powered by Google

Video: Luar Biasa! Pelayanan Prima dalam Penerbangan Domestik Houston, TX - Phoenix, AZ

Sabtu, 18 Januari 2014



Landing in Phoenix Airport, 30 Dec 2008-
-------------

Tanggapan dari:

Hotasi Simamora PL'81: Video "Kedipan Mata Pramugari SQ"


From: Yoelson 
Date: Sun, 19 Jan 2014 07:08:46 +0700
Subject: Re: [Senyum-ITB] Kapan Garuda Seperti Ini?


Luar biasa!!
Saya pernah juga mengalami sebuah pelayanan prima dari sebuah maskapai penerbangan domestik di US beberapa tahun lalu. Suatu apresiasi terhadap sesuatu yg dianggap hal kecil.  Saya copy-kan mail yg pernah saya share di milis lain sbb:


Baru saja nyampe transit di Phoenix. Saya coba share sedikit pelayanan yg ekselen dari sebuah maskapai domestik di US sini.

Di dalam pesawat dari Houston - Phoenix sy harusnya dapat seat 21F dekat window. Ada seorang bapak dg 2 orang anaknya yg masih kecil2. Karena seat yg berdekatan hanya 3 jadi 1 org anaknya dapat seat yg terpisah. Bapak ini dan seorang pramugari meminta kpd saya agar tukaran tempat duduk dg anaknya yg terpisah. Dg senang hati sy bilang "no problem" karena sy sendirian saja. Bapak dan pramugrari ini dg tulus mengucapkan terima kasih banyak.

Tiba waktunya hidangan minuman. Seperti biasa yg ditawarkan hanya minuman dan kalau mau snack kita bisa beli. Ketika sampai giliran saya, pramugrari yg sama tadi bilang "Karena Bapak tadi dengan sukarela mau tukaran tempat duduk, silakan pesan snack yg bapak suka, dan gratis!".

Saya sedikit terkejut,"Bisa diulang lagi maksudnya?". Dia bilang,"Yes, complimentary snack!". Kebetulan sy tdk sedang lapar, saya bilang,"Thanks so much, just iced water, please."
Luar biasa!! 

Salam,
YOE
TM'91


View Larger Map


Peta: (A) Houston Airport - (B) Phoenix Airport = 1.185 mi



Phoenix Airport
___________________
Pada 19 Januari 2014 00.15, Hot Asi Simamora menulis:
Saya dapat dari FB
***
Mardigu Wowiek
(Tulisan Malam) "Kedipan Mata Pramugari SQ"

Dalam sebuah perjalanan panjang beberapa tahun yang lalu. Saya kelelahan teramat sangat. Duduk di bangku pesawat senyaman apapun kalau lama pegel juga. Di tengah pekerjaan menumpuk, ditengah kelelahan perjalanan panjang tersebut, ada cerita menarik yang saya dapat dipesawat SQ yang saya naiki waktu itu.

Karena mendapat fasilitas dari klien maka saya mendapat tiket business class untuk penerbangan menggunakan Singapore Airline. Perjalanan Bangkok- Singapore menjadi sangat nyaman. Ruang lapang di business class Boing terbaru, makanan yang tak pernah berhenti belum lagi pelayanan lainnya. Namun karena deadline pekerjaan harus selesai. Laptop di meja belakang kursi pesawat tersebut tak pernah berhenti dipergunakan.

Tanpa terasa mata saya perih dan mengantuk. saya lelah sekali. Saya pun terlelap.

“aduh!”,Tiba-tiba saya terbangun karena ada siraman air kebaju saya. saat itu saya mengenakan jas overcoat karena dingin.

“Please forgive me sir..I’ m so sorry!”,seorang pramugari SQ tertunduk-tunduk sambil sibuk menyeka pakaian saya yang tersiram air. Teh hangat. Tepat di dekat pundak kiri.

Karena kaget, saya tak banyak bicara. Tangan saya pun sibuk menyeka tumpahan tersebut. terlihat pramugari tersebut sangat panik. “I’m sorry sir, my mistake..please apologize..”, katanya berulang ulang dan bolak balik dari pantry ke tempat saya duduk.

Setelah saya lihat-lihat kondisi jas tersebut, Saya merasa tidak masalah karena setelah saya perhatikan tak ada bercak pada coat tersebut. Saya pun memilih tidak mempermasalahkan. Lelah tubuh masih mendominasi badan saya jadi saya memilih melanjutkan tidur istirahat saya. Tak lama pramugari itu muncul lagi. Membawa teh hangat. Sambil berkata,” do you want something to drink? Or is there anything you need sir? “

Saya yang lelah memilih sesuatu yang cepat yaitu meng iya kana pa yang di bawa di baki nya tersebut, “tea should be find...”kata saya separoh tidur. Saya letakkan teh panas tersebut di meja depan, lalu bersiap merebahkan kepala kesamping untuk bisa tidur. Wajah pramugari tersebut masih gusar, saya menyadarinya walau sekilas melihat dari sudut mata yang mengantuk tersebut. Dia pasti merasa bersalah terbaca benar dari gerakan tersebut. Dan menurut saya, karena saya sudah tidak mempermasalahkan singkatnya saya mau istirahat sekarang.

Ternyata tak lama setelah gerakan galaunya dia ke dalam, muncullah seorang pramugari menghampiri tempat duduk saya. Ah..dia pramugari senior. Terlihat ada pin dibawah namanya, “Chatrine Tan” lalu dia berkata, . “Sir..?!”,dengan nada sopan..”we made terible mistake, our staff spilll over tea to your lovely coat. Please accept our apology”.

Saya tersenyum. “No problem..it’s nothing..”kata saya..”it didn't make any stain at all on it though”.

“Well sir, we hope you could accept this..this is a voucher for loundry. You could do anywhere in the world on SQ expenses. Please accept it..”,dia membungkuk sambil memberikan amplop berlogo voucher laundry dari sebuah perusahaan laundry kenamaan. Saya bisa mencuci dimanapun dengan biaya di tanggung SQ.

“Waduh baik amat”, kata saya dalam hati. Selembar voucher dalam amplop dia serahkan dengan santun dan senyum. Badannya membungkuk dan memberi salam khas SQ, tangan dikatupkan didepan muka sambil setengah mengangguk dan bergerak melangkah mundur.

”Well thank you..”,saya menjawab

“Enjoy your rest sir”..katanya lagi mempersilahkan saya melanjutkan istirahat saya.

Saya tidak tahu berapa lama saya terlelap, seketika mendengar pengumuman di load speaker yang menyatakan pesawat akan mendarat. saya pun segera bersiap-siap. 10 menit kemudian, kapal mendarat, taxing beberapa saat kemudian terdengar announcement door may be open, pintu sudah boleh di buka.

Saya pun berkemas berdiri. Tanpa tahu dari mana kehadirnanya sang pramugari senior tadi, mrs Tan, sudah muncul di depan saya dan berkata..”Sir..could you please walk this way”. Dia menunjuk kesebuah arah jalan dengan santun.

Seperti domba di giring gembala saya mengikuti gerakan tangan dan ajakan tersebut. Saat itu saya merasa heran mengapa semua orang berhenti berjalan dan membuka jalan buat saya. Saya melewati beberapa orang yang duduk di depan saya . Hingga sampai ke dekat pintu kokpit dan pintu keluar paling depan dimana seakan seluruh pramugari berbaris kiri kanan saya.

Arahan jalan tersebut mengarah kesatu tujuan, dimana saya melihat tepat lurus dihadapan saya berdiri tegap seorang pria berwibawa berusia 50 tahunan dengan pakaian seragam biru tua jas baju putih didalamnya dengan lengkap tanda kepangkatan. Topi, jas, dengan 4 garis kuning di ujung lengan jas nya. Tangannya menjulur ke arahku.pastinya dia kapten pesawat ini. itu perkataan saya dalam hati.

“Mr Mardigu, i m Henry Chow, i m captain pilot of this plane, on behalf of my crew, my plane and my organization Singapore Airline please accept our deepest apology on what just happen to you”. Kalimat setelahnya saya lupa namun rasanya seperti seseorang yang sedang mendapatkan sebuah award. Atau kalau saya membayangkan jangan-jangan mendapatkan piala Oscar begini nih rasanya, agak ge er.

Wah..saya merasa melayang. Mendapat permohonan maaf secara formal dan santun begini. Gila...menurut saya, peristiwa tumpahnya sedikit teh adalah hal kecil yang terjadi namun mengapa sampai kaptennya turun tangan?!

Apapun itu, peristiwa permohonan maaf seperti ini bagi saya itu adalah sebuah service kepada pelanggan yang luar biasa. Bagi pelanggan seperti saya hal itu adalah sebuah penghargaan dan penghormatan yang luar biasa. Dalam hati saya berkali kali mengatakan, salut SQ.

dia pun melanjutkan perkataannya ,“Here are two ticket SQ with your name on it from singapore to jakarta roung trip valid for 1 year. Just to show you how sorry we are , please accept it,” katanya sambil membungkuk,

Wah..saya tergagap tidak bisa ngomong. Gerakan saya asli kikuk. Sambil mengambil tiket tersebut menjabat tangannya erat-erat dan mata saya kesana kemari mencari pegangan, tanda saya overwhelm.

Tanpa sengaja mata saya menatap mata pramugari yang menjatuhkan air teh tadi. mata ketemu mata tersebut membuat saya menangkap sebuah arti dari gerak mata dan gerak wajahnya. Karena aslim saya melihat pancaran tulus dimatanya. Dua telapak tangannya menutup didepan wajahnya memberi hormat. Kemudian dia mengedipkan mata kirinya sambil wajahnya dimiringkan ke kiri sedkit mengangguk dan memberi senyum dalam. saya mengangkap pesan itu. Kira-kira, ambillah..dan maafkan saya ya..

Tak terasa saya menetes air mata, dalam hati, saya ikhlas kok, gak marah, dan gak masalah. Eh diperlakukan seperti raja begini, jadi malu tapi tersanjung. Salut buat SQ, salut buat pramugari yang asaya lupa namanya, chief pramugari mrs Tan, dan kapten Henry Chow. All the best for SQ.Salut !# may peace be upon us
***
Hot Asi Simamora/PL 81

---------------------
Keterangan video:

Uploaded on Jul 13, 2009
Continental Airlines Boeing 737-800 landing in Phoenix (PHX) Runway 7R on December 30, 2008. 
Flight arriving from Houston Intercontinentai (IAH). 

After spending Christmas with the family in Laredo, TX, I was coming home to celebrate New Years. 
Pretty rough landing at the end. (Check out the Laredo to Houston flight video on here. 
It's titled Takeoff from Laredo (LRD) 12/30/2008). Enjoy! PS - 
Sorry about the sun in the first few seconds of the vid.


0 comments:

Posting Komentar

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP