powered by Google

Subakat Hadi KI68 dan Dodiek EL76 mengajak menggarap kekayaan laut Indonesia

Kamis, 23 Agustus 2012

From: Subakat Hadi <subakat.hadi@pti-cosmetics.com>
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Fri, 24 Aug 2012 10:54:43
To: <Senyum-ITB@yahoogroups.com>
Reply-To: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: Re: [Senyum-ITB] Mengembangkan Pertanian dan Perikanan



Trima kasih Mas Dodiek, atas pencerahannya.

Ini betul-betul mengejutkan, karena “hanya laut” - “hanya di Indonesia”, potensinya sudah lebih besar dari seluruh penghasilan “Total SA” diseluruh dunia yang 159,264 milliar Euro (dihitung harga separuh harga kerapu - yang merupakan prime product). Jelas jauh lebih besar dari penghasilan Freeport, yang sering bikin kita ngiler.

Pantes saja, kerugian karena pencurian saja : Rp. 80 trillion. Ini saja pasti sudah jauh lebih tinggi dari pajak yang dibayar Schlumberger dan Halliburton di Indonesia digabung jadi satu.

Mas Cules sudah menyampaikan beberapa langkah untuk menggali potensi agri yang bisa diterapkan di bidang fishery ini

Tapi ada teka-teki :
a. Ada orang asing beli lisensi atau bahkan mencuri ikan di Indonesia, yang berarti mencari ikan di Indonesia menguntungkan.
b. Ada pengangguran di Indonesia, yang berarti ada potensi manhour untuk dimanfaatkan dibidang fishery di Indonesia.
c. Ada orang kurang optimal gizinya, yang berarti demand cukup tinggi.
d. Ada pasar international, kan orang asing mengalengkan dan menjual ke pasar international.

dengan data diatas, ini sungguh mengejutkan bahwa lebih dari 90 % potensi laut tidak tergarap.

Mudah-mudahan seperti kata Mas Dodiek  : if there is a will there is a way.

Mari kita garap lahan berpotensi raksasa yang kita tidak perlu rebutan dengan modal raksasa.

Rgds
SH KI68






From: Dodiek EL <dodiek76@yahoo.com>
Date: Thu, 23 Aug 2012 09:42:04 -0700 (PDT)
Subject: [Senyum-ITB] Mengembangkan Pertanian dan Perikanan

 

Rekans,
Membahas tentang perikanan harus memperhitungkan geografi Indonesia merupakan negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia dengan kekayaan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia. Indonesia memiliki potensi produksi akuakultur terbesar di dunia sekitar 57,7 juta ton/ tahun. Pada 2010 baru dihasilkan 5,48 juta ton atau 9,6% dari total potensi produksinya. Total potensi produksi sebesar itu berasal dari budi daya di laut seluas 24 juta ha (potensi 42 juta ton/tahun), budi daya di tambak seluas 1,22 juta ha (potensi 10 juta ton/tahun), dan budidaya di perairan tawar 13,7 juta ha (potensi 5,7 juta ton/tahun). Adapun total produksi 5,48 juta ton terdiri atas rumput laut 3 juta ton (56%), sisanya 44% berupa ikan kerapu 1%,kakap 1%,bandeng 6%,nila 8%,emas 5%,lele 4%, patin 3%, gurame 1%,udang 7%, dan jenis-jenis lainnya 8%.
Pada 2010 Indonesia menjadi produsen terbesar terbesar ketiga di dunia dengan total produksi 10,86 juta ton yang berasal dari perikanan tangkap 5,38 juta ton (49%) dan perikanan budi daya 5,48 juta ton (51%). Pada 2010 sekitar 1 juta ton produk perikanan diekspor ke mancanegara dengan perolehan devisa USD3 miliar. KKP telah menetapkan target produksi pada 2014 sebesar 16,89 juta ton untuk perikanan budidaya atau dapat dikatakan naik sebesar 353 persen dari produksi di 2009 yakni sebesar 4,78 Juta Ton. (ref. KKP dan artikel Prof. Rokhmin Dahuri ).
Ketua Mahkamah Agung, M Hatta Ali mengatakan dari jumlah kasus tindak pidana yang sedang ditangani pengadilan perikanan dua tahun terakhir terdapat 204 kasus, di antaranya terjadi pada 2010 sebanyak 138 kasus dan pada tahun 2011 sebanyak 66 kasus. “Dan sebanyak 196 perkara di antaranya telah ditangani di pengadilan perikanan baru. Kerugiannya sendiri ditaksir mencapai Rp 80 triliun,” kata M Hatta Ali, dalam sambutannya pada acara pembukaan pendidikan dan pelatihan (Diklat) calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Perikanan di Hotel Milenium, Jakarta, Kamis (3/5/2012). ( komentar : pencuri ikan yg lolos & KKN di laut berapa ?
Pada Juli 2010 saya sempat jalan-jalan ke Muncar ujung Jawa Timur (berhadapan dengan p.Bali) merupakan sentra nelayan ikan tangkap, TPI dan industri pengolahan ikan. Saya melihat perahu & kapal nelayan parkir memenuhi pelabuhan Muncar, aktivitas TPI nihil. Info yg saya dapat bahwa sedang cuaca buruk di laut, dan kabarnya nelayan melaut rata-rata hanya 150 hari dalam setahun, padahal tahun-tahun sebelumnya nelayan rata-rata melaut 180 hari dalam setahun. Kiranya ke depan hasil raman tangkapan ikan laut akan stagnan, karena ketidakpastian cuaca. 
Dilain pihak dunia sedang mengalami kekurangan supply ikan, karena 85% sumber daya ikan basis wilayah laut dunia telah mengalami over-fishing dan over-exploited. Peluang nelayan Indonesia untuk meningkatkan produksi budidaya ikan laut guna memenuhi konsumsi ikan laut nasional, regional dan global. Indonesia memiliki sejumlah teluk dan wilayah pesisir yg dapat segera dimanfaatkan untuk budidaya ikan laut, baik berupa tambak, keramba, dan jaring apung. Kabarnya pembeli ikan Kerapu segar datang ke sentra-sentra produksi langsung membeli dari nelayan Kerapu (jenis tertentu) sekitar Rp. 350.000,- per Kg, size 500 gram /ekor, panen 8~ 10 bulan dalam keramba. Berharap tahun pertama harus bergegas membenahi kebijakan dan peraturan tata-ruang, tahun kedua produksi budidaya laut meningkat, dan tahun ketiga tinggal-landas menyusul China. Insya Allah. 
If there is a will, there is a way . . Jalesveva Jayamahe . . 
Salam,
Dodiek EL76

0 comments:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP