powered by Google

Video: Nostalgia ala Toko Oen, Semarang

Minggu, 10 Juni 2012

Nostalgia ala Toko Oen, Semarang



produk toko oen 200x112 Nostalgia Ala Toko Oen SemarangMengunjungi kota Semarang, pandangan mata kita tidak akan terlepas dari banyaknya gedung kuno yang menjadi sebuah warisan sejarah pada masa lalu. Sebagai sebuah cagar budaya, bangunan kuno tersebut banyak digunakan sebagai lokasi wisata hingga sentra bisnisnya kota Semarang. Salah satu tempat yang digunakan sebagai sebuah restoran adalah gedung di Jalan Pemuda Semarang. Bangunan berinterior kuno tersebut menjadi lokasi Toko Oen yang merupakan restoran yang menawarkan aneka hidangan, mulai dari kue kering/ basah, roti, es krim, steak rasa khas Eropa, hidangan Indonesia, dll. Selain menikmati hidangan kuliner yang lezat, para pengunjung juga bisa bernostalgia, sembari merasakan suasana tempo dulu, karena Toko Oen masih mempertahankan desain interior dan furniture sesuai dengan aslinya.
Tim liputan bisnisUKM berkesempatan mengunjungi Toko Oen Rabu (17/11), dan ditemui salah seorang staff restorannya Yohanna Setia Arumsari (27). Menurut Yohanna, Toko Oen memiliki sejarah panjang hingga saat ini bertahan di Kota Semarang. “Toko ini berdiri sejak tahun 1922 di Yogyakarta, dimana yang mendirikan adalah seorang ibu rumah tangga bernama Ibu Liem Gien Nio, kami memanggilnya Oma Oen (istri dari Oen Tjoen Hok), karena perkembangan usahanya semakin pesat, kemudian dibukalah cabang di Semarang, Malang, dan Jakarta,” ujar Yohanna. Namun karena keterbatasan anggota keluarga yang mengurusi, toko yang ada di Yogyakarta ditutup, dan yang di Malang dijual kepada orang lain.
desain interior toko oen semarang 200x150 Nostalgia Ala Toko Oen SemarangMenurut Yohanna, Toko Oen saat ini dikelola oleh generasi keempat dari Oma Oen. “Generasi pertama bernama Oen Tjoen Hok, dilanjutkan oleh generasi kedua Sinarwati Utama, kemudian generasi ketiga Jenny Kalalo, dan Generasi keempat saat ini dipegang oleh Chase Alexander Kalalo,” ujarnya. Pengelolaan lintas generasi tersebut mampu membuat Toko Oen berevolusi dari sebuah toko roti menjadi restoran lengkap yang menyajikan makanan khas Western dan Indonesia seperti saat ini. Rantai kepemilikan yang masih dalam satu keluarga juga diyakini sebagai faktor solidnya Toko Oen hingga berumur 89 tahun.

Produk Unggulan Toko Oen


Toko Oen saat ini menyediakan aneka kue kering dan roti yang nikmat dengan varian rasa yang beraneka ragam. “Ada kurang lebih 30 kue kering yang kami produksi, diantaranya speculas, Kattetong Keju, JanHagel, Kaasstengel, BoterKransjes, dll, sementara untuk kue basahnya, kami memiliki kurang lebih 50 jenis,” jelas Yohanna. Selain kue kering, es krim juga menjadi salah satu icon Toko Oen, karena memiliki rasa berbeda yang siap menggoyang lidah penikmatnya.  “Oen’s Symphony, Domino Ice Cream2, Tutti frutti, menjadi produk es krim andalan kami,” tambahnya.
kue kering dan basah toko oen 200x150 Nostalgia Ala Toko Oen SemarangMenu resto lain yang tidak kalah lezatnya adalah Poffertjes, yaitu makanan khas Belanda berupa pancake yang ditaburi gula bubuk. Di Toko Oen, ada dua macam rasapoffertjes, yaitu poffertjes cokelat yang ditaburi meses coklat, dan poffertjeskeju yang ditaburi keju parut. Jika belum puas, Chicken Cordon Blue bisa menjadi alternatif penggoyang lidah yang memiliki porsi cukup besar. Dengan sentuhan keju yang meleleh di dalamnya, membuat Chicken Cordon Blue menjadi menu wajib ketika berkunjung ke Toko Oen Semarang. Sementara menu makanan barat lain yang selama ini dikenal memiliki cita rasa yang khas Toko Oen antara lain bistik hamburg, bestik lidah, inner schnitzel, dan kakap ala meuniere.
Toko Oen Semarang 200x150 Nostalgia Ala Toko Oen SemarangAneka jenis produk Toko Oen dijual dengan harga yang bervariasi. Untuk kue kering, harganya Rp.24.000,00-Rp.65.000,00/toples; sementara untuk kue basah harganya Rp.6.000,00-Rp.8.000,00/ biji; kemudian es krim dijual dengan harga Rp.12.5000-Rp.30.000,00/. Dengan harga seperti itu, Yohanna mengaku dalam sebulan Toko Oen bisa meraup omzet rata-rata 100 juta/ bulannya. Meskipun termasuk usaha restoran tertua di Semarang, namun Toko Oen tetap melakukan pemasaran aktif, baik melalui media online maupun offline. “Kami sering ikut serta dalam pameran-pameran, bahkan tiap setahun sekali kami selalu ikut pameran di Belanda, selain pameran, media cetak juga menjadi media marketing kami, sampai dengan media online seperti website dan jejaring sosial,”imbuhnya.
Beberapa kendala yang saat ini mengiringi berkembangnya Toko Oen adalah merebaknya kompetitor yang menjual produk dengan harga yang jauh lebih murah. “Sebenarnya tidak terlalu signifikan untuk urusan plagiat produk, namun harus diakui hal tersebut bisa memicu sistem kompetisi yang tidak sehat,” jelas Yohanna. Meskipun begitu, saat ini Toko Oen sedang berencana untuk kembali membuka cabang di beberapa kota di Indonesia, untuk memperluas jangkauan pemasarannya.







Sumber: bisnisukm.com

--------------------------------------------

Peta lokasi Toko Oen, Semarang :


View Larger Map

Peta; Dari A (Simpang Lima) ke B (Toko Oen, JL Pemuda, No.52, Semarang)
Jarak = 2,1 km. Waktu tempuh berjalan kaki = 25 menit.

3 comments:

IA-ITB 9 Agustus 2014 pukul 02.20  


From: 'B. Antariksa (Erik), 99Bali International
Sent: Saturday, 9 August 2014 11:19
To: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Diajak makan di Toko Oen, Semarang.
Re: Anggota baru: Rita Marina sekolah putri di Semarang


Rekan2,

Mba Rita TK'75 mengajak makan siang di Toko Oen, Semarang.
Mau pilih menu apa?

Ini videonya:
http://senyum-itb.blogspot.com/2012/06/nostalgia-ala-toko-oen-semarang.html

Selamat makan ;-)



Salam kompax
Erik

IA-ITB 9 Agustus 2014 pukul 02.23  

From: r_marina@mahaputra [IA-ITB]
Sent: Saturday, 9 August 2014 14:55


Dear Pak Erik yg lucuuuu,

Di Semarang saya tinggalnya di Jl. Dr. Tjipto 205 (dekat ayam Kalasan yg super enak).
Kalau di Candi tempat orang2 kayaaaa....

Memang makanan di Semarang enaaaak2 semua, ada Lumpia Semarang yg terkenal, Ayam Kalasan, Mie Tektek, Tahu Pong, Soto Bangkong....
Jadi aja lapeeeeerrr.

Ayo kapan2 jalan bareng Wisata Kuliner di Semarang


Salam,
Rita Marina TK75

IA-ITB 9 Agustus 2014 pukul 02.25  

From: painting2004@
Date: Sat, 09 Aug 2014 16:08:00 +0700


Mbak Rita,

Saya lebih cocok Soto Bokoran, Nasi Goreng Babat Pak Taman, Stadion Selatan, Sate Ponorogo pak Bagong Thanrin, saya setuju Ayam Kalasan memang uenak. Tahu Pong saya juga makan yang peloran,
yang saya pingen tahu, Mie Tek Tek, apakan sama dengan Mie Kupat, seperti masakan Mie Kupat pak Dhuwur, yang di Jalan Tanjung dekat PLN itu atau Mie lain!?
Mienya di kasih taoge sama kerupuk gendar


Salam,
Rudi Susilo

Posting Komentar

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP