powered by Google
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Mengelilingi Perancis selama 30 hari

Rabu, 19 Maret 2014



From: utsi soema 
Date: Wed, 19 Mar 2014 13:37:17 +0700
Subject: [Senyum-ITB] Prancis Ga Cuma Paris [4 Attachments]



Kami, 2 alumniwati ITB sedang melakukan perjalanan mengelilingi kawasan Prancis utara barat dan timur selama 30 hari. Perjalanan ini adalah yang kedua setelah tiga tahun lalu kami juga mengelilingi kawasan bagian selatan barat dan timur juga selama 30 hari. 

Perjalanan ini adalah untuk mendokumentasikan kota kota tua di perancis, karena sebagaimana kami baru ketahui berdua prancis mengkonservasi kawasan kota tuanya hampir di seluruh peloksok negeri. Tidak sulit menemukan point of interest dimanapun di seluruh kota prancis, karena hampir semua sama cantiknya dan hampir semua membuat kami berdua iri bagaimana negara ini sangat hebat menjaga keutuhan dan kelestarian bangunan tua, jalanan kecil dengan batu-batu yang unik lengkap dengan saluran air dibagian tengahnya, maupun ambience artistik yang selalu bisa kita nikmati setiap saat meski bukan musim turis.

Berbekal kursus bahasa perancis yang sudah kami jalani hampir selama 10 tahun di tempat yang sama dan bahkan kadang2 di kelas yang sama yaitu di centre cultural francais yang sekarang menjadi institut francais indonesie, kami memfokuskan perjalanan ini hanya untuk mengunjungi kota, desa, kawasan tua dan mengunap di rumah penduduk/warga setempat.

Terlapir beberapa dokumentasi yang sudah kami ambil 3 tahun lalu, dan yang baru kami ambil kemarin.



Salam
Uci Soemarmo | Desain Grafis FSRD 83
Sorita Meidiana (Mei) | Arsitektur 81

Notes 1:
Apakah ada teman-teman alumni ITB yang sedang tinggal di: Caen, St Mallo, Rennes, Nantes, Tours, Poitiers, Limoges, Clermont Ferrand, Dijon, Besancon, Colmar, Metz, Lille dan Amiens ...siapa tau kita bisa helo2 sambil tanya2... :)
Ayo, nanti dapet jatah bumbu instant asli Indo.

Notes 2:
Merci Farida Francaise...
Sayang Bordeaux sudah kita kunjungi di episode 1...tapi grace a vous kita bisa ketemu dan nginep di chez habitant melalui RBnB...




.

Read more...

Poso - Makassar lewat darat

Minggu, 14 April 2013


From: Saifuddien Sjaaf 
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Sun, 14 Apr 2013 10:49:59 +0700
Subject: Re: [Senyum-ITB] Poso - Makassar lewat darat


Rekan alumni yang saya hormati,

Sebelum Poso membara, saya pernah dua tiga kali ke sana, baik dari Palu maupun dari Makasar dengan jalan darat. Dan juga dari Manadi ke Gorontalo.

Yang indah adalah di Tentenna, ditepi Danau Poso yang memiliki ikan belut endemik berukuran raksasa, Nyaman, kalau tidak terlalu besar. Kalau yang sebesar paha manusia, ya nggilani juga.

Kalau anda dari Makassar mau menuju Menado jalan darat, tentu akan melewati Poso, bisa langsung tanpa ke Palu. Tetapi sayang kalau tidak melewati Kebon Kopi menuju Palu dan Donggala. Walau nanti akan kembali lagi ke Parigi. Palu -Gorontalo, say abelum pernah.

Diantara Makasaar dan Poso, anda akan disuguhi berbagai pemandangan yangberbeda, dan ada satu air terjun yang berada di tepi jembatan [kalau tidak salah namanya Fuhumfera]. Sangat indah dipotret dari Jembtan, apalagi kalu dari dasar [bila sempat].

Bukit-bukit di daerah Pangkajene juga aneh bentuknya, seakan muncul dari dataran persawahan.

Jangan lupa mampir ke air terjun di sekitar Maros yang juga banyak kupu-kupunya [maaf lagi hang nama nya], dan disana juga ada gua purba [yang pernah jadi hunian manusia pada jamannya] dengan adany alukisan tangan di dinding gua.

Di Palu ada makanan khas yang enak, namanya KALEDO  [katanya singkatan dri KAki LEmbu DOnggala] dimakannya dengan singkong rebus.

Kalau di Gorontalo, ada sarapan khas yaitu BINTE [seperti sop jagung dengan kelapa parut, jeruk nipis, dan serpihan ikan cakalang atau udang kecil].

Ada TREH HIJAU Produksi pegunungan di PALU, juga bagus sekali cita rasanya.

Dan tentunya Bibir Menado di Menadonya [ee maaf BOBOR MENADO, huru "i" dan "o" berdampingan letaknya.

Selamat menikmati keindahan tanahdarat Indonesia, khususnya SULAWESI.

Semoga menikmati apa yang diharapkan.



Salam
Saifuddien Sjaaf / TK-64

-------------------------------------

Peta:
Makassar (A) - Poso (B) = 720 km

View Larger Map


Read more...

Menyelam di Wakatobi

Senin, 25 Februari 2013


Baca juga:
- Video: Ketut Wiyasa EL'82 mengajak ke Wakatobi yang indah





Uploaded on Nov 20, 2008
Dive into a dream at Wakatobi! In this video you'll see the famous reefs, the impressive critters and get a better idea of just why people say this region has the most pristine reefs in the world.






Taman Nasional Wakatobi adalah taman bawah laut di Indonesia. Dengan luas area sekitar 1,39 juta hektar. Taman Nasional Wakatobi memiliki potensi sumberdaya alam laut yang bernilai tinggi, baik jenis dan keunikannya, yang menyajikan panorama bawah laut yang menakjubkan. Secara umum, perairannya mempunyai konfigurasi mulai dari datar, melandai ke arah laut, dan bertubir curam. Kedalaman airnya bervariasi hingga mencapai 1.044 meter dengan dasar perairan sebagian besar berpasir dan berkarang. Taman tersebut terdiri dari empat pulau besar, yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko yang berada di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Potensi sumberdaya alam laut yang bernilai tinggi dan panorama bawah laut yang indah inilah yang membuat Taman nasional Wakatobi dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia.

Pada tahun 1994, beberapa orang yang tergabung dalam tim IPB melakukan survei di Wakatobi. Dari hasil survei yang mereka lakukan tersebut terungkap, bahwa di Wakatobi terdapat beraneka ragam kekayaan alam bawah laut, seperti terumbu karang dan aneka binatang laut. Karena memiliki kekayaan alam bawah laut, kawasan tersebut menyajikan panorama bawah laut yang begitu menawan dan sangat bagus sebagai tempat kegiatan menyelam. Setelah mempelajari dengan seksama hasil temuan tim IPB, Menteri Kehutanan pada tahun 1996 mengeluarkan surat keputusan No.393/Kpts-V/1996 yang menetapkan Wakatobi sebagai Taman Nasional.



Peta: A (Menado) - B (Wakatobi)


View Larger Map

Read more...

Ragam budaya, kisah dari Abu Dhabi

Minggu, 24 Februari 2013

Ragam budaya, kisah dari Abu Dhabi

Oleh: Hendra Messa TI88


Saat naik bis kota di Abu Dhabi ataupun naik kereta metro di Dubai, satu hal yg unik ialah kita bisa mendengarkan ring tone dengan beragam melody, saat handphone salah seorang penumpang berdering. Sekali waktu tiba2 berdering ring tone dengan irama lagu2 india, saat lain kita bisa mendengarkan rentak irama negeri arab, lagu2 barat popular sampai irama music yg tak kita kenali sama sekali, pokoknya beragam ring tone bisa kita dengarkan dari para penumpang di kendaraan umum tersebut yang terdiri dari orang berbagai bangsa. Abu Dhabi dan Dubai, kota besar di UAE, adalah kota yg multikultur, orang berbagai bangsa kita temui disana, menurut berita dari salah satu media massa setempat, ada sekitar 200 kebangsaan berbeda tinggal dan bekerja di negara UAE.
Kita akan bisa merasakannya saat sampai disana, bahkan sejak di Airport, kita bertemu para pegawai imigrasi berpakaian jubah , orang arab emirati setempat, para porter org india, pekerja cleaning service orang Bangladesh, org Filipina yg jadi penunggu toko2 free tax di airport, para supir orang2 pakistan, dan para penumpang dari berbagai kebangsaan lain nya. Itu baru di airport, saat sampai ke tempat2 umum lain nya di tengah kota seperti di mall, di sekolah, bahkan sampai saat sholat di mesjid pun, kita akan bertemu dengan orang berbagai bangsa.
Di tempat kerja pun kita akan menemui pada satu perusahaan karyawannya terdiri dari orang2 berbagai bangsa, seperti perusahaan tempat saya kerja dengan jumlah pekerja sekitar 1500 orang, karyawan nya terdiri dari sekitar 40 kebangsaan yg berbeda dari berbagai penjuru dunia.
Lokasi Abu Dhabi dan Dubai yg strategis di jalur perdagangan & transportasi dunia, membuatnya sejak lama jadi tempat persinggahan dan tinggal orang berbagai bangsa sejak dulu. Saat ini komposisi penduduk aseli setempat dari total populasi hanya 20%, sisanya adalah para pendatang, mungkin inilah salah satu negara unik di dunia, dimana penduduk aseli setempat jadi minoritas.
Bertemu dengan orang berbagai bangsa, beragam pula bahasa, budaya dan karakternya, bergaul dalam masyarakat yang multikultur seperti itu kita memerlukan keahlian komunikasi yg baik pula, karena tiap kebangsaan memiliki bahasa dan karakter berbeda. Biasanya orang2 berbagai bangsa tersebut, bekerja pada bidang kerja yg khas pula.Sebagai contoh, para penjaga toko biasanya orang Filipina, Supir kendaraan biasanya orang Pakistan, pekerja cleaning service/ tea boy biasanya Bangladesh, orang Nepal biasanya jadi security, Orang India yg jadi mayoritas pendatang kerja di berbagai bidang mulai dari kerja lapangan sampai di perkantoran. Orang2 Eropa biasa kerja di bidang teknik jadi tenaga ahli. Orang2 arab Emirate setempat biasa kerja di bidang pemerintahan atau jadi pengusaha dan lain lain.
Saat awal berada di tengah masyarakat yg multikultur ini, kita yg terbiasa tinggal di tempat yg satu budaya saja semisal di negeri sendiri akan agak kaget juga, tapi lama kelamaan akan terbiasa.
Berdasar pengalaman dan informasi yg kita ketahui selama ini, saat pertama kali bertemu org berbagai bangsa, akan timbul pemikiran stereotype karakter khas berbagai bangsa, misal kalau bangsa tertentu punya kelakuan tertentu pula, sehingga kita pun berbeda menghadapi nya. Seringkali ada juga pandangan2 negatif terhadap suatu bangsa sehingga kita pun berpesepsi yg negatif pula saat bertemu dg mereka.
Kalau kita berpandangan negatif terhadap suatu bangsa tertentu, kita seolah2 akan menutup komunikasi dengan nya,dan mereka pun akan berpandangan negatif terhadap bangsa kita, begitu pula sebaliknya. Pengalaman saya pribadi, kalau kita positive thinking thd berbagai bangsa, mereka pun akan berprasangka positif pula terhadap kita, sehingga komunikasi pun bisa terbuka, dari interaksi yg terbuka tersebut, kita akan bisa mengambil berbagai pelajaran dari mereka.
Pandangan bangsa lain terhadap kita bangsa Indonesia, seringkali diliputi prasangka negatif pula, semisal di negara Saudi Arabia, dimana kebanyakan orang Indonesia berada di level bawah, spt jadi pembantu rumah tangga dan supir, maka orang pun akan memandang rendah pada kita.
Namun berbeda dg kondisi di UAE dan Qatar dimana, banyak orang Indonesia yg menjadi tenaga ahli, spt operator, teknisi, insinyur bahkan manager, orang lain pun akan memiliki pandangan yg lebih menghargai kita. Apalagi memang pemerintah UAE, dikelola secara modern, punya system hukum yg bagus, dimana semua orang diperlakukan sama.
Kalau kita bisa tampil percaya diri, terbuka dan memang ada keahlian/keunggulan, kita bisa berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan mereka. Kita bisa beradu argumen dengan orang berbagai bangsa . Justru saya rasakan , saat di Indonesia sendiri kita sering diliputi suasana rendah diri saat berhadapan dg orang asing, yg antara lain terbentuk dari proses penjajahan yg lama yg secara budaya membuat kita rendah diri thd org asing. Sebaliknya saat di luar negeri, kita bisa tampil sama dengan orang berbagai bangsa tersebut, dan bisa kita berdebat dg org kulit putih yg tak selamanya lebih pintar. Hikmahnya ialah kembali pada diri kita sendiri, kita harus menunjukkan keunggulan diri, percaya diri, tak merendahkan diri, maka orang lain pun akan menghargai kita.
Berdasar pendapat seorang ahli komunikasi, perilaku seseorang dipengaruhi oleh latar belakang ( bangsa, budaya dll ) sekitar 40%, sedangkan 60% sisanya, adalah karakter pribadi masing2 orang yg universal sifatnya. Jadi prinsipnya semua orang memiliki karakter universal yg hampir sama.
Bergaul dg orang berbagai bangsa, bisa berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan mereka, kita bisa menyadari bahwa pada prinsipnya semua orang sama kedudukan, masing2 ada kelebihan dan kekurangan masing2. Berinteraksi dan bergaul dengan orang berbagai bangsa, kita bisa mengenal karakter dan budaya mereka. Kita bisa belajar berbagai bahasa, setidaknya bahasa pergaulan praktis kata sapaan saat bertemu.
Kita bisa belajar kesederhanaan hidup dari orang Bangladesh, belajar kerja keras dan keuletan dari orang India, belajar hapalan kitab suci Al Quran dari orang Mesir, belajar berdebat dari orang Spanyol & Itali, belajar menjaga penampilan dari orang Perancis, belajar keberanian dari orang2 Nigeria, dan banyak pelajaran dari bangsa2 lain nya. Selain sifat positif masing2 bangsa ada juga memiliki sifat2 negatif yang bisa jadi bahan pelajaran juga bagi kita untuk dihindari. Namun janganlah kita selalu terpaku pada sikap negative suatu bangsa tersebut, karena itu hal yg wajar pada tiap manusia yg punya kelebihan dan kekurangan.
Bergaul dg orang berbagai bangsa, mendengar cerita2 mereka tentang bangsa dan negaranya, kita seolah2 sedang mengembara ke berbagai penjuru dunia, mengenal kondisi alamnya, mengenal perjuangan hidupnya, banyak pelajaran berharga juga bisa diraih. Tiap2 negara memiliki cerita2 unik tersendiri pula.
Ari, teman kerja dari Finlandia, bercerita ttg keadaan alam negaranya yg berada di ujung utara dunia. Saat penghujung musim panas, mentari siang hanya sebentar tenggelam. gelap malam mulai jam 11 malam dan akan terbit lagi sekitar jam 1 pagi , begitu pula sebaliknya saat musim dingin, mentari terbit jam 11 siang dan tenggelam lagi jam 1 siang, benar2 kondisi alam yg ekstrem. Dengan kondisi alam seperti itu mereka tetap menjalani kehidupan sehari2 dengan normal, bahkan bisa menghasilkan telepon genggam yg paling popular di dunia, Nokia. Hambatan alam tidak memadamkan semangat kehidupan, bersyukurlah kita yg berada di alamtropis spt Indonesia yg waktu siang dan malam nya hampir sama sepanjang tahun, semoga alam yg indah dan nyaman ini memberikan kesempatan hidup yg baik juga bagi kita semua.
Ubong, teman dari Nigeria bercerita ttg negerinya, negeri kaya minyak, namun banyak menghadapi masalah. Ia bercerita ada salah satu suku di negerinya yg terkenal sebagai suku pedagang. Harga diri seseorang atau keluarganya ditentukan apabila ia bisa kaya karena berbisnis, bila ada diantara mereka tak berbisnis dianggap memalukan keluarganya, malah pendidikan tak begitu diutamakan. Karena itulah mereka melakukan berbagai bisnis di negerinya sendiri bahkan sampai ke berbagai penjuru dunia. Yang penting mereka harus melakukan bisnis, apapun juga bisnisnya, sampai yg illegal sekalipun. Saya jadi teringat dulu sering lihhat mereka berbisnis kain di daerah tanah abang Jakarta, ngapain jauh2 amat mereka bisnis sampai ke Jakarta ?, dan kita sering dengar juga mereka tertangkap karena bisnis illegal. Sekarang saya baru tahu ceritanya, betapa bisnis menjadi sebuah kehormatan keluarga/suku yang menyebabkan mereka melakukan segala cara untuk mencapainya.
an banyak cerita2 menarik lain nya, dari orang2 beragam bangsa dari berbagai penjuru dunia tersebut. Mudah2an saya sempat menuliskan lebih panjang lagi cerita2 dari berbagai bangsa tersebut, pelajaran2 apa yg bisa didapatkan. Selain dari keadaan alam kita juga bisa mendapatkan pelajaran dari keragaman orang berbagai bangsa tersebut, karakter uniknya, kisah2 dari negerinya, dari pengalaman hidup dan berbagai hal lain nya. Dari beragam hal tersebut, kita bisa mendapat pelajaran berharga, menguntai hikmah yg bermanfaat dalam menjalani kehidupan ini.

Sumber: hdmessa.wordpress.com

------------------------------------------------------------------

Visit Abu Dhabi


Uploaded on Jan 25, 2012
The distinct Arabic hospitality and mystique - and world-class infrastructure - make Abu Dhabi an excellent destination both for the experienced and novice traveller.


Peta: A (Abu Dhabi) - B (Dubai) = 151 km

View Larger Map

Read more...

Wisata ke Gresik

Minggu, 27 Januari 2013


Visit Gresik City 2012





From: Saifuddien Sjaaf 
Date: Sun, 27 Jan 2013 19:05:55 +0700
Subject: Re: [Senyum-ITB] Kegiatan di Gresik



Pesiar to Mas, saya kira ada pekerjaan khusus.

Pak Elan, masih jualan bandeng bakar, dan ada legen. Siwalan [buah lontar - rontal] masih ada.

Sila jalan di Jalan Sindujoyo, banyak jual makanan khas Gresik. Kalau menurutku, cari Ibu Muzanah. Yang enak [topnya] otak-otak Bandeng dan Pudak [ada beras ada sagu]. Kalau jubung [dodol  yang enak di Tek Sing [Jalan Karel Satsuit Tubun].

Jangan lupa, Nasi Krawu [Buk Su, di Jalan Raden Santri no. 19].

Ada produk olahan ikan laut [untuk ekspor] yang bisa diperoleh di Koperasi Kelola Mina Laut, di Kawasan Industri Gresik. [Freezed Product] - buat oleh-oleh

Nanti kekenyangan.

Salam
Saifuddien Sjaaf


Pada 27 Januari 2013 19.17, B. Antariksa (Erik), 99Bali International, www.99Bali.com <bantariksa2@gmail.com> menulis:

Pak SS,

Nggak ada yg khusus.
Biasanya kalau ke Sby, saya biasa main ke Trawas, Madiun, Kediri.
Sekali ini ingin nyoba ke Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Cepu.

Waktu lulus SMA th 86, mau ke ITB, saya sempat diajak main ke Gresik. Yg saya ingat ada penjual buah Siwalan (buah Palapa nya Gajah Mada).
Nah, sekarang ingin tahu perkembangan di situ lagi.

Begitu ceritanya.



Salam pax kompax,
Cak Erik

============

B. Antariksa (Erik)
Director / EL86

- 99Bali International, http://99Bali.com
- Petualangan Erik, http://Petualangan-Erik.blogspot.com
============

Read more...

Pengembangan pariwisata di jalur Pantura


From: suprapto 
Date: Mon, 28 Jan 2013 10:22:19 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [Senyum-ITB] Keindahan pantai di Lasem

 

Kawan Erik dan kawan-kawan lainnya,

Dalam 5 tahun terakhir ini memang kawasan Pantura mulai dari Rembang - Lasem - Bancar - Tuban - Paciran/Lamongan, Sedayu sampai Gresik mulai giat ditata kembali. Obyek Eco-Socio-Cultural Tourism yang ada antara lain (dari Barat ke Timur) : Taman Kartini, Kawasan Pantai Bonang/Lasem, Pantai Swan Tuban, Taman Pantai Boom Tuban, Kawasan WBL (Wisata Bahari Lamongan/eks Tanjung Kodok). Aktifitas socio cultural yang ada : hampir semua kawasan di sini memiliki tradisi Lebaran Ketupat (Kupat), H+7 Iedul Fitri, Tradisi Haul dan Ziarah para Wali Sanga yang ada di sini (Sunan Bonang, Sunang Dradjat, Sunan Giri, Maulana Malik Ibrahim). Lalu di Tuban ada Kelenteng yang semakin "naik daun" : Kelenteng Kwan Sing Bio (kono ini merupakan satu-satunya kelenteng di Asia yang menghadap ke Utara dan langsung ke Laut Lepas......!

Salam Eco Socio Cultural Traveling,
Suprapto



Dari: "B. Antariksa (Erik), 99Bali International, www.99Bali.com" <bantariksa2@gmail.com>
Kepada: Senyum-ITB <Senyum-ITB@yahoogroups.com>
Dikirim: Senin, 28 Januari 2013 7:21
Judul: Re: [Senyum-ITB] Keindahan pantai di Lasem

 

Terima kasih infonya, Rizal.
Saya akan mencoba ke Lasem.
Kalau nggak sempat, ya lain kali pada kesempatan mendatang.

Kalau pantai antara Tuban - Paciran apakah kurang bagus dibanding Lasem?



Salam kompax,
Erik
============

B. Antariksa (Erik)
Director / EL86

- 99Bali International, http://99Bali.com
- Petualangan Erik, http://Petualangan-Erik.blogspot.com
============

From: Achirizal Rizal 
Date: Sun, 27 Jan 2013 21:52:12 +0800 (SGT)
Subject: Re: [Senyum-ITB] Kegiatan di Gresik

 
kalau ambil jalur ini dgn tujuan pati, gak lewat daerah Lasem, wah sayang gak lewat Lasem ya (hanya beberapa km sebelum kota Rembang). View pantai di Lasem ini sangat bagus.

salam,
Rizal TK86

Read more...

Video: Gokil Guy goes to Pattaya

Senin, 14 Januari 2013




From: Yusep Rosmansyah 
Date: Tue, 15 Jan 2013 08:35:13 +0700 (WIT)
Subject: Good guys go to heaven -- Re: [Senyum-ITB] Pak Ari MS76 masih mampu gowes Bangkok-Pattaya


"Good guys go to heaven,
bad guys go to Pattaya"

Pak Ari, bisa titip belikan kaos-T yang tulisannya seperti barusan itu ya...he he.

- kang Yusep EL89 tea 0-

----- Original Message -----
From: "B. Antariksa (Erik), 99Bali International, www.99Bali.com" bantariksa2@gmail.com>
To: "Senyum-ITB" Senyum-ITB@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, January 15, 2013 8:38:55 AM
Subject: Re: [Senyum-ITB] Pak Ari MS76 masih mampu gowes Bangkok-Pattaya

Wah salut dg Pak Ari yg rajin gowes
Cari apa di Pattaya, Pak Ari?
Kok nggak ajak2.

Salam kompax,
Erik

============

B. Antariksa (Erik)
Director / EL86

- 99Bali International, http://99Bali.com
- Petualangan Erik, http://Petualangan-Erik.blogspot.com
============

From: Ari Surhendro
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Mon, 14 Jan 2013 23:39:25 +0000
Subject: Re: [Senyum-ITB] Re: Bls: [sinergi-ia-itb] PaK Nafi MS63 masih mampu gowes bdg-situlembang 

Sering bagus feedbacknya cak sugeng ini. Matur suwun mas bro.

@76
From pattaya with love. 


View Larger Map

Bangkok to Pattaya = 157 km


Bicycling Bangkok to Phuket Tour





Uploaded on Oct 5, 2011
Ride along the Gulf of Thailand and see some of the best coastal scenery in Thailand! Rest in resorts, eat fabulous seafood, go barefoot in the sand and ride a mixture of flat road and rolling hills while enjoying the view of endless beaches.

Read more...

Serunya Musim Gugur di Perancis

Minggu, 30 September 2012


Serunya Musim Gugur di Perancis
Minggu, 6 November 2011 | 16:17 WIB



DINI KUSMANA MASSABUAUChateau de Chenonceau di daerah Loire



KOMPAS.com - Musim yang ditandai dengan berjatuhannya dedaunan ini, di Perancis musim gugur dimulai dari tanggal 21 September dan berakhir empat hari sebelum perayaan natal. Musim gugur bagi saya sangat spesial, apalagi dinikmati di kota saya, Montpellier, yang berada di belahan selatan Perancis. Di sini suhu udara lebih hangat dibandingkan daerah lainnya di negara Perancis.

Udara panas mulai terasa sejuk dan semakin dingin dengan bergesernya hari. Pepohonan mulai berwarna kekuningan dan burung-burung bagaikan sebuah pesta layang-layang mengisi langit bertebaran melintasi awan mengepakan sayapnya untuk berimigrasi ke daerah panas.

Memasuki pertengahan bulan oktober, warna dari batang pohon semakin menua. Lembaran daun yang menguning, mulai melepaskan dirinya dari ranting, berjatuhan, berserakan, menumpuk tebal, terasa empuk saat badan direbahkan di atasnya. Udara pun semakin mengigit kulit.

Saya yang hidup di daerah dekat pantai, merasa beruntung karena dapat menikmati keindahan alam ini. Dengan keramahan matahari yang masih mau berakraban memberikan sinar dan kehangatannya.

Di musim gugur, jam di beberapa wilayah Eropa juga ikut berganti. Pada musim panas, waktu digeserkan satu jam lebih awal dari biasanya untuk tujuan penghematan energi listrik.

Nah di akhir minggu bulan oktober, jam dikembalikan pada waktu normalnya. Ini membuat, kami yang berada di Eropa mendapatkan istilahnya, satu jam lebih dalam satu hari. Lucunya kebanyakan waktu lebih itu dipakai orang untuk menambah jam tidur.

Meskipun masa yang tiga bulan ini istimewa bagi saya, namun musim gugur juga sering disinggahi oleh datangnya hujan. Pada musim inilah, istilah "sedia payung sebelum hujan" berlaku. Udara kering yang sejuk bisa berubah secara mendadak menjadi gelap dan air mengguyur dari langit tanpa ampun.

Akhir bulan Oktober dan November, banjir di beberapa bagian Perancis kadang mengisi berita media lumayan sering. Bagi saya, air yang terguyur bagaikan alam yang haus karena selama tiga bulan terserang dengan panasnya matahari di kala musim panas.

Menjelang akhir bulan Oktober hingga awal bulan berikutnya, adalah hari liburan sekolah. Di Perancis dinamakan liburan Toussaint. Perayaan umat Katolik dalam rangka memperingati para Santa atau orang suci.

Perayaan ini dipakai juga sebagai hari ziarah. Maka pada hari minggu perayaan hari suci Kristiani ini, bunga seruni atau krisantemum akan banyak diperdagangkan karena merupakan simbol bagi pelayat untuk meletakan rangkaian kembang berwarna-warni itu di atas makam.

Tahun ini, liburan Toussaint, kami gunakan selama tiga hari untuk berlibur ke daerah Blois. Daerah yang pernah kami kunjungi tahun lalu di musim panas, dan juga saya tuliskan dalam rubrik ini.  
Bila dulu kami datang saat matahari sedang bersinar dengan gaharnya. Kini kedatangan kami ke daerah yang kaya akan kastil kerajaannya adalah di saat udara dingin dan warna cokelat kekuningan begitu terasa dibandingakan daerah Perancis selatan.

Blois yang berada di bagian tengah Perancis ini, kami kunjungi karena tergiur dengan  cerita beberapa kenalan yang sengaja datang menikmati keindahan alamnya di musim gugur. Mereka menyatakan melewati musim ini sangat cemerlang bila dihabiskan di daerah yang kaya dengan seni budaya dan sejarahnya.

Dalam perjalanan terasa sekali perubahan baik dari suhu dan juga pemandangannya. Saat kami berangkat suhu di Montpellier menunjukan 24°C. Semakin menuju ke arah Blois yang berada di daerah Loir-et-Cher, udara semakin menurun. Saat kami tiba termometer dalam mobil menunjukan angka 15°C.

Alam yang menyajikan pertunjukan bagi mata juga terdiri dari warna hijau dan coklat. Dua warna yang terasa ajaib karena begitu corak dalam ketuaan dan kemudaan. Hijau tua, memuda, menguning dan menjadi coklat muda lalu coklat kehitaman. Bagaikan karpet ditenun dengan berbagai warna benang.
Penginapan yang kami pilih juga tempat peristirahatan tahun lalu, yaitu Le Moulain du Bas Pezé, berhubung liburan terakhir di musim panas lalu kami sangat menikmatinya. Sebab, chambres d'hotes itu sangat unik maka kami kembali menghabiskan beberapa malam di tempat ini. Dulunya, ini adalah bekas kincir air.

Hal yang unik dari hotel kecil ini adalah rumah antik yang memiliki tanah sangat luas, yaitu empat hektar. Tambahan lagi berbagai ternak yang dipelihara pemilik penginapan. Selain itu, adanya sungai yang mengalir dari penginapan untuk menjalankan kincir air, sehingga kita bisa nikmati dengan perahu kecil.

Saat mengunjungi daerah ini, tentu tujuannya adalah wisata kastil. Ratusan istana kecil hingga megah membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk didatangai. Satu kastil kecil memakan waktu setengah hari, jadi istana besar ya tentunya satu harian.

Jumlah waktu itu sudah termasuk lamanya perjalanan menuju sebuah bangunan kediaman para bangsawan. Karena jarak satu istana dengan yang lainnya lumayan, dari belasan hingga puluhan kilometer.

Jarak yang ditempuh dengan kendaraan, tak mungkin membuat mata mengantuk karena menyaksikan bagaimana sebuah lukisan nyata terpajang lewat kaca mobil. Kadang dalam perjalanan saya melihat dedaunan kuning yang berterbangan tertiup oleh angin bagaikan menari.

Lalu kastil kecil terlintas dari pandangan, membuat pertanyaan, siapakah pemiliknya? Masih ditempatikah istana mungil tersebut? Keturunan bangsawan manakah yang dulunya berada di kediaman itu.

Udara dingin, dengan langit sayu, sedikit abu-abu, terkadang sinar matahari mengintip, ciri khas dari musim gugur. Namun di daerah ini, suasananya terasa berbeda. Kabut tebal berjalan lalu menipis. Padang rumput terlihat basah, padahal tak hujan. Batang pohon bagaikan lembab dan meretak.

Melihat sapi gemuk berkerumun memamah rumput membuat saya menerka, pasti para hewan ternak itu nafsu sekali makannya. Karena rumput hijau yang dikunyahnya masih segar oleh basahan embun.
Dua kastil kami menjadi incaran dalam liburan musim gugur ini. Satunya kastil kecil bernama Talcy dan yang kedua istana besar bernama Château de Chenonceau. Di kastil Talcy, yang menarik adalah tamannya yang hingga kini masih dipakai sebagai kebun sayur dan buah.

Pengunjung dengan bebas bisa memetik hasil panen secara gratis. Saat kami datang, sedang panen buah apel dan pir. Ditanam secara alami, tak ada bahan kimia dalam perawatannya.

Saya meminta kantung kepada pegawai kastil untuk memungut buah-buahan. Tak tanggung-tanggung, kantung yang diberikan begitu besar. Tentu saja, buah apel dan pir langsung kami petik. Berbagai jenis apel ditanam di sini.

Saat saya mencicipi sebuah apel mini berwarna merah, amboi manis sekali rasanya. Jenis apel lainnya kami petik untuk dibuat selai. Para pengunjung lainnya juga ikutan sibuk keasikan memanen, serasa kami inilah pemilik kebun istana.

Keesokan harinya, kami mengunjungi kastil Chenonceau. Begitu memasuki halaman parkir, mobil wisata terlihat memenuhi halaman. Turis dari mancanegara juga memadati jalan masuk menuju tempat wisata ini. Sebelum menuju Château de Chenonceau, sebuah taman labirin seluas sekitar 1500 meter persegi, tak boleh terlewatkan. Kita dapat mencoba menemukan jalan keluar dari taman labirin ini dari lima jalan masuk.

Kastil Chenonceau, merupakan peninggalan penting dan istimewa dari segi konsep pembangunannya yang unik, koleksi karya seni dan dekorasi serta perabotannya yang hingga kini masih terjaga keasliannya. Istana ini juga dikenal sebagai kastil femina, karena dikuasai secara generasi oleh wanita. Salah satunya yang tersohor adalah Catherine de Médicis.

Di Château de Chenonceau, setiap kamarnya selalu terhias oleh rangkaian bunga. Memasuki lima kamar ratu, melihat ruang tamu Louis ke 14, ruang kerja hijau pribadi milik Catherine Médicis, melintasi dapur yang berada di atas jembatan istana, langkah demi langkah melewati setiap ruangan di istana yang dibangun tahun 1513 ini. Bagaikan membawa kita melalui sejarah, mimpi dan rahasia.

Salah satu yang pantas diacungkan jempol di tempat wisata ini adalah, kelengkapan fasilitas pemandu. Bagi wartawan, akses masuk ke berbagai ruangan dan pengambilan foto diperbolehkan. Alat pemandu yang diberikan juga sangat canggih, berupa iPhone dan iPad. Tentu saja pengunjung lainnya bisa menyewa dua alat elektronik pemandu itu.

Panduan yang diberikan juga sangat lengkap, menambah kekayaan kita dalam ilmu sejarah. Anak-anak yang biasanya rewel bila diajak berkunjung ke tempat wisata seperti ini tak akan bosan, karena seluruh ruangan dengan isinya masih terjaga begitu memukau, membuat kita tak akan kehabisan pandangan dalam menyibak setiap rinci dari dekorasi yang terpajang.

Bila hati dan mata telah puas terbawa dalam kenangan para kekaisaran, jangan terlupakan melewati taman dan kebun sekitar kastil ini. Melihat sungai yang mengalir, dengan ikan besar-besar membuat anak-anak menunjuk seru.

Lalu menyusuri jalan setapak, melihat bagaimana musim gugur terhias indah, merasakan kesejukan angin yang kadang membuat badan sedikit mengigil. Lalu cobalah merebahkan tubuh di atas karpet alami berupa tumpukan dari serakan dedaunan yang berjatuhan di musim gugur.


Editor :
kadek





--------------------------------------
Video:

Autumn Leaves (Les Feuilles Mortes)





That's not Diana Krall. It's Paula Cole.

Read more...

Mampir Sejenak di Museum Kereta Api, Ambarawa

Jumat, 21 September 2012


Mampir Sejenak di Museum Kereta Api, Ambarawa

REP | 23 August 2012 | 14:04


Naik kereta api tut ….. tut ….tut …..
Siapa hendak turut


Berkunjung ke Museum Kereta Api di Ambarawa mengingatkan saya akan lagu di atas, lagu yang sering saya nyanyikan pada masa kecil, apalagi saat sedang melakukan perjalanan dengan kereta api.

Yah… museum kereta api di Ambarawa merupakan salah satu tujuan wisata di kota kecil ini.  Museum kereta api ini unik dan menarik karena  teknologinya yang diusung oleh museum  ini merupakan  teknologi kuno peninggalan penjajah Belanda yang masih menggunakan lokomotif uap.

Museum Kereta Api, Ambarawa tidak menggunakan bangunan yang tertutup, gedung museum ini hanya berbentuk hanggar. Bangunan museum ini merupakan stasiun kereta api  lama yang dibangun pada tahun 1873. Saat ini stasiun yang telah dialihfungsikan menjadi museum pada tanggal 6 Oktober 1976   hanya melakukan kegiatan operasional untuk  lori kereta wisata.

Di halaman museum, sebelum kita masuk ke stasiun yang merupakan gedung museum ini terdapat sebuah lokomotif uap  tua yang sudah dicat  ulang dan terlihat rapi, apik dan menarik. Lokomotif tua ini berfungsi sebagai ikon Museum Kereta Api, Ambarawa.


Lokomotif tua yang berfungsi sebagai ikon museum


Halaman menuju gedung museum kereta api yang berbentuk hanggar


Saya mengunjungi museum kereta api di Ambarawa pada hari kerja dan saat itu sedang dilakukan perbaikan sehingga museum ini terlihat sepi. Namun di halaman parkir mobil terlihat sebuah bus dari salah satu instansi pemerintah dan ternyata saat itu sedang mengikuti wisata dengan menggunakan lori kereta.




Memasuki gedung museum, di depan loket penjualan karcis   yang bertuliskan Williem I terdapat potongan rel kereta beserta rodanya yang seakan-akan menyapa pengunjung dengan “selamat datang di museum kereta api, Ambarawa”. Sayapun menyempatkan berfoto sejenak di lokasi ini.

Gedung museum ini terlihat rapi dan apik mungkin karena baru saja dilakukan perawatan. Menyelusuri museum ini dari depan menuju ke bagian sebelah kanan gedung terlihat    beberapa lokomotif  tua yang dipajang dan  tertata rapi di halaman museum.

Lokomotif-lokomotif  tua ini  hanya menjadi benda pajangan saja,  karena sudah tidak pernah dipergunakan lagi. Fisik dari lokomotif tua ini  pada umumnya masih bagus dan terawat meskipun pada beberapa bagian dari lokomotif   tampak keropos karena termakan usia. Pengecatan ulang pada tubuh lokomotif tua ini ternyata mampu membawa nuansa segar dan membuat lokomotif ini terlihat menarik.



Deretan lokomotif tua di halaman museum


Ruang pameran di museum ini terbagi menjadi dua, bagian dalam gedung dan bagian halaman. Pada bagian halaman museum, kita dapat melihat  berbagai jenis lokomotif tua yang dijejerkan di halaman. Di sisi yang berseberangan dengan deretan lokomotif tua, terdapat dua jalur rel yang masih difungsikan untuk kegiatan  wisata kereta pada saat akhir pekan atau atas permintaan khusus.

Dari petugas yang kami jumpai saat itu diperoleh informasi bahwa total lokomotif tua yang dipajang di seluruh  halaman museum sebanyak 21 buah. Lokomotif-lokomotif ini rata-rata dibuat pada akhir abad ke 19 atau awal abad ke 20.  Lokomotif  di museum ini pada umumnya berteknologi kuno yang menggunakan bahan bakar kayu. Karena berteknologi kuno, maka kecepatan maksimal kereta ini pun  hanya sekitar 50 km/jam hingga 90 km/jam.



Kereta khusus wisata yang baru saja tiba di museum




Pada bagian dalam gedung, bangunan utama yang bernama Willem I merupakan ruang pameran berisi peralatan dan benda-benda perkeretaapian yang digunakan pada waktu beroperasinya stasiun tersebut pada tahun 1873 yang silam. Bentuk bangunannya tetap dipertahankan seperti aslinya  dengan tetap melakukan  perawatan  seperti  pengecatan ulang bangunan.





Pada ruang pameran ini kita dapat melihat aneka peralatan perkeretaapian pada jaman dahulu. Beraneka ragam onderdil kereta, telepon, mesin ketik, mesin pencetak tiket, potongan rel, hingga furnitur-furnitur yang digunakan pada  saat itu masih  terpajang dengan rapi di dalam Gedung Willem I ini. Peralatan yang berada di ruang pameran ini semuanya dalam keadaan terkunci, mungkin untuk menjaga keamanannya dari keisengan pengunjung.

Bagian-bagian dalam gedung ini terbagi-bagi menjadi beberapa ruangan seperti ruang masinis, ruang kepala stasiun, ruang staf,   ruang tunggu, ruang pamer  serta toilet yang masih menggunakan bahasa Belanda,  yaitu Dames untuk wanita dan Heren untuk pria. Loket tempat penjualan karcis pun  masih dipertahankan  utuh seperti aslinya. Terdapat dua buah loket yang masing-masing terletak di setiap ujung Gedung Willem I ini.


Gedung Willeim I yang terawat rapi , didepan ruang tunggu dan ruang kepala stasiun




Namun sayangnya kami tidak bisa berlama-lama menikmati keunikan musium kereta api ini, masih ada destinasi lainnya yang harus kami kunjungi.



Sumber: kompasiana.com



Baca juga:
- Video: Wisata naik kereta api uap di Ambarawa

Read more...

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP