powered by Google

Menentukan Harga Wajar Saham

Senin, 12 Mei 2014



Banyak yang sering bertanya bagaimana cara menentukan harga wajar suatu saham? Apakah saham yang akan saya beli masih murah atau sudah mahal ? Ada banyak metode yang bisa digunakan, dan dalam kesempatan ini saya hendak menjelaskan cara menentukan harga wajar suatu saham dengan metode PBV (Price to Book Value).



Apa dan bagaimana menentukan harga wajar saham dengan PBV ?
Seperti biasa dalam setiap tulisan, saya berusaha menganut konsep KISS (Keep it Super Simple) dan membagi dalam 3 bagian yaitu: Definisi, Ilustrasi sederhana, Studi Kasus Nyata.

A. Defenisi
PBV = Price/Book Value
Dimana:
  • Price adalah market cap
Market cap merupakan singkatan dari market capitalization atau kapitalisasi pasar, yang secara sederhana merupakan harga jual sebuah perusahaan
  • Book Value adalah ekuitas
Ekuitas adalah modal bersih sebuah perusahaan.
Aset adalah ekuitas ditambah utang
Semakin tinggi nilai PBV maka semakin mahal saham dari perusahaan tersebut.
Jika suatu saham memiliki angka PBV = 2, itu berarti bahwa investor yang membeli… bersedia membayar harga 2 kali lebih tinggi dari modal bersih perusahaan tersebut.

B. Ilustrasi sederhana:
Andrew membangun sebuah pabrik tahu di Cirebon.
Total dana yang dibutuhkan untuk membangun pabrik tahu adalah 50 juta rupiah.
Modal awal Andrew adalah 25 juta rupiah.
Andrew meminjam dari Bank sebesar 25 juta rupiah.
 Maka diperoleh:
  • Ekuitas = modal bersih Andrew = Book Value = 25 juta rupiah
  • Utang Andrew  =  25 juta rupiah
  • Aset pabrik tahu = 50 juta rupiah
Pabrik tahu sudah berjalan selama setahun dan menghasilkan laba bersih 10 juta rupiah.
Sehingga diperoleh Ekuitas pabrik tahu meningkat menjadi = 25 + 10 = 35 juta rupiah, dan Aset pabrik tahu menjadi = 35+25 = 60 juta rupiah.
Andrew berencana menjual pabrik tahu tersebut kepada Girsang, salah seorang teman pengusahanya.
Dengan segala usaha marketing, Andrew berhasil meyakinkan Girsang bahwa pabrik tahu tsb bisa memberikan keuntungan 10 juta rupiah per tahun sesuai dengan history tahun sebelumnya. Girsang pun tertarik dan akhirnya membeli pabrik tahu tersebut dengan harga 70 juta rupiah.
Berapa PBV pabrik tahu?
Harga jual pabrik tahu = market cap = Price = 70 juta rupiah.
Ekuitas pabrik tahu = Book Value = 35 juta rupiah.
Maka PBV = Price/Book Value = 70/35 = 2.
Bagaimana dengan utang Andrew ke Bank?
Andrew dan Girsang sepakat bahwa utang ke Bank akan dibayarkan Andrew dari harga jual 70 juta rupiah, yang artinya Andrew memperoleh hasil penjualan pabrik tahu adalah = 70-25= 45 juta rupiah, dengan laba bersih dari awal membangun pabrik tahu = 45 – 25 =20 juta rupiah.
C. Studi Kasus Nyata:
Tulisan ini dibuat tanggal 28 June 2012. Saya mengambil contoh saham ASII.JK (PT. Astra International Tbk).
Untuk memperoleh data market cap ASII di Q1 2012 …anda bisa browse ke web berikut:
Untuk memperoleh data ekuitas dari ASII di Q1 2012 … anda bisa browse ke web berikut:
Diperoleh:
Market cap = 271.24 triliyun rupiah dan Ekuitas = 64.632 triliyun rupiah
Sehingga PBV = 271.24/64.632 = 4.2 kali.Pertanyaan nya, apakah PBV 4.2 masih murah?
PBV wajar biasanya dikisaran 2 atau maksimal 3….namun karena ASII termasuk perusahaan dengan fundamental yang baik, maka banyak trader/investor yang masih tertarik membeli dengan harapan memperoleh keuntungan dalam jangka pendek sebesar 10-20%. Biasanya mereka membeli ketika terjadi koreksi harga seperti di akhir 3 minggu terakhir.
Anda juga sebenarnya dapat langsung melihat nilai PBV terakhir untuk suatu saham dengan mengakses web berikut:
Jika ingin melihat saham lain, anda dapat mengganti huruf ASII menjadi kode saham tsb misalnya: IMAS ( PT Indomobil Sukses Internasional Tbk) menjadi:
Lihat nilai Price/Book (mrq)…mrq sendiri adalah most recent quarter yang berarti data quarter terakhir.


Salam Profit, 
Yossy Andrew Girsang
Alumni Training Trading Profits, Kontributor Ellen May Institute  

0 comments:

Posting Komentar

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP