powered by Google

Situs Kerajaan Sunda tidak pernah ditemukan secara utuh ?

Minggu, 30 Oktober 2011

From: Nina Herlina Lubis
Sender: itb75-res@yahoogroups.com
Date: Sun, 30 Oct 2011 17:47:29 +0700
To:
ReplyTo: itb75-res@yahoogroups.com
Subject: Re: [itb75-res] Situs Kerajaan Sunda tidak pernah ditemukan secara utuh ??

Mas Bambang, untuk mengetahui apa dan bagaimana Kerajaan Sunda, bisa membaca buku "Sejarah Tatar Sunda"
yang saya susun bersama tim, (2003) dan buku ini sudah saya revisi, dan diberi judul baru "Sejarah Provinsi Jawa Barat"
(2011), 2 jilid.
Dalam jilid 1, akan sangat jelas, bahwa pusat Kerajan Sunda itu berpindah-pindah, mulai dari Galuh, Kawali, hingga Pakuan Pajajaran.
Namanya disebut sesuai nama ibukotanya. Kerajaan ini eksis paling lama di Nusantara yaitu dari abad ke-9 hingga abad ke-16 (1579). Namun peninggalan arkeologisnya tidak banyak, hanya beberapa prasasti saja, bekas benteng.

Selain itu ada juga beberapa naskah kuno yg berasal dari masa Pajajaran (seperti Bujangga Manik, yaitu reisverhalen yg ditulis oleh seorang pangeran dari Pajajaran), Carita Parahyangan yg ditulis tahun 1580, Amanat Galunggung, Sanghyang Siksakandang Karesian, dan Sewaka Darma. Kerajaan yg wilayah kekuasaannya meliputi Provinsi Banten, DKI, Jabar dan sebagian Jateng ini, juga tidak meninggalkan tinggalan arkeologis berupa bangunan keraton (istana) karena dulu istana dibangun dg kayu.

Cirebon, sebelum menjadi kerajaan/kesultanan, pada akhir abad ke-15, adalah wilayah bawahan Kerajaan Sunda, yang dg usaha Syarif Hidayatullah akhirnya menjadi kerajaan sendiri. Syarif Hidayatullah bukanlah orang Sunda/orang Priangan. Menurut beberapa sumber ia diduga berasal dari Samudra Pasai, namun secara mitis-genealogis, ia dikisahkan dalam historiografi tradisional (yg mencampuradukkan mitos, sastra dan sejarah) berjudul Carita Purwaka Caruban Nagari, sebagai cucu Prabu Siliwangi. Kerajaan (nantinya menjadi kesultanan) Cirebon memiliki budaya sendiri, Jawa Cirebon dan Sunda Cirebon, termasuk arsitekturnya pun demikian. Mereka membangun keraton dg arsitek dari bekas Majapahit sehingga tinggalan arkeologisnya (keraton, masjid, taman) masih bisa dilihat sampai sekarang....

Nah, untuk lebih lengkapnya , bisa dibaca ya di buku yg saya sebut itu Mas Bambang....





2011/10/30 Bambang Setijoso <bambang_setijoso@hotmail.com>

Menurut yang saya baca dalam link berikut ini, situs Kerajaan Sunda tidak pernah ditemukan secara utuh.
Apa betul? bagaimana menurut pendapat anda?

Ini cuplikan singkatnya:

Para peneliti boleh bersilang pendapat soal di mana sesungguhnya letak kerajaan Sunda,
Padjadjaran, karena memang hingga hari ini tidak pernah ditemukan situs-situsnya secara utuh.
Namun di Cirebon, tak perlu ada silang pendapat soal di mana letak pusat kekuasaan Cirebon masa lampau.


http://sundaislam.wordpress.com/polemik/jawa-barat-tak-cuma-sunda/



Salam
Bb

2 comments:

Dwikar 1 Desember 2011 07.52  

Assalamualaikum.
Ibu Herlina Lubis, mohon bantuannya! Saya sedang diberikan tugas untuk mencerna isi buku Sejarah Propinsi Jawa Barat.
Dapatkah Ibu, memberikan sedikit penjelasan kepada saya agar bisa membantu tugas saya? terima kasih.
Wasalammualaikum.

Anonim,  24 Desember 2013 19.27  

Dimana Keraton SRI BIMA PUNTA NARAYANA MADURA SURADIPATI?
“BOA-BOA” itu bukan KERATON BERJAJAR LIMA, tapi bisa jadi sebuah keraton yang bernama: Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati.
Ada kemungkinan kata kuncinya adalah SRI BIMA.
Sri = Sari = Inti = PUSAT
Bima = Titik BUMI
Sri Bima = PUSAT TITIK BUMI
Mungkin arti dari Sri Bima adalah PUSAT TITIK BUMI = SUNDAPURA = SURALAYA = PARAHYANGAN.

Bisa jadi ini keraton ‘Khalifatulard’ sebagai PUSAT DUNIA atau IBUKOTA DUNIA. Jika demikian tentu berbeda dengan Keraton Galuh atau Keraton Pakuan yang cakupannya hanya seluas Nusantara.

Dimana Telaga MAHA RENA (Rena Maha Wijaya)?
Maha Rena = AREAL YANG SANGAT LUAS.
Telaga yang paling besar di Jawa Barat telaga apa?
Jangan-jangan adalah TELAGA BANDUNG atau DANAU BANDUNG.

Apa itu Lawang Saketeng?
Lawang Saketeng kemungkinan SANGHYANG TIKORO yang berpungsi untuk memempat saluran air agar Danau Bandung berisi air atau sebaliknya.

Apa itu GUGUNUNGAN yang dibuat oleh Prabu Siliwangi?
Gugunungan adalah GUNUNG BOHONG-BOHONGAN, yaitu bukan gunung alam tapi gunung yang sengaja dibuat agar tanah menjadi tinggi & tidak terendam oleh Danau Bandung.
Gunung Bohong-bohongan bisa dicurigai adalah GUNUNG BOHONG yang terletak antara CIMAHI~BATUJAJAR.

Prabu Siliwangi mengeraskan jalan dengan batu atau batu yang ditata berjajar sebagai pengeras jalan, dimana lokasinya?
Sepertinya lokasi yang logis yaitu di BATUJAJAR.

Dimana Nusalarang?
Apakah Nusalarang adalah PADALARANG?

Dimana Hutan Samida?
Samida = SAMIDANG
Samidang merupakan kata “sawanda” dengan SUMEDANG.

Perhatikan di Pusat Parahyangan dikenal istilah:
1)KEBON RAJA atau KEBUN KERAJAAN. Kebun Kerajaan apa ya?
2)TAMAN SARI atau TAMAN KERAJAAN. Taman Kerajaan apa ya?
3)TEMPURAN SUNGAI & Pulau Sari di Sungai Cikapundung.

Maaf saya hanya iseng sambil MERABA-RABA SAJA dan belum pasti kebenarannya, namun PATUT DICURIGAI sebagai target penelitian.

Selamat berandai-andai
Terima kasih.
@Sandi Kaladia

Poskan Komentar

Share it

Pencarian

Memuat...

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP