:
Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.
Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang.
Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya.
Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.


Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun.
Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan.
Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi.
Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas.
Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.


Cerita Ketiga Saya: Kematian

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.
Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir.
Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang.
Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh).

Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish.
Saya selalu mengharapkan diri saya begitu.
Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu.
Stay Hungry. Stay Foolish.



Baca juga:
Foto: Ridwal Kamil membantu re-tweet artikel Senyum-ITB di Twitter
- Video: Pirates of Silicon Valley, persaingan Steve Jobs dan Bill Gates







---------------

Komentar di Senyum-ITB Facebook :




Read more...

Video: Euis Darliah dan Benyamin S. duet menyanyi di TVRI

Euis Darliah dan Benyamin S. duet menyanyi di acara Artis Safari, TVRI

Read more...

Sentuhan artistik permainan flute untuk lagu Ruby Tuesday


Brian Jones memberikan sentuhan artistik permainan flute pada lagu Ruby Tuesday,
seperti terlihat pada video Rolling Stones tahun 1967.
Bill Wyman bermain cello dan Keith Richards bermain piano.
Aksi panggung Mick Jagger masih kelihatan culun.
Sayang rekaman suara kurang tajam, sehingga permainan flute terdengar samar-samar.

Video kedua ialah konser Rolling Stones tahun 1990 dengan panggung yang megah di Tokyo Dome, 1990.
Baju dan aksi panggung Mick Jagger sudah terlihat profesional dan gemerlap.


Baca juga:
- Lagu Ruby Tuesday di Classic Rock Cafe, Braga, Bandung




The Rolling Stones, live 1967, "Ruby Tuesday"

Published on Oct 21, 2012
In observance of The Rolling Stones' 50th Anniversary together, here's a classic clip of the band performing one of their biggest hits from the 1960s: "Ruby Tuesday".

This song was released as a single in 1967 and became The Stones' 14th Top-40 hit and also the band's 4th Number One hit. "Ruby Tuesday" hit the Number One spot on 02/04/67 and spent a total of 9 weeks in the Top-40 charts. Only, it wasn't originally intended to be that way.

THE ROLLING STONES (1967):

Mick Jagger - Lead Vocals
Keith Richards - Piano & Vocals
Brian Jones - Wood Flute & Vocals
Bill Wyman - Cello
Charlie Watts - Drums




Video kedua:



The Rolling Stones, "Ruby Tuesday" live at the Tokyo Dome, February 1990.

Published on Jul 17, 2012
The Rolling Stones performing "Ruby Tuesday" live at the Tokyo Dome, February 1990.

"Ruby Tuesday" was featured on the American release of the 1967 album, Between The Buttons.

This version features Mick Jagger on vocals, Keith Richards on guitar, Charlie Watts on drums, Ronnie Wood on guitar, Bill Wyman on bass, Matt Clifford on keyboards and French horn, Bobby Keys on saxophone, Chuck Leavell on keyboards, Bernard Fowler on backing vocals, Lisa Fischer on backing vocals, Cindy Mizelle on backing vocals, and the Uptown Horns.

Read more...

Video: Lagu-lagu di Classic Rock Cafe, Bandung




Ruby Tuesday from The Rolling Stones

Uploaded on Nov 4, 2010
Ixan Rantas"ex Sahara" feat CRC All star
at Classic Rock Cafe Bandung


Baca juga:
- Sentuhan artistik permainan flute untuk lagu Ruby Tuesday

-----------------------





Soldier of Fortune from Deep Purple

Published on Feb 26, 2013
Live Band, Classic Rock Cafe @ Braga, Bandung, Indonesia.
Deep Purple Cover - Soldier of Fortune.

Read more...

KEK (Kawasan Ekonomi Khusus): Potensi Besar Terkendala Infrastruktur




gambar berita warta ekonomi - kek: potensi besar terkendala infrastruktur (4)

WE.CO.ID Sementara itu, pembangunan KEK Tanjung Lesung harus memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan bandara. Tanjung Lesung berada di ujung barat Pulau Jawa, dengan jarak sekitar 190 kilometer dari Jakarta. Jarak menjadi kendala utama kawasan ini, karena dibutuhkan waktu sekitar empat jam dari Jakarta untuk mencapainya.
Keberlangsungan proyek KEK Tanjung Lesung akan bergantung pada kesiapan infrastruktur jalan dan mungkin bandara untuk mempermudah calon wisatawan menjangkau kawasan wisata ini. Dengan waktu yang diberikan pemerintah hanya tiga tahun, tentu sangat berat untuk mempersiapkan infrastruktur yang pembangunannya membutuhkan waktu lama dan biaya yang sangat besar.
Berdasarkan data Bappeda Kabupaten Pandeglang, agar KEK Tanjung Lesung dapat berjalan, dibutuhkan beberapa proyek pembangunan infrastruktur. Di antaranya, jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 100 kilometer, pelebaran konstruksi jalan nasional Serang-Panimbang, pembangunan Bandara Panimbang, pembangunan gardu induk Banten Selatan, pembangunan pelabuhan untuk kapal pesiar, dan revitalisasi jaringan kereta api. Tanpa itu semua, investor tidak akan tertarik untuk berinvestasi di Tanjung Lesung.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang sendiri menargetkan investasi sebesar Rp19 triliun akan masuk ke KEK Tanjung Lesung hingga tahun 2015. Pada saat itu diperkirakan sebanyak 8 juta wisatawan domestik dan internasional yang berkunjung ke kawasan wisata Tanjung Lesung, dan akan mendatangkan devisa sebesar US$4 miliar. Menurut Bappeda Pandeglang, jika KEK Tanjung Lesung ini bisa dioperasikan secara maksimal, pada tahun 2020 kawasan ini akan mampu menyerap investasi hingga Rp50 triliun, dan mendatangkan devisa sebesar US$15 miliar. Jumlah kunjungan wisatawan juga akan meningkat hingga 21 juta wisatawan asing maupun domestik per tahunnya, serta menyerap 85.000 tenaga kerja.
Namun, untuk mencapai semua itu dibutuhkan usaha keras dari semua pemangku kepentingan karena sebelumnya kawasan Tanjung Lesung telah ditetapkan sebagai kawasan wisata terpadu yang dikelola oleh PT Banten West Java. Dan, setelah 10 tahun berjalan, kawasan ini baru mampu menarik empat investor untuk membangun objek wisata, dengan wilayah yang telah terbangun hanya seluas 8 hektare dari lahan seluas 1.500 hektare yang tersedia.
Maka, jelas, elemen penting yang menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan KEK adalah infrastruktur serta reformasi birokrasi. Dalam MP3EI pun infrastruktur menjadi prioritas utama pembangunan untuk menghilangkan infrastructure bottleneck, yang selama ini menjadi kendala pembangunan di Indonesia. Masalah pembebasan lahan seharusnya tidak lagi menjadi kendala setelah pemerintah mengesahkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012. Sayangnya, semua itu masih berjalan di tempat, terutama reformasi birokrasi. Dalam laporan Doing Business Bank Dunia dua tahun terakhir, tercatat hanya dua aturan yang direformasi dalam melakukan bisnis di Indonesia. Jadi, memang perlu ada banyak terobosan. ###

HAPPY FAJRIAN

Foto: blogspot.com
Dimuat di majalah Warta Ekonomi No.5/2013

Read more...

Video: Debat Pemilukada Cagub dan Cawagub Jawa Tengah





Published on May 10, 2013
Debat Pemilukada Jawa Tengah 10 Mei 2013, TV One, live Semarang



Daftar nama calon Cagub dan cawagub Jawa Tengah

1. Hadi Prabowo-Don Murdono yang diusung koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU).

2. Bibit Waluyo-Soedijono Sastroatmodjo yang diusung Partai Demokrat (PD), Partai Golkar (PG) serta Partai Amanat Nasional (PAN).

3.Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)


Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jateng resmi menetapkan tiga pasangan cagub dan cawagub peserta pemilukada Jawa Tengah, yang akan dihelat 26 Mei mendatang.

** all copyright audiovisual tvone indonesia 2013

----------------------------

Peta: Jawa Tengah


View Larger Map

Read more...

Komentar Widja (Widjajono Partowidagdo) untuk artikel di Portal Senyum-ITB

Selasa, 28 Mei 2013

Komentar Widjajono Partowidagdo:
Silahkan baca "Misi Agen G10: One life for Your Dreams"



Saya presentasi di World Geothermal Congress 2000 di Beppu yang terletak di Pulau Kyushu (Selatan Honsu) dan terkenal karena pemandian air panasnya. 
Kami (Beberapa delegasi Indonesia) mandi air panas cara Jepang (telanjang) di Hotel.

Waktu kami ke Beppu sedang musim hujan. Karena saya diantar Flora ( teman saya ke Fuji, 1997 yang waktu itu melanjutkan sekolah ke Development Studies di Beppu) ke toko 100 Yen (sekitar 1,2 dollar), maka saya beli payung sekitar 10 dan saya bagi2 kan ke peserta2 dari Indonesia sehingga mereka pikir Pak Wid kaya karena harga payung di toko normal sekitar 1000 Yen.

Pak Irwan Prayitno (Anggota DPR) setelah saya beri tahu rahasianya minta diantar, sayangnya saya besoknya sudah ke Osaka (naik kapal). Saya menikmati matahari terbit dari kapal yang melewati bawah jembatan yang menghubungkan kedua pulau tersebut, indah sekali. Di Osaka saya dijemput Pak Kosuke Mizuno, Dosen Kyoto U. (sekarang Profesor dan Direktur South East Asia Studies) untuk menikmati Kyoto dan Nara serta tinggal di rumahnya di dekat danau Bewa di luar Kyoto beberapa hari.

Pak Irwan Prayitno waktu saya tanya orang apa, dia jawab: "Saya orang Padang Pak Wid. Karena orang tua saya ingin saya jadi Pejabat maka saya diberi nama Jawa"...

Kalau Pak Mizuno kerja di kampus saya pinjam sepeda keliling Kyoto dan pernah dikejar Polisi (naik sepeda juga) karena melanggar lampu merah, Ketika saya menengok, Polisinya berhenti lalu "balik kanan jalan" mungkin karena melihat muka saya lebih gelap (turis), takut nggak bisa ngomong kaleee...

Waktu di Nara saya dimintai tanda tangan oleh puluhan anak sekolah (SD)... Pak Mizuno bilang bergaul sama orang asing masuk kurikulum di Jepang. Oh ya, Kyoto dan Tokyo adalah seperti Kartasura dan Surakarta. Ibukota dipindah untuk membalik "bad luck" karena pernah banjir darah disana.


PS: Jadi senang dajak ya?. Berikut salah satu dajak kesukaan saya.

Susan Polis Schutz:

I do not want to change you

You know what is best for you much better than I

I do not want you to change me

I want you to accept me and respect me the way I am

In this way we can build a strong relationship

Based on reality rather than a dream

Read more...

Waze Berbasis Komunitas


Waze adalah perusahaan penyedia layanan peta dan navigasi yang bisa dibilang paling “panas” saat ini. Pertumbuhan mereka dari tahun ke tahun terbilang luar biasa. Pada 2011, misalnya, jumlah pengguna Waze di seluruh dunia hanya 7 juta orang. 

Saat ini user base mereka sudah tembus 47,5 juta orang. Sekitar 12 persennya berasal dari Amerika, disusul Italia dan Brasil. Perusahaan yang baru berusia 4 tahun tersebut lahir dari pemikiran Ehud Shabtai, software engineer lulusan Tel Aviv University. Ehud merasa aplikasi GPS yang ada saat itu tidak mampu menampilkan kondisi lalu lintas secara real time. 

Shabtai kemudian bergabung dengan wirausahawan Uri Levine dan Amir Shinar untuk membentuk Waze pada 2008. Hingga saat ini, Waze telah mendapatkan suntikan dana senilai USD67 juta (Rp654 miliar) dari berbagai perusahaan raksasa, seperti Kleiner Perkins Caufield & Byers, Blue Run Ventures, Horizon Ventures milik pengusaha real estate Hong Kong Li Ka-shing, bahkan perusahaan semikonduktor seperti Qualcomm Inc. Chief Executive Waze Noam Bardin dan sejumlah kecil staf (11 orang) kini beroperasi di kantor pusat di Palo Alto, California. Adapun 90 staf lainnya ada di Israel. danang Arradian     



Baca juga:

Read more...

Facebook-Google Berebut Waze: Bertarung di Layanan Navigasi





Teknologi peta dan navigasi terbaik akan menjadi modal terbesar bagi Google maupun Facebook dalam memenangi pertarungan di pasar mobile.


Teknologi peta dan navigasi terbaik akan menjadi modal terbesar bagi Google maupun Facebook dalam memenangi pertarungan di pasar mobile.

Memang ada alasan mengapa raksasa teknologi sekelas Google dan Facebook saat ini sedang memperebutkan Waze, aplikasi navigasi satelit asal Israel itu. Ada banyak sekali aplikasi navigasi berbasis satelit atau peta gratisan yang tersedia di Google Play, Apple App Store, maupun Windows Phone Store.

Namun, dari sekian banyak itu, ternyata hanya segelintir yang memiliki layanan begitu solid. Salah satu dari yang sedikit itu adalah Waze. Wazeadalah peranti lunak navigasi gratis untuk smartphoneasal Tel Aviv, Israel. Pembeda Wazedengan kompetitor, salah satunya adalah kemampuan aplikasi tersebut memberikan informasi seputar lalu lintas, seperti kecelakaan, jalan mana saja yang macet, polisi, dan masih banyak lagi. Informasi itu dilaporkan langsung secara real timeoleh para pengguna Waze yang disebut Wazers.

Jumlah Wazersdi Indonesia—khususnya Jakarta— mungkin belum terlalu besar, tapi cukup aktif. Pada jam-jamberangkat dan pulang kantor misalnya, aplikasi tersebut dirasakan cukup berguna untuk mengetahui jalur mana yang masih lenggang untuk dilalui. ”Informasi lalu lintas yang cukup akurat memberikan nilai tambah bagi Wazeyang tidak dimiliki aplikasi navigasi di smartphone lainnya,” ujar Taufan Dwi, yang sejak 1,5 tahun terakhir ini cukup aktif menggunakan Waze.

Fitur yang ditawarkan Waze, sebut pria yang bekerja di bidang event organizerini, cukup variatif. ”Mulai turn by turn navigation, user interfaceunik, hingga gimmickseperti chat,sharinglokasi ke jejaring sosial lain, dan fitur community basedyang menurut saya cukup atraktif,” katanya. Fitur-fitur itu jugalah yang menarik perhatian raksasa teknologi sekelas Google dan Facebook. Keduanya sama-sama ingin menjadikan Wazesebagai bagian dari perusahaan mereka.

Kabarnya, baik Google dan Facebook sama-sama mengajukan tawaran untuk mengakuisisi Waze dengan nilai yang sangat fenomenal. Yakni USD800 juta-USD1 miliar (Rp7,8 triliun-Rp9,7 triliun). Hal ini tentunya menimbulkan banyak pertanyaan. Salah satunya, mengapa Facebook dan Google sama-sama bertaruh tinggi pada layanan peta/navigasi? Jawabannya bisa ditemukan dari hasil statistik yang menyebut bahwa layanan peta/navigasi termasuk dalam lima besar aplikasi yang paling banyak digunakan di perangkat smartphone.

Layanan tersebut dianggap krusial untuk mendorong pertumbuhan jumlahpengguna di perangkat mobile, sekaligus menjaga agar mereka tetap betah. Bahkan, perusahaan sekelas Apple pun pernah dibuat kewalahan. Masih ingat tragedi Apple Mapsdi iOS 6? Pada September 2012 Apple mendepak aplikasi Google Mapsyang sebelumnya preloaded di iPhone, menggantinya dengan peta buatan mereka sendiri Apple Maps. Namun, peta tersebut memiliki banyak ketidakakuratan dan menimbulkan kritikan dari konsumen.

Begitu dahsyatnya kritik tersebut hingga memaksa Chief Executive Apple Tim Cook meminta maaf secara terbuka. Karena itu, baik Google dan Facebook tidak hanya ingin melisensi atau bekerja sama dengan penyedia layanan peta potensial seperti Waze. Mereka juga ingin memiliki perusahaan itu. ”Perusahaan yang nantinya menjadi pemilik Wazedapat memaksimalkan teknologi yang dimiliki Wazesesuai kebutuhan atau keinginan mereka,” ujar analis dari firma Raymond James, Aaron Kessler.

Seperti yang disebut di atas, Waze mengumpulkan data (kecepatan dan arah laju kendaraan) dari smartphone penggunanya secara konstan dan real time. Nah, jika data tersebut bisa dimiliki Facebook, jelas sekali betapa layanan tersebut dapat mengancam dominasi Google Maps. Tidak heran jika kemudian muncul spekulasi bahwa Google berencana membidik Wazeagar tidak jatuh ke tangan Facebook.

”Terkadang serangan terbaik justru dilakukan dengan cara bertahan,” ujar salah seorang sumber yang dekat dengan kedua perusahaan tersebut. Ini bukan pertama kalinya bagi Facebook untuk melakukan akuisisi dalam jumlah yang sangat masif. September 2012 silam, perusahaan jejaring sosial terbesar dunia itu mengakuisisi perusahaan photo-sharing Instagramsenilai USD1 miliar dalam bentuk uang tunai dan saham (realisasinya hanya USD715 juta atau Rp6,9 triliun karena saham Facebook yang turun).

Kalau jadi, ini adalah akuisisi ketiga Facebook terhadap perusahaan asal Israel. Mereka pernah membeli Snaptupada 2011 senilai USD70 juta (Rp684 miliar) dan Face.compada 2012 dengan nilai USD60 juta (Rp586 miliar). 
danang arradian



Baca juga:
- Waze Berbasis Komunitas

Read more...

Kakek dan Istri Cantik Bohay

Senin, 27 Mei 2013

--- In IA-ITB@yahoogroups.com, "Hot Asi Simamora" wrote:

Canda-candi
Kenapa orang jujur bisa berbohong ???
Simak cerita ini!!!


Suatu hari, ketika seorang kakek, penebang kayu, sedang menebang pohon, ia
kehilangan satu2nya kapak yg ia punya karena terjatuh ke sungai. Dia menangis &
berdoa, hingga muncul malaikat dan bertanya kepadanya:
“Mengapa engkau menangis?”
Sambil terisak si kakek bercerita tentang satu2nya kapak alat pencari nafkahnya
telah terjatuh ke dlm sungai.

Malaikat menghilang seketika & muncul kembali dgn membawa Kapak Emas sambil
bertanya: “Apakah Ini Kapakmu?”
“Bukan,” jawab kakek Itu.
Lalu malaikat menghilang lagi & muncul kembali dgn membawa Kapak Perak sambil
bertanya lagi: “Apakah ini kapakmu?”
“Bukan,” sahut kakek itu sambil menggelengkan kepala.

Setelah menghilang sekejap, malaikat itu kembali lagi dgn membawa kapak yg jelek
dgn gagang kayu & mata besi. “Apakah ini kapakmu?”,
“Ya, benar ini kapak saya."
“Kamu adalah orang jujur, oleh karenanya aku berikan ketiga kapak ini untukmu
Sebagai imbalan atas kejujuranmu!”
Kakek itu pulang ke rumah dgn rasa syukur & sukacita.

Beberapa hari kemudian, ketika menyeberangi sungai, isterinya terjatuh & hanyut
ke dlm sungai.
Si kakek menangis dgn sedih & berdoa.
Muncullah pula malaikat yg memberinya 3 Kapak tempo hari.

“Mengapa engkau menangis?”,
“Isteriku satu2nya yg amat kucintai terjatuh & hanyut ke dlm sungai.”.
Lalu malikat menghilang & muncul kembali dgn membawa Ayu Azhari sambil bertanya
“Apakah ini isterimu?”, “Ya.”
Malikat amat murka & berkata “Kamu bohong! Kemana perginya kejujuranmu?”
Dgn ketakutan sambil gemetaran kakek itu berkata, “Jika aku tadi menjawab bukan,
engkau akan kembali lagi dgn membawa Vitalia & jika kujawab lagi bukan, engkau
akan kembali dgn membawa isteriku yg sebenarnya & saya pasti akan menjawab
benar, lalu engkau akan memberikan ketiganya untuk menjadi isteriku. Saya ini
orang tua renta... Tdk mungkin saya bisa seperti Ahmad Fathonah...

Please dehhh Malaikat....=))


Hot Asi Simamora/PL 81

Read more...

Elda Deviane Adiningrat ialah Alumni Biologi angkatan 1980

From: Affan hidayat
Date: Tue, 28 May 2013 10:40:34 +0700
Subject: Bls: Re: [Senyum-ITB] Apakah alumni bi80


Betul Mas,

Elda Devianne Alumni Biologi angkatan 1980 , lulus tahun 1985.
Pada awal setelah lulus 80an bersama kawan-kawannya dari Biologi membentuk perusahaan yang bergerak di bidang Kultur Jaringan menyediakan benih yang termasuk perintis di Indonesia di bidang kultur jaringan tsb. dengan klien instansi/perusahaan di bidang perkebunan , pertanian.

Mungkin ada miliser yang lebih tau bisa menambahkan

Affan Bi85

--------------------------------
Bambang Harymurti menulis:


Setahu saya memang alumni BI ITB tapi saya tak tahu persis apakah angkatan 80 atau 81.

Powered by Telkomsel BlackBerry®



From: Bambang Wahyu Purnomo 
Date: Mon, 27 May 2013 16:25:06 -0700 (PDT)
Subject: [Senyum-ITB] Apakah alumni bi80


Sekedar penasaran ingin info apakh ibu Elda Deviane Adiningrat yang sedang tertimpa musibah tersngkut permsalhan sapi import di KPK itu alumni Bi80?


BW Ar80
Dikirim dari Yahoo! Mail pada Android

Read more...

[Senyum-ITB] Anggota baru: Wok penuh semangat optimisme

DATA PRIBADI
Tak kenal maka tak sayang

Lampiran foto terkini (Foto attachment) ?  [  ] Ada dong :-)     [ x ] Tidak


Nama (Name)               : Agung Setiyo Wibowo
Nama panggilan (Nickname) : Wok

Pendidikan terakhir       : S1
Nama sekolah/universitas  : Universitas Paramadina

Personal Web/URL/Blog     : http://
Foto / Alamat Facebook    :
http://www.facebook.com/thegrandsaint
Rekaman Video / Film      :
http://www.youtube.com/grandsaint1

Profesi (Profession)      : Swasta
Keahlian (Expertise)      : Mengajar

Alamat Rumah (Home Adr)   :Ds. Ginuk RT/RW:3/III Karas
Kota/Negara (City/Country): Magetan Jawa Timur 63395

Perusahaan (Company)      : SWA Media Inc
Alamat Kantor (Office Adr): Jl. Taman Tanah Abang III No.23
Kota/Negara (City/Country): Jakarta Pusat
Company Web/URL           : http://www.swa.co.id

Tempat/Tanggal Lahir (Place/Date of Birth) : Magetan, 28/02/1988
Umur (Age)       : 25

Hobby/Life Style : Menulis

Ceritakan 1 pengalaman berkesan semasa di sekolah/kampus : Menjadi Duta Paramadina
Ceritakan juga 1 pengalaman berkesan sesudah berkarir : Menemukan jati diri/tujuan hidup

Interest (ketertarikan, aspirasi, minat) join dengan Senyum-ITB : Menumbuhkan semangat optimisme




REFERENSI

Bagaimana Anda tahu milis Senyum-ITB ?
[  x] Search Engine (Google, Yahoo, dll)
[  ] Yahoo Groups page
[  ] Teman. Nama/email :
[  ] Lain-lain. Tolong sebutkan :

Terima kasih.


Salam,
Agung SW

Powered by Senyum-ITB®

Read more...

3 Pihak yang berkepentingan di Papua

Minggu, 26 Mei 2013

From: Iwan Munajat
Date: Mon, 27 May 2013 04:40:06 +0000
Subject: Re: [Senyum-ITB] Diskusi : "Peran Alumni ITB dalam memberdayakan saudara-saudara kita di Papua"


Saya banyak terlibat dengan eksplorasi mineral dan batubara di papua tahun 1990-1992 dan 2011-2012.
Sejauh pengalaman saya Yg pertama harus dimengerti bahwa paling sedikit ada 3 pihak yg berkepentingan
1. NKRI
2. OPM dan
3. Dunia lain (amerika, belanda, australia, inggris, rusia. Cina dll).

Hampir Semua terutama no 3 bermuara pada kepentingan geo ekonomi saat ini dan jangka panjang.

Jadi kalau mau masuk kesana hrs jelas dulu kita mau bersandar kemana?
Ke no 1 atau 2 atau 3 atau tdk ke tiga-tiganya.
Untuk setiap keberpihakan ada kondisi strategis yg harus dilakukan dalam pendekatan pada mereka. Yang kedua kita harus fokus pada pemberdayaan orang papua yg mana? Para elit politik nya atau rakyatnya. Harus jelas karena ini menyangkut efektifitas dana yg akan dikucurkan. Yang ketiga kita harus benar cara masuk kesana ke local area. Hrs didampingi orang yg tau benar adat istiadat setempat dan menyesuaikan dengan mereka. Dan terakhir untuk memaksimumkan penerimaan mereka maka program harus benar2 disesuaikan dengan kebutuhan setempat. Karena kebutuhan setiap suku yg walau berdekatan bisa berbebeda.

Ingin sekali saya gabung dan sharing knowledge tapi kebetulan acaranya bentrok dg yg lain.
Insyaallah lain kali.


Salam - iwan munajat GL-81


From: Betti S Alisjahbana 
Date: Mon, 27 May 2013 09:21:13 +0700
Subject: [Senyum-ITB] Diskusi : "Peran Alumni ITB dalam memberdayakan saudara-saudara kita di Papua"

 

Rekan-rekan Alumni, 

Topik tentang Papua hangat di bicarakan belakangan ini. Diskusi yang panjang tersebut mengerucut pada masalah kesejahteraan dan pendidikan rakyat Papua. Sebagai tindak lanjutnya, diskusi Kamisan minggu ini akan khusus membahas Papua. Berikut ini adalah detilnya :

Diskusi : "Peran Alumni ITB dalam memberdayakan saudara-saudara kita di Papua"

Kamis, 30 Mei 2013
Jam 18:30 - 21:30
di Jl. Hang Lekiu II no 40, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Nara Sumber : 
- Pengurus IA-ITB Papua dan Papua Barat
- Organisasi-organisasi yang Peduli pada Pemberdayaan Masyarakat Papua

Pendaftaran peserta di http://ia-itb.org/event/




Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana-AR79
www.ia-itb.org

Read more...

Kandidat Ketua IA Elektro - ITB mengajak naik motor ke Bayah, Banten Selatan

Refreshment bersama TMCC Bandung

Senin, 09 April 2012



Memang asyik, di sela-sela kesibukan pekerjaan yang tidak pernah habis, kita masih bisa menyempatkan diri menyalurkan hobby kita.
Long weekend tgl 6-7-8 April, saya memanfaatkan dua hari, tanggal 6 dan 7 bersama kawan-kawan sekantor (tergabung dalam BesT: Bikers of Enterprise Service Telkom) utk bermotor ria ke Bayah, Banten Selatan.
Dari Jakarta ber-9 motor, di sekitar Citarik Sukabumi bergabung dengan TMCC (Telkom Motorcycle Club) Bandung yang telah menunggu disana. Mereka ber-20 an motor.

Terus terang saya sangat menikmati situasi non-formal seperti itu. Inginnya sih tidak ada batas dgn kawan-kawan, inginnya bener2 seperti kawan tanpa membawa atribut kedinasan. Tapi yang namanya bekerja di lingkungan BUMN tidak bisa sepenuhnya demikian. Masih ada sungkan-sungkanan. Namun demikian, paling tidak, bisa meleburkan kekakuan yang selalu terjadi dalam situasi kedinasan.



Perjalanan total pp lebih dari 400km diselingi dgn santai di pegunungan dan laut memang luar biasa. Pantai Sawarna masih asli. Perpaduan pantai dengan karang, pasir putih dan area persawahan yang subur. Bener2 luar biasa.
Balik bekerja hari Senin ini betul2 dengan kepala yang fresh.

Next trip to Pangandaran. Mudah2an masih diberi kesempatan utk menikmatinya.

Data touring:
Motor: ER6N (Kawasaki naked, 650cc), tahun 2012.
Pendamping: istri tercinta
Rute: Jakarta - Depok - Bogor - Batutulis - Lido - Cicurug - Parungkuda - Cikidang - Pelabuhan Ratu - Bayah - Sawarna.


Baca juga:
Anggota baru: ASA EL'81 mengajak bisnis multimedia

Read more...

Afwina Yusuf ITB'08 membuat film animasi The Canned Cat di Adelaide

Sang Animator, Ibunya Alumni PGAN Takengon



Afwina (tengah) bersama teman-temannya di University of Adelaide, Australia. (Doc. Pribadi)
Takengon | Lintas Gayo - Salah satu program populer yang diluncurkan oleh Pemerintah Aceh adalah beasiswa bagi mahasiswa Aceh untuk belajar di luar negeri maupun di dalam negeri. Penerima beasiswa Aceh untuk perguruan tinggi luar negeri, diantaranya di negara Australia, Inggris, Jerman, Taiwan, Jepang, India, Timur Tengah, Malaysia, dan beberapa negara lainnya.
Nominator penerima beasiswa Aceh diperuntukkan bagi mahasiswa Aceh untuk jenjang strata 2 dan strata 3. Mereka yang disebut mahasiswa Aceh adalah warga Provinsi Aceh atau provinsi lain yang asal usulnya dari Aceh. Biasanya, Komisi Beasiswa Aceh melalui media setempat membuka pendaftaran untuk mereka yang berminat.
Komisi beasiswa ini melakukan sejumlah tes kepada para pendaftar, seperti tes IELTS bagi mereka yang TOEFL-nya sudah memenuhi standar. Calon penerima beasiswa juga disyaratkan untuk mengirimkan karyanya ke universitas yang dituju. “Saya mengirim film animasi anti rokok hasil kerja sewaktu di ITB,” demikian diungkapkan Afwina (27), Sabtu (15/9) dalam sebuah bincang-bincang saat bertemu di OZ Cafe, kawasan Lemah Burbana Takengon.
Gadis Aceh kelahiran Duri Riau tersebut sedang melakukan napaktilas dengan jalan kaki di Takengon, kota kelahiran ibunya. Didampingi sang ibu yang alumni PGAN Takengon, Afwina mengaku terakhir kali ke Takengon saat masih kelas 3 SD. Kalau tidak ditanya, tentu coffee lovers yang berada di OZ Cafe itu tidak pernah tahu bahwa gadis bertubuh kecil berwajah imut-imut itu adalah seorang animator sekaligus penerima beasiswa Aceh lulusan S-2 University of Adelaide, Australia.
Wiwin, panggilan Afwina, bertutur bahwa beasiswa yang diterimanya selama kuliah di University of Adelaide sebesar Aus$ 736 per dua minggu, sedangkan uang kuliah dibayar langsung ke perguruan tinggi tersebut oleh Komisi Beasiswa Aceh. Bagi Wiwin, beasiswa sebesar itu sangat memadai untuk biaya hidup selama berada di Adelaide. “Malah beasiswa itu bisa dihemat karena masak sendiri, uang itu bisa beli kamera dan wacom intuos” tambah gadis single itu.
Selama belajar di program studi Design in Digital Media pada University of Adelaide itu, salah satu karyanya di semester dua adalah film animasi berjudul “The Canned Cat” yang telah diuploadnya di You Tube. Sedangkan tugas akhirnya di perguruan tinggi itu membuat jenis film animasi stop motion/puppet animation.
Karya film animasi lain yang sudah pernah dibuatnya seperti Zeta (zebra sahabat kita) berupa serial animasi tentang keselamatan berlalu lintas yang ditayangkan di Trans7. Kemudian, dia juga membuat animasi untuk buku Bubi Beruang yang diterbitkan oleh PT. Sygma Bandung, lalu animasi untuk opening bukukita.com.
Pemilik alamat email wi2w...@yahoo.com itu cukup banyak membuat film animasi yang diuploadnya di You Tube, diantaranya “once upon a time” berbentuk film animasi stop motion tentang kisah monster baik hati yang mati sia-sia. Sekarang, dia sedang merencanakan untuk membuat film animasi tentang kisah kepahlawanan Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dhien, dan kisah-kisah perempuan tangguh lainnya di Indonesia. “Masalahnya, belum ada sponsor yang mau membiayai produksi film animasi itu, karena biaya pembuatan film animasi lumayan besar” sebut alumni ITB 2008 itu.
Pemegang gelar MDDM dari University of Adelaide itu mengungkapkan bahwa pengerjaan sebuah film animasi itu tergolong berat, butuh sebuah tim dengan beberapa orang animator. Hal yang paling ironis, di Indonesia jarang ada yang mau membiayai pembuatan film animasi sehingga banyak animator handal yang pindah ke luar negeri. Kini, Afwina sang animator asal Aceh itu akan bertugas sebagai tenaga pengajar di Politeknik Aceh sekaligus mendedikasikan ilmunya kepada anak-anak Aceh yang berbakat dibidang animasi. (LG09)

------------------

The Canned Cat


Uploaded on Nov 19, 2009
A simple flash animated short film that I made for my school project. I did everything in Flash, with some help from photoshop and adobe audition of course. The sound quality isn't really good (coz I did everything, I mean everything...in my room, not in a recording studio), that's why I added subtitles in it. I did the voice for the character, and my accent is a bit messed up (coz I'm an Indonesian, and I dont speak english in my everyday life), I'm afraid you wont get what the characters are saying, so..... yeah... I added the subtitles to help you understand.
Sooo.... how come the cat comes from a can?? that's still a mystery, figure it out yourself,haha! :p

Read more...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP