powered by Google

B.J. Habibie: Pesawat R80 Bakal Terbang Perdana di Bandara Kertajati, Majalengka

Senin, 13 Oktober 2014

Baca juga:
Video: Bandara Kertajati, Majalengka Siap Beroperasi Mulai 2016


Mantan Presiden RI BJ. Habibie berpose di belakang miniatur pesawat usai dialog Merah Putih di kediamannya di kawasan Patra Kuningan, Jakarta, Rabu (7/3). ANTARA/Rosa Panggabean

TEMPO.COBandung - Mantan Presiden RI Baharudin Jusuf Habibie yang kini mendirikan PT Regio Aviasi Indonesia (RAI) mengatakan pesawat R80 yang tengah disiapkan akan terbang perdana pada 2018. "Insya Allah first flight pesawat itu di Majalengka (Bandara Kertajati)," kata dia selepas bertemu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan, Bandung, Rabu, 10 September 2014. 

Menurut dia, keputusan memilih lokasi penerbangan perdana pesawat itu di Majalengka dilakukan setelah mendengar pemerintah Jawa Barat yang sedang menyiapkan bandara baru di sana. "Saya mendengar pemerintah Jawa Barat sedang mempersiapkan lapangan terbang di Majalengka, Insya Allah selesainya juga kurang-lebih 2017," kata Habibie. 

Habibie mengatakan setelah terbang perdana itu, pesawat R80 hasil pengembangan pesawat N250 yang sempat dikembangkan Industri Pesawat Terbang Nusantara, atau PT Dirgantara Indonesia saat ini, ditargetkan akan mendapat sertifikasi kelaikan terbangnya. "Kita bisa deliver," ujarnya. 

Dia mengatakan persiapan penerbangan perdana pesawat R80 itu akan dilakukan di Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati. "Kita akan arahkan semua persiapannya di Majalengka," kata Habibie.

Menurut dia, R80 itu merupakan pesawat yang khusus dikembangkan untuk membidik pasar penerbangan komuter, untuk menghubungkan antardaerah di Indonesia. Kode R pesawat yang dirancang punya kapasitas angkut 80 penumpang hingga 90 penumpang itu merupakan singkatan dari regional. "Jadi pesawat terbang penunjang," kata Habibie. 

Dia mencontohkan, jumlah pengguna pesawat di Indonesia terus tumbuh rata-rata 19,6 persen setiap tahun, dan terakhir jumlah pembeli tiket pesawat di seluruh penerbangan di Indonesia mencapai 70,2 juta orang. Habibie membandingkan dengan Amerika Serikat dengan jumlah pembeli tiket pesawat domestiknya mencapai 3 kali lipat jumlah penduduknya. 

"Mengikuti Amerika seharusnya yang membeli tiket itu 3 kali jumlah penduduk, kenyataannya baru 70,2 juta tiket, tapi kebutuhannya sudah meningkat," kata dia. 

Habibie yakin pesawat terbang murah bisa mendorong perekonomian Indonesia. Penguasaan teknologi penerbangan menjadi tolok ukur penilaian kemampuan satu bangsa atas teknologi. "Satu bangsa dinilai dari kemampuannya membuat pesawat penumpang di atas 50 penumpang, ke atas sama saja persyaratannya untuk mendapatkan keahliannya. Kita sudah membuktikan dengan N235," kata dia. 

Komisaris PT RAI Ilham Akbar Habibie mengatakan saat ini pengembangan R80 sudah memasuki fase akhir pengembangan. Pesawat itu rencananya akan diproduksi bersama PT Dirgantara Indonesia, yang saat ini juga tengah mengembangkan pesawat baru N219. "Keduanya berbeda spesifikasinya," kata dia. 

Ilham mengatakan pesawat R80 dirancang untuk beradaptasi dengan kondisi bandara yang umumnya ada di Indonesia. Jika ada lapangan terbang kecil, dia punya satu landasan, penerbangan per harinya terbatas. "Saat penumpangnya makin banyak yang harus dilakukan adalah pesawatnya diperbesar," kata dia. 

Menurut dia, PT RAI akan memulai komunikasi intensif dengan pemerintah Jawa Barat untuk persiapan penerbangan perdana R80. "Kita akan melaksanakan penerbangan perdana tahun 2018, tepatnya bulan Agustus, kemungkinan besar di Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat," kata Ilham. 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan pemerintah provinsi mendapat kehormatan atas pilihan PT RAI itu untuk menggunakan Bandara Kertajati untuk penerbangan perdana R80. "Ini klop. Insya Allah bandara beroperasi 2017 akhir. Mudah-mudahan ada bandara baru yang kita operasikan, dan saat yang bersamaan pesawat ini terbang pertama kali," kata dia. 

Aher mengatakan kendati pengembangan teknologi dirgantara tertinggal akibat terhentinya proyek N250, Indonesia masih punya kesempatan untuk mengembangkannya lagi. "Tempat terbang pertama kalinya bisa di Majalengka, kalau mungkin rancang bangunnya juga pada saatnya di sana," kata dia. 

Kepala Badan Pengembangan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Deny Juanda Puradimaja mengatakan rencana penerbangan perdana R80 membuka peluang bagi pemerintah provinsi untuk menawarkan fasilitas pabrikasi pesawat itu di kawasan Bandara Kertajati. Dia beralasan menjelang terbang perdana itu butuh hanggar serta serangkaian pengujian di bandara itu. "Itu pasti membangun di sana, mau gak mau. Tapi tergantung PT Dirgantara Indonesia," kata dia. 

Baharudin Jusuf Habibie mengajak sejumlah pimpinan PT RAI untuk bertemu Gubernur Ahmad Heryawan. Selain Habibie dan putranya, Ilham, ikut dalam pertemuan itu Komisaris PT RAI lainnya, yakni mantan Kepala Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah. 

AHMAD FIKRI

0 comments:

Posting Komentar

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP