powered by Google

Pandangan Irwan Tampubolon EL76 untuk Sinergi

Kamis, 31 Mei 2012

From: Irwan Tampubolon
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Fri, 1 Jun 2012 11:41:16 +0700
To: Senyum-ITB@yahoogroups.com;
ReplyTo: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Sinergi



Ponirin seorang penyandang tuna-netra, tidak bisa melihat.
Ponijan seorang penyandang tuna-daksa, tidak bisa berjalan.
Ketika mereka bertemu dikolong jembatan mereka punya dua pilihan hubungan:

1. Sinergis: Bersepakat Ponirin menggendong Ponijan sebagai penunjuk
jalan. Akibatnya mereka bisa bergerak dan menentukan tujuan. Mungkin
profesinya hanya mengemis recehan, tapi mereka mendapat uang.

2. Antagonis: Ponirin mengkritik Ponijan karena tidak mampu membuat
kaki Prosthesis. Ponijan mengkritik Ponirin karena tidak mampu membuat
mata elektronik. Sepuluh tahun kemudian mereka masih dikolong
jembatan.

Saya tidak memilih mas Sum dalam pilketum IA-ITB, tapi dialah yg
terpilih merefleksikan aspirasi alumni. Sinergi adalah tema sentral
kampanyenya maka mari kita wujudkan sinergi itu, walaupun dia sedang
sakit di Singapore. Setiap forum IA-ITB sepatutnya kita jadikan tempat
"mengumpulkan yg terserak, membangun sinergi".

 

Salam sinergi
ITb.EL76

Read more...

Pandangan Iwan P. Pontjowinoto tentang Investasi Saham

From: "Iwan P. Pontjowinoto"
Sender: sinergi-ia-itb@yahoogroups.com
Date: Fri, 1 Jun 2012 04:31:36 +0000
To:
ReplyTo: sinergi-ia-itb@yahoogroups.com
Subject: Re: [sinergi-ia-itb] Investasi Saham adalah Bisnis Terbaik?



Dinda (Ananda) Selvis,

Maaf sy gunakan panggilan dinda atau ananda karena rasanya Selvis kira2 Angkatan 90-an atau 2000-an.

Kebetulan sy pernah mengalami masa marak dan terpuruknya harga saham, termasuk krismon 97/98 dan kriskeu 2008. Dapat saya nyatakan dengan penuh keyakinan bahwa Investasi saham BUKANLAH bisnis!

Investasi dalam saham atau usaha yg baik memang investasi yg terbaik untuk jangka panjang.

Kalau mau tahu lebih mendalam soal seluk beluk investasi dalam saham perusahaan publik, saya siap utk sharing.

Hayuuk :-))

Powered by Blessing of Allah ®
 


--------
From: selvis nyusjantik

Sender: sinergi-ia-itb@yahoogroups.com
Date: Thu, 31 May 2012 20:56:23 -0700 (PDT)
To: sinergi-ia-itb@yahoogroups.com
ReplyTo: sinergi-ia-itb@yahoogroups.com
Cc: Selvis Nyusjantik
Subject: [sinergi-ia-itb] Investasi Saham adalah Bisnis Terbaik?



        Selamat pagi, Bapak, Ibu, Kakak-kakak, salam sinergi, saya baca artikel yang menarik pagi ini, artikelnya seperti di bawah ini: ^.^

        Saya jadikan ini (investasi saham) sebagai bisnis utama. Bahkan saya berani mengatakan investasi saham adalah bisnis terbaik,ujar Adrian Maulana, pebisnis yang juga artis sinetron, model dan presenter kepada INILAH.COM.
        Adrian memang pernah menjajal pelbagai bisnis. Seperti bisnis properti, kontraktor, maupun hiburan. Namun, pria berdarah Minang ini menilai, investasi di saham adalah bisnis terbaik. Hal ini terkait marketnya yang jelas dan likuid, sehingga kapan saja menjual, akan selalu ada yang terima. Berbeda dengan properti, yang butuh waktu 1-2 bulan,ujarnya.
        Ia pun mengambil contoh IHSG, yang ketika awal 2010 masih bertengger di 2.500 dan kini di 3.600.Ini berarti ada kenaikan 40%. Dalam sepuluh bulan, tidak ada bisnis yang sebagus ini. Padahal, hanya dengan sistem buy and hold saja,katanya.
        Tidak mudah memang sampai pada level itu. Bermula pada 2005, dimana Adrian berinvestasi dengan instrumen reksadana saham. Karena ketagihan, Ia mulai menceburkan diri dalam produk-produk saham. Namun, ia pernah merugi sebesar 30% karena informasi simpang siur yang menjebaknya dalam saham gorengan.
        Hal ini membuka mata Adrian akan banyak hal. Salah satunya adalah bahwa Ia tidak bisa percaya begitu saja dengan sebuah berita. Ia pun belajar secara otodidak semua hal tentang analisa saham, baik dari buku dan seminar-seminar. Karena terbiasa mengamati pergerakan saham, saya melihat bahwa setiap saham itu unik dan punya karakter masing-masing,papar jebolan Sarjana Teknik Mesin di Universitas Trisakti ini.
        Keahliannya membaca pergerakan membuatnya berani mengelola sendiri bisnis investasi bernama Selebrity Traders (ST). Awalnya, ST adalah sebuah milis yang terbuka bagi siapapun. Namun, pengunjung yang datang, ternyata makin meningkat tiap harinya. Hingga kini jumlahnya mencapai sekitar 300 orang. Bahkan ada yang minta bimbingan rutin tentang perdagangan saham dengan saya,paparnya.
        Meski bisnis ini masih terbilang muda, yakni baru 1 bulan, pergerakannya mulai menunjukkan kemajuan. Pria berusia 33 tahun ini pun memberanikan diri menyewa beberapa analis dari sekuritas lain. Adrian mengaku puas dengan pilihan bisnisnya kali ini. Meskipun harus menghabiskan waktu hingga jam 2 pagi memeloti layar komputer untuk menganalisa pasar, Adrian punya lebih banyak waktu di rumah. Hal ini memungkinkan Ia lebih dekat dengan buah hati semata wayangnya, Sharla Martiza Maulanaputri. Jadi kepala rumah tangga kan tidak hanya mencari nafkah saja,ucapnya.
Bisnis ini diakui merupakan sebagian proyek idealis Adrian. Pasalnya, bila dibandingkan trading, keuntungannya tidak seberapa. Dalam workshop yang sering saya adakan, saya hanya ingin membagikan ilmu, terutama karena masih terbatasnya info tentang saham,ujarnya.
        Meskipun investasi di saham bagi beberapa kalangan kerap dianggap rawan risiko, Adrian menilai berinvestasi di saham sangat bagus . Terutama untuk mengejar nilai inflasi yang per tahunnya bisa naik sampai 12%. Dengan berinvetasi, dana yang diperoleh bisa di posting untuk kebutuhan urgen,ujarnya.
        Kunci agar tidak mudah terperosok dan merugi ternyata cukup praktis dan mudah.Yakni dengan tidak menganggap investasi di saham sebagai permainan, namun sebagai bisnis. Sehingga harus ditakar dan dicermati setiap langkahnya. kalau ada investor menganggap ini permainan, jangan salahkan kalau mereka merugi, pungkasnya. [ast]..{http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/884391/investasi-saham-adalah-bisnis-terbaik}

Bagaimana menurut Bapak, Ibu, Kakak-Kakak sekalian? :)  :D

Read more...

"Pikiran nakal" Iwan Gunawan SI78 untuk desain mobil listrik

From: Iwan Gunawan
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Fri, 1 Jun 2012 11:12:56 +0700
To: Senyum-ITB@yahoogroups.com
ReplyTo: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: Re: [Senyum-ITB] Re: Tentang mobil listrik dan dampaknya ke jaringan listrik



Yang membedakan mobil listrik dengan mobil konvensional adalah engine nya.
Yang satu menggunakan internal combustion engine, umumnya mesin piston. Yang satu lagi menggunakan electric motor.

Hari ini, mobil yang menggunakan electric motor masih kalah dibanding mobil konvensional.
Kelemahan2 motor listrik berikut perangkat penunjangnya sudah dibeberkan oleh beberapa rekan di milis ini.
Jadi saya cuma mau omong "pikiran nakalnya" saja.

1. Electric motor.

Teknologinya apakah mungkin untuk dibuat lebih ekonomis ?
Maksudnya begini, dengan input power dari batere sejumlah tertentu, apakah sudah dihasilkan energi gerak di roda sebesar 100 % ? Ataukah masih ada energi yang terbuang dalam bentuk panas atau bentuk lainnya ?
Sebagai perbandingan, mesin pembakaran dalam memang tujuannya menghasilkan panas untuk memuaikan udara di dalam ruang bakar. Tidak semua reaksi-kimia-dengan-pembakaran disini berubah menjadi energi kinetik. Sebagian besar masih berupa panas yang harus didinginkan radiator. Gas yang masih panaspun terpaksa dibuang lewat knalpot.
Dalam hal motor listrik, jika energi kinetik yang dihasilkan sudah mendekati energi yang di-consume dari batere, berarti teknologi motor listrik sudah mentok. Saat ini, motor listrik model terbaru hanyalah berupa motor brushless outrunner.
Dari sisi ini, menjadi tidak menarik mengembangkan mobil dengan electric motor engine.


2. Batere penyuplai energi ke electric motor.

Apakah teknologi batere masih mungkin berkembang ?
Rasanya masih. Sekarang ini yang paling mutakhir dan sudah tahap komersial adalah batere Lithium Polymer, dengan salah satu turunannya LiFePO4 (yang akan dipakai pada mobilnya kang Dasep). Tapi batere ini masih membawa masalah kelemahan sebuah batere :

2.1. Kapasitas dibanding berat masih jauh dari angka yang bisa ditolerir, paling tidak oleh pemilik mobil.
2.2. Harga batere, yang berkorelasi juga dengan life time nya.
2.3. Charging time : masih jauh lebih banyak waktu yang dibutuhkan untuk nge-charge dari pada waktu meng-konsumsinya.

Masih ada peluang untuk menemukan sebuah batere dengan kapasitas yang diinginkan, dengan berat yang bisa ditolerir, dengan charging time yang singkat, dengan life time yang lebih panjang.
Ups, banyak amat ya persyaratannya. Tapi inilah tantangannya. Penemunya bisa ngetop kaya' Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Gerolamo Umberto Volta.
Busyet deh....ga kurang panjang itu nama...... :-(


3. Alternatif pengganti batere.
Sekarang sedang berkembang riset fuel cell. Secara reaksi kimia sangat ramah lingkungan sekali : menggabungkan hidrogen dan oksigen menjadi air, dengan hasil sampingan arus listrik.
Terus terang saya sendiri belum tahu seberapa besar ukuran reaktor fuel cell ini berikut tabung hidrogennya, jika diinginkan supply arus yang mencukupi untuk menempuh perjalanan 300 km dengan kecepatan max 200 km/jam.
Tapi yang jelas adalah teknologi ini masih muda, dan pasti akan terus berkembang.
Apalagi jika H2 nya bisa dipanen dari H2O.....(klo yg ini, asli mimpi kali yeee.....he78x).
Gpp, kan mimpi ?
Gantungkanlah mimpimu setinggi langit, gitu kan kata2 bijaknya...


Udah dulu ah........


Salam,
IWG

Read more...

Membaca "Steve Jobs" (Bagian 1)

From: "Dhitta"
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Fri, 01 Jun 2012 01:40:10 -0000
To:
ReplyTo: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Membaca "Steve Jobs" (Bagian 1)



Membaca "Steve Jobs" (Bagian 1)
Oleh Dhitta Puti Sarasvati
http://mahkotalima.blogspot.com/2012/06/membaca-steve-jobs-bagian-1.html

Saya tidak pernah berencana membaca buku Steve Jobs karya Walter Isaacson. Walaupun saya terpukau pada pidato Steve Jobs di Stanford ( http://news.stanford.edu/news/2005/june15/jobs-061505.html ), saya bukan fans-nya. Biasa saja. Jadi, buku "Steve Jobs" tidak masuk dalam buku yang akan saya baca, setidaknya dalam waktu dekat. Saya sedang berencana membaca (banyak) buku-buku bertema pendidikan dan juga novel.

Waktu Mas Eko Prasetyo, seorang anggota milis Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengusulkan mengadakan Klub Baca IGI dan mengusulkan membaca Biografi "Steve Jobs" saya terima saja tantangannya. Kenapa tidak? Mungkin awalnya saya tidak berminat, tetapi bisa saja saya tetap mendapatkan sesuatu dari membacanya. Ternyata saya memang mendapatkan sesuatu.

Sebelum menceritakan bagian pertama yang berkesan di hati saya, saya akan menceritakan sesuatu mengenai kegelisahan saya.
Kegelisahan saya salah satunya dipicu oleh cerita Ibu Nina Feyruzi, salah seorang anggota mailing-list IGI. Ibu Nina pernah menceritakan tentang kunjungan siswa-siswa sekolah San Pablo (Argentina ke Indonesia). Beginilah tulisannya :

"Siswa San Pablo, sekolah ini merupakan sekolah swasta yang mengkhususkan diri untuk mencetak siswa yang berminat di bidang sejarah dan seni dunia. Walaupun mereka mempelajari matematika, mereka lebih memfokuskan diri pada bidang pelajaran yang lain, seperti sejarah seni, sejarah dunia, drama, literatur, puisi, hingga humanisme dan filsafat. Ketika kedua belas siswa Argentina tersebut presentasi tentang sekolahnya, mereka memberikan contoh berpuisi. Seorang siswa bernama Mateo lalu membacakan puisi tentang alam dalam bahasa Spanyol dan teman2nya mengadakan mini discussion dan menginterpretasikan puisi yang dibuat Mateo. Wooooowwwww....

Saya sendiri terpukau melihat ini. Namun, anehnya, siswa SMA 8 yang terkenal pintar-pintar itu tidak tertarik sedikit pun. Mereka memberikan applaus sih, tapi tidak deep kalau menurut saya. Seorang guru SMA 8 mengatakan, "Ya jelas lah. Anak-anak 8 kan anak-anak science, mana tertarik mereka dengan puisi!" Owh, owh, owh...

Lalu, siswa San Pablo juga melakukan mini drama, satu babak yang diambil dari cuplikan "Hamlet". Dan tentu saja siswa-siswa Indonesia tidak ada yang tahu apa itu Hamlet. Lalu, Willy, siswa lainnya kemudian menjelaskan bagaimana "The Man of Java" - Pithecan Tropus Erectus, manusia purba yang ditemukan tulang belulangnya di Sangiran melakukan perjalannya berpindah-pindah. Dia menggambarkannya dengan peta yang dibuatnya. Wooowwwwww.... Sampai sebegitunya dan tentu saja saya dibuat terbengong-bengong juga. Saya tahu bahwa manusia Homo sapiens hidup berpindah-pindah. Tapi saya tidak tahu kemana mereka pergi dan apakah ada hubungannya dengan penyebaran manusia lainnya di benua lainnya." (Nina Feyruzi, mailing-list IGI, 2012)

Terus terang, cerita Bu Nina membuat saya berpikir cukup lama. Saya heran, seorang guru berkata "Ya jelas lah. Anak-anak 8 kan anak-anak science, mana tertarik mereka dengan puisi!"

Kok bisa seorang guru berkata seperti itu? Kalaupun anak-anak tidak tertarik dengan puisi, bukankah tugas guru untuk membuat anak bisa setidaknya mengapresiasi puisi. Bukankah tugas guru untuk membantu siswa memperluas wawasan dan membimbing anak untuk melihat dunia yang lebih luas daripada sebuah ruang kelas?

Bersekolah adalah suatu kesempatan untuk menjadi lebih terpelajar, untuk menjadi lebih terdidik. Bagi saya menjadi terpelajar berarti berani juga belajar hal di luar bidang yang kita geluti. Kalai kita fokus untuk belajar IPA misalnya, kita juga harus belajar menghargai bidang lain baik. Tidak ada salahnya belajar sastra, puisi, dan lain-lain. Kalaupun tidak tertarik, setidaknya bisa belajar untuk mengapresiasi karya.

Saya jadi teringat Dosen Kinematika & Dinamika Mesin saya Pak Djoko Soeharto. Dia sering membagikan fotokopian dari buku-buku atau majalah yang menurutnya menarik meskipun itu tidak selalu berhubungan dengan pelajaran yang diajarkannya. Dia membagikan fotokopian dari buku Multiple Intellegence karya Howard Gardner, membagikan artikel tentang perkembangan sekolah-sekolah desain di dunia, dan lain-lain. Dia senantiasa mengingatkan saya dan murid-murid yang lain untuk memperluas wawasan dan pengetahuan. Belajar apa saja. Dia selalu berpesan kita setidaknya harus seperti huruf T (kapital). Ada dua garis di huruf T. Yang satu horizontal dan yang satu vertikal. Vertikal berarti kita harus mempunyai ilmu yang dalam dan horizontal berarti kita harus mempunyai wawasan yang luas. Artinya apapun jurusan yang diambil oleh siswa, baik IPA oleh IPS, memang sebaiknya juga belajar berbagai ilmu lain, meskipun mungkin tidak mendalam.

Pernyataan guru "Ya jelas lah. Anak-anak 8 kan anak-anak science, mana tertarik mereka dengan puisi!" berarti bahwa dia mengasumsikan bahwa siswa yang tertarik pada IPA dan Matematika pasti tidak tertarik pada bidang lain. Apa benar begitu? Padahal ada juga anak yang sebenarnya ketertarikannya beririsan dengan bidang lain. Saya jadi ingat bahwa Lewis Carol, salah satu sastrawan terkemuka dunia yang mengarang Alice in Wonderland merupakan seorang matematikawan. Karya-karya Lewis Carol dalam bidang sastra tidak pernah lepas dari bidang matematika. Tan Malaka, salah satu founding fathers di Indonesia juga seorang Matematikawan meskipun dia juga mendalami ilmu politik, sosial , dan seterusnya. Di zaman sekarang, salah satu ilmuwan Indonesia yang saya kagumi, Mas Yanuar Nugroho, bidangnya juga beririsan antara IPA & IPS. Detailnya bisa dilihat di http://bukik.com/2011/09/11/bukik-bertanya-yanuarnugroho-peneliti-pelangi/ .

Steve Jobs sendiri tampaknya merupakan salah satu orang yang masuk dalam kategori yang minatnya beririsan antara IPA & IPS. Dalam bagian pendahuluan buku Biografi Steve Jobs tertulis pernyataan Steve :

"I always thought myself as a humanities person as a kid, but I liked electronics," he said. "Than read something that one of my heroes, Edwin Land Polaroid, said about the importance of people who could stand at the intersection of humanities and sciences, and I decided that's what I wanted to do." (p. xix)

"Waktu saya kecil, saya selalu mengira saya seorang yang suka ilmu-ilmu kemanusiaan , tapi saya menyukai elektronika", kata [Steve Jobs]. "Kemudian saya membaca sesuatu tentang sesuatu yang dikatakan oleh pahlawanku Edwin Land Polaroid, di sana dikatakan pentingnya orang-orang yang bisa berdiri di irisan antara ilmu-ilmu kemanusiaan dan ilmu pengetahuan alam."

Steve Jobs ternyata merupakan salah satu orang yang mempunyai minat yang luas. Dia punya ketertarikan pada bidang elektronika, teknologi, tetapi juga pada bidang lain. Di bab satu, juga diceritakan bahwa saat SMU Steve Jobs mulai mendalami elektronika sekaligus juga banyak mempelajari sastra.

"I started to listen to music a whole lot, I started to read more outside of just science and technology - Shakespeare, Plato. I loved King Lear." (p.19)
Saya mulai sering mendengarkan musik, saya mulai membaca banyak di luar sains dan teknologi - Shakespear, Plato. Saya jatuh hati pada King Lear. (p.19)

Bagi saya, dua kutipan di atas mengingatkan saya sebagai guru untuk senantiasa belajar dan menginspirasi siswa-siswa saya untuk belajar. Belajar apa saja, meskipun mungkin itu di luar bidang yang kita geluti sekarang.

Read more...

Pandangan Rachmad Mekaniawan SI79 tentang Kereta Api

From: "Rachmad M"
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Fri, 01 Jun 2012 01:57:50 -0000
To:
ReplyTo: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Kereta Api :-)



 

Menarik, kemarin ikut menghadiri acara yang diadakan IA-ITB yang mungkin sebagian besar alumni juga ikut menyaksikan melalui live streaming :-)

Awalnya dibuka dengan memberi kesempatan pada hadirin untuk menyampaikan harapan tentang kereta api di Indonesia. Pada kesempatan pertama saya langsung mengajukan beberapa pandangan dan harapan.

Bagiman Singapore dengan hanya memiliki 97 km rel kereta api serta penduduk yang hanya berjumlah 4 sampai 5 juta mampu menfasilitasi masyarakatnya dengan MRT hingga mencapai 1,3 juta perjalanan perhari.

Seandainya Jabotabek yang memiliki 200 km rel (Bekasi-Jakarta, Bogor jakarta, Serpong-Jakarta, Tanggerang-Jakarta dan lingkar dalam kota) dan 24 juta penduduk Jabodetabek mampu menfasilitasi 2 juta penduduk saja perhari dan tiket yang hanya 2.500 sekali naik, maka setidaknya sudah terkumpul 5 Milyar rupiah perhari. Dalam setahun sudah mencapai 1,5 Trilyun Rupiah.

Bandingkan dengan putaran uang PT KA yang saat ini mungkin hanya sekitar 6 Trilyun rupiah pertahun dengan menyewakan properti, KA barang dan penumpang seluruh Indonesia :-)

Kemudian mas Wimbo memberikan penjelasan, bahwa PT KAI pada saat ini sebenarnya hanya seperti perusahaan Damri. yang hanya mengoperasikan angkutan Penumpang/Barang tanpa harus memikirkan jalan raya atau jalan tol. Berorientasi pada pendapatan sejalan dengan berubahnya PJKA yang merupakan Public Servioce menjadi PT KAI yang merupakan BUMN dan profit oriented.

Apakah ini merupakan arah yang benar ? Memang konsekwensinya, seluruh jalur yang merugi harus ditutup dan hanya yang mampu menghasilkan uang yang dioperasikan. Maka tak heran jika banyak aset berharga jadi tak berguna dan dimakan waktu atau diserobot penduduk untuk hunian.

Seperti juga disampaikan MDD (AR84) bahwa masalah ini memang harus dibahas banyak pihak dan tidak bisa hanya dibahas oleh PT KAI seperti yang telah disampaikan bahwa PT KAI tak ubahnya Damri yang hanya mengoperasikan bis dan perawatannya tanpa memikirkan jalannya yang merupakan bagian Pemerintah.

Problem sebenarnya adalah bagaimana Kereta api mampu mensubtitusi/menggantikan angkutan berbahan bakar BBM agar kita sebagai bangsa dapat menghemat BBM, mengurangi polusi, menghemat import kendaraan bermotor dan onderdilnya dan menjual BBM sebagai devisa dann juga tidak membuang banyak waktu masyarakat yang terjebak dalam kemacetan berlalu lintas yang tentu akan menjadi kekayaan Bangsa ini dan bukan bagaimana PT KAI dapat tetap hidup dengan caranya sendiri :-(




Salam

RM

Read more...

Anggota baru: Riri mengajak jadi ahli sales, marketing, management, business development

=====================================================================
                   *** Senyum-ITB ***
         - Kerjasama merajut Prestasi Dunia -
       Interaksi akrab Masyarakat dan Alumni ITB
Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama
       http://www.yahoogroups.com/group/Senyum-ITB

Managed by: Senyum-ITB & 99Venus International (www.99Venus.net)

   Subscribe : Senyum-ITB-subscribe@yahoogroups.com
   Unsubscribe (if you must) : Senyum-ITB-unsubscribe@yahoogroups.com
=====================================================================


Hai Teman,

Ini adalah Form Pendaftaran untuk Alumni ITB.
Jika Anda bukan Alumni ITB, mohon jangan isi form ini.
Tapi mohon isi Form Pendaftaran untuk Non Alumni ITB (Masyarakat).

Ini adalah email balasan otomatis.
Dalam waktu 1 (satu) hari, tolong isi form di bawah sebagai respon
dari keinginan Anda bergabung di milis Senyum-ITB.
Jika tidak diisi komplit, maka sangat berat untuk menyetujui
keanggotaan Anda di milis Senyum-ITB karena kadang-kadang ada yang
suka iseng mendaftar.
Mohon maklum dan terima kasih :-)



DATA PRIBADI
Tak kenal maka tak sayang

Lampiran foto terkini (Foto attachment) ?  [  ] Ada dong :-)    [X] Tidak
Note: file foto lebih kecil dari 150 KB

Nama (Name)              : Riri Puspita Sari
Nama panggilan (Nickname) : Riri

Jurusan di ITB            : Teknik Kimia
Jenjang S1 / S2 / S3      : S1
Angkatan Tahun            : 2007

Personal Web/URL/Blog    : http://www.linkedin.com/in/riripuspitasari
Foto / Alamat Facebook    : http://www.facebook.com/riripuspitasari
Rekaman Video / Film      : n.a.

Profesi (Profession)      : trainee
Keahlian (Expertise)      : sales, marketing, management, business development

Alamat Rumah (Home Adr)  : Komperta Gunung Simping no. 283
Kota/Negara (City/Country): Cilacap/Indonesia
Perusahaan (Company)      : IBM
Alamat Kantor (Office Adr) : The Plaza Office Tower 17th floor, Jl. MH
Thamrin Jakarta
Kota/Negara (City/Country): Indonesia
Company Web/URL          : http://ibm.com

Tempat/Tanggal Lahir (Place/Date of Birth) : Dumai, 21 Oktober 1988
Umur (Age)      : 23
Hobby/Life Style : baca, nonton, jajan, travelling
Ceritakan 1 pengalaman berkesan semasa di kampus ITB : ketemu (calon) suami
Ceritakan juga 1 pengalaman berkesan sesudah berkarir : n.a.
Interest (ketertarikan, aspirasi, minat) join dengan Senyum-ITB :
silaturahmi, sharing, dapet info2




Read more...

Percakapan Profesor dengan Mahasiswa

On 5/31/12, 99Venus Team <99venus@gmail.com> wrote:


Percakapan Profesor dgn Mahasiswa

Prof: "Apakah Tuhan menciptakan segala yg ada ?"
Mhs: "Betul,Dia yg menciptakan semuanya."
"Tuhan menciptakan semuanya?" tanya prof sekali lagi.
"Ya prof, semuanya," kata mahasiswa itu.
Prof: "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan
menciptakan Kejahatan."
Mhs itu terdiam & kesulitan menjwb hipotesis prof tsb.

Suasana hening dipecahkan
oleh suara mahasiswa lainnya,
"Prof, boleh saya bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si Prof.
Mhs : "Prof, apakah dingin itu ada ?"
"Pertanyaan macam apa itu ?
Tentu saja dingin itu ada."
Mhs itu menyangkal, "Kenyataannya, Prof, dingin itu tdk ada. Menurut hukum fisika, yg kta anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.
Suhu-460F adalah ketiadaan panas sama sekali & semua partikel menjadi diam & tdk bisa bereaksi pada suhu tsb.
Kita menciptakan kata dingin utk mendeskripsikan ketiadaan panas".
Mhsw itu melanjutkan...
"Prof, apakah gelap itu ada ?"
Prof menjwb, "Tentu saja itu ada."
Mhsw itu menjwb, "Sekali lagi anda salah, Prof. Gelap jg tdk ada. Gelap adalah keadaan dimana tdk ada cahaya. Cahaya bisa kita
pelajari, gelap tidak.
Kita bsa menggunakan prisma Newton utk memecahkan cahaya jadi beberapa warna & mempelajari brbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tak bisa mngukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dgn berapa intensitas cahaya di ruangan tsb.
Kata gelap dipakai manusia utk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mhsw itu bertanya,
"Prof, apakh kejahatan itu ada ?"
Dengan bimbang prof itu menjwb, "Tentu saja !"
Mahasiswa itu menjwb,
"Sekali lagi anda salah, Prof. Kejahatan itu TIDAK ADA. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan di dalam diri seseorang.
Seperti dingin atau gelap, kejahatan adlh kata yg dipakai manusia utk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan di dalam diri. Tuhan tdk menciptakan kejahatan.
Kejahatan adalah hasil dr tak adanya Tuhan dihati manusia." Profesor itu terdiam..
Tahukah Anda siapa mahs itu : dia adalah ......ALBERT EINSTEIN....(y)




Salam dari Pantai Petitenget, Bali

:-))
Albert Einstein dan 99Venus Team

Read more...

Desain mobil listrik oleh Dr Danet ITS

Selasa, 29 Mei 2012

From: "irsal2002"
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Wed, 30 May 2012 03:37:13 -0000
To:
ReplyTo: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Re: Plok-plok-plok di Istana Jogja - rapat kabinet apa ketoprakan?



Mungkin ada yg mau tahu ttg disain mobil yg akan dibuat oleh salah satu Pandawa, Mas Dr. Danet of ITS, bisa dilihat di web site beliau di,


http://elektrikcar.biz/



salam,

-Irsal




Read more...

Penjelasan Dasep Ahmadi tentang Desain Mobil Listrik pada Rapat Kabinet Presiden SBY di Istana Yogya

From: Dasep Ahmadi
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Wed, 30 May 2012 03:27:32 +0000
Subject: Re: [Senyum-ITB] Fwd: Plok-plok-plok di Istana Jogja



Alumni ITB ysh,


Terimakasih atas tanggapan / dukungan /kritik teman2 alumni ITB khususnya Mas Bambang tempo, mas Ari, Mas Buntoro dkk lainnya yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu, atas program mobil listrik,, saya salah satu yg ikut dalam team ini berusaha agar program ini bisa di wujudkan menjadi kenyataan dan tentu mengharapkan dukungan penuh pemerintah. Keluarga Kiichiro Toyoda saja ketika memproduksi mobil pertama kali mengandalkan order pemerintah padahal waktu itu yg saya baca dari autobiography sakichi toyoda, sekitar thn 1940an di media jepang banyak disindir mobil truck toyota "selalu bersemedi" artinya mereka pada mengkritik mobil truck toyota mogok melulu.

Saya sudah sampaikan ke pak SBY (dan separo menteri kabinet) secara langsung di rapat itu. " bahwa SDM kita sangat siap membangun Industri mobil, industri semacam Astra di indonesia "sebenarnya" sepenuhnya di operasikan oleh putra putri indonesia.
Sebagai contoh dulu ketika saya bekerja di PT Astra Daihatsu Motor Engine Plant 1994 - 1998 orang jepangnya waktu itu Mr Imanishi kalau ada problem yg sulit sekalipun biasanya ditangani oleh orang indonesia ". ( Disitu saya bekerja dengan rekan2 alumni mesin ITB yg lain seperti M sadewo, Asrul, Joearno, Bambang Suteja dll . Contoh kasus masalah membuat Crankshaft/kreuk as oleh Pin Miller CNC Machine atau Pin Grinding CNC Machine proses yg paling sulit waktu itu,, ketika ada masalah Mr Imanishinya enggak tahu, kita2 engineer ini yg menangani. Saya sedikit naik PD nya waktu itu karena Mr Matsumoto konsultan dari Daihatsu Motor Corporation jepang pernah menggelari saya Profesor dalam Bidang Machinery karena ada waktu itu problem mesin yg rusak yg tidak mereka temukan penyebabnya, Alhamdulillah bisa saya temukan . Alhamdulillah dari 2005 sampai saat ini Mr Matsumoto lah yg suka memberi kesempatan pekerjaan Membuat Mesin2 untuk pabrik Mobil Perodua di Malysia).

Saya sampaikan ke pak SBY lagi waktu itu "bahwa Mobil Listrik tidak hanya suatu produk, membangun Industri, Menciptakan lapangan Kerja, tapi itu adalah spirit, harga diri , simbol kemandirian,, bahwa bangsa kita layak menjadi bangsa produsen". Saya lupa waktu itu menyampaikan bahwa itu juga suatu opportunity dalam kondisi ekonomi saat ini dimana BBM semakin sulit dan mahal dan emisi gas buang yg bermasalah.

Terakhir saya sampaikan (walaupun dengan kalimat yg kurang begitu baik. Maklum kepikir waktu bicara ), "saya begitu terharu melihat di istana jogja ada lukisan pangeran dipenogoro yg sedang berjuang untuk kemerdekaan, tentu saya yakin kalau beliau masih hidup tentu mengharapkan generasi ini berjuang bagaimana kita bisa membangun kemandirian dalam Industri mobil."


Sehubungan dengan permintaan dari beberapa rekan di Milist tentang bagaimana spec dari mobil listrik yg kami buat dan perhitungan kelayakan ekonominya berikut saya jelaskan data2 yg kami miliki mohon koreksi kalau ada yg keliru :

1. Motor yg kami gunakan AC motor 50HP continue
2. Jarak tempuh yg saya rancang 120 sd 140 km /charging
Mobil memiliki kemampuan menyerap energi mekanik ketika jalan menurun atau decelerasi untuk charging accu (regenerative braking)

3. Kecepatan maxsimum 100km/jam bisa di exten jadi 120km/jam (programmable)

4. Battery yg akan kami gunakan Lithium ion battery 21KWH (3.2volt 180AH , 36 cell battery) jadi tegangan sistemnya 36x3,2volt = 115volt (tegangan cell bisa naik ketika dicharging sampai 3,4 volt)
Total energi yg dibawa 115Volt x 180AH= +- 21KWH
(Semoga tidak ada problem di spacenya)

Mungkin bisa dibandingkan Mitsubishi electric car i-MiEV Pakai baterry Lithium 16KWH (range 160km japanese cycle, 100km US EPAcycle) , Nissan Leaf pakai Battery 24KWH.

Hitungan saya, untuk city car fuel ekonominya MPG nya sekitar 7 sampai 8 km / KWH (city) kalau highway lebih rendah karena pengaruh force akibat drag (besarnya berbanding lurus dengan kwadrat kecepatan). Kecuali kalau di jalan tol kecepatan nya max 70km/jam pengaruh drag ini belum terasa.

kalau mobil saya pakai battery 21KWH sebenarnya yg boleh dipakai dan dicharge adalah 80%nya sekitar 16.8 KWH jadi sederhananya untuk dirumah kalau saya pakai charging level 2 untuk 6 jam charging butuh daya 16.8/6 = 2,8KW dengan 220V maka butuh 13 Ampere

Tentu kita bisa lebih rendah lagi keperluan dayanya kalau batterynya seperti Mitsubishi.

Untuk fast charging (level 1) teknologi LIthium ion ini bisa 30menit untuk mencapai 80% dari energi yg dimiliki , sehingga bisa dihitung dayanya butuh berapa.

5. untuk keekonomiannya hitungan saya adalah tadi, fuel consumsion 7 sampai 8 km / kwh , katakanlah rata2 7,5 km/kwh. Biaya listrik bersubsidi Rp 730/kwh atau Rp 1100/kwh(tanpa subsidi,, menurut Dirut PLN )
Sehingga apabila orang yg punya mobil Charging penuh saat ini biayanya hanya 16.8 x730 = Rp 12.264 untuk perjalanan 126km (16.8x7.5)(bersubsidi), Rp 18.480 (tanpa subsidi)

Mungkin kawan2 bisa bandingkan dengan kendaraan yg pakai BBM yang rata2 15km/liter (antara subsidi dan non subsidi).

Hal2 diatas menurut saya sangat prosfektif untuk dikembangkan mobil listrik, lebih lebih kalau waktu chargingnnya dipakai tengah malam artinya menggunakan listrik yg terbuang percuma oleh PLN siapa tahu harganya bisa lebih murah .

Mungkin sekian dulu penjelasan saya semoga bermanfaat. Memang seperti teman2 sampaikan membangun industri mobil lebih2 mobil listrik tidak mudah masih banyak PR yg harus kita selesaikan. Semoga ini menjadi tantangan bagi kita semua.








Salam Hangat
Dasep Ahmadi M84

Read more...

Cyberjaya - 'Silicon Valley'-nya Malaysia Menampilkan Potensi Investasi Teknologi pada IT IndoComm 2012

Senin, 28 Mei 2012

KUALA LUMPUR, Malaysia, 4 Mei 2012 (ANTARA/Bernama-AsiaNet) --


Delegasi berbagai usaha kecil dan menengah dari Malaysia memberi para pengunjung IT IndoComm 2012 pratinjauan peluang bisnis dan investasi di Cyberjaya - kota cyber utama di Malaysia

     Para pengunjung IT IndoComm tahun ini akan berpeluang memanfaatkan kemungkinan investasi bisnis yang tersedia di Cyberjaya, 'Silicon Valley'-nya Malaysia serta pintu masuk ke penawaran ICT, multimedia dan layanan di ASEAN.

     Hal ini dimungkinkan karena Cyberview Sdn. Bhd., pemilik lahan dan entitas Cyberjaya yang bertanggung jawab merintis pembangunan di Cyberjaya, akan memimpin delegasi empat usaha kecil dan menengah (UKM) pada IT IndoComm 2012 dengan tampilan yang kuat solusi bisnis dan komersial yang diproduksi di Malaysia.

     Keempat UKM dari Cyberjaya adalah Infindo Technology Sdn Bhd, penyedia solusi aplikasi ponsel bisnis inovatif - akan meluncurkan platform yang menciptakan aplikasi ponsel hemat biaya, khususnya untuk UKM di Asia Pasifik; IX Telecom Sdn Bhd, Global Virtual Network Operator (GVNO; ASAP Berhad, mengkhususkan pada pengembangan dan produk perangkat lunak; dan Serious Software Sdn Bhd, yang fokus pada DAKODE dan solusi perangkat lunak penerbitan tablet serta jasa konsultasi.

     Menurut Bapak Ir. Hafidz Hashim, Direktur Pelaksana Cyberview Sdn. Bhd., ini adalah partisipasi pertama Cyberview pada IT IndoComm 2012, dan kami berencana menjalin kemitraan dengan para investor potensial dan memperkenalkan penawaran penyewa UKM kami di pasar internasional.

     "Dengan menjadi tujuan utama perusahaan ICT, multimedia dan inovasi di Malaysia dan kota cyber internasional Multimedia Super Corridor (MSC) pertama di Malaysia, Cyberjaya berusaha menjadi mesin pertumbuhan regional untuk inovasi global, pengembangan multimedia, generasi konten kreatif dan alih daya layanan bersama," ungkap En. Ir. Hafidz Hashim. 

     Keterlibatan kami dalam IT IndoComm 2012 yang akan digelar memungkinkan kami dalam memberikan peluang bisnis dan investasi pada ekosistem yang berkembang, mendukung layanan dan infrastruktur, serta kami akan menyambut lebih banyak perusahaan di Cyberjaya untuk mengatur pengoperasian atau bekerjasama dengan perusahaan yang telah ada," tambahnya.

     Di Cyberjaya, UKM yang berpusat pada teknologi dikelola oleh kelompok SME Technopreneur Centre dan menikmati dukungan dari Multimedia Development Corporation (MDeC) dan SME Support Centre yang dimiliki Cyberview, keduanya memberikan berbagai teknologi awal dengan peluang jaringan dan dukungan bisnis.

     Cyberview saat ini adalah rumah bagi lebih dari 500 perusahaan teknologi di Malaysia dan global antara lain Hewlett Packard (HP), DELL, Fujitsu, Motorola, AMD, DHL, HSBC, Shell, BMW, dan Ericsson.

     Cyberjaya adalah inti Multimedia Super Corridor Malaysia (MSC Malaysia), pintu masuk ke pasar berkembang ICT Asia yang menawarkan pengetahuan dan infrastruktur terbaik berkelas dunia dengan biaya di negara berkembang. MSC Malaysia adalah zona khusus di mana para pengusaha teknologi dan perusahaan multinasional global juga menikmati potongan pajak yang menarik, akses ke modal manusia kelas dunia, fasilitas internet berkecepatan tinggi dan hubungan dekat dengan pusat administrasi dan komersial Malaysia.

     Sebagai pemilik lahan Cyberjaya, Cyberview ditugaskan untuk merintis pengembangan kota cyber utama, memberikan ekosistem bisnis yang kondusif dan ramah secara keseluruhan untuk bisnis dan memfasilitasi investasi lokal dan internasional agar tumbuh, bersama dengan kemampuan bisnis yang kuat dan hasil untuk mereka sendiri. 

     Pada tahun 2011 Cyberview menarik nilai investasi sebesar MYR 3,1 miliar (USD 1 miliar), menunjukkan lebih dari sepertiga nilai total investasi Cybercity sejak awal. Ini juga sebagian karena keberhasilan pengembangan pusat operasi regional AMD, Shell dan MSC Malaysia Knowledge Workers Development Institute, SME Technopreneur Centre 3, perumahan, lembaga dan perusahaan.

     Selain peran utamanya sebagai pemilik tanah dan perintis pembangunan, Cyberview bercita-cita untuk memperkuat inisiatif penting pemerintah Malaysia terhadap program ekonomi dan pembangunan utama dengan mendorong investasi lokal dan asing untuk masuk, mengembangkan pekerja yang handal dan berbakat, serta memelihara ekonomi kreatif yang berkembang di Malaysia melalui pembuatan konten yang dikembangkan di Cyberjaya dan industri multimedia.

     Saat ini, Cyberjaya adalah kota cyber terencana yang terdiri dari inkubator, pengembangan usaha, daerah pemukiman yang berkembang, gerai komersial, lembaga-lembaga pembelajaran dan fasilitas publik lainnya, yang menunjukkan transformasi Cyberjaya dari tujuan bisnis menjadi kota lengkap dan komprehensif yang bertujuan memelihara dan mempercepat pertumbuhan para penyewa.

     Ini adalah tahun ke-5 bagi IT IndoComm dalam menggelar Pameran dan Konferensi Internasional tentang Komunikasi, Media Digital dan Teknologi Informasi di Indonesia. Acara ini akan digelar di Jakarta Convention Centre mulai tanggal 3 hingga 5 Mei 2012. Paviliun Cyberjaya berlokasi di Stan Nomor A318.

     SUMBER: Cyberview Sdn Bhd

     UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT SILAKAN HUBUNGI:
     Nama  : Katheja Begum
        Manager Bisnis, Komunikasi dan Perencanaan Perusahaan (BCCP)
     Tel   : +603 8315 6145 
     Fax   : +603 8315 6160
     Ponsel: +6012 6929504
     Email : katheja@cyberview.com.my


Sumber: antaranews.com

Read more...

Resensi singkat: Revenge Of The Electric Car (2012)




From: Adi Budianto
To: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Cc:
Date: Tue, 29 May 2012 10:50:56 +0700
Subject: Re: Bls: [Senyum-ITB] Plok-plok-plok di Istana Jogja - rapat kabinet apa ketoprakan?.
 


Sebelum melihat filmnya, ini resensi singkatnya.

Adi B/si76


PBS Independent Lens - Revenge Of The Electric Car (2012)

In 2006, as many as 5,000 modern electric cars were destroyed by the major car companies that built them. That automotive massacre was documented in Chris Paine's documentary Who Killed the Electric Car?

Today, the electric car is back with a vengeance. In Revenge of the Electric Car, Paine is back, taking his crew behind the closed doors of Nissan, General Motors, the Silicon Valley start-up Tesla Motors, and an independent car converter named Greg “Gadget” Abbott to find the story of the global resurgence of electric cars. With the goal of weaning the country off of foreign oil, this new generation of automobiles promises to be America’s future: fast, furious, and cleaner than ever.

With almost every major carmaker now jumping to produce new electric models, Revenge of the Electric Car follows the race to be the first, the best, and to win the hearts and minds of the public around the world. We watch as these cars are developed from a concept into a working product, and see the car makers themselves struggle with the economy, the press, each other, and the car-buying public.

The electric car renaissance unfolds through the eyes of four industry pioneers. First, there's Bob Lutz, the larger-than-life General Motors executive who inspires the Volt, GM's newest electric car program. Lutz is a gruff, cigar-smoking maverick who seems to have stepped straight off the set of Mad Men. After years of skepticism, he's now convinced that “Electric cars are back with a vengeance.” But can GM overcome years of corporate doubt and public hostility and make a viable electric vehicle? This is the company that killed off the EV1, after all.

Then there's Elon Musk, the young dot-com billionaire and head of Tesla Motors. Somewhere between launching rockets toward the moon with his private space program, Elon decides that Silicon Valley can teach Detroit a few lessons about car making. The buck stops with Elon for every step and misstep as Tesla Motors swerves from initial excitement into near bankruptcy -- and then comes back from the dead with a triumphant IPO.

Don't forget the dynamic head of Nissan, Carlos Ghosn. A former EV skeptic, Ghosn astonishes the car world in 2009 by announcing the launch of the Nissan Leaf: an affordable electric vehicle meant for mass market. Follow Carlos as he steers the Leaf through Nissan's corporate culture — and as he attempts to sell the car around the world. It's a bold gamble. If Nissan succeeds, it will corner the market in mass-produced electric cars. If it fails, the company will disintegrate.

Meanwhile Greg “Gadget” Abbott is one of thousands of do-it-yourselfers who are determined to start the EV revolution right now. Greg's pride and joy is a silver Porsche Speedster he converted from internal combustion to 100% electric. His goal is to mass produce the car — and drive it from LA to Palm Springs on a single charge. But Greg's dream collapses when his workshop burns down and he has to start over. Can he remake his life and his car?

Soon, everyone involved realizes that it’s not just the next generation of green cars that’s on the line; it’s the future of the automobile itself. Revenge of the Electric Car chronicles the great shift in technology and automobile history that is taking shape as the cars hit the showrooms in 2011.



National Geographic - Ultimate Factories: Chevy Volt (2010)

The soon-to-be-released Chevy Volt electric car just might redefine the automotive world: It can go from 0 to 60 in less than nine seconds, hit a top speed of 100 miles per hour and is good for 40 miles of zero-emission, pure electric driving. Our cameras got rare behind-the-scenes access to the preproduction factory for this revolutionary vehicle.

At GM's 200,000-square-foot facility outside of Detroit, Michigan — a place closely guarded for fear of industrial espionage — see what it takes to design, build, and assemble this car of the future. At this high-tech "Ultimate Factory", 18,000 parts and 1,000 hours of aerodynamic testing come together to create the Volt. And, at the heart of this revolutionary design is a 6-foot long, 400-pound battery that GM hopes will usher in a new era of automobiles.

 

Pada 29 Mei 2012 10:06, Moko menulis:

    

    Dear Hercules, kuncinya ada di phrase ini: "having weighed all the visible factors" ... Dengan kata lain mempertimbangkan semua informasi dan pengetahuan yang available saat itu. Dan inilah kelemahan yang disandang bangsa ini (bahkan termasuk para "realis" nya :-), kita ini tidak punya banyak pengetahuan apa yang terjadi di dunia dan sudah dilakukan oleh bangsa lain. Membaca adalah satu prerequisite yang diperlukan untuk mengetahui "all the visible factors" (sebanyak mungkin) -- yang sayangnya paling lemah di bangsa ini. Dan merubah dari budaya "tidak membaca" menjadi budaya "gemar membaca" bukan main sulitnya, kecuali kalau itu dimulai pada masa pertumbuhan mental manusia, i.e. masa kecil (I'd say, under 10 of age).

    Having said that [berulang kali!] saya mencoba mendekati atau "mengobati" problem membaca ini dengan jurus "visual literacy" untuk membangunkan kembali curiosity, spirit of exploration, dsb melalui stimulasi visual, melalui visual media seperti film. Coba sekali-sekali datang ke acara jumatan kami di Comlabs ... kalau perlu (kalau banyak yang minat, kami akan cari ruang yang lebih besar) kami bisa putar ulang documentary "Revenge of the Electric Car" plus bonusnya, proses preproduction dari GM's Chevy Volt. Ini akan jadi semacam "eye opener" dan saya yakin setelah nonton dua film ini [and the following discussion] orang lebih realistik dalam menyikapi euforia seputar issue mobil listrik/nasional ini.

    Moko/

    ++++

Read more...

Rapat Kabinet atau Ketoprakan?

From: buntoro MAK - 1
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Tue, 29 May 2012 00:04:06 +0700
To: senyum-itb
ReplyTo: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: RE: [Senyum-ITB] Plok-plok-plok di Istana Jogja - rapat kabinet apa ketoprakan?



Mba Betti ysh,

Tadi pagi saya membaca tulisan Dahlan Iskan di Harian Rakyat Merdeka sampai 2 kali.
Saya tidak percaya bagaimana bisa rapat kabinet yang digelar jauh2 di Jogya sampai melenceng jauh menjadi panggung ketoprak.
Saya sungguh sedih sekali gus kecewa karena harus menerima kenyataan bahwa negeri ini dipimpin oleh para pemimpi yang begitu mudahnya menelan mentah2 omong kosong tentang produksi mobil listrik di dalam negeri.
Seolah para pemimpin negeri ini tidak pernah belajar bahkan terindikasi hilang ingatan.
Dalam hitungan bulan, setelah omong kosong mobil esemka, sekarang muncul khayalan / ilusi tentang mobil listrik.
Gundala mengejawantah menjadi Pandawa, benar2 ketoprakan.

Apa yang dilakukan oleh Pandawa-5 pada hakekatnya baru pada tahapan prototype fungsional yang kurang lebih sama dengan anak2 yang merakit mobil Tamiya.
Tahapan ini masih harus dilanjutkan menjadi Prototpe profesional, komersial dan produksi untuk pada akhirnya bisa menjadi sebuah industri.
Tahapan2 tersebut tidak mungkin untuk di by-pass dan (hampir) mustahil untuk bisa dilanjutkan menjadi industri karena Indonesia bisa dikatakan (hampir) tidak punya sama sekali resources (sumber daya) yang diperlukan untuk mewujudkannya.

Satu hal yang tidak pernah disadari adalah bahwa industri (sejenis) otomotif adalah industri yang tidak bisa diwujudkan dengan "dibangun" sebagaimana industri semen, petrokimia, gula dll dimana kita hanya memasukan bahan baku (sesuai resep) untuk menghasilkan produknya.
Industri otomotif hanya bisa terwujud apabila ekosistem (mengambil istilah Pak Adi) industrinya terpenuhi.

Mohon maaf apabila komentar saya kurang berkenan.

Salam entrepreneur 

http://buntoro-mak-one.blogspot.com/
This blog will really inspire You....

Best Regards
buntoro
 

Youtube mak inspiring Indonesia
www.youtube.com/watch?v=cfQLQZBJ44M

------------------
From: bsalisjahbana@gmail.com
Date: Mon, 28 May 2012 18:21:28 +0700
Subject: [Senyum-ITB] Plok-plok-plok di Istana Jogja


Setelah pada hari Sabtu yang lalu para peserta "Kelompok Minat
Kendaraan Listrik" mendengar cerita tentang pertemuan di Jogja ini
dari Dasep, kini ada versi Dahlan Iskan nya.
Menarik dan membuat optismis ceritanya.


“Plok–plok–plok” di Istana Jogja
Posted by Co-Administrator ⋅ 28 Mei 2012 ⋅ 265 Komentar

Manufacturing Hope 28

Belum pernah soal mobil listrik dibahas seserius ini. Serius
pembahasannya, tinggi level yang membahasnya, dan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri inisiatornya. Bahkan beliau sendiri
pula yang memimpin rapatnya.

Ini terjadi, Jumat sore (25/5) lalu di Istana Negara Jogjakarta. Lebih
separo menteri anggota kabinet hadir. Semua rektor perguruan tinggi
terkemuka diundang: UI, ITB, ITS, UNS, UGM, dan lain-lain. Para rektor
itulah yang menyiapkan presentasi hasil kajiannya. Saya sendiri
menghadirkan “Pendawa Putra Petir” yang kini sedang menyiapkan
prototipe mobil listrik nasional.

Para rektor itu, di bawah koordinasi Mendikbud Muhammad Nuh dan
Menristek Gusti Muhammad Hatta, secara mengejutkan menyajikan hasil
kajian akademik yang sangat lengkap dan mendalam.

Padahal, Presiden SBY hanya memberi waktu 2,5 bulan kepada mereka.
Presiden memang pernah mengundang para rektor itu ke Istana Jakarta.
Untuk meminta pandangan mereka mengenai realistis tidaknya mobil
listrik nasional. Presiden lantas minta kajian akademiknya. Waktu 2,5
bulan ternyata cukup untuk mereka.

Karena itu, saat Presiden menagih yang ditagih begitu siapnya. Rupanya
Presiden dan para rektor sama-sama semangatnya. Ini seperti “tumbu
ketemu tutupnya, Anang ketemu Ashantinya”!

Ini juga menunjukkan bahwa dunia perguruan tinggi sebenarnya sudah
lama memendam kesumat: melahirkan sesuatu yang bersejarah oleh
kemampuan intelektual bangsa sendiri. Bahwa konsep itu bisa lahir
begitu cepat pada dasarnya juga karena dunia perguruan tinggi sudah
lama melakukan kajian, riset, dan ujicoba yang mendalam.

Para mahasiswa pun sudah bisa membuatnya. Saya sudah mencoba yang
buatan mahasiswa ITS, ITB, atau pun mahasiswa UGM. Sudah
bertahun-tahun mereka memendam harapan: kapan hasil riset itu tidak
sekadar berhenti sampai di peti. Mereka sudah lama mimpi kapan hasil
kajian itu menjadi karya nyata untuk bangsa. Bahkan mereka pernah
curiga jangan-jangan kepentingan bisnis besarlah yang membunuh bayi
mereka –sejak masih di dalam kandungannya.

Maka begitu Presiden SBY memberikan sinyal yang kuat untuk lahirnya
mobil listrik nasional ini, para rektor menyala seperti bensin
menyambar bara yang menganga. “Kami sampai kurang tidur dan tidak
sempat mengajar,” ujar doktor elektro UGM yang terlibat penyiapan
konsep itu.

Presiden SBY kelihatan amat puas mendengarkan presentasi Mendikbud dan
Rektor UGM yang mewakili para rektor semua. Presiden juga memberikan
komitmen yang kuat untuk kelanjutan proyek ini. Para rektor bertepuk
tangan berkali-kali.

Kesimpulan paparan akademik para rektor tersebut adalah: kelahiran
mobil lisrik adalah suatu keharusan. Kata “keharusan” itu ditulis
dengan huruf besar semua. Itu menandakan keniscayaannya. Sedang saat
yang tepat untuk melahirkannya, kata kesimpulan itu: sekarang juga.
Kata “sekarang” itu juga ditulis dengan huruf besar –menandakan jangan
sampai kita mengabaikan momentum.

Terlambat merealisasikannya, kata para rektor, hanya akan membuat
Indonesia mengulangi sejarah buruk kita di masa lalu: jadi pasar empuk
semata. Kita akan gigit jari untuk kesekian kalinya.

“Secara teknologi, SDM, pasar, dan industrial kita mampu
melakukannya,” ujar Prof Dr Agus Darmadi, guru besar elektro UGM yang
mewakili para rektor menyampaikan presentasi.

Paparan para rektor itu tercermin juga dalam paparan tim Pendawa Putra
Petir yang dihadirkan setelah itu. Yakni lima putra bangsa yang siap
merealisasikannya. Lima orang ini merupakan hasil seleksi dari lebih
seribu orang yang mendukung lahirnya mobil listrik nasional. Lima
orang inilah yang memenuhi tiga syarat utama sekaligus: kemampuan
akademik, pengalaman industri, dan passion untuk mewujudkannya.

Dasep Ahmadi, engineer lulusan ITB dan pendidikan luar negeri sudah
lama berada di industri mobil. Kini Dasep mampu memproduksi mesin
presisi dan berhasil mengekspornya. Kalau sudah bisa membuat mesin
presisi, semua mesin menjadi mudah baginya. Dasep kini lagi
menyelesaikan tiga prototipe city electric car. Sudah hampir jadi.
Sebulan lagi sudah bisa dikendarai. Bentuknya yang sudah kelihatan,
mirip Avanza. Sudah dua kali saya mengunjungi workshopnya.

Danet Suryatama, engineer lulusan ITS dengan gelar doktor dari
Michigan USA, sudah lebih 10 tahun menjadi engineer di pabrik mobil
AS. Saat pertemuan dengan Presiden SBY itu Danet baru tiba dari USA.
Masih belum mandi. Hampir saja tidak sempat hadir. Pesawatnya dari AS
terlambat berangkat.

Saya sudah sekali mengunjungi workshop di Jogja yang akan mengerjakan
mobil listriknya. Danet menyiapkan prototipe mobil listrik kelas
mewah. “Agar jangan ada anggapan mobil listrik itu ecek-ecek,”
- Show quoted text -
“Dalam satu mobil,” kata sang Sadewa ini, “diperlukan 150 motor”.
Kalau satu juta mobil diperlukan 150 juta motor. Semuanya impor. Satu
pabrik gula besar bisa memerlukan 1.000 motor. Apa saja, memerlukan
motor. Tapi kita belum bisa membuatnya.

Sadewa dari Sumbar inilah yang akan mengubahnya. Kini dia sedang
membentuk tim yang kuat. Dia akan keliling perguruan tinggi mencari
tenaga yang handal untuk menjadi timnya. Dalam tiga bulan ke depan
prototipe motornya akan lahir di Bandung. Tentu Sadewa akan
memprioritaskan motor untuk mobil listrik nasional lebih dulu.

Melihat tekad putra-putra bangsa itu, Presiden SBY tidak bisa
menyembunyikan keterharuannya. Wajah, mimik dan kata-kata Presiden
membuat suasana pertemuan sore itu campur aduk: haru dan bangga!

Presiden memberikan dukungan penuh pada lahirnya babak baru ini.
Misalnya dukungan regulasi dan insentif. Menperin MS Hidayat juga
sangat bersemangat. Ia komit memberi dukungan yang diperlukan.

Lantas, kata penutup dari Presiden SBY dalam pertemuan itu seperti
sapu jagad: dalam tiga bulan ke depan konsep regulasi yang diperlukan
berikut insentif yang diinginkan sudah harus berhasil dirumuskan. Dan
Presiden SBY akan menagihnya.

Tepuk tangan pun menggemuruh: plok-plok-plok!

*Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN

Read more...

Pengalaman Irsal Imran mencari Investor di Silicon Valley

Minggu, 27 Mei 2012

From: "irsal2002"
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Sat, 26 May 2012 06:53:30 -0000
To:
ReplyTo: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Re: Konsultasi bisnis via japri



Mas Erik,  boleh numpang nimbrung? :).
 

Kebetulan saya juga lagi siap2 buat cari dana ke Silicon Valley, jadi sudah mempelajari dan bertanya-tanya kepada yg sudah sukses.  Memang penentuan sharing ini boleh dibilang more arts than science, jadi mungkin banyak berbagai ragam yg bisa dilakukan, terutama dalam menentukan berapa nilai idea kita dihargai.  Semua tergantung bagaimana kita bisa menyakinkan investor, dll.

Jadi yg paling menentukan awalnya berapakah nilai pre-money perusahaan kita dimana kemudian sharingnya bisa dihitung dg rumus,

ownership% = Amount Raised / (Pre-money valuation + Amount Raised).

 


salam,
-Irsal Imran


Baca juga :
- Kisah Pendiri Google

Read more...

Kisah Pendiri Google

Kisah Pendiri Google






Google lahir dari sebuah pertemuan tanpa disengaja dari Larry Page dan Sergey Brin di Universitas Stanford. Pada Januari 1996 Lary dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan Search Enggine yang diberi nama BackRub. 1998 Teknologi Search Enggine itu terus di sempurnakan, keduanya mulai mencari Investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi mesin pencari mereka.

Sehingga, mereka mendapatkan suntikan dana dari Andy Bechtolsheim teman kampus sekaligus pendiri Sun Microsystem. Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS, yang uniknya di cek itu tertulis atas nama Google yang bahkan pada saat itu belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Larry dan Sergey sebelumnya pernah menawarkan kemungkinan dengan Alta Vista, tetapi ditolak dengan alasan perusahaan induk Alta Vista yaitu Digital Equipment Corp tidak suka bergantung pada orang dari luar perusahaan.

Investor di Silicon Valley, Michael Moritz (Sequa Capital) dan Jhon Doer (Kleiner Perkins) yang saling berkompetisi akhirnya bisa diyakinkan untuk menyuntik modal senilai 12,5 juta dolar AS ke perusahaan Google yang pada 7 Desember 1998 ini didirikan.

Kantor pertamanya adalah sebuah ruang garasi rumah teman mereka di Menlo Park, California. Pada tahun 1999, Google pindah ke kantor di 165 University Ace Palo Alto California sebelum akhirnya pindah ke Googleplex pada akhir tahun tersebut.

Larry dan Sergey terus menjalankan mesin pencari Google hingga tahun 2001. Setelah itu mereka merekrut Eric E. Schdimt untuk menjadi ketua umum dan CEO Google.

Google kini menjadi perusahaan yang paling berpengaruh di Internet, termasuk karena Blogger.com sudah mereka kuasai.

Googleplex menjadi tempat kerja yang sangat nyaman, karena dilengkapi sarana dan prasarana yang lengkap seperti kolam renang, bar, billiard room, futsal, voli pantai, makanan gratis, minuman kesehatan cuma-cuma, dan cemilan yang melimpah. Terlebih lagi, suasana kerja yang rileks karena karyawan google diperbolehkan untuk hanya mengenakan kaus dan celana jeans, sehingga apabila ketika kita datang ke googleplex dan melihat sesorang yang mengenakan pakaian resmi, jas dan sebagainya, hampir bisa dipastikan dia adalah Tamu.

Satu lagi yang menarik, di Google diterapkan sistem , karyawan diberikan 20 % waktu kerja mereka untuk bebas mengerjakan apa yang di minati-nya – kira-kira dalam 1 minggu sehari. Sehingga kreativitas karyawan meningkat, dan lahirlah seperti misal google earth dll. Dengan begitu google sangat konsen pada Sumber Daya Manusia yang mereka miliki.

Sebuah artikel yang ditulis oleh seorang wartawan dari Fortune, Freg Vogelstein, berjudul ” Why Google Scares Bill Gates ” menjelaskan persaingan antaran Google dengan Microsoft. Ini membuktikan betapa hebatnya google saat ini, sehingga raksasa seperti Microsoft yang sudah berusia 25 tahun lebih, menerapkan berbagai strategi untuk bersaing dengan google. Ini terlihat nyata, dengan rencana Akusisi Yahoo.com oleh Microsoft baru-baru ini, meskipun akhirnya kandas.

Di balik itu, Google juga melakukan kerja-kerja filantropis ( sosial ) dengan mendirikan Google.org. Misi dari organisasi itu adalah membantu kampanye soal perubahan iklim, pemanasan global, juga kesehatan dan kemiskinan global. Direktur dari Google.org ini adalah Dr. Larry Brilliant.

Sumber: ttp://gosukoharjo.wordpress.com


Baca juga:
- Pengalaman cari investor di Silicon Valley

Read more...

Kerjasama IA-ITB Malaysia (Kuala Lumpur) dan IA-ITB Jakarta

From: oskarhonest@googlemail.com
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Sun, 27 May 2012 02:07:01
To:
Reply-To: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Cc: oscar_pakpahan@yahoo.com
Subject: [Senyum-ITB] Berita ITB: IA JKT & IA KL

 



Rekan-rekan ITB dmanapun berada,

Sekedar informasi bahwa tgl 23 May 2012 kemarin bertempat di FX senayan telah
dilaksanakan pertemuan antara Direktur Eksekutif IA ITB JKT Khalid Zabidi dan
Sekjen IA ITB-KL Oskar Pakpahan.

Pertemuan membahas isu2 terhangat dari kedua pengda dan membahas rencana
penandatanganan MOU untuk kerjasama.

Mari kita sambut berita baik ini untuk IA ITB yg lebih baik kedepan.



Salam Inharmonia progressio,
Oskar Pakpahan GM'00

Read more...

Video putranya Yayung TI77 memainkan Copacabana

Kamis, 24 Mei 2012



Adi, anaknya Yayung TI77, memainkan keyboard dan menyanyi lagu Copacabana, dengan ditemani Shili  pada vokal.


______________________________
From: "B. Antariksa (Erik), 99Bali International, www.99Bali.com"
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Thu, 24 May 2012 00:10:30
To: Senyum-ITB
Reply-To: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Adi, anak Mbak Yayung TI77, sukses berat di Singapore Art Festival

Dian Soerarso (Yayung):
Alhamdulillah --- anakku 'sukses berat' di Singapore Art Festival 2012.

Liputan ada di bawah ini.


Duo Vokalis ‘Shili & Adi’ Ramaikan Singapore Arts Fest dengan Bengawan Solo – Rasa Sayange
by Maulana Bachtiar

Sorak bangga terdengar dari beberapa penonton ketika lagu Bengawan Solo
dinyanyikan di atas panggung Singapore Arts Festival pada 21 Mei 2012. Terlihat
ada sebagian dari penonton yang berasal dari Indonesia. Bahkan beberapa dari
mereka sempat kaget karena tak menduga akan mendengar lagu-lagu Indonesia
dinyanyikan di acara ini.

Di tengah ratusan penonton, lagu ciptaan Gesang tersebut dinyanyikan oleh duo
vokalis ‘ShiLi & Adi’ bersamaan dengan campuran lagu-lagu lainnya termasuk lagu
Mandarin 'Wo Yao Ni De Ai' dan lagu band Aqua 'Baby Girl'.

Selain Bengawan Solo, pasangan penyanyi yang sudah sering menghibur di berbagai
macam tempat di Singapura ini juga menyanyikan Rasa Sayange, lagu yang sangat
populer di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Penonton pun asyik melambaikan
tangan mereka bersama alunan lagu ini. Campuran  lagu-lagu rakyat dinyanyikan
untuk menutup rangkaian lagu modern bawaan duet vokalis asal Malaysia-Indonesia
lulusan National University of Singapore tersebut.

Dengan penguasaan lagu dari tiga bahasa yang berbeda (Inggris, Indonesia dan
China), duo vokalis ShiLi & Adi diundang panitia untuk meramaikan panggung utama
acara pada senin malam 21 Mei 2012. Acara ini mampaknya kian mengangkat
popularitas Shili & Adi karena keterampilan mereka dalam membawakan berbagai
macam lagu, mulai dari lagu-lagu pop modern sampai lagu musikal seperti ‘Defying
Gravity’ dari Wicked The Musical, patut diberikan dua acungan jempol.

Lagu-lagu campuran atau medley yang mereka mainkan diiringi oleh alunan musik
keyboard yang dimainkan oleh Adi, pemusik asal Surabaya yang juga bekerja
sebagai insinyur industri elektronik di Singapura. Pasangan duetnya, Shili,
ialah penyanyi dengan suara serak-serak basah, berasal dari negeri jiran,
Malaysia.

Read more...

Video Scarborough Fair dinyanyikan di acara Andy Williams Show

Video Scarborough Fair dinyanyikan di acara Andy Williams Show


Suara jernih duet Paul Simon dan Art Garfunkel menyanyikan Scarborough Fair ditampilkan pada acara Andy Williams Show.
Sebagai tuan rumah (host), Andy Williams ikut menemani sehingga menambah semarak lagu Scarborough Fair ini.

Selamat menikmati video berikut :



Are you going to Scarborough Fair
Parsley, sage, rosemary and thyme
Remember me to one who lives there
She once was a true love of mine

Tell her to make me a cambric shirt
(On the side of a hill in the deep forest green)
Parsley, sage, rosemary and thyme
(Tracing of sparrow on snowcrested brown)
Without no seams nor needle work
(Blankets and bedclothes the child of the mountain)
Then she'll be a true love of mine
(Sleeps unaware of the clarion call)





Salam dari Pantai Petitenget, Bali

;-))
Paris Hilton dan 99Venus Team


Baca juga :
- Siapa ikut? Moko Darjatmoko SI70 mengajak ke Scarborough Fair

Read more...

Siapa ikut? Moko Darjatmoko SI70 mengajak ke Scarborough Fair

Selasa, 22 Mei 2012

Sesudah Moko mengajak mendengarkan lagu America dari Simon and Garfunkel (baca di Simon and Garfunkel: And the moon rose over an open field), maka sekarang kita dengar suara Paul Simon and Art Garfunkel berduet sahut-sahutan dalam lagu Scarborough Fair.

Siapa mau ikut ke Scraborough Fair ?


Read more...

Foto: Bertemu dengan HMFT (Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik)

From: "Esthi T. Bhirawati"
Date: Tue, 22 May 2012 14:02:15
To: ;
Reply-To: esthitb@gmail.com
Subject: Bertemu dg HMFT

 

Tadi sore di Plaza Festival , JL. HR Rasuna Said Kuningan Jakarta saya bertemu
dengan Herjuno Ketua HMFT yang baru dilantik April lalu dan Herdiawan Ketua
Divisi Hubungan Luar HMFT.

Selain menandatangani MOU tentang penyerahan dana hasil Acara 60 TH TF sebesar Rp 77 juta yang dititipkan ke rekening Prodi TF utk kegiatan kemahasiswaan dan/atau HMFT, kedua adik kita juga menyerahkan sebuah foto Ketua IATF saat acara 60 th TF yang lalu sebagai kejutan kado ultah 20 Mei
12 :), seperti foto terlampir....


Semoga momen ini bisa menjadi awal karya besar di kemudian hari, ikatan antara
alumni TF dan adik adik mahasiswa TF dan almamater tercinta TF ITB, seperti yang
sudah terjalin selama ini.
Insya Allah.



Salam hangat,

esthi@tf83
www.esthi-t-bhirawati.blogspot.com

Read more...

Anti Kateter buatan Tara (Taufiqur Rahman)

--- In Senyum-ITB@yahoogroups.com, Taufiqur Rahman wrote:



Dear all,


Kemarin saya menemani ortu ke RS, dan kesimpulannya harus dirawat karena jantung yang lemah dan cairan tubuh harus dikeluarkan. Proses pengeluaran cairan tubuh ini melalui obat yang mengakibatkan buang air kecil sering sekali. Jika menggunakan pispot akan cukup repot, sehingga pilihan yang ditawarkan adalah kateter. Di sisi lain kateter itu menyakitkan, dan butuh penyembuhan saat dicabut.
Dari kesulitan ini akhirnya saya membuat alat ini yang saya sebut antikateter. Gabungan dari urine bag, botol aqua dan botol kecap :p.




Alat ini merupakan pertengahan antara pispot dan kateter. Sudah 3 hari ini digunakan, dan terbukti bermanfaat. Dokter dan suster yang melihat tadinya heran, setelah saya jelaskan mereka ketawa dan mengakui itu bermanfaat :D.

Sekedar sharing aja, kali aja ada yang mengalami harus dikateter, ini bisa jadi pilihan.


Tara

Read more...

Foto almarhumah Yetty Nuryati AR75

Senin, 21 Mei 2012

 --- In Senyum-ITB@yahoogroups.com, nursjahid@... wrote:
Re: Foto hadiah ulang tahun Yetty Nuryati tg 2 April 2012 yll dan foto di Candi Borobudur 1 bulan yll bersama rekan Danang Priyatmojo


Mas Erik yth



Ulang tahun 2 April 2012

Dengan Danang Priyatmojo di Candi Borobudur


Ini foto rekan Yetty Nuryati AR75 (pejabat di KemenPU) yg ultah ke 56 hadiah
dari rekan Danang Priyatmodjo AR75.

Beliau sedang umroh, ada penyakit asma kmd sesak nafas mungkin kelelahan dan
terus wafat, waktu berangkat tidak sakit. Itulah jalan beliau menghadapNya smg
khusnul khotimah, beliau insya Allah akan dimakamkan di Mekah. Semoga rekan
Bambang Barata AR75 (suami almrh) dan kedua putra-putrinya tabah dan ikhlas.


Salam duka,
Nursjahid Achmad AR75

NB. Maaf Danang yg sdg di USA fotomu dg almh Yetty saya kirimkan via Senyum ITB
ke mas Erik moderator senyum ITB.

Read more...

Video Eric Clapton memainkan My Farther's Eyes akustik

--- In Senyum-ITB@yahoogroups.com, arthur silalahi wrote:


Looking through My Father's Eyes

Dear kawan2,

lama tak muncul di sini. banyak sekali ketinggalan yah si gw hehehe...
rasanya tak akan habis tribute kita utk bang onyek M83 yg meninggalkan kesan mendalam.

rasanya kita semua saling terkoneksi dgn cara yg luar biasa ya.
membaca semua email kawan2 saya jadi ingin kasih tribute ini...utk semua ayah di seluruh dunia.
sama seperti bang onyek...a father to his children :)







Eric Clapton : My Father's Eyes

Sailing down behind the sun,
Waiting for my prince to come.
Praying for the healing rain
To restore my soul again.

Just a toe rag on the run.
How did I get here?
What have I done?
When will all my hopes arise?
How will I know him?
When I look in my father's eyes.
My father's eyes.
When I look in my father's eyes.
My father's eyes.

Then the light begins to shine
And I hear those ancient lullabies.
And as I watch this seedling grow,
Feel my heart start to overflow.

Where do I find the words to say?
How do I teach him?
What do we play?
Bit by bit, I've realized
That's when I need them,
That's when I need my father's eyes.
My father's eyes.
That's when I need my father's eyes.
My father's eyes.

Then the jagged edge appears
Through the distant clouds of tears.
I'm like a bridge that was washed away;
My foundations were made of clay.

As my soul slides down to die.
How could I lose him?
What did I try?
Bit by bit, I've realized
That he was here with me;
I looked into my father's eyes.
My father's eyes.
I looked into my father's eyes.
My father's eyes.


My father's eyes.
My father's eyes.
I looked into my father's eyes.
My father's eyes.

Read more...

Video solusi transportasi massal kreatif di China

Minggu, 20 Mei 2012

--- In Senyum-ITB@yahoogroups.com, goenarso goenoprawiro wrote:
Subject: Bagus : Solusi Transportasi Massal di China

 
Ibu dan Bapak,

Terlampir adalah solusi Transportasi Massal yang kreatif dan akan dilaksanakan di China :



Saya dapat dari Pak Ferry Bambang.




Have a nice week end,

Goenarso ( 26D4656C )

Read more...

Video Paris Hilton menunggu Kabogohnya di Metis, Bali

Ini video Paris Hilton yang sedang resah menunggu Kabogohnya di resto Metis, Bali.
Kabogohnya dikabarkan menginap di The Zhurga, villa milik Alumni ITB, yang hanya 2 menit dari resto Metis.
Sambil menunggu, Paris Hilton melihat pertunjukkan fashion show.

Klik info dan video resto Metis, Bali






Peta: A = The Zhurga, B = Resto Metis, Bali (1,3 km, 3 menit)


View Larger Map

Rencananya Paris Hilton dan Kabogohnya yang keren tapi agak gokil, akan makan malam di Pantai Petitenget yang juga tidak jauh, hanya 5 menit dari resto Metis.





Salam dari Pantai Petitenget,

;-))
Wartawan Senyum-ITB dan 99Venus Team

Read more...

Video: Monny Rukmono dan ITB'76 mengajak ke Danau Maninjau, Sumatera Barat

Danau Maninjau (Sumber: indonesian-traveling.blogspot.com)


From: "Monny T Rukmono"
Date: Sat, 19 May 2012 22:45:18 +0000
Cc: ITB76; IA-ITB
Subject: 76 Lagi asyik "Maninjau" tanah Uda Danil...



Iya nihh Uda Danil, BB sy luber email kewalahan sampai overload jadi sering hang.....selain lagi banyak urusan......hehehe maaf ya terpaksa banyak absennya.......dan di digest mode....

Btw ini kita2 angkatan 76 lagi melaksanakan program jalan2 kali ini "Tour De HighHill alias BukitTinggi" tinggal di salah satu Resort di Danau Maninjau utk Maninjau tempat kelahiran kawan2 76 kami...... asyiiiiik panoramanya dan luar biasa sambutan kawan2 kami yg ada di Sumbar.......bahkan yg blm pernah kenalpun jadi langsung akrab n bikin alumni 76 makin kompakkk akrab-mengakrabi.....kalo tour2nya alumni memang unik, guyub dan selalu ngakakakakngakakkk sepanjang jalan.......

 

From BukitTinggi w.Love,
monnyTK76

----------------------------------------



Video: Gowes, Jelajah Alam Seputar Danau Maninjau


Peta: A = Padang, B = Bukittinggi, C = Danau Maninjau


View Larger Map

Read more...

Anggota Senyum-ITB di Bournemouth, UK

Rabu, 16 Mei 2012



Location: Bournemouth, UK

Dear All,

Perkenalkan sy Andi Achmad alumni sipil 03.
Kira2 ada ga alumni ITB yg sekarang kuliah atau kerja di bournemouth?
Saya ingin menanyakan tentang akomodasi dll..

Thank you very much


Warm Regards,
Andi Achmad

__________________________
Web: www.bournemouth.ac.uk




View Larger Map

Map: A (London) to B (Bournemouth University) = 108 mi, 2 hours 10 mins driving.

Bournemouth University is located in the city of Bournemouth on England's south coast.
Bournemouth is known as a beach holiday town in the summer months and, while not large, has a thriving night life.
Bournemouth University is has approximately 13,000 students and has a main, North American style, campus located on the edge of town. The University facilities are modern.

Read more...

Reuni ITB'86 di Rumah Chandrasa Sedyalaksana EL'86, Bonn, Jerman

Senin, 14 Mei 2012

Halo semuanya,


mau laporan nih....
Hari ini tanggal 13 Mei 2012, reuni ITB 86 terlaksana dengan jumlah peserta (jadi), 3 orang. Jangan dilihat dari jumlahnya ya....he.he..he.., ini hanyalah sebuah awal, segala sesuatu harus ada awalan meskipun itu step kecil.
Rencana terakhir pesertanya Chandarasa (EL), Yuli (EL), Agu (M) dan Helmi (GM), tetapi karena kesibukan Agu tidak jadi datang.


Peta: (A) Amsterdam, Belanda - (B) Bonn, Jerman



Saya tiba di rumah Chandrasa di Bonn jam 11.40 setelah menempuh perjalanan 245km dari tempat tinggal. Pada saat membukakan pintu Chandra langsung mengenali saya dari bayang2 di lapangan sepakbola. Memang setidaknya jurusan(himpunan)ku pernah ketemu EL di semifinal TPB games dan di final piala liga. Saya juga langsung mengenali Chandra karena suka kelihatan ngumpul sama anak2 SMA 1 Solo. Saya pikir saya akan menjumpai seorang wanita jerman berambut pirang sebagai istri Chandra, ternyata tidak, orang Indonesia juga. Istrinya Agu yg orang jerman.

Sambil menunggu Yuli, saya dan Chandra ngobrol2 nostalgia sambil bakar sate. Waktu berjalan begitu cepat dan tidak terasa harus jemput Yuli dan suami ke stasiun. Obrolan tambah seru dengan hadirnya Yuli, cerita lagi nostalgia masa lalu. Dulu saya punya aktifitas di eksplorasi minyak di laut utara jawa waktu kerja di Arco. Yg saya lihat hanyalah cowok setiap hari plus binatang2. Tiba2 datanglah Yuli (LIPI) sebagai tamu yg ingin lihat teknologi Ocean Bottom Cable dan saya sebagai pengurus yg harus antar tamu, aku lupa apa aja yg pernah aku katakan ke Yuli, tapi menurut cerita versi Yuli, aku pernah bilang gini "Yuli kamu kelihatan cantik sekali.....karena tahu nggak kenapa....di sini kambing dan kucing aja kelihatan cantik ;-)..ha..ha.ha...

Ada juga obrolan2 tentang kunjungan anggota DPR ke jerman yg di "walkout" i mahasiswa indonesia di jerman dan keprihatinan ttg situasi politik dan korupsi di indonesia, TKW/TKI, dll.

Sayang, waktu jua lah yg membatasi, kalo mau diturutin, pasti betah sekali bisa ngobrol2 dengan teman seangkatan. Mudah2an ada lagi reuni berikutnya, ntah dimana ...rasanya berharga sekali bisa networking dan silaturahmi.

Ini saya attach foto dari kamera saya, yg lain saya upload di facebook kalo ada waktu. Yuli or Chandra, tolong upload juga foto dari kamera kalian ya...






salam,
Helmi Mahara GM'86

------------------------

Bonn, Jerman



Bonn, Living History (Germany) 2014 Full HD



Published on Feb 4, 2014
Bonn, Living History, Germany

Things to Do in Bonn
Bonn attractions
Bonn, Germany
Cologne Bonn
Cologne Bonn
Historic sites in Bonn
Bonn parks
Bonner wonders of nature
Bonn travel ideas
Bonn trip ideas

Read more...

Simon and Garfunkel: And the moon rose over an open field

Selasa, 08 Mei 2012

Re: Bulan Purnama di atas sawah

I'm sorry, but that's not correct.
The right answer is "America" by Simon and Garfunkel

    ...
    So I looked at the scenery, she read her magazine
    And the moon rose over an open field

    "Kathy, I'm lost," I said, though I knew she was sleeping
    "I'm empty and I'm aching and I don't know why"

    ...

You can listen and watch the video clip (and the whole concert, too). Start here:




Moko/





Baca juga :
- Bulan purnama di atas sawah

_________


--- In Senyum-ITB@yahoogroups.com, "99Venus Team" <99venus@...> wrote:
>
> Jawaban menebak tanpa nGoogle yaitu Blue Moon.
>
> Blue moon, you saw me standing alone tra la la laaa.
>
> Benar nggak, Kang Moko?
>
>
>
> Salam,
>
> 99Venus Team

Read more...

Bulan purnama di atas sawah




--- In Senyum-ITB@yahoogroups.com, "99Venus Team" <99venus@...> wrote:


Met sore.

Foto bulan purnama di Ubud yang hening terlampir.
Suara jangkrik krik krik kriiikkkk dan serangga malam menemani.



Salam dari keheningan Ubud,

;-))
Suster2 Boromeus dan 99Venus Team


Baca juga:
- Simon and Garfunkel: And the moon rose over an open field

Read more...

La Lucciola – A Perfect Cuisine Sanctuary

Minggu, 06 Mei 2012


La Lucciola – A Perfect Cuisine Sanctuary 
by ablteam on Wednesday, 8 November 2006Print | Email | 10 Comments | 33,108 views

The Frommer’s call it “a place to see and be seen” but I prefer to call it a cuisine sanctuary. If you want to have a lunch without any hullabaloo of the Kuta’s crowd while still have the opportunity to enjoy the enchanted view of the beach and a nice breeze without any unnecessary obstruction from a structure called “wall”, La Lucciola is just the place for it. La Lucciola is on walking distance from Hotel Oberoi, but for visitor with vehicle, the parking area appears reasonably safe for such a public area, as security guards abound! After crossing the canal by an old wooden bridge, you are at the La Lucciola Beach Club! Strolling along the stone path, in the midst of the well-manicured grounds, you wind your way around to the restaurant’s front entrance. For lunch then you will also be faced with the rear view of a line of deck chairs from those enjoying their sun & surf, as well as a little sustenance, on the beach.


View Larger Map

La Lucciola

La Lucciola is perched right on the edge of the beach. An enormous open, thatch-roofed building, with dining on two levels. The upstairs section has a nice breeze that is almost inevitable. The large bamboo furniture seems to suit the place and the occasion.

La Lucciola

For lunch a variety of entrees, very mixed in origin and style, often suffice for a pleasant and relaxing meal. A pair of King Prawns with thin chips of Sweet Potato stuck all over them, always remind me of Sydney’s Thai chef, Prasit, and his famous king prawn and taro dish. Maybe there is a connection. A Meze is a touch of Greece. Italian-style pastas abound, as well as a variety of salads from many origins. The Chicken and soba noodle salad, with a soy and sesame dressing, a perfect light snack.

La Lucciola

La Lucciola not just excellent for lunch but perfect for dinner. On your visit in the evening, you will be walking between the oil burning torches that edge the pathway.

La Lucciola

For dinner, a wide selection is always available on the menu, Caramelised Onion and Anchovy Tart Tartin, a bit mushy but very tasty, and delightful little Filo Pastries, of minced lamb and fetta cheese, served with minted tomato yoghurt are excellent entrees. A Grilled Fillet of Beef with roasted sweet potatoes and mustard butter is superb. Likewise Char-grilled Lamb Cutlets with parmesan mashed potatoes and sautéed green beans, are perfect. The seafood specials, calamari and a unique prawn and snapper pie, is tops, in addition to a complement of good pasta and traditional Italian fare can not be resist.

La Lucciola

La Lucciola also has an adequate wine list, with wines from Australia, California and Italy, plus one special wine from New Zealand, a Caramelised Onion.

La Lucciola

Last but not least is a private dining space for a small group called ‘The Firefly Room’. The name ‘Firefly Room’ has been based on an inspiration drawn from the life of firefly. Perched atop the trendy open bar with a ceiling bejeweled by small ferry-lights, the ‘Firefly Room’ is the epitome of style. Spectacular views from every angle and fine table settings make it an ideal setting for tropical brunch meetings, board lunches, cocktail parties and elegant dinner gatherings.

La Lucciola

I think a further explanation on La Lucciola is unnecessary, the only suggestion I can give is “reserved a place there and enjoy the magic of La Lucciola”.

La Lucciola

Address:
Jl. Laksmana (Jl. Oberoi), Temple Petitenget, Kerobokan

Phone:
261.047

Open:
Breakfast, Lunch and Dinner, 7 days

Bookings:
Advisable

Parking:
Open Parking area, with security [pay a small donation to temple].

Credit Cards:
Amex, MC, Visa

Food:
Mediterranean

Wine:
Adequate selection

Service:
Excellent.

photos are taken from

http://www42.tok2.com/home/lucca/masami/Restaurant/lalucciola/Lalucciola.htm

Read more...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP