powered by Google
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Foto: Makan Malam Romantis di Tizi

Sabtu, 22 Maret 2014



 


From: windriyo_a
Date: Thu, 20 Mar 2014 14:53:33 +0000
Subject: Re: [Senyum-ITB] Bukan Cerpen nih. Re: Pasangan "Sekampus" dan Pasangan "Luar Kampus"


Hmmm..... Bli Erik inget aja sm tizi....
Sebenernya cerita sedikit malu soalnya jaman kuliah kan anak kost, kiriman pas pasan....​​ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ boro" bisa makan di tizi bli....

Tapi kesampaian juga gara" agak sedikit maksain dan penasaran katanya makan malam di tizi romantis ;)

Kebetulan. Saya kasih les prifat matematika dan fisika sama anak seorang dokter, mungkin udah saking setressnya is dokter masa saya dokter tp anaknya matematika n fisika nilainya jeblok...
Jadi waktu itu alhamdulillah berkat les prifat nilai rapotnya dr nilai. Merah bs jadi 9 dan 8 buat matematika dan fisika, akhir pak dokter kasihlah bonus buat saya bli......nah lumayan ini bisa ngajak makan malam di resto yg lumayan......

Itu aja bli yg bs di sharing, cerita pas makan malam di tizi....biarlah itu jadi rahasia masa lalu qiqiqiqiqi......

Dulu hampir sama kaya bli erik, sekandang, jaket sama warnanya, belajar sama pusingnya....basket sama sama, tenis sama sama.....

Tp Tuhan mengirimkan jodohku bukan sekandang ​​ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮.......kita ekspansi donk ke maranatha......

Selamat mengenang masa lalu, yg suka kuliner pasti kalo ke bandung pengen nyoba sana sini dimana dulu sering makan makan......



Salam
WinMA95



From: "B. Antariksa (Erik), 99Bali International, www.99Bali.com" <bantariksa2@gmail.com>
Date: Thu, 20 Mar 2014 12:00:00 +0000
Subject: Re: [Senyum-ITB] Bukan Cerpen nih. Re: Pasangan "Sekampus" dan Pasangan "Luar Kampus"


Cerita detail apa lagi?
Kalau terlalu detail jadi novel nanti hehehehe.

Mas Wind gantian cerita makan malam di Tizi dong dg si doi.


Salam kompax
Erik

Read more...

Video: Foto Makanan supaya Lebih Sedap

Kamis, 06 Maret 2014

From: Iwan Nadapdap 
Date: Thu, 6 Mar 2014 17:51:49 +0800
Subject: Photography Makanan was : Re: [Senyum-ITB] Hasil Penelitian Leonie



Mbak Santri, 


Ahli bilang, rasa makanan dipengaruhi oleh lidah, hidung dan penglihatan..

Sedikit perbaikan di lighting akan membuat foto Ayam Pop+Sambalado Tanak Petai serasa lebih sedap. 

Berikut video dari Bang Jerry Aurum(SR 94). 



Video 1 :

Mata Lensa AnTV With Jerry Aurum "Food"



Video 2 (menit 4:45). :

Mata Lensa AnTV With Jerry Aurum "1st Anniversary"




iwan nadapdap, el94

------------------------------

2014-03-06 13:11 GMT+08:00 Santri-91

[Attachment(s) from Santri-91 included below]

@mbak leonie : mbak ku sayang...hayu atuh ameng ka bandung, main ke resto ku ;),
ini lagi survey ke percetakan mau buat kemasan Tambuah Ciek! :D.

Btw Santri punya menu baru, Ayam Pop+Sambalado Tanak Petai ...
Nyam nyam, santri kasih fotonya aja dulu ya...


Santri, '91.
Khairunnas anfa'uhum linnas

----------------------

Keterangan Video 1 :

Published on Jun 23, 2013
Food, food, food! Yummie di mulut, yummie di kamera! Dari makanan jalanan sampai makanan fine-dining, ada di sini!


Keterangan Video 2 :

Published on Mar 2, 2014
Yaaay, Mata Lensa ultah dan mengundang fotografer yang pernah membawakannya untuk ngumpul bareng!


------------------

Komentar :

From: m yusron
Date: Fri, 7 Mar 2014 09:50:41 +0700




Kalau fotografer dan videografer amatir cukup 
dengan "fotografi & videografi adalah melukis 
menggunakan cahaya", jadi kalau mau detail 
harus sudah me-manage cahaya. 

Sementara itu kalau Fotografi, Videografi 
profesional the next step disamping dukungan 
kualitas alat dan kekuatan artistiknya yang 
sangat mereka pentingkan adalah 
"underlying concept".

Sebelum membidik sudah tergambar konsepnya 
bagaimana, ide pokoknya apa, pesan apa yang 
akan disampaikan. Apa differensiasinya yang 
mampu menggugah perhatian, sehingga WOW...
Seperti karya Nicole Patricie Malina, fotografer 
profesional muda yang WOW : WOW keren, 
WOW bagus, WOW kontemporer, WOW mantab...



salam,
myusron

Read more...

Ali Bagus, Lulusan ITB yang Sukses Bisnis Kuliner

Jumat, 15 Maret 2013

Ali Bagus, Lulusan ITB yang Sukses Bisnis Kuliner
Oleh: Ageng Rustandi
Kamis, 8 September 2011 | 08:15 WIB

Ali Bagus Antra Suantara. - inilah.com/Ageng Rustandi
INILAH.COM, Bandung - Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) kerap identik dengan pekerjaan yang berbau teknologi. Tapi tidak bagi Ali Bagus Antra Suantara (28) yang sukses berbisnis kuliner dengan restonya Bebek Garang Segar Merangsang.

Ali merupakan lulusan Jurusan Planologi ITB tahun 2006. Bersama temannya yang juga alumnus ITB Jurusan Teknik Elektro, Wawan Wardany (28), Ali tampil sebagai seorang wirausaha muda sukses dengan bisnis kuliner.

Berkat bisnis kuliner berbahan dasar hewan unggas tersebut, Ali pun meraih beberapa penghargaan. Di antaranya 'Shell Start Up Award' untuk kategori wirausaha muda pada Juli 2010, penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM pada Januari 2011, dan finalis 'Wirausaha Muda Mandiri' pada Maret 2011 lalu.

“Alasan saya untuk berbisnis khususnya di kuliner karena ingin punya pekerjaan yang benar-benar memberikan dampak konkret pada perekonomian masyarakat. Karena sebelumnya juga saya sempat bekerja sesuai bidang saya planologi,” ujar Ali saat ditemui INILAH.COM di salah satu outlet Resto Bebek Garang di Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Rabu (7/9/2011).

Saat bekerja sebagai seorang ahli planologi (tata ruang wilayah), Ali tidak menemukan kepuasan. Pasalnya, Ali menilai rekomendasi yang diberikan ahli planologi tidak bisa sepenuhnya diterapkan pemerintah karena keputusan yang diambil kerap berbenturan dengan kepentingan politik.

Berbisnis memang bukan suatu hal baru bagi Ali. Begitu lulus dari ITB, dia bersama rekan-rekannya memulai bisnis percetakan. Namun bisnis percetakan yang dibangunnya tersebut hanya mampu bertahan tidak lebih dari dua tahun.
Akhirnya bersama Wawan, Ali mulai banting setir sebagai pengusaha kuliner pada 2008. Bebek menjadi bahan dasar penganan yang dipilihnya dan diambil nama Bebek Garang dengan slogan yang nyleneh, ‘Segar Merangsang’.

“Selama ini bebek dicap sebagai penganan kelas PKL. Dan melalui resto Bebek Garang kita angkat penganan berbahan dasar bebek ini ke kelas restoran namun dengan harga yang masih terjangkau. Selain itu, kota Bandung pun dikenal sebagai surga kuliner dan fesyen,” terang pria kelahiran Bandung, 28 Januari 1983.

Setelah tiga tahun berdiri, Bebek Garang telah memiliki lima outlet, yakni di Jalan Sulanjana, Braga, Bandung Supermal, RE Martadinata, serta di Kota Bandung.

“Di tahun ini kita pun menargetkan untuk buka minimal dua outlet lagi, satu di Bandung dan satu di Jakarta. Dan dari empat outlet yang ada, di luar yang di Jalan Riau (RE Martadinata), omzet kita sudah mencapai Rp500 juta per bulan. Intinya terus berinovasi dan jangan mudah menyerah,” pungkas pria yang berencana menikah pada 2012 tersebut.[den]


Sumber: inilah.com

Read more...

Makan lotek nikmat di Jl Tengku Angkasa, Bandung

Senin, 11 Maret 2013



From: Hendri Heral
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Mon, 11 Mar 2013 10:02:38 +0000
Subject: RE: [Senyum-ITB] Saklar Genetik


Minggu lalu saya ke Bandung, ingat nenek-2 yang jual lotek di jl. Tengku Angkasa disebelah Gado-2 yg cukup terkenal. 
Ternyata beliau masih jualan lotek yang sama, saya tanya berapa usia beliau, katanya sudah lebih dari 80 tahun. Beliau masih sehat dan kuat bekerja. Cuma rasanya tidak senikmat dulu, waktu itu sang nenek dibantu cucunya yang geulis-geulis.. J




Peta: ITB (A) - Jl. Tengku Angkasa (B) = 1 km

View Larger Map





ceritaperut.com :

Ini adalah tempat makan lotek favorit saya… apakah karena suka loteknya? hehe bukan :D karena di sini ada live musicnya!!! bayangkan!!! tukang lotek punya live music! Dan jangan salah live music di sini bukan yang kelas kacangan punya.. suaranya standar cafe dan lagunya jazz-jazz style gitu.. wahhh top deh.. si pemain musiknya pun alatnya lengkap ada bas betot segala wahhhh juara :D

dari depan rumah biasa, tapi emang dalem nya juga rumah biasa :D ramai terus parkir aja susah :D

nah tim live musicnya selalu udh ready kalo jam makan siang :)

loteknya terkenal banget lhoh :)

Nama tempat makannya RM Angkasa.. adanya di deket Jl. Dipati Ukur.. tepatnya di Jl. Tengku Angkasa harusnya yang ngerasa anak gaul Bandung tau tempat makan ini, karena tempat makan ini udah terkenal banget dari lama. Orang-orang kalo ke sini emang carinya lotek dan loteknya memang enak, tapi di sini juga banyak menu makanan lain yang kita tinggal ambil sendiri, ada ayam bakarnya juga enak lho.. di bakar langsung begitu kita pesan :D
segelas es jeruk segerrrr mantappp siang2 :)

Di sini rame banget kalo pas jam makan siang banyak karyawan2 kantoran makan di sini.. tempat makannya kecil emang jadi siap2 aja ngantri ato ga dapet tempat duduk :D wahhh tpi kalo kangen denger suara penyanyi nya layak sering-sering dikunjungi deh :)
Sekitar sini ada Bakmi Djowo DU yang juga ga kalah enak dan ga kalah rameeee ajahh :D

Read more...

Pisang Molen Kartika Sari

Minggu, 24 Februari 2013

Pisang Molen Kartika Sari

Memang kalau ke Bandung rasanya kurang lengkap kalau belum beli pisang molen (disebut juga bollen) Kartika Sari. Rasanya ada beberapa macam : ada yang pisang keju, pisang coklat, bahkan durian. Harganya berkisar Rp 30.000an untuk satu box isi 10 potong molen. Selain pisang molen juga ada jual cheese roll, brownies, dan kue kering lainnya.


Ada beberapa outlet Kartika Sari, tapi favorit keluarga kami adalah yang di Juanda. Selain lokasinya mudah dicapai, (di jalur yang dekat dengan Factory Outlet), lalu tempatnya pun besar & nyaman karena berada di dalam 1 gedung tersendiri.




Sekedar tips, jika saat musim liburan, maka toko Kartika Sari di Juanda ini akan sangat penuh dan sulit mendapat tempat parkir. Kami biasanya parkir di FO sebelah toko Kartika Sari, masuk ke FO sebentar (kadang2 belanja juga sih), lalu jalan kaki ke sebelah.
Kartika Sari Dago
Jl. Ir. H. Djuanda no. 85
Bandung
Tlp 022 2509500
Kartika Sari Kebun Kawung
Jl. H. akbar no. 4
Kebon Kawung – Bandung
Tlp. 022 4231355 – 4200441
Kartika Sari Kebun Jukut
Jl. Kebon Jukut no. 3C
Bandung
Tlp. 022 4230397
Kartika Sari Buah Batu
Jl. Buah Batu no. 165 A
Bandung
Tlp. 022 7319385
Kartika Sari Terusan Jakarta
Jl. Terusan Jakarta no. 77E
Bandung
Tlp. 022 7101280
Kartika Sari Kopo
Jl. Kopo Sayati no. 111 A Bandung
Tlp. 022 5414340
Kartika Sari Cimahi
Jl. Raya Timur no. 518
Cimahi
Tlp 022 6656280


Sumber: jalanjajanhemat.com

Read more...

Lezatnya Daging Domba Garut

Selasa, 25 September 2012


Lezatnya Daging Domba Garut

JUM'AT, 7 SEPTEMBER 2012 08:43 wib
SINDO

detail berita
Sate domba yang ada di Dombrut cafe (Foto:areamagz)
DAGING domba yang umumnya berbau prengus dan agak keras disulap menjadi amat empuk dan jauh dari aroma tak sedap. Itulah kelebihan yang ditawarkan Dombrut Cafe. Penasaran?

Mengolah daging kambing maupun domba bukan pekerjaan mudah. Salah-salah daging yang dihasilkan masih berbau prengus dan keras. Namun, Dombrut Cafe membuktikan olahan daging dombanya hampir tak ada bedanya dengan daging sapi, empuk dan gurih serta minus bau tak sedap.

“Kami memperlakukan daging domba ini dengan sangat spesial, mulai dari cara memotong dagingnya, menghilangkan baunya, mengolah, hingga menyimpannya. Jadi, enggak ada bau dan empuk, ” tutur Yuke Sampurna, pemilik restoran yang bertempat di Jalan Benda, Kemang, Jakarta Selatan itu.

Beberapa bulan belakangan, basis band Dewa 19 tersebut memang tengah disibukkan dengan bisnis restoran domba garut yang dikelolanya bersama sang kekasih, Teges Prita Soraya. Yuke melanjutkan, keistimewaan domba garut ini adalah organik. Dengan demikian, domba itu tidak diberi suntik vitamin atau apa pun dan mengonsumsi hanya makanan terpilih.

Domba ini pun tidak dibebaskan berkeliaran mencari makan sendiri seperti kambing, melainkan dikandangkan. Karena itu, tekstur dagingnya empuk. Konsistensi kualitas keempukan daging menjadi kunci kelezatan olahan domba di restoran ini.

“Yang membuat empuk sebenarnya cara memotong dagingnya. Salah sedikit, maka daging menjadi keras,” timpal Teges, konsultan restoran ini.

Untuk menghasilkan sate domba yang enak, Teges menyebutkan, sejatinya tak perlu diberi banyak bumbu dalam pengolahan. Cukup lada dan garam, lalu saat dibakar diolesi kecap dan mentega. Menghilangkan bau prengus-nya? “Kalau itu resep dapur kami,”ucap Teges.

Apa yang dikatakan Teges bukan promosi semata.Sate domba di restoran ini amat empuk dan hampir tak tercium aroma khas domba.

Dibakarnya medium, masih meninggalkan sari yang membuatnya jadi juicy. Potongan dagingnya cukup besar, bukan seperti sate yang biasa dijajakan di pinggir jalan. Nah, uniknya, saus kacangnya dihidangkan terpisah bersama bawang merah dan irisan cabai rawit. Anda bisa pilih, mau sate daging atau campur. Maksudnya campur bersama lemak. Lemak domba yang berwarna keputihan itu sangat empuk, tidak kenyal. Enaknya makan sate ini selagi hangat.

Kalau sudah lama, daging akan mengeras. Jangan lupa untuk mencicipi gulai domba.Kuahnya amat kental berwarna kuning kemerahan, dagingnya banyak. Ada potongan bawang merah di dalamnya untuk memberi rasa sekaligus meredam bau anyir. Daging domba diyakini memiliki kolesterol yang lebih rendah dibandingkan daging kambing. Olahan daging domba lain, ada sum sum, tongseng, kaldu daging, serta lamb shank dan lamb chop.

Restoran berkapasitas 40 tempat duduk ini menerapkan gaya santai dengan meja dan kursi kayu ala warung makan. Untuk kudapan, bisa coba nachos garut dengan saus keju dan salsa rawit, atau roti prancis yang disajikan dengan mentega. Ke depan,rencananya dikeluarkan menu ala Barat,tapi tetap dengan olahan daging domba.

Sebut saja lamb pizzalamb burger, hingga spaghetti bolognaise with lamb. Teges mengatakan, bulan depan pihaknya juga akan membuka gerai di Kota Kasablanka. Sambil makan, Anda bisa sekalian menikmati petikan bass Yuke. Pengalaman bersantap yang istimewa tentunya. Adapun harga menunya sekitar Rp 27.500 - Rp 98.000 untuk makanan dan minuman sekitar Rp 12.000 - Rp 15.000 (ftr)


Sumber: okefood.com

Read more...

Bram AR72 mengajak makan domba bakar di Bloemen Resto

Bram AR72 mengajak makan domba bakar di Bloemen Resto


From: suntana@ta5studio.com
Sender: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Date: Tue, 25 Sep 2012 16:09:44
To: <Senyum-ITB@yahoogroups.com>
Reply-To: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Selasa Promosi: Domba Bakar ASGAR - Asli Garut




Rekan-rekan Alumni ITB,

Mulai hari Sabtu tanggal 29 September 2012 kami menyajikan Domba Bakar ASGAR - Asli Garut di Jl. Boscha 45, belakang pompa bensin Cipaganti Bandung. Tersedia juga sop dan gule domba. 
Khusus untuk alumni ITB kami berikan diskon sebesar 50 % untuk menu domba, hanya pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 29 dan 30 September 2012.

Silahkan diprint sendiri email ini untuk mendapatkan diskon tersebut. 
Telepon 022.2032035 untuk keterangan lebih lanjut.


Salam,
Suntana
BLOEMEN RESTO.

--------------------------
Peta lokasi Bloemen Resto



View Larger Map



Peta :  A (ITB)  ke  B (Bloemen Resto, Jl, Boscha 45)

Read more...

Video: Nostalgia ala Toko Oen, Semarang

Minggu, 10 Juni 2012

Nostalgia ala Toko Oen, Semarang



produk toko oen 200x112 Nostalgia Ala Toko Oen SemarangMengunjungi kota Semarang, pandangan mata kita tidak akan terlepas dari banyaknya gedung kuno yang menjadi sebuah warisan sejarah pada masa lalu. Sebagai sebuah cagar budaya, bangunan kuno tersebut banyak digunakan sebagai lokasi wisata hingga sentra bisnisnya kota Semarang. Salah satu tempat yang digunakan sebagai sebuah restoran adalah gedung di Jalan Pemuda Semarang. Bangunan berinterior kuno tersebut menjadi lokasi Toko Oen yang merupakan restoran yang menawarkan aneka hidangan, mulai dari kue kering/ basah, roti, es krim, steak rasa khas Eropa, hidangan Indonesia, dll. Selain menikmati hidangan kuliner yang lezat, para pengunjung juga bisa bernostalgia, sembari merasakan suasana tempo dulu, karena Toko Oen masih mempertahankan desain interior dan furniture sesuai dengan aslinya.
Tim liputan bisnisUKM berkesempatan mengunjungi Toko Oen Rabu (17/11), dan ditemui salah seorang staff restorannya Yohanna Setia Arumsari (27). Menurut Yohanna, Toko Oen memiliki sejarah panjang hingga saat ini bertahan di Kota Semarang. “Toko ini berdiri sejak tahun 1922 di Yogyakarta, dimana yang mendirikan adalah seorang ibu rumah tangga bernama Ibu Liem Gien Nio, kami memanggilnya Oma Oen (istri dari Oen Tjoen Hok), karena perkembangan usahanya semakin pesat, kemudian dibukalah cabang di Semarang, Malang, dan Jakarta,” ujar Yohanna. Namun karena keterbatasan anggota keluarga yang mengurusi, toko yang ada di Yogyakarta ditutup, dan yang di Malang dijual kepada orang lain.
desain interior toko oen semarang 200x150 Nostalgia Ala Toko Oen SemarangMenurut Yohanna, Toko Oen saat ini dikelola oleh generasi keempat dari Oma Oen. “Generasi pertama bernama Oen Tjoen Hok, dilanjutkan oleh generasi kedua Sinarwati Utama, kemudian generasi ketiga Jenny Kalalo, dan Generasi keempat saat ini dipegang oleh Chase Alexander Kalalo,” ujarnya. Pengelolaan lintas generasi tersebut mampu membuat Toko Oen berevolusi dari sebuah toko roti menjadi restoran lengkap yang menyajikan makanan khas Western dan Indonesia seperti saat ini. Rantai kepemilikan yang masih dalam satu keluarga juga diyakini sebagai faktor solidnya Toko Oen hingga berumur 89 tahun.

Produk Unggulan Toko Oen


Toko Oen saat ini menyediakan aneka kue kering dan roti yang nikmat dengan varian rasa yang beraneka ragam. “Ada kurang lebih 30 kue kering yang kami produksi, diantaranya speculas, Kattetong Keju, JanHagel, Kaasstengel, BoterKransjes, dll, sementara untuk kue basahnya, kami memiliki kurang lebih 50 jenis,” jelas Yohanna. Selain kue kering, es krim juga menjadi salah satu icon Toko Oen, karena memiliki rasa berbeda yang siap menggoyang lidah penikmatnya.  “Oen’s Symphony, Domino Ice Cream2, Tutti frutti, menjadi produk es krim andalan kami,” tambahnya.
kue kering dan basah toko oen 200x150 Nostalgia Ala Toko Oen SemarangMenu resto lain yang tidak kalah lezatnya adalah Poffertjes, yaitu makanan khas Belanda berupa pancake yang ditaburi gula bubuk. Di Toko Oen, ada dua macam rasapoffertjes, yaitu poffertjes cokelat yang ditaburi meses coklat, dan poffertjeskeju yang ditaburi keju parut. Jika belum puas, Chicken Cordon Blue bisa menjadi alternatif penggoyang lidah yang memiliki porsi cukup besar. Dengan sentuhan keju yang meleleh di dalamnya, membuat Chicken Cordon Blue menjadi menu wajib ketika berkunjung ke Toko Oen Semarang. Sementara menu makanan barat lain yang selama ini dikenal memiliki cita rasa yang khas Toko Oen antara lain bistik hamburg, bestik lidah, inner schnitzel, dan kakap ala meuniere.
Toko Oen Semarang 200x150 Nostalgia Ala Toko Oen SemarangAneka jenis produk Toko Oen dijual dengan harga yang bervariasi. Untuk kue kering, harganya Rp.24.000,00-Rp.65.000,00/toples; sementara untuk kue basah harganya Rp.6.000,00-Rp.8.000,00/ biji; kemudian es krim dijual dengan harga Rp.12.5000-Rp.30.000,00/. Dengan harga seperti itu, Yohanna mengaku dalam sebulan Toko Oen bisa meraup omzet rata-rata 100 juta/ bulannya. Meskipun termasuk usaha restoran tertua di Semarang, namun Toko Oen tetap melakukan pemasaran aktif, baik melalui media online maupun offline. “Kami sering ikut serta dalam pameran-pameran, bahkan tiap setahun sekali kami selalu ikut pameran di Belanda, selain pameran, media cetak juga menjadi media marketing kami, sampai dengan media online seperti website dan jejaring sosial,”imbuhnya.
Beberapa kendala yang saat ini mengiringi berkembangnya Toko Oen adalah merebaknya kompetitor yang menjual produk dengan harga yang jauh lebih murah. “Sebenarnya tidak terlalu signifikan untuk urusan plagiat produk, namun harus diakui hal tersebut bisa memicu sistem kompetisi yang tidak sehat,” jelas Yohanna. Meskipun begitu, saat ini Toko Oen sedang berencana untuk kembali membuka cabang di beberapa kota di Indonesia, untuk memperluas jangkauan pemasarannya.







Sumber: bisnisukm.com

--------------------------------------------

Peta lokasi Toko Oen, Semarang :


View Larger Map

Peta; Dari A (Simpang Lima) ke B (Toko Oen, JL Pemuda, No.52, Semarang)
Jarak = 2,1 km. Waktu tempuh berjalan kaki = 25 menit.

Read more...

Lumpia Gang Lombok : Menyantap Nikmatnya Kuliner Tionghoa Khas Semarang

Sabtu, 24 Maret 2012

LUMPIA GANG LOMBOK
Alamat: Gang Lombok No. 11 Kranggan, Semarang Tengah, Semarang, Indonesia
Koordinat GPS: S6°58'28.6" E110°25'40.5" (lihat peta)



Lumpia Gang Lombok


Sebagai warung lumpia tertua di Semarang, Lumpia Gang Lombok tetap mempertahankan keaslian rasanya hingga sekarang. Tak heran jika pengunjung rela antri untuk menyantap nikmatnya kuliner Tionghoa khas Semarang ini.


Membicarakan lumpia maka ingatan kita pasti akan melayang menuju Kota Semarang. Ya, penganan nikmat ini merupakan salah satu makanan khas Semarang. Namun sejatinya, Lumpia bukanlah kuliner asli Semarang melainkan kuliner khas Cina. Lumpia atau yang juga disebut dengan nama lunpia pada mulanya merupakan penganan tradisional Tionghoa yang terbuat dari campuran rebung, telur, sayuran segar, daging, dan makanan laut, kemudian digulung dalam adonan tepung gandum yang menyerupai kulit. Lumpia mulai dikenal di Semarang karena banyaknya warga Tionghoa yang tinggal dan menetap di kota yang pernah menjadi bandar besar pada masa lalu. Di Semarang, lumpia mengalami proses pelokalan dan disesuaikan dengan lidah Jawa, hingga menemukan bentuk dan rasa seperti sekarang.


Berkembangnya lumpia di Semarang tentu tak bisa lepas dari peranan pasangan suami istri Cina-Jawa, Tjoa Thay Yoe dan Wasih. Mereka berdua merupakan penjual lumpia dengan ciri khasnya masing-masing. Setelah menikah, resep lumpia ala Hokkian milik Tjoa Thay Yoe dipadukan dengan lumpia ala Jawa khas Wasih, hingga terciptalah lumpia dengan rasa istimewa khas Semarang yang memadukan rasa gurih, asin, dan manis. Resep lumpia pasangan Cina-Jawa ini kemudian diturunkan kepada anak-anak mereka dan menjadi awal menyebarnya lumpia khas Semarang.


Lumpia Gang Lombok yang terletak tepat di samping Klenteng Tay Kak Sie merupakan warung lumpia tertua di Semarang milik keturunan Thoa Thay Yoe. Warungnya yang sempit dan letaknya yang menyempil di gang yang hanya cukup dilalui 1 mobil ini rupanya tak menyurutkan minat para tamu yang ingin mencicipi Lumpia Semarang Gang Lombok. Pembeli tak hanya berasal dari pengunjung klenteng yang selesai berdoa, namun dari pelosok Semarang hingga luar kota. Saat YogYES tiba, warung sedang ramai sehingga harus duduk berhimpitan dengan pengunjung lain. Meski kondisi ramai, pelayanan di warung ini terbilang cepat, sebab tanpa menunggu lama pesanan YogYES telah tersaji di atas meja. Lumpia goreng lengkap dengan acar mentimun, saus berwarna coklat sebagai cocolan, daun selada, cabai rawit, dan daun lokio.


Guna memudahkan pengunjung dalam memakannya, lumpia berukuran besar itu telah dipotong-potong menjadi 4 bagian. Untuk menikmatinya, Anda dapat mencocolkan potongan lumpia yang berisikan rebung dan udang ke dalam saus berwarna coklat, sekaligus menambahnya dengan acar. Perpaduan rasa gurih dan asin dari isi lumpia, bercampur dengan manis dari saus, dan rasa asam acar akan memenuhi rongga mulut. Jika Anda suka pedas, gigitlah cabai rawit, atau daun lokio yang aroma dan rasanya menyerupai bawang merah. Jangan lupa selada sebagai lalapan. Kombinasi rasa dari aneka makanan yang telah masuk ke mulut Anda akan menciptakan sensasi kenikmatan tersendiri yang tidak akan Anda dapatkan di tempat lain. Satu hal lagi, meski penjualnya adalah orang Tionghoa, Anda tak perlu khawatir akan masalah kehalalan. Lumpia Gang Lombok menggunakan bahan dasar udang, sehingga bisa dikonsumsi oleh siapa saja. Jadi jangan ragu untuk segera mencicipi nikmatnya kuliner Tionghoa khas Semarang.


Jam buka:

08:00 - 16:00 WIB


Harga:
Rp. 10.000 / biji



Sumber: semarang.yogyes.com

Baca juga :

Rujukan Untuk Menikmati Sarapan di Kota Semarang













Read more...

Rujukan Untuk Menikmati Sarapan di Kota Semarang

Rujukan Untuk Menikmati Sarapan di Kota Semarang







Soto Kudus Mbak Lien
di dekat RS Telogorejo; jualnya pagi sampai siang. Kuahnya kental dan sangat gurih, dengan potongan sayur kuchai dan bawang goreng yang banyak. Asesorisnya harus dicoba karena sangat nendang gitu, sate ayam dan kerang yang besar-besar dan mantap, paru goreng yang digoreng crispy.

Soto Selan di Depok. Kuahnya kuning kental dengan tauge. Yang istimewa adalah rempela goreng yang sangat empuk, ayam goreng yang cocok untuk teman makan soto, serta tempe yang digoreng panas-panas (in case tidak panas, Anda bisa minta ke penjualnya untuk versi yang panas :-) ).

Nasi Goreng Babat Pak Taman
di Jl Stadion. Disini kita punya pilihan untuk pesan nasi goreng babat, sebenarnya sih tidak cuman babat, namun masakan ini memang dinamakan demikian. Anda bisa pesan beraneka jerohan sapi, mulai dari babat tebal, babat sumping, iso (usus), paru, dll. Bila Anda kurang suka jerohan sapi, bisa minta diganti daging ayam. Ada juga masakan babat/iso gongso, yang dimasak dalam kuah kecap yang kental. Ada juga emping manis dan kerupuk udang. Minumannya bisa pesan es kelapa muda, sueeger banget.

Asem-asem Koh Liem
di Jl Karanganyar benar-benar die-die must try. Disini yang dihidangkan adalah masakan siap saji, namun dengan kecepatan yang sangat tinggi (sang empunya – Koh Liem – sendiri tidak segan-segan turun tangan membantu pelayanan ke konsumen. Masakan yang merupakan menu favorit adalah asem-asem daging (lha wong nama rumahmakannya saja pakai Asem-asem), cumi-cumi/kodok goreng/jerohan ayamnya yang disajikan dengan saus kecap inggris yang lezat.

BTW, mumpung lagi disana, saya sarankan untuk mencoba kue lekker di pintu masuk SMA Loyola (di seberang Koh Liem), nama penjualnya Paimo. Menu andalannya Kue Lekker Telur Sosis, bila Anda suka pedas, minta dikasih sambal yang banyak (but please be carefull, pedes bener boookkk).. yang prefer makanan ringan, pesan saja Kue Lekker Pisang Coklat Keju, mantappp.. harganya agak lebih mahal, tapi kualitas bahan sangatlah bagus (adonan kue yang lebih kental, keju Kraft, dll).

Pada jalan yang sama, Anda bisa mencicipi Rujak Marem Pak Man. Dia menggunakan potongan pisang hijau (dan terkadang belimbing), kacang, dan terasi dalam pembuatan sambalnya. Bisa pesan rujak iris ataupun rujak cacah (buah dipotong sangat tipis dengan alat pasah, dicampur langsung dengan sambal rujak, dan sangat segar).

Lunpia Gang Lombok
harus dikunjungi bagi para wisatawan kuliner di Semarang, tapi yang asyik adalah tetangga-tetangganya.. Anda bisa pesan Es Gang Lombok yang sangat segar(menggunakan manisan mangga, cincao, kelapa muda, dll; lalu pesan Mie Pangsit Goreng Siang Kie dan sebagai penutup, Lunpia Goreng Gg Lombok :-)

Tahu Pong di Jl Gajahmada, dekat perempatan Depok. Tahu pong itu semacam tahu kosong yang digoreng, bisa ditambahkan Gimbal Udang dan Telur; disajikan dengan kuah petis dan bawang dan acar lobak. Ada pula tahu kopyok, yaitu tahu mentah yang dihancurkan dan dicampur dengan telur; lalu digoreng.

Ngoyang, Keekian, Babi Panggang di Jl Moh Suyudi (warning: tidak halal). Ada lidah, kuping, usus, daging, jerohan, dll. Acar lobak merupakan asesoris pendamping yang wajib sifatnya. Sekarang mereka juga punya menu tambahan yaitu Baikut Sayur Asin. Masakan serupa juga bisa Anda beli di Pasar Johar dekat gedung bekas Matahari; mereka juga menyediakan ayam goreng tepung yang sangat crisp.

Es Dawet Kampung Kali, depan sekolah Theresiana. Es dawetnya cukup istimewa dan Anda bisa menikmati betapa teduhnya daerah itu dengan begitu banyak pohon rindang. Bila pas musim, Anda pun bisa memesan durian dicampur di es dawetnya.

Es Kelapa Muda Kartika, terletak di MT Haryono sangat dekat dengan pertigaan Jl Petolongan. Kelapa mudanya sungguh berkualitas tinggi, disajikan dalam gelas besar dengan sirup Kartika. Anda pun bisa makan pisang goreng (ini sangat recommended), bakmi/bihun goreng dalam daun pisang, lunpia goreng, dll. Ada pula variasi Blewah (kalau pas musim).

Bila tidak enggan untuk pergi rada jauh, bisa ke Ungaran (kira-kira 30-40 menit dari Simpanglima) dengan menu:

* Sate sapi Pak Kempleng, ada begitu banyak warung yang menggunakan nama ini (mungkin saudara-saudaranya, baik dekat maupun jauh ), tapi saya pribadi cukup cocok dengan yang di Jl Diponegoro Ungaran sebelah kiri kalau dari Semarang, dekat RM Aneka Sari.
* Soto sapi Pak Keri, jangan khawatir, mangkoknya begitu kecil sehingga Anda bisa mencicipinya dengan masakan Pak Kempleng :-)
* Kepiting di dekat Polres Ungaran, ada kepiting taoco maupun goreng mentega. Hati-hati, pada hari Minggu/besar cenderung sangat ramai sehingga sangat disarankan untuk melakukan pemesanan lewat telpon dulu setidaknya 1 jam sebelumnya

Karena sudah di Ungaran, ada baiknya mampir ke Bandungan yang merupakan tempat tetirah (semacam Puncak gitu lah), tidak jauh dari Ungaran (kurang dari 30 menit); anak-anak bisa naik kuda berkeliling, ibu-ibu bisa belanja sayur-mayur dan buah-buahan di pasar, dan wisatawan kuliner bisa makan:

* Bakso Pojok Bandungan, terletak di dalam pasar dan paling pojok
* Tahu Campur, semacam tahu dengan bakwan, disajikan dengan irisan kol dan sambal kacang. Klo bisa, minta mereka gorengkan tahu/bakwan yang baru, sehingga crispy. Klo suka, juga bisa pesan irisan kol yang digoreng.
* Wedang Ronde disamping Tahu Campur. Perlu diperhatikan, kita tidak bisa meminta Wedang Ronde diantar ke Bakso Pojok Bandungan karena ada perselisihan paham antar kedua pemiliknya
* Tahu Goreng dan Susu Kedelai di pabriknya langsung, lokasinya didekat jual tanaman bunga-bunga


Sumber : wisatasemarang.wordpress.com


Baca juga :
Lumpia Gang Lombok : Menyantap Nikmatnya Kuliner Tionghoa Khas Semarang



Read more...

Nikmatnya Sate Maulana Yusuf Bandung

Jumat, 23 Maret 2012





 Nikmatnya Sate Maulana Yusuf Bandung


KOMPAS.com – Teman kami, Sisca, yang tinggal di Bandung memberikan informasi kepada kami tentang Sate Ayam yang enak mantap di kota Kembang ini. Namanya adalah Sate Ayam Maulana Yusuf di Jalan Maulana Yusuf No. 21, Bandung.

Menurut beberapa media, Sate Maulana Yusuf ini memang enak dan sangat pantas untuk dicoba. Wah boleh nih dicoba. Kami sempat bertanya ke beberapa orang soal Jalan Maulana Yusuf ini. Maklum kami tidak terlalu hafal jalanan Bandung, he-he.

Akhirnya ketemu juga dan sebenarnya ini tidak terlalu sulit untuk dicapai. Jalan Maulana Yusuf ini ternyata berada di dekat Jalan Diponegoro dan Jalan Trunojoyo. Sate Ayam Maulana Yusuf ini menempati sebuah rumah kuno yang cukup bersih, meja-meja makannya ditata rapi di halaman depannya.

Sate Maulana Yusuf tidak hanya menjual sate ayam. Ada juga sate kambing, sate sapi, dan sate ayam. Tetapi siang ini kita ingin coba sate ayamnya. Langsung deh kita pesan 10 tusuk saja.

Pada saat kami datang memang sedang sepi, karena sedang bukan jam makan. Hanya ada satu meja yang terisi dan beberapa orang yang pesan bungkus. Tidak lama kemudian pelayannya langsung menyuguhi kami satu piring kecil sambal kacang serta satu piring kecil yang berisi cabe rawit rebus dan potongan bawang merah yang cukup banyak.


 Nikmatnya Sate Maulana Yusuf Bandung

Tekstur sambal kacangnya tidak terlalu lembut dan agak kental. Kami tambahkan cabe rawit tadi ke dalamnya. Kemudian diulek supaya tercampur rata dengan bumbu kacangnya. Yummy deh. Rasanya sudah pas sekarang, manis, gurih, dan pedas.

Sekitar 10 menit kemudian sate ayam pesanan kita datang juga. Wah, ukuran daging ayamnya mantap benar, cukup besar potongan-potongan dagingnya. Kita langsung coba dengan mencocolnya ke sambal kacang yang sudah diberi bawang merah dan cabe rawit tadi. Daging ayamnya empuk, matangnya pas, dan tidak terlalu gosong permukaannya.

Memang kalau ditambah dengan sambal kacang dan bawang merah rasanya tambah nikmat. Mantap banget lho sate ayamnya. Pantas saja teman saya merekomendasikannya. Benar-benar tidak menyesal makan di sini. Enak banget satenya.

Di Sate Maulana Yusuf juga ada pedagang lain yang berjualan, seperti tahu aci khas tegal. Ada juga baso tahu dan siomay. Jadi kalau ingin menu lain bisa langsung pesan. Hmm, akhirnya bertemu juga penjual sate ayam enak di Bandung. Kapan-kapan kita pasti coba menu sate yang lainnya. (Yudi)

Read more...

Selasa Promosi : Warung kuliner "Lumbung Rasa"

Selasa, 20 Maret 2012

From: eko_pratomo2002@yahoo.com

Date: Tue, 20 Mar 2012 04:15:21 +0000
To:
Cc: Dian Syarief;
Subject: [Senyum-ITB] Selasa Promosi : Lumbung Rasa



Ikan Nila goreng


Salam sahabat

Numpang sekilas info utk teman-2 IA ITB+Keluarga+teman2nya, yang butuh tempat makan di Bandung yg enak dan ngak perlu diskon-2an karena sdh murah, ngak bikin kantong jebol, semoga Warung Kuliner Lumbung Rasa bisa jadi solusi

Lokasi di Jl. Dago 299 Bandung, sebelum sheraton, persis sebelah alfamart, 5 menit dari ITB, silahkan dicoba...menu spesial babakar/gogorengan: Kerapu, Nila, Gurame, Udang, Cumi, Gepuk, Ayam, Bebek + aneka tumis2an + sambal dadak, pisang dan roti bakar, es Goyobod dan aneka menu lainnya yang semoga nikmat dan berkesan...ajak keluarga, famili dan temen-2...boleh infokan ke temen-2 juga ya... Seru juga utk reunian atau arisan... Mangga diantos...



Tks, Salam
eko pratomo (M82), dian syarief (FA83), denny novisar (TI82)


-----
Baca juga :

Kumpul EL82 di Lumbung Rasa
"Managing Personal Finance", Eko Priyo Pratomo MS82
Berbagi Pengetahuan



Suasana Jl. Dago, Bandung


----------------------------------------------------------
From: Ida Sitompul
Date: Tue, 25 Sep 2012 19:31:15 +0700
Subject: [Senyum-ITB] Lumbung Rasa


Siang itu, turun dari Jayakarta, kami memutuskan makan siang di
Lumbung Rasa. Pernah dipromosikan oleh Dian Syarief (FA 83?) kepada
kami, tapi belum pernah dicoba. Saya memesan ikan bakar, demikian juga
suami. Selesai makan, kami membayar. Hanya 60 ribu. 60 ribu untuk 3
orang, saya dan suami beserta supir. Hah! Tidak salah? Saya memeriksa
bon dan mencocokkannya dengan yang kami makan. Cocok. Tapi harganya
itu! Nasi hanya 2.500! Lho ini untungnya dari mana? Mungkin waktu itu
Lumbung rasa masih promosi.

Lumbung Rasa kemudian menjadi alternatif kami kalau tak sempat pulang
untuk makan, bukan karena harga makanannya murah, melainkan karena
rasanya memang pas untuk kami. Khususnya untuk saya yang sangat
cerewet tentang aspek kebersihan dari penanganan makanan dan alat
makan, Lumbung Rasa membuat saya merasa aman.

Minggu lalu, para nyonya di jalan saya seperti biasa, sekali sebulan,
makan bersama di luar. Kami tetangga kompak. Lingkungan kami jadi
buktinya ...:D. Serius. Jalan kami selalu dipakai mewakili RWlah,
Kelurahanlah, kecamatanlah dalam lomba menyangkut lingkungan, umumnya
menang, minimal dapat nomor.

Wah melantur (itu susahnya, kelewat bangga dengan tetangga2 hebat saya ini).

Kembali lagi ke Lumbung Rasa, bulan ini waktu sibuk membicarakan makan
dimana bulan ini, saya usul ke Lumbung Rasa. Sementara menunggu ikan
bawal saya dipanggang, dan tetangga juga menunggu ikannya dipanggang
atau dibakar, tangan mulai menjamah nasi liwet. Di piring saya sudah
ada sambal hijau. Alamak, nasi liwet dengan sambal hijau! Ternyata
ueeeenaaaaaaaak sekali. Hari itu, kami yang go Dutch (orang Walanda
itu dosanya apa ya, sampai makan BS2 disebut go Dutch?) membandingkan
apa yg kami makan dan harganya. Ternyata rentang beda harga antara
kami lumayan besar. Biasa ibu-ibu, tukang membandingkan harga. Lha,
Oprah saja yang kaya raya masih kadang bicara harga. Ya, kan? Kami
jadi tahu disana mau makan murah bisa, mau makan mahal bisa. Sama
kenyang dan nikmatnya.

Minggu lalu, jam sudah menunjukkan pukul 11.30. Perut mulai
keroncongan karena pagi hanya diganjal teh ginastel dan dua serabi
oncom.

Kami sedang di daerah DU. Suami mengusulkan nasi kapau langganannya.
Wah, ke LR saja. Jauh lagi! Waktuku sempit! Jauh gimana, cuma sedikit
lagi, paling bedanya 5 menit.

Jadilah kami ke LR (kan gak percuma kalau istri disebut pamajikan.
What she says goes hehehehehehe...). Sampai disana, ingat minggu lalu,
saya rasanya ingin makan nasi liwet dengan sambal hijau saja.
Serius, rasanya itu cukup untuk memanjakan lidah saya. Tapi berhubung
jalan dengan suami yang bahagia kalau melihat istrinya makan dengan
nikmat, antara lain ditandai oleh jumlah yang banyak, terpaksalah saya
ambil pepes ayam juga. Lalu pesan es goyobod (yang ini krn rakus
soalnya minggu sebelumnya kok goyobodnya serasa afdol sekali). Padahal
kapasitas perut saya sebenarnya kecil. Jadilah pepes ayam saya lebih
banyak dihabiskan roommate. Kalau tidak saya tak bisa menyantap
Goyobod. Pulangnya saya membungkus 4 kue balok untuk junior. Suami
membungkus 6 buat di pesawat, siapa tahu lapar lagi, atau ada yang
bisa diajak makan kue balok, begitu katanya.

Saya pulang dengan perut penuh dan hati senang......hooaaammm jadi
mengantuk. Hehehehe...rasanya saya mendengar yang baca ini ada yg
ngantuk juga.

Sampai disini dulu. Sungguh ini saya tulis bukan karena dibayar oleh
Eko Pratomo, atau Dia Syarief atau manager Lumbung Rasa. Tapi kami
memang suka lumbung rasa. Walauun begitu, saya juga tidak keberatan
kalau kemudian gara2 tulisan ini saya makan gratis di Lumbung Rasa :D.
Gak pernah nolak ...:)


Ida AS75

Read more...

Wisata Bandung : Rumah makan TIZI'S

Sabtu, 17 Maret 2012

Wisata Bandung : Rumah makan TIZI'S


TIZI'S adalah rumah makan dengan menu eropa yang sudah mulai beroperasi sejak tahun 1980-an.
Suasana restoran sangat asri dan terletak di sekitar Dago sehingga cukup mudah dicapai.
Menu istimewanya adalah 'Schaschlik'




Daftar menu (Juni 2011)

Peta Lokasi Tizi's


View Larger Map

Peta: A (ITB) ke B (Tizi's di Jl. Kidang Pananjung)
Jarak 1,6 km.


Sumber : candrawulan.blogspot.com

Read more...

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP