Satyo Fatwan dan Kahlil Gibran mengajak memetik bunga yang paling indah
Sabtu, 04 Februari 2012
From: Satyo Fatwan
Date: Sun, 05 Feb 2012 08:03:26 +0700
Subject: [IA-ITB] Ikhlas yuuk
Perlu menjadi renungan...khususnya bagi yang merasa masih punya
"ganjelan" dengan Pengurus IA-ITB. De facto dan de jure, pengurus
sekarang adalah yang sah.
Suatu hari Kahlil Gibran bertanya pada gurunya
Gibran. : Guru, Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang
paling sempurna dalam hidup ?
Guru. : Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang
paling indah menurutmu & jangan pernah kembali ke belakang.
Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, Gibran pun kembali dengan
tangan hampa . . .
Lalu guru bertanya: Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu-pun ?
Gibran : Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya tapi aku tidak
memetiknya karena aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yang lebih
indah, namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang
aku lihat tadi adalah yang terindah, dan aku pun tak bisa kembali ke
belakang lagi !
Dengan tersenyum guru berkata: "Ya, itulah hidup. Semakin kita mencari
kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya, karena
sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada. Yang ada hanyalah
keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan."
Marilah kita sadari bahwa apa yang kita dapatkan hari ini adalah yang
terbaik menurut Allah SWT & jangan pernah ragu, karena kesadaran itu
akan menjadikan kita nikmat menjalani hidup ini.
0 comments:
Posting Komentar