powered by Google

Video: Beda musik Iwan Fals dan Beethoven yang "refined"

Sabtu, 23 Januari 2016


Bisakah Anda merasakan beda musik Iwan Fals dan Beethoven yang "refined" ?
Saksikan videonya dan rasakan bedanya :-))




Fur Elise (Beethoven) - Piano and Orchestra

Uploaded on Jul 26, 2011
The most famous classical piece by Ludwig van Beethoven in the world arranged for piano & orchestra.

Arranged & Orchestrated by Georgii Cerkiin
Classic FM Orchestra
Conductor: Grigor Palikarov
Soloist: Georgii Cerkiin - piano

Ludwig van Beethoven

Baca juga:
Video: Iwan Fals dan Oemar Khayam FI'76 mengajak mengenang kesederhanaan Bung Hatta

From: Subakat Hadi TK'64
Sent: Wednesday, January 20, 2016 8:31 PM
Subject: [sinergi-ia-itb] Musik klasik yang bisa didengarkan dengan santai


Ketika training internal di perusahaan tempat saya kerja, disampaikan harapan agar para MT lebih "refined" dari orang kebanyakan, paling sedikit di tempat kerja. Karena sulit menjelaskan, maka diberikan contoh sbb :
Lagu Iwan Fals bagus dan musik klasik juga bagus, nah musik klasik itu lebih "refined". 
Setelah didengarkan contohnya, mereka minta daftar lagu.
Kemudian diberikan dafar lagu klasik yang masih bisa didengarkan sambil bersantai.

Bagi alumni, yang ingin mendengar musik klasik yang ringan-ringan, dengan ini saya sampaikan daftar itu, sebagai berikut :

The second waltz
Gavotte
Minuete in G mayor
Pachebelle
The old refrain
Mozart : Divertimento In B_Minuet
Rondino on A
Ponce Estrelita
Air (dari the suite no 3)
Arabesque;Debussy
Chevalier
Tristesse
Eine kleine nacht music
Entertainer
Frohlicher Landmann
Fur Elise
Gymnopedies no 1,2,3;Erik Satie
Habanera;
Heidenroslein D257
Humoresque
Hungarian Dance
Invention in D minor
Je te veux
La fille aux cheveux de lin;Debussy
La prière d'une vierge

La Traviata
Le cygne
Liebestraum;Liszt
Valse Sentimentale

Moonlight sonata
Musette in D mayor
Nocturne op.9 No.2

Ode to joy
Pathetique (cari yang fragment singkat)
Piano Sonata K 545
Praeludium 1 (C-Dur)
Reverie Debussy
Sonatina in C major, op. 36 no. 1 - Clementi

Sonatina in F Mayor;Bethoven
Sonata in C major Mozart

Spring (dari Four Season);
Traumerei ;Schumann
Turkish March;Mozart
Wedding march;Mendehlson

Ada yang komponisnya diberikan, karena kalau tidak diberikan ambigu atau merujuk ke hal lain.

Beberapa diantaranya adalah vocal, kalau Anda tidak mau dengar vocalnya, cara yang piano version atau violin. Ada yang full version nya berpuluh menit. Kalau Anda mau yang singkat, dengarkan saja fragment-nya, yang biasa kita kenali karena waktunya yang singkat. Biasanya fragment ini memang kedengaran lebih indah, karena memang dipotong di bagian yang paling indah.

Selamat mendengarkan,



Rgds
Subakat

Read more...

Peluang Investasi di Saham Semen Indonesia, Semen Baturaja, Holcim, dan Indocement

Rabu, 13 Januari 2016


(Ditulis Januari 2015)

Pada hari Jumat tanggal 16 Januari lalu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Pemerintah mengintervensi industri semen dengan mengumumkan penurunan harga semen sebesar maksimal Rp3,000 per sak. Dan hasilnya mudah ditebak: Seketika itu juga saham-saham semen di BEI langsung bertumbangan. Pada hari Jumat tersebut saham Semen Indonesia (SMGR) anjlok 7.4% dari 16,200 ke 15,000, dan berlanjut turun ke level 14,100 pada hari perdagangan berikutnya. Saham-saham semen lainnya yakni Semen Baturaja (SMBR), Holcim Indonesia (SMCB), dan Indocement (INTP), tiga-tiganya juga turun antara 4.9 hingga 12.2% dalam dua hari perdagangan setelah kebijakan penurunan harga semen tadi diumumkan.


Secara teori, kebijakan pemerintah terkait penurunan harga jual semen ini hanya berlaku bagi perusahaan semen BUMN, dalam hal ini SMGR dan Semen Baturaja (SMBR), dimana Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas dari kedua perusahaan tersebut tentunya memiliki kuasa penuh untuk menaikkan atau menurunkan harga jual dari produk semen yang dihasilkan perusahaan. However, kalau SMGR sebagai pemimpin pasar semen di Indonesia menurunkan harga jual produknya, maka mau tidak mau perusahaan semen lainnya akan turut dipaksa untuk melakukan hal yang sama. Jadi ini bisa menjelaskan kenapa saham dari perusahaan semen swasta seperti INTP dan SMCB ikut tertekan.

Tapi benarkah kebijakan Pemerintah ini benar-benar akan menekan kinerja perusahaan-perusahaan semen kedepannya? Well, mungkin nggak juga, dan berikut penjelasannya.

Ketika Pemerintah mengumumkan penurunan harga jual semen, pada saat yang bersamaan Pemerintah juga mengumumkan penurunan harga jual BBM (premium dan solar) dan elpiji non-subsidi. Penurunan tersebut adalah untuk menyesuaikan dengan harga minyak dunia (dan gas) yang memang sedang turun. Seperti yang kita ketahui, pada saat ini Pemerintah sudah tidak lagi mensubsidi BBM jenis premium sehingga harga jualnya bisa berubah setiap saat, dalam hal ini setiap dua minggu sekali, dengan mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Untuk gas elpiji non-subsidi ceritanya juga sama, dimana harga jualnya akan disesuaikan dengan perkembangan harga gas dunia. Terkait harga semen, belum jelas soal apakah harganya juga akan naik dan turun mengikuti harga BBM. Namun karena penurunan harga jual semen ini diumumkan berbarengan dengan penurunan harga BBM, maka besar kemungkinan bahwa kedepannya harga jual semen juga akan dinaikkan dan diturunkan mengikuti harga BBM.

Ini artinya kalau nanti harga bensin naik lagi, maka harga jual semen juga akan dinaikkan kembali. Malah faktanya tanpa perlu Pemerintah mengumumkan kenaikan harga, harga semen sudah pasti akan naik dengan sendirinya ketika nanti harga BBM naik kembali, karena memang setiap kali harga BBM naik maka harga barang-barang termasuk semen akan juga naik dengan sendirinya.

Sementara ketika gilirannya harga BBM turun (ini bukan kali pertama harga BBM turun), maka biasanya harga barang-barang bukannya ikut turun tapi malah cenderung tetap. Jika ‘kebiasaan buruk’ ini dibiarkan maka akan menyebabkan tingginya inflasi, yang pada akhirnya mengganggu perekonomian. Dan mungkin itu pula sebabnya Pemerintah mengeluarkan kebijakan intervensi pasar, dalam hal ini dimulai dari harga jual semen karena seperti hal-nya industri BBM di Indonesia dikuasai oleh Pemerintah melalui Pertamina, industri semen juga dikuasai oleh Pemerintah melalui Semen Indonesia (dan juga Semen Baturaja). Ketika harga semen disebutkan turun Rp3,000 per sak, maka sejatinya harga semen tersebut tidak benar-benar turun melainkan hanya balik lagi ke harga semula sebelum dinaikkan beberapa waktu lalu, yakni ketika harga BBM jenis premium naik dari Rp6,500 menjadi Rp8,500 per liter. Berdasarkan survei yang penulis lakukan sendiri ke toko bangunan di dekat rumah (di Jakarta), harga semen merk Tiga Roda pada saat ini adalah Rp62,000 per sak. Harga tersebut lebih tinggi dibanding beberapa bulan lalu sebelum BBM naik, yakni Rp58,000 per sak. Jadi kalau harga tersebut diturunkan Rp3,000, maka secara keseluruhan sebenarnya harga semen masih naik seribu perak toh?

Itu yang pertama. Yang kedua, meski tidak secara resmi diumumkan oleh Pemerintah, namun tarif dasar listrik non-subsidi untuk pelanggan industri juga ikut turun mengikuti penurunan harga minyak dunia (sehingga nanti kalau harga minyak dunia naik, maka tarif listrik ini juga akan naik lagi). Mengingat biaya listrik adalah salah satu komponen utama dari ongkos produksi semen, maka penurunan harga jual semen belum tentu berdampak signifikan terhadap laba bersih perusahaan, karena disisi lain biaya produksi semen-nya juga turun. Malahan kalau penurunan biaya produksi ini lebih besar dibanding penurunan harga jual semen, maka SMGR dkk jadinya justru diuntungkan, karena itu artinya margin laba mereka menjadi lebih besar. Ingat bahwa biaya BBM juga merupakan salah satu biaya utama yang harus ditanggung perusahaan-perusahaan semen, dalam hal ini biaya distribusi, dan biaya itu juga turun seiring dengan penurunan harga BBM itu sendiri.

Kesimpulannya, terlalu dini jika kita langsung memvonis bahwa ‘penurunan’ harga jual semen ini akan berdampak negatif pada perolehan laba para juragan semen. Kalau kita melihatnya dari sisi lain, maka ketika Pemerintah mengumumkan penurunan harga jual semen, itu adalah kabar baik bagi perusahaan-perusahaan konstruksi dan juga para developer properti, dimana kalau mereka sebelumnya menghemat anggaran belanja semen (karena harganya naik), maka sekarang mereka akan ramai-ramai menyerbu toko bangunan kembali. Jadi penurunan harga jual semen, jika itu benar-benar terjadi, akan dikompensasi oleh peningkatan omzet. Hal ini juga sejalan dengan visi Presiden Jokowi untuk mengembangkan infrastruktur di Indonesia, dimana visi tersebut tidak akan jalan kalau Adhi Karya dkk belum apa-apa udah males duluan ketika ketemu orang sales dari SMGR yang dengan seenaknya menaikkan harga karena alasan harga BBM naik, tapi nggak mau nurunin harga ketika gilirannya harga BBM turun.

Okay, jadi apa itu artinya sekarang merupakan saat yang tepat untuk membeli SMGR, INTP, SMBR, atau SMCB, mumpung harganya lagi turun? Sebelum itu, mari kita cek valuasi terbaru dari saham-saham semen, dan berikut datanya berdasarkan harga saham per tanggal 23 Januari 2015:

Stocks
Price (Rp)
PER (x)
PBV (x)
ROE (%)
SMGR
14,475
15.8
3.8
24.2
INTP
23,000
17.1
3.6
21.3
SMCB
1,985
20.0
1.7
8.5
SMBR
376
12.6
1.4
11.3

Nah, kalau anda perhatikan, ketika tanggal 16 Januari kemarin pengumuman soal penurunan harga semen ini keluar, maka saham yang paling terkena dampak negatifnya adalah SMGR, dimana dia turun total 14% dalam dua hari. Sementara yang paling kuat bertahan adalah SMBR, yang cuma turun gak sampe 5% pada periode waktu yang sama. And you know what? Dari sisi PBV, seperti yang ditunjukkan pada tabel diatas, saham SMGR merupakan saham termahal di BEI pada saat ini, sementara SMBR adalah yang termurah. Jadi perbedaan yang signifikan pada penurunan yang dialami SMGR dan SMBR, padahal dua-duanya merupakan perusahaan semen BUMN yang terkena dampak langsung dari penurunan harga semen ini, menjadi bisa dijelaskan. SMGR, karena valuasinya yang premium, sejak awal sudah rentan terhadap risiko penurunan jika sewaktu-waktu IHSG turun atau perusahaannya diterpa sentimen negatif tertentu. Sementara SMBR, karena  valuasinya lebih rendah, maka risiko penurunannya otomatis lebih rendah pula.

Jadi sebenarnya tidak ada yang salah dengan fundamental SMGR. Malahan sampai sekarang penulis masih menganggap SMGR sebagai perusahaan semen dengan fundamendal terbaik di BEI. Tapi kalau harga sahamnya ketinggian maka yaa.. gitu deh. Kalau anda perhatikan, dalam setahun terakhir saham SMGR selalu terjaga di level 15,000 – 16,000 dan gak mau turun (pernah turun sesekali ke 14,000-an, tapi langsung naik lagi) karena didorong oleh optimisme investor terkait prospeknya seiring dengan pembangunan infrastruktur. Namun karena disisi lain valuasinya juga sudah mahal, maka sahamnya sulit untuk naik lebih lanjut dan justru bisa dengan mudah turun ketika terjadi sentimen negatif tertentu yang secara otomatis 'membuyarkan' prospeknya.

However, karena predikatnya sebagai ‘saham dengan fundamental terbaik’, maka SMGR pada saat ini lebih menarik perhatian penulis dibanding ketiga saham semen lainnya.


Problemnya adalah, bahkan setelah harganya turun ke posisi sekarang, valuasi SMGR masih belum benar-benar terdiskon. Berdasarkan pengalaman, PER 15.8 kali (sebagai saham blue chip, valuasi SMGR bisa dilihat pula dari PER-nya) masih belum bisa dikatakan cukup rendah bagi saham dengan kriteria seperti SMGR yakni: 1. Sahamnya sangat likuid, 2. Nama perusahaannya terkenal dan juga punya reputasi baik, 3. Kinerjanya sangat baik dan juga konsisten dalam jangka panjang. Idealnya, pada kondisi pasar yang normal dimana IHSG tidak sedang terkoreksi signifikan, PER SMGR adalah kurang lebih 14 kali, sehingga dia baru bisa dikatakan murah kalau PER-nya sudah dibawah 14 kali tersebut, yang itu berarti target penurunannya adalah hingga 12,500, dimana harga tersebut akan mencerminkan PER 13.6 kali.

Lalu apakah SMGR akan benar-benar turun sampai level 12,500 tersebut? Ya ndak tau.. Siapa yang tahu kalau dua minggu lagi Pemerintah ternyata kembali menaikkan harga semen, sehingga SMGR dan yang lainnya langsung berbalik terbang? Namun yang kita ketahui adalah, valuasi SMGR pada saat ini masih belum cukup murah. Secara teknikal-pun SMGR belum tampak benar-benar rebound karena harganya sekarang masih dibawah support kuatnya (yang sekarang menjadi resistance), yakni 14,625. Kenaikan yang terjadi dua hari terakhir kemungkinan juga hanya karena didorong kenaikan IHSG yang sedangbreak new high. Jadi kalau nanti IHSG turun maka SMGR bisa saja melanjutkan penurunannya. Dan terakhir, sekali lagi berdasarkan pengalaman, kalau ada saham blue chip yang turun karena penyebab atau sentimen negatif tertentu, maka dia akan memerlukan waktu, mungkin satu dua atau beberapa bulan, untuk bisa naik lagi, yakni ketika sentimen negatif tadi dilupakan orang dengan sendirinya.

So, ketika para analis sekuritas sibuk merilis riset dan analisis mereka yang pada intinya adalah memprediksi bagaimana kinerja SMGR dkk kedepan, termasuk dengan menyertakan hitung-hitungan penurunan margin laba bersih bla bla bla yang sangat rumit, namun kita value investor mikirnya sederhana saja: Kalau nanti SMGR beneran ke lanjut turun ke 12,500 atau dibawahnya, maka boleh mulai cicil, sembari terus mengamati perkembangan kinerja perusahaan dari kuartal ke kuartal. Tapi kalau SMGR nggak turun sampai serendah itu maka yaaa.. masih ada banyak saham-saham lain yang lebih murah kok. Kalau anda masuk di harga sekarang maka anda bukannya nggak bisa dapet cuan, tapi risikonya tentu lebih besar dibanding jika anda sukses masuk di 12,500 tadi.



Sumber: Indonesia Value Investing


Read more...

Sosialisasi Dari Ridwan Djamaluddin GL82, CaKetum IA ITB Pusat #1, Denpasar 10 Januari 2016

Sabtu, 09 Januari 2016

From: "Krisnamurti Made Bayu
Date: Sun, 10 Jan 2016 00:42:49 +0000 (UTC)
Cc: Bayu Krisnamurti, Komang Kami
Subject: [IA-ITB Bali] UNDANGAN - Sosialisasi Dari CaKetum IA ITB Pusat #1, Dps, 10-1-2016




Dear Alumni IA ITB Bali yang saya banggakan,

FYI UNDANGAN

Sosialisasi Profil, Visi, Misi, dan Program Caketum IA- ITB No.1
Ridwan Djamaluddin GL82
(1 Hati, Berkarya, dan Berbagi)

Oleh Gembong Premajaya MS86 dan Dwi Larso TI84

Hari Minggu, 10/01/16
Waktu pkl 11.30-14.00
Tempat @ Wr.Bendega
Jl. Cok Tresna Renon Denpasar

Dimohon kehadiran rekan2 Alumni ITB di Bali.

Nb. Ada DoorPrize dan Organ Tunggal

Thx n Rgds.
Bayu Krisnamurti
Sie Publikasi dan Dokumentasi
On Behalf of Penguruss PENGDA IA ITB BALI

Konfirmasi kehadiran sd tgl 9 Januari 2016, 23.30 wita :
1. Suryawan SI86
2. Wayan Adnyana SI84
3. Arnold Makasau TF89
4. Rai TF93
5. Arsawan DS86
6. Bayu Krisnamurti EL92
7. Ni Made Widiasari TL84
8. Kompiang IF94
9. Bayu Susila, MS87
10. Putu Indra Sariasa PL00
11. Putu Agus Budiana GL79
12. Rudy Sem AR86
13. Supanca Ariyasa BI86
14. Cok WawaN
15. Made Wijanarka TF 80
16. Ketut Arjana A S TI87
17. Ni Nyoman Ratni PL00
18. Ngr Arida Putra SI03
19. Made Suprana AR99.
20. GedeHardy TI90
21. Agus Bayu CDE TI92
22. Ode Srijaya IF90
23. Ginarsa Putra IF92
24. Putu Widya Snicaya PL00
25. Conk PN07
26. Lila SBM07
27. Nengah Winarta EL88
28. Yan Ramona BI84
29. Sang Ayu SR03
30. Rona MS87
31. Gede Sumardika EL90
32. Komo Sulaksono EL94
33. Obenk MS87
34. Bagiarta TI90
35. Teddy Robin TI90



Rgds.
Bayu Krisnamurti


Read more...

The Beatles teriak: "Jangan tinggalkan aku, Sayang!"

Jumat, 08 Januari 2016

Oh! Darling, if you leave me
I'll never make it alone
Believe me when I beg you, ooh
Don't ever leave me alone



Dalam rangka memenuhi undangan manggung di lapangan basket ITB pada tahun baru 2016 ini, kemarin kita sudah menyaksikan video The Beatles latihan main sitar.
(The Beatles latihan main sitar)

Nah, sekarang kita lihat Bang Paul McCartney bernyanyi teriak-teriak karena ditinggalkan kabogo.
Posisi Mas John lennon berganti jadi main piano.
Dan Kang George Harrison kembali main gitar utama, setelah kemarin mencoba main sitar.


Selamat menonton The Beatles teriak-teriak nge-rock ;-))












Read more...

The Beatles latihan main sitar untuk tampil di tahun 2016

Selasa, 05 Januari 2016





I once had a girl, or should I say, she once had me
She showed me her room, isn't it good, norwegian wood?

She asked me to stay and she told me to sit anywhere
So I looked around and I noticed there wasn't a chair




Untuk memenuhi undangan tampil di lapangan basket ITB pada tahun baru 2016 ini, 

The Beatles sedang terus giat berlatih main sitar.
Salah satu lagu yang akan ditampilkan, Kang George Harison akan main sitar, semetara Kang John Lennon akan menyanyi diiringin suara latar dari Kang Paul McCartney.

Karena kesulitan mengintip sesi latihan mereka, maka programmer ITB mencoba membuat animasi videonya.

JIka biasanya kita sulit melihat The Beatles main sitar secara live, maka dengan bantuan program animasi ini kita bisa melihatnya.


Selamat menonton ;-))



Baca juga:
- The Beatles teriak:"Jangan tinggalkan aku, Sayang!"







Read more...

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP