powered by Google
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan

Rumah Sakit Umum Permata Medika yang Hebat

Minggu, 16 September 2012


From: anik hudiono
Date: Mon, 17 Sep 2012 08:23:32 +0800 (SGT)
Subject: [Senyum-ITB] RUMAH SAKIT YANG HEBAT....



Saya baru dapet, ada Rumah Sakit seperti ini.... Luar biasa pelayanannya terhadap pasien dan keluarga... Namanya Rumah Sakit Permata Medika, jln Prof HAMKA Ngaliyan Semarang...Tante saya dirawat di RS ini, Cancer Paru2 stadium 4... gak tau mesti ngomong gimana , bagus banget pelayanannya...RS menyediakan 1 orang tenaga marketing (?)-namanya Ibu Tutiek, yg selalu bisa dihubungi oleh keluarga pasien (bahkan malam sekalipun),ttg keluhan pasien, ttg tagihan, ttg jadwal konsultasi dgn dokter..bahkan ttg penginapan keluarga pasienpun, beliau mau membantu...
Dokter2 spesialisnya juga ramah dan kompeten bnget... mumpuni deh... Kamarnya bagus dan luas, harga terjangkau banget.. peralatan modern .. top lah...



Peta lokasi RS Permata Medika


Peta: 
Dari  A= Bandara Ahmad Yani  ke  B (Rumah Sakit Umum Permata MedikaJalan Profesor Doktor Hamka, Semarang 50151)
Jarak = 6,5 km. Waktu tempuh = 20 menit.


Saya menemukan RS PERMATA MEDIKA ini dari browsing internet, gara2 cari Chemoteraphy yg ada di Semarang (Tante sy  tinggal di Salatiga). Ternyata di RS ini bukan hanya bisa Chemotherapy (spt yg selama ini-via infus) tapi juga bisa TACI (Trans Arterial Chemo Infusion) yaitu pemberian obat pembunuh sel kanker (lebih dikenal sebagai obat kemoterapi) langsung ke target tumornya melalui pem
buluh darah yang memasok logistik ke tumor (feeding artery). jadi obat langsung ke tumor/cancer nya... di Indonesia TACI baru ada di beberapa Rumah Sakit saja..
Dokter yg menangani Tante sy meskipun masih muda, sdh bergelar Doktor, Beliau berpraktek juga di RSUP Karyadi, dosen Kedokteran spesialis Onkologi UNDIP juga, bicara dgn pasien sangat lembut, membesarkan hati, memberi semangat.. dan mendengarkan sampai pasien/keluarga pasien benar2 puas terjawab semua keluhan sakit dan pertanyaannya....  

Saya menunggu Tante sy selama 2 minggu...dari yg hopeless (dokter di RS terkenal  "E" angkat tangan, dan malah menyarankan herbal...ternyata dr tsb di tempat praktek pribadinya sbg agen herbal " jamu ...Brbdr".ngerii...dokter kok ambil keuntungan dari pasien yg gawat'''),-pada Tante sy  sdh terjadi pendarahan dalam- sampai pendarahannya berhenti dan bisa dilakukan kemotherapy....luar biasa ramah dan telatennya dokter dan perawat di RS Permata Medika tsb... wajah dingin suster atau dokter spesialais yg seakan terburu-buru..?? tidak ada sama sekali..

Yang saya surprise juga, kok ya kepikir Rumah sakit menyediakan tenaga marketing (senior, berjilbab dan sangat ramah dan siap membantu) yg bisa dihubungi kapan saja... termasuk ketika sy hrs pulang ke Bandung, tagihan hanya via SMS...sy transfer dgn internet banking... Oh iya...waktu masuk untuk opname, sy mau deposit biaya, ditolak...bener2 ditolak... setelah 4 hari, baru ada tagihan pertama..

Mau tau biaya2nya?: Ruang VIP Rp350.000,- (diberikan 1 extrabed gratis pula...), biaya dokter ahli tsb hanya Rp100.000,- per visite... daaaan....biaya chemotherapy Tante saya kira2 senilai 50% dibanding Chemo sahabat saya di Jakarta..... biaya chemo disini Rp11jt s/d 15 jt (tergantung obat), sementara sahabat saya sampaikan di Jkt Chemo 21jt s/d 25jt/chemo... 

Lokasinya ideal, nyaman di bukit kecil Ngaliyan,di jln Proff HAMKA, dekat dgn Airport, dekat dgn pintu toll Krapyak Semarang...





Anik Hudiono

Read more...

Video: Nostalgia ala Toko Oen, Semarang

Minggu, 10 Juni 2012

Nostalgia ala Toko Oen, Semarang



produk toko oen 200x112 Nostalgia Ala Toko Oen SemarangMengunjungi kota Semarang, pandangan mata kita tidak akan terlepas dari banyaknya gedung kuno yang menjadi sebuah warisan sejarah pada masa lalu. Sebagai sebuah cagar budaya, bangunan kuno tersebut banyak digunakan sebagai lokasi wisata hingga sentra bisnisnya kota Semarang. Salah satu tempat yang digunakan sebagai sebuah restoran adalah gedung di Jalan Pemuda Semarang. Bangunan berinterior kuno tersebut menjadi lokasi Toko Oen yang merupakan restoran yang menawarkan aneka hidangan, mulai dari kue kering/ basah, roti, es krim, steak rasa khas Eropa, hidangan Indonesia, dll. Selain menikmati hidangan kuliner yang lezat, para pengunjung juga bisa bernostalgia, sembari merasakan suasana tempo dulu, karena Toko Oen masih mempertahankan desain interior dan furniture sesuai dengan aslinya.
Tim liputan bisnisUKM berkesempatan mengunjungi Toko Oen Rabu (17/11), dan ditemui salah seorang staff restorannya Yohanna Setia Arumsari (27). Menurut Yohanna, Toko Oen memiliki sejarah panjang hingga saat ini bertahan di Kota Semarang. “Toko ini berdiri sejak tahun 1922 di Yogyakarta, dimana yang mendirikan adalah seorang ibu rumah tangga bernama Ibu Liem Gien Nio, kami memanggilnya Oma Oen (istri dari Oen Tjoen Hok), karena perkembangan usahanya semakin pesat, kemudian dibukalah cabang di Semarang, Malang, dan Jakarta,” ujar Yohanna. Namun karena keterbatasan anggota keluarga yang mengurusi, toko yang ada di Yogyakarta ditutup, dan yang di Malang dijual kepada orang lain.
desain interior toko oen semarang 200x150 Nostalgia Ala Toko Oen SemarangMenurut Yohanna, Toko Oen saat ini dikelola oleh generasi keempat dari Oma Oen. “Generasi pertama bernama Oen Tjoen Hok, dilanjutkan oleh generasi kedua Sinarwati Utama, kemudian generasi ketiga Jenny Kalalo, dan Generasi keempat saat ini dipegang oleh Chase Alexander Kalalo,” ujarnya. Pengelolaan lintas generasi tersebut mampu membuat Toko Oen berevolusi dari sebuah toko roti menjadi restoran lengkap yang menyajikan makanan khas Western dan Indonesia seperti saat ini. Rantai kepemilikan yang masih dalam satu keluarga juga diyakini sebagai faktor solidnya Toko Oen hingga berumur 89 tahun.

Produk Unggulan Toko Oen


Toko Oen saat ini menyediakan aneka kue kering dan roti yang nikmat dengan varian rasa yang beraneka ragam. “Ada kurang lebih 30 kue kering yang kami produksi, diantaranya speculas, Kattetong Keju, JanHagel, Kaasstengel, BoterKransjes, dll, sementara untuk kue basahnya, kami memiliki kurang lebih 50 jenis,” jelas Yohanna. Selain kue kering, es krim juga menjadi salah satu icon Toko Oen, karena memiliki rasa berbeda yang siap menggoyang lidah penikmatnya.  “Oen’s Symphony, Domino Ice Cream2, Tutti frutti, menjadi produk es krim andalan kami,” tambahnya.
kue kering dan basah toko oen 200x150 Nostalgia Ala Toko Oen SemarangMenu resto lain yang tidak kalah lezatnya adalah Poffertjes, yaitu makanan khas Belanda berupa pancake yang ditaburi gula bubuk. Di Toko Oen, ada dua macam rasapoffertjes, yaitu poffertjes cokelat yang ditaburi meses coklat, dan poffertjeskeju yang ditaburi keju parut. Jika belum puas, Chicken Cordon Blue bisa menjadi alternatif penggoyang lidah yang memiliki porsi cukup besar. Dengan sentuhan keju yang meleleh di dalamnya, membuat Chicken Cordon Blue menjadi menu wajib ketika berkunjung ke Toko Oen Semarang. Sementara menu makanan barat lain yang selama ini dikenal memiliki cita rasa yang khas Toko Oen antara lain bistik hamburg, bestik lidah, inner schnitzel, dan kakap ala meuniere.
Toko Oen Semarang 200x150 Nostalgia Ala Toko Oen SemarangAneka jenis produk Toko Oen dijual dengan harga yang bervariasi. Untuk kue kering, harganya Rp.24.000,00-Rp.65.000,00/toples; sementara untuk kue basah harganya Rp.6.000,00-Rp.8.000,00/ biji; kemudian es krim dijual dengan harga Rp.12.5000-Rp.30.000,00/. Dengan harga seperti itu, Yohanna mengaku dalam sebulan Toko Oen bisa meraup omzet rata-rata 100 juta/ bulannya. Meskipun termasuk usaha restoran tertua di Semarang, namun Toko Oen tetap melakukan pemasaran aktif, baik melalui media online maupun offline. “Kami sering ikut serta dalam pameran-pameran, bahkan tiap setahun sekali kami selalu ikut pameran di Belanda, selain pameran, media cetak juga menjadi media marketing kami, sampai dengan media online seperti website dan jejaring sosial,”imbuhnya.
Beberapa kendala yang saat ini mengiringi berkembangnya Toko Oen adalah merebaknya kompetitor yang menjual produk dengan harga yang jauh lebih murah. “Sebenarnya tidak terlalu signifikan untuk urusan plagiat produk, namun harus diakui hal tersebut bisa memicu sistem kompetisi yang tidak sehat,” jelas Yohanna. Meskipun begitu, saat ini Toko Oen sedang berencana untuk kembali membuka cabang di beberapa kota di Indonesia, untuk memperluas jangkauan pemasarannya.







Sumber: bisnisukm.com

--------------------------------------------

Peta lokasi Toko Oen, Semarang :


View Larger Map

Peta; Dari A (Simpang Lima) ke B (Toko Oen, JL Pemuda, No.52, Semarang)
Jarak = 2,1 km. Waktu tempuh berjalan kaki = 25 menit.

Read more...

Lumpia Gang Lombok : Menyantap Nikmatnya Kuliner Tionghoa Khas Semarang

Sabtu, 24 Maret 2012

LUMPIA GANG LOMBOK
Alamat: Gang Lombok No. 11 Kranggan, Semarang Tengah, Semarang, Indonesia
Koordinat GPS: S6°58'28.6" E110°25'40.5" (lihat peta)



Lumpia Gang Lombok


Sebagai warung lumpia tertua di Semarang, Lumpia Gang Lombok tetap mempertahankan keaslian rasanya hingga sekarang. Tak heran jika pengunjung rela antri untuk menyantap nikmatnya kuliner Tionghoa khas Semarang ini.


Membicarakan lumpia maka ingatan kita pasti akan melayang menuju Kota Semarang. Ya, penganan nikmat ini merupakan salah satu makanan khas Semarang. Namun sejatinya, Lumpia bukanlah kuliner asli Semarang melainkan kuliner khas Cina. Lumpia atau yang juga disebut dengan nama lunpia pada mulanya merupakan penganan tradisional Tionghoa yang terbuat dari campuran rebung, telur, sayuran segar, daging, dan makanan laut, kemudian digulung dalam adonan tepung gandum yang menyerupai kulit. Lumpia mulai dikenal di Semarang karena banyaknya warga Tionghoa yang tinggal dan menetap di kota yang pernah menjadi bandar besar pada masa lalu. Di Semarang, lumpia mengalami proses pelokalan dan disesuaikan dengan lidah Jawa, hingga menemukan bentuk dan rasa seperti sekarang.


Berkembangnya lumpia di Semarang tentu tak bisa lepas dari peranan pasangan suami istri Cina-Jawa, Tjoa Thay Yoe dan Wasih. Mereka berdua merupakan penjual lumpia dengan ciri khasnya masing-masing. Setelah menikah, resep lumpia ala Hokkian milik Tjoa Thay Yoe dipadukan dengan lumpia ala Jawa khas Wasih, hingga terciptalah lumpia dengan rasa istimewa khas Semarang yang memadukan rasa gurih, asin, dan manis. Resep lumpia pasangan Cina-Jawa ini kemudian diturunkan kepada anak-anak mereka dan menjadi awal menyebarnya lumpia khas Semarang.


Lumpia Gang Lombok yang terletak tepat di samping Klenteng Tay Kak Sie merupakan warung lumpia tertua di Semarang milik keturunan Thoa Thay Yoe. Warungnya yang sempit dan letaknya yang menyempil di gang yang hanya cukup dilalui 1 mobil ini rupanya tak menyurutkan minat para tamu yang ingin mencicipi Lumpia Semarang Gang Lombok. Pembeli tak hanya berasal dari pengunjung klenteng yang selesai berdoa, namun dari pelosok Semarang hingga luar kota. Saat YogYES tiba, warung sedang ramai sehingga harus duduk berhimpitan dengan pengunjung lain. Meski kondisi ramai, pelayanan di warung ini terbilang cepat, sebab tanpa menunggu lama pesanan YogYES telah tersaji di atas meja. Lumpia goreng lengkap dengan acar mentimun, saus berwarna coklat sebagai cocolan, daun selada, cabai rawit, dan daun lokio.


Guna memudahkan pengunjung dalam memakannya, lumpia berukuran besar itu telah dipotong-potong menjadi 4 bagian. Untuk menikmatinya, Anda dapat mencocolkan potongan lumpia yang berisikan rebung dan udang ke dalam saus berwarna coklat, sekaligus menambahnya dengan acar. Perpaduan rasa gurih dan asin dari isi lumpia, bercampur dengan manis dari saus, dan rasa asam acar akan memenuhi rongga mulut. Jika Anda suka pedas, gigitlah cabai rawit, atau daun lokio yang aroma dan rasanya menyerupai bawang merah. Jangan lupa selada sebagai lalapan. Kombinasi rasa dari aneka makanan yang telah masuk ke mulut Anda akan menciptakan sensasi kenikmatan tersendiri yang tidak akan Anda dapatkan di tempat lain. Satu hal lagi, meski penjualnya adalah orang Tionghoa, Anda tak perlu khawatir akan masalah kehalalan. Lumpia Gang Lombok menggunakan bahan dasar udang, sehingga bisa dikonsumsi oleh siapa saja. Jadi jangan ragu untuk segera mencicipi nikmatnya kuliner Tionghoa khas Semarang.


Jam buka:

08:00 - 16:00 WIB


Harga:
Rp. 10.000 / biji



Sumber: semarang.yogyes.com

Baca juga :

Rujukan Untuk Menikmati Sarapan di Kota Semarang













Read more...

Rujukan Untuk Menikmati Sarapan di Kota Semarang

Rujukan Untuk Menikmati Sarapan di Kota Semarang







Soto Kudus Mbak Lien
di dekat RS Telogorejo; jualnya pagi sampai siang. Kuahnya kental dan sangat gurih, dengan potongan sayur kuchai dan bawang goreng yang banyak. Asesorisnya harus dicoba karena sangat nendang gitu, sate ayam dan kerang yang besar-besar dan mantap, paru goreng yang digoreng crispy.

Soto Selan di Depok. Kuahnya kuning kental dengan tauge. Yang istimewa adalah rempela goreng yang sangat empuk, ayam goreng yang cocok untuk teman makan soto, serta tempe yang digoreng panas-panas (in case tidak panas, Anda bisa minta ke penjualnya untuk versi yang panas :-) ).

Nasi Goreng Babat Pak Taman
di Jl Stadion. Disini kita punya pilihan untuk pesan nasi goreng babat, sebenarnya sih tidak cuman babat, namun masakan ini memang dinamakan demikian. Anda bisa pesan beraneka jerohan sapi, mulai dari babat tebal, babat sumping, iso (usus), paru, dll. Bila Anda kurang suka jerohan sapi, bisa minta diganti daging ayam. Ada juga masakan babat/iso gongso, yang dimasak dalam kuah kecap yang kental. Ada juga emping manis dan kerupuk udang. Minumannya bisa pesan es kelapa muda, sueeger banget.

Asem-asem Koh Liem
di Jl Karanganyar benar-benar die-die must try. Disini yang dihidangkan adalah masakan siap saji, namun dengan kecepatan yang sangat tinggi (sang empunya – Koh Liem – sendiri tidak segan-segan turun tangan membantu pelayanan ke konsumen. Masakan yang merupakan menu favorit adalah asem-asem daging (lha wong nama rumahmakannya saja pakai Asem-asem), cumi-cumi/kodok goreng/jerohan ayamnya yang disajikan dengan saus kecap inggris yang lezat.

BTW, mumpung lagi disana, saya sarankan untuk mencoba kue lekker di pintu masuk SMA Loyola (di seberang Koh Liem), nama penjualnya Paimo. Menu andalannya Kue Lekker Telur Sosis, bila Anda suka pedas, minta dikasih sambal yang banyak (but please be carefull, pedes bener boookkk).. yang prefer makanan ringan, pesan saja Kue Lekker Pisang Coklat Keju, mantappp.. harganya agak lebih mahal, tapi kualitas bahan sangatlah bagus (adonan kue yang lebih kental, keju Kraft, dll).

Pada jalan yang sama, Anda bisa mencicipi Rujak Marem Pak Man. Dia menggunakan potongan pisang hijau (dan terkadang belimbing), kacang, dan terasi dalam pembuatan sambalnya. Bisa pesan rujak iris ataupun rujak cacah (buah dipotong sangat tipis dengan alat pasah, dicampur langsung dengan sambal rujak, dan sangat segar).

Lunpia Gang Lombok
harus dikunjungi bagi para wisatawan kuliner di Semarang, tapi yang asyik adalah tetangga-tetangganya.. Anda bisa pesan Es Gang Lombok yang sangat segar(menggunakan manisan mangga, cincao, kelapa muda, dll; lalu pesan Mie Pangsit Goreng Siang Kie dan sebagai penutup, Lunpia Goreng Gg Lombok :-)

Tahu Pong di Jl Gajahmada, dekat perempatan Depok. Tahu pong itu semacam tahu kosong yang digoreng, bisa ditambahkan Gimbal Udang dan Telur; disajikan dengan kuah petis dan bawang dan acar lobak. Ada pula tahu kopyok, yaitu tahu mentah yang dihancurkan dan dicampur dengan telur; lalu digoreng.

Ngoyang, Keekian, Babi Panggang di Jl Moh Suyudi (warning: tidak halal). Ada lidah, kuping, usus, daging, jerohan, dll. Acar lobak merupakan asesoris pendamping yang wajib sifatnya. Sekarang mereka juga punya menu tambahan yaitu Baikut Sayur Asin. Masakan serupa juga bisa Anda beli di Pasar Johar dekat gedung bekas Matahari; mereka juga menyediakan ayam goreng tepung yang sangat crisp.

Es Dawet Kampung Kali, depan sekolah Theresiana. Es dawetnya cukup istimewa dan Anda bisa menikmati betapa teduhnya daerah itu dengan begitu banyak pohon rindang. Bila pas musim, Anda pun bisa memesan durian dicampur di es dawetnya.

Es Kelapa Muda Kartika, terletak di MT Haryono sangat dekat dengan pertigaan Jl Petolongan. Kelapa mudanya sungguh berkualitas tinggi, disajikan dalam gelas besar dengan sirup Kartika. Anda pun bisa makan pisang goreng (ini sangat recommended), bakmi/bihun goreng dalam daun pisang, lunpia goreng, dll. Ada pula variasi Blewah (kalau pas musim).

Bila tidak enggan untuk pergi rada jauh, bisa ke Ungaran (kira-kira 30-40 menit dari Simpanglima) dengan menu:

* Sate sapi Pak Kempleng, ada begitu banyak warung yang menggunakan nama ini (mungkin saudara-saudaranya, baik dekat maupun jauh ), tapi saya pribadi cukup cocok dengan yang di Jl Diponegoro Ungaran sebelah kiri kalau dari Semarang, dekat RM Aneka Sari.
* Soto sapi Pak Keri, jangan khawatir, mangkoknya begitu kecil sehingga Anda bisa mencicipinya dengan masakan Pak Kempleng :-)
* Kepiting di dekat Polres Ungaran, ada kepiting taoco maupun goreng mentega. Hati-hati, pada hari Minggu/besar cenderung sangat ramai sehingga sangat disarankan untuk melakukan pemesanan lewat telpon dulu setidaknya 1 jam sebelumnya

Karena sudah di Ungaran, ada baiknya mampir ke Bandungan yang merupakan tempat tetirah (semacam Puncak gitu lah), tidak jauh dari Ungaran (kurang dari 30 menit); anak-anak bisa naik kuda berkeliling, ibu-ibu bisa belanja sayur-mayur dan buah-buahan di pasar, dan wisatawan kuliner bisa makan:

* Bakso Pojok Bandungan, terletak di dalam pasar dan paling pojok
* Tahu Campur, semacam tahu dengan bakwan, disajikan dengan irisan kol dan sambal kacang. Klo bisa, minta mereka gorengkan tahu/bakwan yang baru, sehingga crispy. Klo suka, juga bisa pesan irisan kol yang digoreng.
* Wedang Ronde disamping Tahu Campur. Perlu diperhatikan, kita tidak bisa meminta Wedang Ronde diantar ke Bakso Pojok Bandungan karena ada perselisihan paham antar kedua pemiliknya
* Tahu Goreng dan Susu Kedelai di pabriknya langsung, lokasinya didekat jual tanaman bunga-bunga


Sumber : wisatasemarang.wordpress.com


Baca juga :
Lumpia Gang Lombok : Menyantap Nikmatnya Kuliner Tionghoa Khas Semarang



Read more...

Pencarian

10 Halaman Favorit

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP