powered by Google

Dongeng mana yang cocok?

Selasa, 31 Mei 2011

Moko Darjatmoko <dmoko@mac.com>

Dongeng mana yang cocok?

Wah, jawabannya tidak mudah, pertama "it is an art" dan kedua, karena sebagai individu si anak itu unik, tidak dua anak yang punya selera persis sama. Karena itulah di masyarakat modern mereka mendirikan apa yang disebut "library" -- satu tempat yang isinya ratusan-ribu bahkan jutaan buku, untuk mengakomodasi selera dan kebutuhan yang bermacam-macam itu.**

Karena keunikan selera itu, orang tua harus terus melakukan trial and error, sampai ketemu cerita yang paling disukai, sampai ketemu cerita atau buku yang "turns the kid on." Karena saya sering "salah tembak" -- apa yang saya anggap bagus/menarik kadang sama sekali tidak menarik, dan sebaliknya. Ini pengalaman nyata di Cijengkol. Solusinya? aku bawa beberapa (puluh) buku, dan coba satu-per-satu, mana yang cocok bagi mereka (dari kacamata anak-anak Cijengkol). Well, sembari mengajar kita memang harus juga belajar -- that's the law of the universe.

Kurasa tidak terlalu penting buku apa, dan list-nya terlalu panjang (there are millions of them out there). Kita harus punya keberanian untuk mencoba dan memilihnya sendiri. Tentu saja itu berarti kita harus membacanya lebih dulu (a great handicap for those who do not read :-). Braistorming dengan sesama orangtua juga sangat membantu. Ngarang cerita sendiri lebih baik lagi (say, inspired by reading, personal experience, or other's stories), karena itu lebih intimate, original dan sesuai dengan "pesan moral' yang kita inginkan.

___footnote___

** Karena sadar bahwa bangsa ini tidak punya library (yang memadai), beberapa tahun belakangan ini aku mencoba membuat semacam digital library (untuk anak-anak) yang terdiri dari buku-buku yang "specially selected" (personally, by yours truly :-). Sebagian besar adalah berbahasa Inggris (karena tujuan tertentu), dari jaman keemasan picture book di literature barat (sekitar pertengahan abad ke 19 sampai awal abad ke 20); plus beberapa contoh yang bagus-bagus dari berbagai negara di dunia; plus koleksi "award winning picture books" dari Persia selama 3 dekade terakhir .. total sekitar 2000-an buku. Ini masih harus digarap satu-per-satu, dipilih mana yang paling cocok untuk kultur kita (cultural adjustment).

Sementara itu aku juga sudah memulai menggarap buku-buku untuk kelompok umur remaja (young adult) yang terutama dari corpus (body of works) pengarang klasik (yang coyrightnya sudah expired), seperti Agatha Christie, Athur Conan Doyle, C. S. Lewis, Charles Dickens, L. Frank Baum, Lewis Carroll, Mark Twain, Rudyard Kipling, Grimm Brothers, H. C. Andersen, H. G. Wells, Horatio Alger. Disamping itu ada yang masih ber-copywright tetapi perlu mulai dipikirkan, seperti karya sci-fi grandmasters Arthur C. Clarke, Isaac Asimov, Robert Heinlein; atau yang masih "muda-muda" seperti Roald Dahl, Enid Blyton, John Grisham, Neil Gaiman, Stephen King, etc ... (my goal at least 1000 books)

Well, ini memang kerjaan kolosal, tetapi kurasa aku bisa menyelesaikannya, sendirian, "in my life time" (if I'm lucky). Tentu saja kalau ada yang bantu-bantu, kerjaannya akan jadi lebih enteng. Syaratnya cuma satu .. you have a great love for books and reading.

Moko/

There is an old Native-Americn saying: "If the chief doesn't go to the mountain, we bring the mountain to the chief." .... I just replace the word "mountain" with "library" and the "chief" would be all the kids in this country!

++++

At 5/31/11, Teguh Prakoso wrote:
Mas Moko,
kalau boleh tahu, apa saja dongeng (dan buku dongeng) yang tepat untuk storytelling itu?
Mohon list-nya ya Mas... siapa tahu saya bisa search & dapatkan di library.nu :)
2011/5/31 Moko Darjatmoko <dmoko@mac.com>

Dear Larasati,

"We need to talk!"

That's my standard greeting -- yang kuucapkan kalau ketemu orang yang kelihatannya bicara dalam frekwensi yang sama (I got a keen instinct about that). Sudah lama aku ingin ketemu tetapi belum kesampaian -- saat ini posisiku di Bandung, jarang pergi kemana-mana (hemat energi) kecuali ada hal penting yang perlu dihadiri. Bagaimana kalau Sabtu ini ketemu di ITB? Aku diundang Yani P dan akan hadir di acara "Sarasehan ITB 2020 & beyond" (4 Juni 2011 di Aula Barat, jam 9 - 17). Kalau tidak bisa dalam event tersebut kita bisa lakukan di waktu yang lain. Let me know.

Ya, aku sangat sependapat dengan teori "golden age" ini. Aku punya kesempatan memperhatikan, mengamati dan mengalami sendiri fenomena yang menarik ini selama 30 tahun di Madison, Wisconsin. Pula, selama 16 tahun terakhir di Madison aku "ngoprek" ilmu tentang child development, lengkap dengan segala macam ilmu pendukungnya (lingusitics, sp. early language acquisiton, neuroscience, psychology, anthropology, dan cognitive science yang memayungi semuanya itu).

Kebetulan waktu memulai riset itu aku juga sudah "settled" untuk tidak kembali, jadi riset tersebut bisa kulakukan secacra intense (16-18 jam/hari) tanpa gangguan pikiran "kejar setoran." Dan akhirnya aku menyimpulkan bahwa sebetulnya dengan jurus "sekali merengkuh dayung dua-tiga pulau terlampau" -- dengan pemilihan story/dongeng yang tepat kebiasaan dan cinta membaca bisa dipupuk sekaligus bisa ditanamkan karakter yang baik. Begitu pula ketrampilan bahasa asing ("pulau" ketiga) bisa sekaligus ditanamkan bersama-sama bahasa ibunya (native tounge). Dalam kancah dunia nanti (bahkan sudah terjadi saat ini), penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional akan merupakan perbedaan yang menentukan nasib individu (dapat kerja atau tidak) dan secara kolektip bangsa akan punya dampak yang besar (apakah bangsa ini masuk itungan atau tidak).

Apa boleh buat, selama 16 tahun itu riset ini berevolusi dan mengerucut kepada problem pendidikan di Indonesia (dalam arti yang sangat luas) , yang mendorong aku kembali (dan sementara belum memastikan kemana, aku kembali ke kamar yang sama yang kupakai waktu kuliah di ITB lebih dari 40 tahun yang lalu :-)

Regards,
Moko/

Read more...

Revitalisasi Story Telling: Gerakan 1000Guru.net

From: "Edy Gunawan" <edy2@panca.net.id>
To: "Alumni ITB" <Senyum-ITB@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, June 01, 2011 10:20 AM
Subject: [Senyum-ITB] Gerakan 1000Guru.net



Mas Moko dari Madison memelopori revitalisasi Story Telling untuk
anak-anak, terutama usia dini. Kita bisa turut membantu dan mendukung
beliau dengan berbagai cara.

Cara berikut ini adalah dengan mem-fasilitasi orang-orang Indonesia yang
berada di luar negeri untuk menjadi guru bagi anak-anak di tanah air
tercinta.

Ada yang pernah terlibat? Bisa ikut sharing pengalaman? Terima kasih.

Salam dari Bali,
Edy Gunawan, EL'88

Siapakah 1000Guru?

http://www.1000guru.net

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat
non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga
ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru
dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia.
Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari
pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik
dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan
kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang
non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural
antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika
pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah
satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang
sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa
peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab
seluruh elemen masyarakat.

http://www.1000guru.net/htmls/Sekolah1KG.html

Siapakah Sekolah 1000guru?

Sekolah 1000guru adalah semua sekolah yang setuju dengan spirit, prinsip
dasar, dan tujuan gerakan 1000guru. Untuk keperluan kuliah jarak jauh,
sekolah harus memiliki akses internet yang memadai. Sekolah-sekolah yang
belum memiliki akses internet dapat juga berpartisipasi dengan
program-program gerakan 1000guru yang lain.


Menjadi Sekolah 1000Guru

Langkah-langkah sekolah untuk berpartisipasi dalam program-program 1000guru:

Memilih seorang guru untuk menjadi perwakilan sekolah.
Guru perwakilan sekolah turut aktif dalam mailing list 1000guru, untuk
mendiskusikan program-program 1000guru yang bisa dijalankan bersama
dengan sekolah yang bersangkutan. Pada dasarnya, semua guru tak
terkecuali perwakilan sekolah didorong untuk bergabung di mailing list
1000guru untuk mendiskusikan permasalahan pendidikan.
Untuk keperluan program kuliah jarak jauh (video telekonferensi),
sekolah harus melakukan hal-hal berikut:

Mempersiapkan infrastruktur. Lihat infrastruktur yang dibutuhkan untuk
konferensi jarak jauh di bagian perkuliahan.
Mengontak salah satu koordinator untuk mengetes infrastrutur.
Mencari mata kuliah yang diinginkan untuk didiskusikan di mailing list
1000guru dan dicarikan guru relawan yang sesuai.
Membuat jadwal perkuliahan dengan salah satu koordinator 1000guru.
Menyiapkan moderador dan operator di sekolah masing-masing saat
perkuliahan berlangsung.
Membuat ringkasan, kesan, catatan, dan saran tentang perkuliahan untuk
dipasang di situs 1000guru.
Untuk program supervisi karya-karya siswa lewat fasilitas mading,
sekolah bisa mendorong siswa-siswanya untuk secara proaktif mengirimkan
karya-karyanya.




------------------------------------

***

Ayo, ajak masyarakat, teman, kolega ikut Senyum-ITB. Yuk, buat kerjasama!
Minta mereka email kosong ke Senyum-ITB-subscribe@yahoogroups.com
Mudah kok! Manajemen email di milis Senyum-ITB ada di bawah. Dicoba deh :)


Anggota: 7.111 Diperbarui: 1 Mei 2011
============================================================
*** Senyum-ITB ***
- Kerjasama merajut Prestasi Dunia -
Interaksi akrab Masyarakat dan Alumni ITB
Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama
http://groups.yahoo.com/group/Senyum-ITB

Managed by: Senyum-ITB & 99Venus International ( http://yhoo.it/fYDB7B )
http://Twitter.com/Senyum_ITB http://IA-ITB.blogspot.com
http://Facebook.com/pages/Senyum-ITB/100802856927
============================================================

Read more...

Smooth - Santana

Jumat, 20 Mei 2011

Read more...

Kamis Desain: Memilih Warna Rumah

Kamis, 12 Mei 2011

From: mang jamal
Sent: Thursday, May 12, 2011 5:49 PM
Subject: [Senyum-ITB] (Kamis Desain): memilih warna rumah

memilih warna rumah

kalau bingung kapan waktu yang tepat untuk mengecat ulang rumah? Ini kira-kira pilihan waktunya:
1. menjelang hari raya adalah saat yang paling bagus.
2. menjelang ada hajatan/kenduri di rumah
3. dalam rangka menyambut kelahiran anggota baru keluarga. yg ini selain rumah tentu kamar sang bayi juga, bila ada.
4. kapan saja maunya atau sempatnya.
5. baru beli/pindahan.

Sifat umum warna
Warna umumnya dipahami sebagai elemen yang potensial dalam proses penciptaan komposisi estetik. Warna memberi pengaruh pada wujud, ukuran, berat dan temperatur. Warna bersifat ekspresif karena membawa gagasan mengenai simbol. Misalnya pakaian bayi, kita bisa membedakanya dengan dua warna, pink atau merah muda untuk bayi perempuan dan biru muda untuk bayi laki-laki. Dua warna ini memiliki makna gender. Makna konotasi simbolik warna telah dikembangkan sejak lama dan di setiap kebudayaan memiliki makna yang berbeda atau khusus.

Warna merah dalam kebudaan Cina dianggap warna paling tinggi dalam hirarki warna karena menyimbolkan kejayaan atau kemakmuran. Sedang di masyarakat Indonesia atau khususnya pulau Jawa, warna kuning dan kuning emas dianggap warna paling tinggi karena melambangkan kejayaan, kemakmuran atau kekayaan. Warna kuning diambil dari warna padi matang (padi menguning). Selain itu warna umumnya dihubungkan dengan kondisi alam. Seperti warna biru laut atau langit, coklat tanah dan hijau untuk hutan atau daun. Lingkungan hidup dilambangkan dengan hijau warna daun. Itulah sebabnya istilah desain yang ramah lingkungan dalam bahasa Inggris mengacu pada atau menggunakan warna hijau, green design. tapi bahwa darah mahluk asing di film warnanya hijau, sepertinya sekedar membedakan dengan warna merah darah makhluk bumi saja :)

sedikit tentang (teori) Warna
Warna umumnya dapat dibagi paling tidak ke dalam tiga sekte atau tiga variabel, yaitu hue, value dansaturation atau chroma.
• Hue adalah klasifikasi warna berdasarkan nama, seperti merah, kuning, biru adalah warna dasar atauwarna Primer. Warna orange adalah campuran merah dan kuning), hijau dihasilkan dari campuranbiru dan kuning sementara warna ungu adalah campuran merah dan biru. Dengan begitu ketiga warna ini disebut warna Sekunder. Campuran warna Primer dan Sekunder menghasilkan warna yang disebut warna Tersier (Tertiary), warna antara merah-orange, kuning-orange, kuning-hijau, biru-hijau, biru-ungu, biru-hijau, merah-ungu.
• Value adalah klasifikasi gelap-terangnya warna yang dihasilkan dari pencampuran warna Primer, Sekunder dan Tersier dengan warna hitam dan putih. Tint adalah warna yang dicampur dengan putih, sedang Shade atau Tone adalah warna yang dicampur dengan hitam.
• Saturasi adalah tingkat kemurnian hue (warna) tanpa tercampur oleh warna lain. Warna murni ini relatif tidak memiliki konotasi seperti dingin atau hangat.

rumah berwajah hijau pucuk daun
Kesan Warna
kesan warna maksudnya kesan kita, persepsi visual terhadap sifat yang dihasilkan suatu warna. umumnya warna-warna tua akan memberi ruang berkesan lebih kecild ari yang sebenarnya dan sebaliknya, warna cerah akan memberi kesan ruang lebih luas. kesan kecil ini kadang diperlukan untuk menciptakan suasana lebih nyaman atau cozy. segala sesuatu jadi tampak dekat.

Warna Wajah Rumah
syukurlah bahwa semua orang umumnya menyukai warna cerah atau warna terang. Dalam warna, cerah atau terang artinya warna-warna muda. makin muda makin bagus, karena makin sedikit unsur warnanya dan putihnya makin banyak.

menghemat warna wajah rumah?
menghemat bisa dilakukan dengan penggunaan material alam seperti macam-macam batu (asal jangan batu akik atau batu mulia) seperti batu bata, batu candi, batu andesit, batu sukabumi, batu subang, limestone, batu cadas, batu sungai, sandstone, legdestone, rolling stone mah jangan, batu plered, marmer, keramik, marmo, dll, pada dinding depan rumah. batu bata dan sebangsanyamemberi kesan alami atau resort, atau `home' in old sense. resikonya Anda harus tidak mudah bosan, karena material itu akan nempel seumur-umur. kalau pembosan mungkin dengan cat saja, supaya tiap bulan atau tiap tahun dapat dilakukan pengecatan ulang dengan warna sesuai tren atau keinginan pada saat itu.

Supaya Rumah Berkesan Tidak Tinggi : dua warna
kalau rumah ingin diberi kesan lebih rendah (karena tampak terlalu tinggi menjulang) atau dua lantai tapi ingin diberi kesan tidak terlalu tinggi, dapat digunakan dua warna. Prinsip warnanya dapat menggunakan tua-muda. Yang tua dibawah. Ini cenderung bagus, karena selain sesuai dengan hukum gravitasi, juga secara visual, warna tua berada di bawah karena tampak lebih berat, jadi lebih pantas dibawah.

Kiat memilih warna
Selain berdasarkan sifat warna atau kesan warna, kalau mau, sebaiknya lihat dulu warna rumah tetangga. Dua kemungkinan, menyamakan rumah kita dengan tetangga atau membedakannya. Supaya kawan mudah menemukan rumah kita, tentu sebaiknya warna yang paling beda di jajaran rumah di jalan itu.
"Cari aja rumah bercat ungu. Ngga ada lagi di komplek itu." misalnya.

Warna Interior Rumah
beranikan untuk menggunakan warna yang berbeda bagi setiap ruangan. warna adalah semua yg ada di depan mata, jadi warna adalah dunia. ruang dengan warna yang berbeda menyajikan dunia yang juga berbeda.salah satu alasan warna ruang atau kamar yg berbeda adalah karena penghuninya berbeda. upayakan sedekat mungkin dengan dunia penghuni. warna kamar tidur berbeda dengan warna ruang makan. warna kamar tidur umumnya yang teduh, kalau warna masih kurang teduh, boleh ditambah tenda seperti khadafi atau payung. ruang makan yang dekat-dekat dengan masalah menerbitkan selera, dan seterusnya. gunakan warna dengan pendekatan sifat atau kesannya, dan itu terserah kita saja. misalnya ada ruang yang diharapkan berciri ceria, resmi, kalem, dan seterusnya, bisa kita presentasikan dengan warna yg kita yakini kesannya demikian.

Sekarang ada toko cat khusus, kita bisa memilih campuran warna yang kita sukai dan semoga jadi warnakhas rumah kita. Selamat mengecat rumah.

mang jamal
desain interior 88,
judisium kelulusan: menjengkelkan hahaha

Read more...

[Senyum-ITB] Urang Sunda Jadi Presiden

From: mang jamal
Sent: Thursday, May 12, 2011 5:45 PM




Urang Sunda Jadi Presiden

Oleh Jamaludin Wiartakusumah


Belakangan ini muncul berbagai upaya meningkatkan peran urang Sunda di pentas politik nasional. Lingkung Seni Sunda Institut Teknologi Bandung, misalnya, Juni lalu di Aula Timur ITB, menggelar acara bincang-bincang dengan tema "Getih Sunda Solusi Konspirasi Zaman". Gagasan besarnya, bagaimana urang Sunda mampu memberikan kontribusi positif lebih banyak bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang rudet ini.

Muara semua itu adalah kerinduan melihat urang Sunda menjadi presiden. Level tertinggi yang pernah dicapai adalah perdana menteri (Ir H Djuanda) dan wakil presiden (Umar Wirahadikusumah).

Apakah urang Sunda bisa menjadi Presiden RI? Tentu bisa dan sangat mungkin. Sekarang saja yang menjadi presiden itu orang Cikeas. Yang sulit, urang Sunda menjadi Presiden Tanzania, Sudan, Finlandia, atau Amerika. Meskipun ada nama Nia di belakangnya, Tanzania tidak ada hubungan dengan Nia Daniaty, penyanyi cantik yang urang Sunda. Meski namanya hanya bertukar huruf dengan Sunda, Sudan bukan negara urang Sunda. Sementara syarat menjadi Presiden Amerika, antara lain, harus lahir di Amerika.

Menjadi Presiden Finlandia juga repot karena orang Sunda mah melafalkan huruf f, p, dan v cukup dengan pe. Huruf yang disukai orang Sunda adalah e karena mirip senyuman. Itulah sebabnya, alfabet Sunda punya é, e, dan eu. Etnik lain belum tentu mudah mengucapkan Cicaheum atau Cibeureum dengan baik dan benar.

Kearifan lokal

Ketika debat menentukan kapan sebaiknya Indonesia merdeka, Hussein Djayadiningrat, intelektual Indonesia pertama yang meraih gelar doktor, mengusulkan mendidik bangsa dahulu, baru merdeka. Hussein yang kuliah di Universiteit Leiden tentu melihat Belanda sebagai acuan.

Sementara Bung Karno yang lama tinggal di Bandung, kuliah di THS (ITB), menikah dengan Ibu Inggit dan mendirikan Partai Nasional Indonesia, mengusulkan merdeka dahulu, baru membangun. Untuk meyakinkan hadirin anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno mengajukan argumen berupa adat urang Sunda masa itu. Katanya (kira-kira), "Lihat orang Sunda, mereka menikah dulu sebelum punya pekerjaan."

Ujang, Asep, dan Entis yang sudah masuk usia nikah, tetapi hidupnya masih teu pararuguh, oleh orangtua dijodokeun dan dikawinkeun. Mereka dikondisikan menjadi suami. Maka, muncullah tanggung jawab untuk mencari nafkah. Model ini sebangun dengan teori mestakung (semesta mendukung) ciptaan Prof Yohanes Surya, pelatih siswa fisika kelas dunia. Dalam setiap kondisi, dunia, alam sadar, alam bawah sadar, dan tubuh manusia mempunyai mekanisme untuk menciptakan atau membangun kondisi yang mendukung. Barangkali, karena itulah, orang Sunda gampang tersenyum dan tertawa, tetapi mudah pundung.

Urang Sunda jelas punya potensi untuk menjadi presiden. Yang penting adalah kemampuan memenuhi persyaratan. Persyaratan formal selain minimal berumur sekian, di antaranya harus sehat rohani dan jasmani serta orang Indonesia asli. Keaslian bisa dibuktikan secara genetik lewat tes DNA. Pastilah di DNA orang Indonesia asli tertera kode Indonesia, seperti kode IDR untuk rupiah, PK untuk pesawat terbang, KRI untuk kapal perang, 062 untuk telepon internasional, dan .id untuk situs internet.

Bahwa presiden harus ganteng atau cantik memang tidak ada dalam Undang-Undang Dasar, tetapi melihat tampang presiden yang sudah-sudah, ya syarat itu sepertinya fardu ain. Maklumlah, presiden kan juga pesohor. Tampangnya ada di televisi, koran, dinding kantor, sekolah, dan prangko. Namun, yang di prangko bernasib kurang mujur karena selalu dipukul palu cap pos. Untuk urusan kasep atau geulis ini, Sunda tidak kekurangan orang.

Mengenal watak, kondisi, dan budaya bangsa adalah keharusan mutlak calon presiden. Bila dulu bangsa kita terkenal sebagai pejuang, tabah, berani, pantang menyerah, dan berani hidup susah, sekarang bangsa kita cenderung mudah sedih alias melankolis melihat tayangan sinetron seraya mulai tidak peduli pada tetangga sengsara. Kondisi lain, mau gampangnya saja, sebagian menjadi penggemar bantuan langsung tunai dan beras untuk rakyat miskin, lalu setiap saat siap menjadi korban tabung elpiji 3 kilogram. Simpati kita biasanya tumpah pada tokoh protagonis yang lemah. Jadikan diri sebagai figur yang teraniaya lawan politik, simpati semua orang akan tertarik.

"Uga" baru

Bung Karno adalah presiden pertama dan proklamator kemerdekaan. Dia pandai berpidato berapi-api dan menginspirasi banyak orang. Nyalinya luar biasa besar. Dia berani teriak, "Amerika kita setrika, Inggris kita linggis!" Malaysia dijadikan bulan-bulanan karena dianggap boneka imperialis Inggris. Bung Karno terkenal punya selera seni tinggi dan pernah punya lebih dari satu istri. Perkara nyandung ini mah orang Sunda tentu sudah khatam.

Barack Obama waktu tinggal di Jakarta katanya suka meniru gaya Pak Harto berpidato di televisi. Urang Sunda yang hobi memancing punya peluang besar menjadi presiden karena Pak Harto juga gemar memancing. Media luar menjuluki Pak Harto "The Smiling General". Soal yang ini mah, orang Sunda jagonya. Jangankan hanya tersenyum, tertawa ngakak ngabarakatak juga sangat mahir. Pada zamannya, tidak ada kabar kapal perang atau polisi laut Malaysia berani cari penyakit dengan ngulampreng ke perairan Indonesia.

Semua orang tahu, Pak Habibie cerdas luar biasa. Kalau saja ada 1.000 orang seperti BJ Habibie, Indonesia akan segera menguasai teknologi tinggi dan disegani. Namun, anggota Dewan waktu itu anak TK, jadi gagap teknologi. Gus Dur adalah kiai, tokoh besar Nahdlatul Ulama, figur bapak bangsa yang disegani. Dengan jurus "gitu aja kok repot", ia punya peluang membereskan kondisi negeri. Akan tetapi, pemikiran serius tapi santainya relatif sulit diikuti bangsanya yang terbiasa dengan cara rezim Orde Baru.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau Pak Beye berkarier di militer. Oleh Gus Dur dan lalu Bu Mega, dia diangkat menjadi menteri. Pengalaman di kabinet dan dicuekin menjadi modal untuk mendirikan Partai Demokrat dan melejit hingga terpilih menjadi presiden pertama lewat pemilu langsung. Pak Beye ini merupakan doktor dari Institut Pertanian Bogor, santun dan pintar mencipta lagu serta menyanyikannya. Selama menjadi presiden, sudah beberapa album dihasilkan. Orang Sunda yang penyanyi bisa usaha sambilan meniru Pak Beye ini.

Pertanyaan kritis mengapa urang Sunda belum ada yang menjadi presiden, kita tunggu sampai ada calon yang mau, dipinang partai peserta pemilu, dan terpilih. Sementara itu, pertanyaan kenapa urang Sunda harus menjadi presiden perlu diajukan. Kalau masih heurin ku letah, tentu sulit membuat kebijakan dan terobosan besar. Mekanisme kontrol kualitas khas Sunda, yaitu bisi ngerakeun, tentu akan menghambat munculnya urang Sunda maju menjadi calon presiden.

Yang penting sekarang, untuk menyemangati peningkatan kualitas manusia Sunda agar lebih mampu berperan di segala bidang, formula Jayabaya mengenai nama pemimpin nasional, yaitu Notonegoro, perlu didampingi uga baru, seperti Indonesia jaya mun presidena urang Sunda!

---------
dimuat KOMPAS jawa barat 18 september 2010

ds 88, 98, 07

Read more...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP