powered by Google

Memahami semboyan kebanggaan "Solidarity Forever" dari Jurusan Mesin ITB

Jumat, 26 Oktober 2012


Baca juga:
Jero Wacik MS'70 Pernah Mati Suri



Jika seorang anggota Mesin ITB melakukan kesalahan, haruskah kelompoknya turut dihukum untuk menanggung kesalahannya?
Silahkan baca ulasannya di bawah ini.

-------------------------------------------





From: "rudolf x. damanik"
Sender: IA-ITB@yahoogroups.com 
Date: Fri, 26 Oct 2012 18:27:17 
Subject: Re: [IA-ITB] Exclude dari milist IA-ITB

Lae Ringgas,

Ngomong-ngomong tentang membela teman, baiklah kita tinggalkan sejenak topik utama permasalahan ini dan berbincang tentang kesetiakawanan (solidaritas).

Kami, mahasiswa dan alumni Mesin ITB, punya semboyan kebanggaan "solidarity forever!". Tidak ada embel-embel atau persyaratan lain yang menjadi pembatal maupun pembenar semboyan tersebut. Dengan kata lain, solidaritas sesama "anak Mesin" adalah mutlak, tanpa reserve, tanpa memilah situasi, apalagi menghitung untung-rugi.

Ketika opspek, kami sering dihadapkan pada dilema solidaritas. Jika seseorang melakukan kesalahan, haruskah kami turut dihukum untuk menanggung kesalahannya? Tentu saja jalan pikiran normal manusia tidak akan menerimanya.

Jika kami menolak, kian hebatlah ganjaran cercaan dan hukuman atas ketidaksolideran kami. Tapi jika kami menerima, tidak kurang-kurang pula cercaan dan hukuman akibat dianggap konyol.

Dari situ kami belajar (dan kemudian saya tularkan pada generasi berikutnya) bahwa "solidarity forever!" tidak sama artinya dengan "solidaritas konyol". Kami harus menanggung hukuman bukanlah karena sepakat dengan kesalahan kawan kami tetapi karena kealpaan kami menghindarkannya dari tindak kesalahan. Dengan kata lain, kami tidak solider terhadap kekurangannya sehingga akhirnya dia melakukan kesalahan.

Jadi, saya mencoba mencerna bahwa solidaritas tidaklah sama dengan membela secara membabi-buta seakan-akan kawan kita adalah seorang santo yang hendak dimartirkan, melainkan:

1. Menyampaikan pendapat (teguran, jika perlu) tentang hal yang akan dilakukan oleh teman kita agar dia mempertimbangkan risiko yang dihadapi. Sementara dalam hal yang baik, memberikan dorongan agar kawan kita bersemangat mewujudkannya.

2. Mendudukkan perkara sesuai dengan fakta jika terjadi kesalahpahaman antarpihak tentang masalah yang terjadi. Jika kawan kita benar, kita menyodorkan penjelasan. Jika kawan kita salah, kita tidak berusaha memutarbalikkan fakta ataupun menyalah-nyalahkan pihak lain agar kawan kita tampak benar.

Pada saat terjadi dialog dengan pihak lain, tidak mustahil kita berbalik pandangan akibat kian lengkapnya informasi dan argumentasi yang kita cerna. Ini adalah sebuah proses yang wajar tanpa harus menihilkan rasa setiakawan.

3. Memberi dukungan (minimal secara moral) pada kawan yang bersalah untuk secara bermartabat menjalani konsekuensi atas tindakannya tanpa harus membenarkan kesalahannya.

4. Kepada kawan yang bersalah saja kita solider, apalagi terhadap yang benar.

Itulah yang saya pelajari dan pahami tentang solidaritas alias kesetiakawanan. Dalam hal ini, solidaritas saya pada kawan tidak akan mengubah nilai dan fakta tentang kebenaran itu sendiri.

Jika tidak demikian, maka kita harus siap membela [dan membenarkan] siapa pun kawan kita walau dia --misalnya-- seorang koruptor, pembunuh, penipu, perampok, pemerkosa, dsb. Sayangnya, saya belum sanggup menipu diri saya sendiri dengan mematikan logika dan nurani.

Begitu, Lae.

Dan saya menghormati pilihan Lae dalam konteks persoalan ini karena saya sepakat dengan Voltaire yang memaklumkan: "I disapprove of what you say, but I will defend to the death your right to say it."

Sebagai tambahan, saya tidak pernah menempatkan diskusi/debat di milis ini dalam perspektif bias jender yang bisa dianggap sebagai "battle of sexes". Saya tidak mempermasalahkan apakah lawan diskusi/debat saya adalah lelaki ataukah perempuan. Saya menempatkan dan menghormati semua pihak sebagai orang yang setara haknya dalam berpendapat. Maka, perlakuan saya terhadap setiap orang pun tidak ada bedanya. Kiranya hal ini dapat dipahami.


#rudolf | m83.solidarity forever!
*entregado por Blackberry®

0 comments:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP